DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
IDENTITAS DOKTER REZA


__ADS_3

Joyo memasuki apartemen Lusi, ia sudah memiliki akses untuk apartemen Lusi. Jadi ia bisa kapan saja masuk ke sana. Ia mengedarkan pandangan nya , mencapai wanita yang menjadi tempat nya menyalurkan segala hasratnya


"Kemana wanita gila itu". Ujar joyo, Joyo melepaskan jas nya, kemudian mengendurkan dasinya. ia mengambil sebotol minuman beralkohol dari lemari es, kemudian ia berjalan ke arah sofa dan duduk disana. Joyo menenggak seluruh isinya. ia mulai mabuk.


Joyo terdiam ketika ia mendengar Lusi bersenandung dari kamar mandi di. Joyo menyeringai menakutkan, ia kemudian menanggalkan semua pakaian nya dan berjalan memasuki kamar mandi.


namun anehnya, bukan Lusi yang ia temui, visual Fajrina terlihat jelas di matanya. ia berjalan terhuyung sambil menahan agar ia tak terjatuh. ia terseyum melihat Fajrina tengah berdiri membelakanginya.


melihat Fajrina yang sebenarnya adalah Lusi sedang berdiri di bawah guyuran air yang mengalir itu membuat Joyo tak sanggup lagi menahan diri untuk tidak memeluk Lusi.


"ah Fajrina , akhirnya kau mendapatkan mu". karna tengah menikmati sentuhan Joyo, Lusi sama sekali tak mendengar bahwa Joyo menyebutkan nama Fajrina , bukan namanya. Joyo berkata sambil memegang rambut Lusi menggesernya ke bahu agar ia bisa leluasa mencium punggung wanita yang ada di depannya. jemarinya mulai membelai lembut bahu Lusi.


"Kenapa kau mandi, ini jam 3 pagi, kau bisa sakit sayang". Ujar Joyo sambil memeluk Lusi.


"Aku sangat ingin mandi, entah mengapa.. lalu sedang apa kau di sini, bukan kah istrimu sedang di rawat". Ujar Lusi sambil menyandarkan kepalanya di bahu joyo. Joyo memeluk Lusi dari belakang .


"Aku tidak perduli sayang, dia matipun aku tak perduli, aku hanya memperdulikan mu, aku membutuhkan mu sekarang dan aku sangat merindukan mu". Joyo menciumi leher Lusi, Lusi paham apa yang Joyo ingin kan.


"Benarkah, apa kau mabuk sayang?". Lusi berbalik menatap Joyo, benar dugaan Lusi, pria itu sangat mabuk. Joyo mendorong tubuh Lusi hingga membentur dinding. Lusi terseyum saat joyo memeluk nya, kemudian joyo mengangkat sebelah kaki wanita itu.


"Tentu sayang , maka mari kita mulai". Dalam sekali hentak kan Joyo sudah memasuki Lusi.


Kemudian suara ******* dari keduanya mulai menggema dan memenuhi seluruh kamar mandi.


"Kau harus menjebak elang, apa kau mengerti". Joyo menatap Lusi, Lusi yang masih berada di pelukan Joyo langsung mengangguk.


"Tapi aku tak ingin bercinta dengan dia sayang". Ujar Lusi


"Kau tak perlu bercinta dengan nya, kau hanya perlu membuat dia tak sadarkan diri, aku pun tak rela kau memberikan tubuhmu pada dia". Sebenarnya Joyo tak perduli soal Lusi, baginya Lusi mau bercinta dengan siapapun itu bukan urusannya. Namun agar Lusi percaya maka ia berpura-pura bahwa ia sangat marah dan cemburu.


"Kau sepertinya sangat mencintaiku". Ujar Lusi sambil terus menciumi dada Joyo

__ADS_1


"Tentu saja sayang, aku sangat mencintaimu". Sepertinya bumerang yang Lusi lempar malah mengenai dirinya sendiri.


Awalnya Lusi hanya bermain-main dengan Joyo, ia merasa kesepian setelah ia kembali ke Jakarta. Dulu waktu di Australia Lusi bisa leluasa berganti pasangan , kapan pun ia butuh ia akan sangat mudah mendapatkan seorang pria. tapi ketika kembali ke Indonesia ,Lusi sangat merasa kesepian. aturan masyarakat membuatnya muak.


awalnya lusi hanya menggoda Joyo, namun godaan nya tepat sasaran, Namun ternyata Lusi benar-benar terpesona oleh ketampanan Joyo serta cara Joyo bercinta dengan nya. kini bukan Joyo yang menjadi korban Lusi, tapi Lusi lah yang menjadi korban dari Joyo.


