
"ada yang salah". Ujar Fajrina.
"Kau benar". Elang meminum teh buatan istrinya sambil terus memikirkan kejadian di rumah orang tuanya tadi siang.
"Kak dini sangat mencintai suaminya, dia tak mungkin berselingkuh " lanjut Fajrina sambil membuka berkas-berkas pasien yang besok harus dia oprasi.
"Itulah makanya aku bilang, ada yang tak beres dengan Joyo, aku yakin kakakku di jebak". Elang menatap Fajrina. Kemudia fajrina mengangkat wajahnya lalu balik menatap elang
"Tapi video itu memperlihatkan bahwa kak dini sama sekali tidak di jebak".
"Jadi, sekarang apa yang harus kita lakukan?" Ujar elang. Ia merasa harus membantu sang kakak
"Aku tak tau". Kemudian Fajrina berfikir untuk memberitahu elang soal kejadian di lorong rumah sakit 2 hari lalu, di mana Joyo mengutarakan isi hatinya . Namun Fajrina taj mau membuat suaminya semaki marah. Ia sangat takut jika elang marah dan menghabisi Joyo. Mengingat sifat elang yang sangat tempramen jika hal itu berurusan dengan nya.
Elang yang melihat Fajrina , langsung memeluk pundak istrinya.
"Apa yang kau fikirkan ". Ujar elang.
"Kau harus menyelidiki Joyo, harus". Fajrina menggenggam jemari elang
"Baiklah istriku, sudah hampir tengah malam sebaiknya kita tidur ". Kemudian elang berdiri dan mengangkat tubuh Fajrina dan membawanya ke kamar.
"Terimakasih". Ujar Fajrina ketika elang meletakan tubuh Fajrina denga. Sangat lembut
"Sama-sama sayang,". Kemudian elang mematikan lampu dan memeluk fajrina.mereka kemudian terlelap.
Di rumah lain, dini tengah meringkuk kesakitan. Joyo tak mengizinkan dini naik ke atas kasur, Joyo memerintahkan dini agar tidur di atas lantai . Namun karna ia biasa hidup mewah, maka ia tak bisa memejamkan matanya.ketika ia meras bahwa Joyo telah terlelap, ia langsung berjalan menuju balkon.
Balkon kamar dini menghadap jalan utama, jadi ia bisa dengan leluasa menatap pemandangan ibu kota yang sangat indah. Namu. Pandangan nya teralihkan , Reza terseyum di bawah sana. Dini sangat bahagia bisa melihat pria itu. Kemudian dengan hati-hati melihat ke dalam kamar. Joyo telah mendengkur keras tanda bahwa ia benar-benar terlelap. Dini kembali ke balkon namun ia tak lagi melihat Reza di luar. Ia sangat kecewa.
Namun ketika dini ingin kembali masuk ke kamarnya, sebuah tangan menarik dini . Reza berdiri di hadapan nya
"Bagaimana kau bisa". Belum selesai ia bertanya , Reza langsung mencium dini mesra. Entah mengapa tapi dini merasa sangat bahagia dengan kejadian Reza kembali di hidupnya.
"Aku merindukan mu, apa kau baik-baik saja". Namun bukan menjawab pertanyaan Reza, dini malah menangis . Reza menutup mulut dini, dia khawatir tangisan wanita itu membangun kan Joyo.
"Dia memberikan video kita pada kedua orang tua ku, kini orang tua ku sangat marah padaku" dini mengadukan kejadian tadi pada Reza.
Rahang Reza mengeras , ia tak terima kekasihnya di perlakukan seperti itu.
"Kau tenang dulu, aku akan mengurus nya untuk mu, kau harus bersabar dulu". Kemudian Reza memeluk dini .
__ADS_1
"Tapi aku sungguh tak bisa bersabar, barusan tadi ia memaksaku melakukan hubungan badan dengan cara yang sangat kasar". Dini mengulurkan bahunya, terlihat cakaran di sana. Reza sangat marah, namun untuk saat ini ia tak bisa melakukan apapun.
