
"apa kau sudah gila, rumah tangga dini berantakan karna pria ini, dan sekarang kau malah merestuinya". Dini menatap agung dengan marah.
"Ya, dan aku tidak gila". Agung mencoba menenangkan Cindy.
"Bunda, tolong tenang lah.. kita di sini bukan untuk bertengkar, kita datang kesini untuk menjadi saksi pernikahan hendrik". Dini kemudian mendekati sang ibu
"Ya, memang ini yang kau harapkan !". Cindy menepis tangan dini
"Aku tak berharap apapun bunda, aku hanya berharap aku bisa lepas dari genggaman Joyo, aku harap bunda mengerti". Cindy tak menjawab, ia malah memberikan tamparan yang sangat menyakitkan pada dini
"Apa yang bunda lakukan ". Elang langsung berlari mendekati sang kakak.
"Kalian semua sama". Cindy berteriak. Ia sangat tidak menyukai pengkhianatan, maka dari itu, ia jadi sangat kecewa pada dini .
"Bunda tenang lah". Fajrina angkat bicara kemudian membelai punggung ibu mertuanya. Ia mencoba sekali lagi untuk menenangkan ibu mertuanya
"Mau di taro di mana wajah kita, dini telah mencoreng nama baik keluarga kita, ia berselingkuh sangat masih memiliki suami, dan kalian malah mendukungnya". Cindy menatap tak percaya Fajrina.
"Bunda tenanglah dulu, tunggulah sebentar lagi, setelah acara akad nikah kami akan menceritakan segala nya, aku harap bunda mengerti". Cindy menatap Fajrina, kemudian ia menghembuskan nafas kasar .
Ustad dzaki dan Fatma akhirnya datang, Hendrik dan cyntia menikah secara agama, karna pernikahan yang mendadak maka untk sementara mereka hanya bisa menikah secara agama saja dan tak mungkin menikah secara hukum, karna mereka belum mempersiapkan segala berkas - berkas yang mereka butuhkan
Pernikahan nya sangat sederhana, dan berlangsung dengan cepat juga khidmat.
Cyntia mencium punggung lengan pria yang baru saja menikahinya
Hendrik merasa bahagia, ia terus saja terseyum, elang sampai berfikir bahwa sahabatnya sudah sedikit sakit jiwa.
"Aku sangat bahagia untuk mu". Elang menepuk pundak Hendrik.
"Terimakasih" Hendrik terseyum .
"Semoga pernikahan kalian samawa ". Fajrina ikut bahagia melihat pengantin baru itu.
__ADS_1
"Mari pulang, sebaiknya kalian menjelaskan segalanya padaku di rumah ". Cindy pamit pada semua orang , kemudian ia melangkah meninggalkan apartemen Hendrik.
Fajrina memutuskan untuk mengantar mertuanya dulu, baru ke rumah orang tuanya. Sedangkan Reza pun sudah tak terlihat batang hidungnya.
Kini tinggal Cyntia dan Hendrik.
Mereka duduk saling berhadapan , cyntia terlihat santai, tapi tidak dengan Hendrik. Pria itu sangat gugup sampai telapak tangan nya basah. Cyntia menatap Hendrik lucu, pria itu tak bergeming sama sekali.
Hendrik tak mampu menatap mata cyntia. Ia merasa takut juga gugup.
Cyntia berdiri kemudian melepas kebaya yang tadi ia pakai, kebaya itu langsung merosot ke bawah kakinya. Melihat pergerakan yang begitu tiba-tiba Hendrik langsung berdiri dan mundur.
Cyntia tertawa, Hendrik terlihat ketakutan.
"Sepolos itu kah suami ku, sungguh luar biasa". Kemudian Cindy melepas kain yang melilit di pinggangnya. Gadis itu hampir telanjang kini.
"A.. aku tidak takut, tapi tolong pakai pakaian mu, aku.. belum siap". Cyntia tertawa.
"Apa ini, jangan main-main". Hendrik masih tak mau menatap cyntia, ia bahkan menutup matanya sambil berdiri.
Cyntia berjalan mendekati Hendrik, ia kemudian mendorong tubuh pemuda itu hingga membentur tembok.
"Lihat aku". Hendrik menggeleng.
"Pakai bajumu dulu, baru aku akan melihat ke arah mu". Hendrik sangat teguh pendirian. Cyntia terbahak , suaminya sangat lucu.
