DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
DENDAM FERDIAN


__ADS_3

Celine menatap Lusi.


"apa-apaan ini". celine menatap layang ponsel Lusi.


"ibu kau harus buka matamu, pria itu tak baik, ibu bisa lihat sendiri". Celine merasa kecewa, ia hampir saja menangis ketika Lusi memeluk ibunya.


“dia bilang, dia sangat mencintai aku". Lusi hanya bisa diam, ia berharap ibunya bisa menyadari jika pria yang baru menikah dengan nya itu bukan pria baik-baik


"lepaskan di Bu, kau masih sangat cantik, kau bisa menikah dengan pria mana pun". ujar Lusi sambil memberikan support pada ibunya.


"apa aku harus menceraikan nya". Celine menatap Anak gadisnya itu.


"kau harus meninggalkan nya ibu, dengarkan aku, seandainya ia pria yang baik, ia tak kan tergoda oleh ku, aku tak bermaksud jahat padamu Bu, aku hanya ingin yang terbaik untuk mu, maka aku melakukan hal itu, semoga kau tak kecewa padaku". Celine terseyum dan langsung memeluk lusi


"terimakasih ,sayang". Lusi tersenyum.


sebenarnya sangat di sayang kan jika harus melepaskan Ferdian, bagi Lusi ferdian peria yang tampan, bahkan bisa di bilang sempurna. tubuhnya yang tegap dan bahunya yang bidang bisa membuat wanita jatuh cinta. tanpa terkecuali Lusi, tanpa Celine ketahui bahwa malam ini Lusi telah menghabiskan waktu bersama Ferdian dia Atas ranjang hingga pagi menjelang. bahkan mereka melakukan nya setiap malam selama seminggu ketika Celine berada di luar kota.


sebenarnya tujuan lusi bukan Karna ingin melindungi ibunya, namun ia iri pada sang ibu, dengan umur nya yang tak lagi muda, ia masih bisa mendapatkan suami setampan Ferdian. apalagi setelah Lusi menghabiskan malam panjang bersama Ferdian, Lusi sebenarnya tak sepolos yang orang lain lihat. ia bahkan sebenarnya jenuh berhubungan dengan elang yang tak pernah mau menyentuh nya.


Lusi menatap ke arah ruang tamu , Ferdian baru saja pulang dari kantor. pria itu menatap lembut Lusi. Lusi kemudian terseyum menggoda. bagi Lusi, setelah Ferdian bercerai dengan Celine, ia masih punya kesempatan berhubungan degan pria itu di luar rumah. jadi ia sangat bersemangat meminta sang ibu bercerai dengan suaminya itu.


"apa aku harus mengatakan nya sekarang?". Celine membuyarkan lamunan Lusi.

__ADS_1


"tak perlu Bu, kau haha perlu mengajukan gugatan perceraian saja, jika sudah selesai baru kau beritahu kan prihal itu padanya ". Celine mengikuti apa kata Lusi, kemudian Celine berbalik dan menyambut kepulangan ferdian.


Lusi cemburu ketika melihat ferdia mencium ibunya, rahang nya mengeras.


malam itu Lusi tengah mempersiapkan berkas - berkas untuk mendaftarkan dirinya di universitas. waktu telah menunjukan pukul 1 tengah malam. Lusi sangat antusias ia bahkan tak tau jika Ferdian sudah berdiri di belakang nya.


pria itu meraba tengkuk Lusi, dan mulai memijatnya.


"apa kau tidak lelah". ujar Ferdian sambil mencium tengkuk Lusi, Lusi terseyum. kemudian ia memegang lengan Ferdian dan berbalik.


"tidak, kenapa ?". ujar Lusi. mata Ferdian menelusuri belahan dada Lusi, anak tirinya itu sagat seksi, bahkan Ferdian tau Lusi tak mengenakan pakaian dalam.


"aku sangat bersemangat hari ini, dan kebetulan ibumu suda terlelap". Lusi berdiri dan menatap Ferdian


"jadi kau mau apa datang ke kamarku". Lusi duduk di atas meja rias nya, kemudian mengangkat gaun tidurnya. Lusi tau bahwa Ferdian pasti akan memasuki kamarnya. Ferdian terseyum dan langsung menciumi Lusi.


"ini sudah keputusan ku". Celine berkata lembut pada Ferdian, ia sebenarnya sangat mencintai pria itu, namun bagi Celine tak ada yang boleh melecehkan putrinya, namun Celine tak tau seperti apa Lusi sebenarnya.