Joyo terseyum, sebenarnya ia ingin lebih lama bermain-main dengan Lusi, namun mengingat sosok Fajrina membuat Joyo merasa harus membuang Lusi di saat yang tepat.


Joyo ingat seluruh catatan medis Lusi, wanita di pelukannya adalah wanita kurang waras. jadi ia tak mau lebih lama bersama Lusi. tapi sepertinya Joyo juga mengalami gangguan kejiwaan, mengingat ia dengan sangat keji memukuli istrinya dan dengan santai nya mengaku ke Fajrina bahwa ia sangat mendamba dokter muda itu.


Di rumah sakit, Reza masih setia menemani dini. Reza menggenggam lengan dini, kemudian dengan cepat ia melepaskan genggaman tangan nya dari dini ketika dokter jaga dan beberapa perawat masuk.


dokter itu terseyum pada Reza. dari nama yang tertera di dada sang dokter, Reza memiliki ide cemerlang agar ia bisa sering bertemu dengan dini setelah itu.


"bagaimana keadaan anda". ujar sang dokter


"aku sudah lebih baik dokter". pria yang ternyata memiliki nama yang sama dengan Reza itu terseyum. ya, dokter muda itu bernama Reza, ia sahabat Fajrina juga salah satu pria yang memuja kecantikan dan kepintaran Fajrina.


"kau akan segera pulang, suhu tubuhmu pun sudah mulai menurun".


"terimakasih dokter". kemudian dokter Reza pamit untuk memeriksa pasien yang lain.


"namanya sama dengan namaku". ujar Reza sambil tertawa menatap Lusi


"kau benar".


"aku akan memakai identitasnya untuk menemui dirimu nanti setelah kau pulang dari sini". ujar Reza.


"maksudmu?". dini bertanya ke pada Reza, ia tak tau apa yang ada di pikiran pria itu


"aku akan menggunakan identitas pria itu, sebagai dokter aku akan terus datang ke rumah mu untuk melihat kondisimu". Reza cengengesan.

__ADS_1


"kekanak kan". dini kemudian terseyum menatap pria itu


"Aku akan pulang jam 7 pagi ini, aku tak ingin keluarga mu melihatku, dan juga suamimu, suami mu tak tau siapa aku, aku tak ingin dia curiga ". Ujar Reza sambil terus mencium jamari dini.


"Aku mengerti, yang penting aku tau kau akan selalu berada di sekitarku" . Dini terseyum, setelah sebulan baru kali ini dini merasa sangat bahagia.


"Aku berjanji akan menjagamu, aku mencintaimu dini, dari dulu sampai saat ini". Reza kembali mencium jemari dini.


Tepat pukul 7 pagi Reza meninggalkan dini sendiri. Sebenarnya berat bagi Reza untuk meninggalkan dini, seharusnya Reza membawa kabur dini, namun kali ini Reza tak ingin lagi kabur seperti pria pengecut, dia harus meminta dini langsung kepada pria yang dulu pernah memukulnya .


Jam sudah menunjukan pukul 8 ketika Joyo bangun , ia mencari sosok Lusi. Namun ia tak menemukan nya. Kemudian Joyo berjalan ke arah kamar mandi kemudian ia mulai membersihkan tubuhnya.


Namun ketika ia membuka pintu kamar, ia bisa melihat Lusi tengah berbincang dengan pria pengantar pizza itu. yang membuat Joyo kaget adalah pakaian Lusi, ia hanya memakai lingerie saat menemui pengantar pizza itu


"Dasar perempuan tidak waras". Joyo bersesis . Ketika pengantar pizza itu pergi, Joyo langsung berjalan keluar dari kamar.


Lusi menatap Joyo, kemudian ia mendekatinya.


"Kau tak lapar sayang?". Ujar Lusi


"Tidak, apa yang kau lakukan tadi". Joyo menarik lengan Lusi. Lusi terseyum manja menatap Joyo,


"apa kau cemburu?". Joyo tertawa. tidak mungkin Joyo cemburu, namun apa yang Lusi lakukan membuat Joyo jijik saja. Lusi bahkan bisa mencium pemuda pengantar pizza yang wajahnya bahkan di bawah rata-rata itu.


"lupakan saja". Joyo kemudian menghempaskan dirinya di sofa. kemudian ia teringat dini yang sedang berada di rumah sakit. ia kemudian berdiri ia panik.


"kau kenapa?". Lusi bertanya melihat kekasihnya tiba-tiba panik seperti itu.


"mertua ku pasti sedang menuju rumah sakit,


jika mereka tak menemukan ku maka habislah riwayatku". Joyo memakai sepatunya kemudian berlari meninggalkan apartemen Lusi.

__ADS_1


__ADS_2