Jika tidak di mulai, malam pengantin tak kan terlaksana, itu yang ada dalam fikiran cyntia. Kemudian cyntia memegan pergelangan tangan Hendrik, kemudian menariknya dan melatak kan nya di atas dada cyntia.
"Apa yang kau lakukan ". Hendrik berteriak, ia ingin menarik tangan nya, namun cyntia menahan tangan Hendrik
"Aku hanya sedang berusaha menjadi istri yang baik". Cyntia melepaskan tangan Hendrik, dengan cepat Hendrik menarik tangan nya dan dia menyembunyikan nya.
Perlahan tapi pasti cyntia membuka kancing kemeja Hendrik, kemudian dalam sekali tarik kemeja itu terlepas dari tubuh Hendrik. Sebenarnya ini bukan kali pertama cyntia melihat ABS nya Hendrik, namun kali ini rasanya berbeda.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, aku mohon, jangan seperti itu ". Hendrik gemetaran, namun cyntia tak menyaraj begitu saja, gadis itu maju selangkah, kemudian meraba dada bidang Hendrik.
"Kenapa kau begitu takut, aku istrimu sekarang, lihat aku". Cyntia berkata seperti itu sambil memeluk tubuh Hendrik dan mencium lehernya. Mata Hendrik terbuka sempurna karena tubuh cyntia yang menempel sempurna padanya.
Ini kali pertama Hendrik melihat seorang gadis telanjang di depannya , Hendrik memandang takjub kulit eksotis Cyntia. Hendrik hanya mengikuti Naluri nya saja, ia mulai meraba punggung cyntia lembut.
Cyntia menarik kepalanya dari leher Hendrik, dan ini kali pertama Hendrik menatap dada Cyntia. Ia terpaku.
"Kau sangat indah". Ujar Hendrik , kemudian pria itu memegang leher istrinya kemudian mencium nya. Ciuman singkat namun panas.
Hendrik langsung mengangkat tubuh cyntia, entah pemanasan seperti apa yang mereka lakukan, kedua orang yang sedang di mabuk asmara itu masih sama-sama amatiran, mereka hanya melakukan apa yang harus di lakukan.
Hendrik sedikit kesulitan ketika ingin memasuki cyntia. Ia juga tak tega melihat raut wajah istrinya.
"Apa kah sakit, kalau sakit aku akan hentikan ". Hendrik mencium kening Cyntia. Ada rasa kecewa dalam hati cyntia ketika Hendrik akan menghentikan kegiatan mereka.
"Tidak, aku akan menahan nya, coba lah sampai kau berhasil". Cyntia mencium bibir Hendrik, dan kesempatan itu di pakai Hendrik, ia berusaha lebih keras untuk memasuki cyntia. Dan kali ini salah sekali hentak kan , Hendrik berhasil memasuki tubuh gadis cantik itu.
Air mata mengalir di pipi cyntia, memang sakit pada awalnya , namun setelah itu Hendrik perlahan tapi pasti memberikan kenyaman serta kenikmatan pada cyntia.
Malam itu menjadi malam indah dan panjang bagi kedua sejoli yang baru saja menikah itu.
"Rupanya kau lebih dari kata indah". Hendrik memeluk cyntia. Cyntia hanya tersenyum. Akhirnya ia bisa menikahi pria yang dia cintai sejak 8 tahun lalu. Ia sangat bahagia kini.
"Elang aku rindu". Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel elang, dan itu dari Lusi. Dan tanpa elang sadari , ustad dzaki melihat pesan itu.
ustad dzaki tak langsung menegur elang, ia lebih baik menunggu agar putrinya menceritakan yang sebenarnya terjadi.
dan jika elang memang bersalah, maka ia harus bersedia mengembalikan Fajrina pada nya. Fajrina adalah putrinya , ia tak rela jika putri kesayangan nya di lukai pria lain.
akhirnya mobil yang di kendarai mereka sampai di rumah ustad dzaki
elang dan Fajrina pamit kepada kedua orang tua itu, namun sebelum elang memasuki mobil suara ustad dzaki menahan langkah kakinya.
__ADS_1
"elang, jika kau sudah tak mencintai putriku, jangan kau sakiti dia, kau bisa mengembalikan nya padaku ". elang terpaku kemudian ia berbalik dan menatap ayah mertuanya.