
Fajrina menatap elang.
"jadi apa yang harus kita lakukan ?". elang menarik nafasnya. ia sangat kasihan pada gadis itu. elang tak tau apa yang menimpa Lusi selama ia tinggal di Australia. namun yang elang tau sesuatu yang besar dan sangat menyakitkan telah terjadi.
"aku tak tau ". ujar elang, sebenarnya elang ingin membantu Lusi keluar dari masa lalu nya yang kelam itu. namun itu bukanlah lagu urusan nya, prioritasnya adalah Fajrina. ia tak mau melihat wanita nya bersedih.
"menikahkan dengan nya elang". Fajrina menggenggam jemari suaminya.
"tidak". ulang langsung melepaskan tangan nya dari Fajrina.
"kita harus menolong nya elang, apa kau tak kasihan padanya". Fajrina menatap elang, ia berharap suaminya mau berbaik hati untuk menolong gadis itu.
"kau kasihan padanya?, silahkan saja tapi aku tak mau mengorbankan kebahagiaan kita hanya untuk wanita seperti dia". elang murka , ia langsung berdiri dan meninggalkan Fajrina di ruangan itu. Fajrina menghela nafasnya, kemudian berdiri dan menghampiri Lusi yang masih tak sadarkan diri.
elang duduk di dalam mobilnya, ia sangat marah, bahkan ketika Fajrina masuk dan duduk di samping nya pun ,ia terlihat tak perduli.
"jika kau masih mau membicarakan pernikahan, lebih baik aku pergi saja". ujar elang
"sayang, aku hanya kasihan pada gadis itu, apa kau tak kasihan padanya?".
"tidak, aku tidak mau tau apapun tentang nya, dan aku harap kau mengerti". elang terlihat sangat kesal.
"baiklah, aku tak kan memaksamu". Fajrina tersemyum. ia berharap elang meredakan kemerahan nya.
"apa kau tak ingat bagaimana cara nya menjebak ku, melaporkan nya pada ayah, apa kau lupa, gadis itu mungkin telah mengalami hal yang paling buruk dalam hidup nya, namun dia juga sangat jahat, mungkin saja apa yang dia alami adalah karma nya Karna telah menyakiti orang lain". elang mendengus kesal, ia kesal mengapa istrinya sangat murah hati seperti itu, sampai ia dengan senang hati menghadiahi suaminya untuk wanita lain.
Fajrina terdiam, apa yang di katakan elang, masuk di akal juga, mengingat tabiat Lusi yang sangat licik , mungkin ia pernah menyakiti hati orang lain, hingga ia mendapatkan karma nya.
__ADS_1
"baiklah, jadi bagiamana, jika pun kau tak mau menikahi dia sekarang, kau harus menikahinya 2 bulan lagi". Fajrina menatap elang.
"aku akan membuktikan jika anak itu bukan milik ku, kau tenang lah".
di tempat lain, Hendrik tengah berdebat dengan istrinya. cyntia datang ke tempat biasa Hendrik latihan. namun ia kesal ketika melihat ada pria yang secara terang-terangan menggoda Cyntia.
Hendrik menatap Cyntia.
"kau bisa bilang kalau kau sudah menikah". Hendrik mendengus kesal.
"mengapa kau tidak umumkan saja mengenai pernikahan kita, mengapa aku harus mengaku telah menikah sedangkan kau sendiri, menutupi pernikahan kita dan terkesan tidak mengakui aku". Cyntia melipat kedua tangan nya di depan dada, ia mau lihat reaksi suaminya.
bukannya Hendrik tak mau mengumbar pernikahnnya, namun ia terlanjur menandatangi kontrak dengan beberapa brand ternama. dan di sana mejelaskan bahwa ia belum boleh menikah sebelum kontrak habis
"aku terikat beberapa kontrak sayang, aku harap kau mengerti". Hendrik membelai rambut Cyntia.
gadis itu terdiam, cyntia tau mengenai kontrak itu, mengigat ia juga seorang model, ia tau soal kontrak kontrak seperti itu. kemudian ia menghela nafas panjang.
"tapi kau juga harus jaga jarak dengan mereka". Hendrik cemberut, Hendrik sangat cemburu, mereka telah lama menjalin persahabatan sebelum mereka menikah. jadi Hendrik sangat tau, berapa banyak pria yang mengejar gadis itu, mereka bukan dari kalangan biasa.