Lusi duduk di sisi ibunya, namun ia terseyum. dan senyuman nya bisa di lihat dengan sangat jelas oleh Ferdian.


"apa alasannya". sebenarnya Ferdian tidak mencintai celine, Ferdian adalah karyawan biasa di perusahaan tempat ia bekerja, dan gajinya pun tak seberapa. ia bahkan hanya mampu menempati ruma sewa yang jelek dan kumuh, ia juga harus menaiki bus jika ingin pergi ke kantor atau kemana pun . namun ketika ia bertemu dengan celine dan menikah dengan nya membuat hidup Ferdian lebih dari kata mewah. ia bisa tinggal di rumah mewah, mendapatkan mobil dan juga kartu kredit dari Celine. jadi ketika Celine menceraikan nya ia sangat tidak terima.


jika bercerai, itu tandanya ia harus kehilangan segala fasilitas dan kemewahan itu.

__ADS_1


"kau telah melecehkan putriku " . Celine mengatakan alasannya sambil memeluk Lusi


"aku? melecehkan Lusi, apa maksudmu". Ferdian kini menatap gadis itu.


"aku sudah melihat semuanya, bagaimana kau memaksa untuk berciuman dengan putri ku". ferdian menatap Lusi tak percaya, ia bingung, bukan kah Lusi yang menggodanya. tanpa celine ketahui. bahwa putrinya itulah yang sudah menggoda Ferdian.


"aku tak pernah melakukan itu". Ferdian mencoba membela diri.


"maaf, itu sudah keputusan ku, aku telah mengemas semua barang-barang milikmu, sekarang kembalikan kartu kredit yang ku berikan serta kunci mobil yang biasa kau pakai". Ferdian dengan marah melemparkan semua itu ke meja. dan beranjak masuk ke dalam kamar. kemudian tak beberapa lama, ia keluar dengan 1 koper yang memang miliknya sebelum ia bersama dengan Celine. Ferdian menatap murka pada lusi.


Ferdian tak tinggal diam begitu saja, seminggu setelah ia meninggalkan ruma Celine, ia mendatangi Lusi di kampusnya.


"aku merindukan mu". ujar Ferdian sambil menggenggam jemari Lusi. Lusi terseyum kemudian memeluk Ferdian. dan Lusi masuk jebakan pria itu.


Ferdian mengajak lus kerumah di pinggir danau, tanpa Lusi tau apa yang telah di rencanakan pria itu. mereka terlibat dalam pergumulan yang sangat melelahkan. Ferdian seperti tak ada puasnya, dan ia berhasil membuat Lusi tertidur. kemudian pria itu meraih ponselnya dan menghubungi beberapa teman-teman nya.


menjelang sore lusi terbangun akibat suara bising dari arah ruang tamu, suara musik itu membuat Lusi sedikit kesal. kemudian ia menari selimut untuk menutupi tubuhnya. ia berjalan tanpa alas Ki ke arah ruang tamu. ia fikir hanya dia dan ferdian yang ada di sana namun ia salah.


Lusi kaget ketika ia melihat 2 lusin pria sedang pesta minuman keras di ruangan itu, di antara mereka duduk Ferdian, ia tengah merangkul seorang gadis muda yang dan mereka semua hampir saja tak berbusana.


"ah rupanya kau telah bangun". Ferdian menyeringai menyeramkan, semua mata pria itu beralih ke arah Lusi. Lusi sangat malu, apalagi ia bisa melihat tatapan lapar para pria itu.


"ah jadi, dialah yang mau kau hadiahkan kepada kami". salah satu pria berkulit hitam berjalan mendekati Lusi, Lusi bisa melihat dengan kepla matanya sendiri, bahwa benda yang ada di bawah pria itu sudah sangat siap menerjang Lusi.

__ADS_1


Lusi mundur, ia gemetaran. namun yang membuat Lusi tambah takut adalah, kesemua pria itu berjalan ke arahnya. entah siapa yang memulai, mereka menarik Lusi kedalam kamar lalu menutupnya. Ferdian tertawa sambil terus meraba gadis di sampingnya ketika ia mendengar erangan dan jeritan minta tolong Lusi .


malam itu Lusi di perkosa 20 peria secara brutal. dua hari kemudian pihak kepolisian setempat di pinggir jalan dengan keadaan yang sangat menyedihkan , dengan luka di sekujur badan.


__ADS_2