"Seandainya bisa , aku akan membawamu pergi dari sini". Reza kembali memeluk dini. Kini dini tau rasanya begitu bahagia karna di cintai oleh pria yang tepat. Pantas saja Fajrina juga sangat bahagia, karna Fajrina juga sangat beruntung karena memiliki elang.
"Jangan pergi lagi, berjanjilah .. ". Dini menatap Reza. Pria itu terseyum dan kembali mencium dini.
"Aku berjanji".
"Tapi, bagaiaman kau bisa masuk kesini". Itu pertanyaan pertama yang ini dini lontarkan tadi,
"Lewat situ". Rupanya Reza memanjat dinding rumah mewah itu. Kemudian dini terseyum
"Kebiasaan memanjtmu tidak berubah sejak dulu". Reza ikut terseyum. Rupanya dini tak melupakan kebiasaan-kebisaan Reza dulu.
"Tentu saja".
Dini kemudian berfikir,
"Sebaiknya kau bertemu dengan adik ku, ia akan membantu kita, kau harus memberikan bukti kalau memang Joyo lah yang menjebak ku". Reza menatap dini, memang benar yang di katakan dini barusan
"Baik, kemana aku harus menemui adik mu".
dini memberikan alamat kantor elang. ia berharap sang adik mau mempercayainya .
Elang menatap pria yang duduk di sebrang nya, ia pemeran pria di video kakaknya.
"Jadi langsung ke intinya saja". Ujar elang.
"Kami , bukan.. tapi kakakmu di jebak , itulah yang terjadi".
"Mengapa kau berfikir kalau aku akan mempercayaimu ?". Elang masih menatap pria itu tatapan mata elang sangat dingin. Namun Reza tau elang merupakan orang yang tepat untuk di mintai tolong
Reza kemudian menyerahkan ponselnya , disana terdapat percakapan nya dengan Joyo rahang elang mengeras
"Mengapa kau menerima tawaran bajingan itu, sedangkan kau tau bahwa wanita itu adalah kakak ku, mantan kekasihmu". Elang masih tak percaya pada reza.
"Aku tak tau jika wanita itu kakakmu, ia hanya bilang tugasku hanya untuk memuaskan istrinya , aku baru tau jika wanita itu adalah dini ketika aku telah memasuki kamar hotel yang telah ia sediakan". Reza menjelaskan segalanya
"Lalu, setelah kau tau, kau malah melanjutkan aksimu?" . Itulah mengapa elang masih tak mempercayai Reza. Meski telah tau itu dini, namun Reza masih menakutkan tugas yang di berikan padanya
"Jujur saja, aku masih sangat mencintai kakak mu, aku sangat merindukan nya, ya memang itu kesalahan ku, sebagai pria ketika melihat wanita yang kita cintai sudah siap menerima kita, apa kau akan berfikir lagi, apa kau akan mundur". Kali ini pertanyaan Reza sangat tepat sasaran. Karn memang elang pun begitu saat melihat Fajrina.
__ADS_1
"Apa kakak ku dalam keadaan sadar saat ia melihatmu?".
"Tidak, pria itu sudah memberikan obat perangsang pada kakakmu, makanya ketika aku masuk, kakakmu langsung... Ya begitu". Reza tak enak menceritakan secara mendetail soal itu, apalagi yang d
Sedang di bicarakan adalah kakaknya..
"Lalu siapa yang merekam adegan bercinta kalian". Elang kembali bertanya
"Joyo, aku bahkan tak tau jika ia merekam adegan bercinta kami, aku juga merasa tak ada yang aneh dalam kamar itu, dan aku sendiri pun merasa tak curiga sama sekali, aku terlalu fokus pada kakak mu". Reza menundukkan pandangan nya , ia sangat malu.