"akan aku coba, sekarang kembali lah latihan, aku akan menunggumu di sini". cyntia tersenyum , sebenarnya Cyntia juga sama, ia tau banyak gadis yang mengejar suaminya. bahkan Cyntia pernah di bully beberapa kali oleh para gadis-gadis penggemar Hendrik. cyntia bahkan pernah di lempari telur oleh beberapa penggemar wanita Hendrik.
cyntia masih setia menatap punggung suaminya, pria itu sangat mahir dalam mendribble bola. ia sangat terpana, meskipun sekarang Hendrik sudah menjadi miliknya namun Hendrik sukses membuat cyntia jatuh cinta berkali-kali padanya.
"cyn". tiba-tiba tepukan di bahu membuat cyntia menoleh. di sana berdiri Leon, salah satu Pria yang dulu hampir berhasil mengajak gadis itu berkencan. cyntia masih sangat ingat betapa lembut dan baiknya pria itu.
"hi Leon". cyntia kemudian tersenyum dan berdiri.
__ADS_1
"akhirnya kita bertemu lagi". ujar Leon Sambil menatap pria itu penuh cinta.
"ya,.. Hem ngomong-ngomong apa yang sedang kau lakukan di sini?". cyntia berbasa-basi.
"aku merindukan kampus kita, dan aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu". ujar Leon sambil memegang bahu cyntia. tanpa cyntia sadari Hendrik menatap mereka berdua penuh marah. Hendrik mendribble bola di tangan nya, dan dengan sekuat tenaga melempar kan bola itu ke arah Leon, dan kemudian bola itu dengan sangat cepat melewati belakang kepala lewat dan menghantam dinding.
cyntia kaget sampai harus menutupi telinganya, ia langsung menatap Hendrik. Hendrik terlihat sangat murka. ternyata semua orang yang ada di lapangan itu pun ikut menatap Hendrik, mereka sangat jarang melihat sang kapten marah. ini kali pertama Hendrik terlihat sangat murka dan marah seperti itu.
Leon menatap Hendrik. ia sama marahnya.
"apa yang kau lakukan, jika bola itu mengenai cyntia bagaimana?". Leon menarik tubuh cyntia dan merangkul pundak gadis itu, tanpa tau apa yang akan dia hadapi setelah ini.
Hendrik berjalan perlahan mendekati Leon dan cyntia. matanya menatap tajam Leon. Leon sepertinya tak takut kali ini, dulu ia terpaksa menyerah pada cyntia Karna dulu ia bukan siapa-siapa. namun sekarang beda cerita.
Leon merupakan salah satu pemegang saham terbesar di salah satu agensi model terbesar di kota itu. dan ia yakin kali ini ia tak kan kalan dari Hendrik.
"aku tak berniat mengenai cyntia, aku tadinya ingin menghancurkan kepalamu dengan bola ku". Hendrik berdiri tepat di hadapan Leon. ia menyeringai menakutkan.
tak ada yang berani menghentikan Hendrik, mereka hanya berharap Leon bisa berfikir dengan kepala jernih dan angkat kaki dari lapangan basket itu.
"kau berani mengancam ku". leon terseyum sinis.
"aku tak mengancam mu, namun aku hanya sedang memberikan peringatan padamu Leon, sepertinya kau belum mengerti, sejak dulu aku sudah katakan pada mu , menjauh lah darinya, dia gadisku". Hendrik menarik lengan cyntia, namun di hentikan oleh Leon.
"kali ini aku tak kan mengalah darimu". cyntia bingung, namun ia suka melihat Hendrik cemburu, jadi ia diam saja melihat dirinya di perebutkan.
"ini peringatan terakhirku, lepaskan tangan mu dari cyntia , jika tida maka sekarang, saat ini dan di tempat ini aku akan membunuhmu". Hendrik menarik kemeja Leon.
__ADS_1
"kau hanya orang lain bagi cyntia, dan seharusnya kau sadar akan itu". Leon melepaskan tangan Hendrik dengan kasar.
"untuk yang terakhir, lepaskan tangan mu dari tubuh istriku"