"Kau, sungguh bodoh .. apa kau tidak curiga ketika ia memintamu memuaskan istrinya, pria mana yang rela memberikan tubuh istrinya untuk di nikmati oleh orang lain ". Elang menggelengkan kepalanya.
"Karna itu memang pekerjaan ku". Mendengar itu membuat elang semakin tak habis fikir.
"Ah, kau seorang gigolo". Elang tertawa. Ya memang pria di depannya sangat tampan, namun ketampanan pria itu tak sebanding dengan nya , ia masih merasa di atas awan.
"Ya, aku seorang gigolo". Elang kembali tertawa. Ternyata pria idaman kakaknya seorang gigolo sejati.
"Baiklah, sekarang katakan, apa yang harus aku lakukan?" Elang sengaja memancing reaksi Joyo selanjutnya
"Bantu kami, bantu kakakmu agar ia bisa lepas dari suaminya ". Reza menatap elang dengan mata penuh dengan permohonan
"Sebenarnya tanpa kalian minta aku memang ingin mendepak pria itu dari hidup kakak ku, namun bukan berarti aku merestui kalian, mengingat pekerjaan mu yang sungguh di luar nalar, dan keluarga kami yang terpandang " . Sebenarnya elang bukan orang yang memiliki sifat sombong seperti itu, namun elang ingin kakaknya tak lagi salah memilih pria. Dan apakah pria ini bisa di percaya atau tidak
"Aku akan berusaha elang, agar kalian menerima ku, namun jika memang niat baik ku di tolak, maka aku akan membawa kabur kakak mu". Sorot mata yang tadi teduh berubah menjadi sangat menyeram kan, elang sangat suka kekasih kakaknya itu. Ia sangat mirip dengan elang.
"Baik, aku akan membantu kalian, dan jika kau ingin aku menerimamu, maka kau sebaiknya masuk ke perusahaan ku, kau akan berkerja sebagai asisten pribadi ku, aku ingin lihat reaksinya ketika ia melihat mu bersama ku".
Reza terseyum sumringah, akhirnya ia memiliki elang sebagai pendukungnya untuk mendapatkan dini
"Terimakasih elang ".
"Datang lah bersama ku sekarang ke perusahaan ku, agar masalah ini lekas selesai" kemudian elang berdiri, dan Reza mengikutinya.
Namun sebelum itu elang membawa Reza ke sebuah boutique ternama, elang membelikan beberapa stek jas untuk di pakai Reza. Kemudian elang meminta Reza untuk memotong rambutnya. Ia ingin membuat Reza menjadi pria berkelas agar lingkungan kerja baru nanti mau menerima kehadiran nya.
Elang mengumpulkan semua karyawan nya di lobi, kemudian dia menyampaikan kabar terbaru pada mereka semua
"Mulai hari ini aku memiliki asisten pribadi, dia akan mengurus semua pekerjaan ku serta mengurus semua jadwal ku, dan aku meminta kalian berkumpul disini semata-mata ingin mengenalkan kalian pada nya. Joyo yang sejak tadi berdiri di antara mereka merasa sangat bosan.
"Cih, dia sangat sombong". Joyo memaki sang adik ipar. Namun betapa kaget nya ia ketika dia melihat Reza berjalan dari belakang punggung elang kemudian berdiri di samping adik ipar nya. Itu.
__ADS_1
"Perkenal kan , saya Reza.. mulai saat ini saya akan berkerja bersama kalian, jika suatu saat saya melakukan kesalahan maka tegur lah saya, saya berharap kalian bisa menerima saya , saya mohon kerja samany". Reza memperkenal kan dirinya namun bukan itu yang jadi perhatian elang. Namun eksperi muka Joyo yang penuh kepanikan .
Kemudia reza mengedarkan pandangan nya, kini tatapan mata Reza dan Joyo bertemu. Reza menyeringai namun tidak dengan Joyo.