DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
AKU MERESTUI MEREKA


__ADS_3

"apa-apaan ini". Elang menatap kedua sejoli itu yang tengah jatuh cinta.


"Kami tidak melakukan apapun". Hendrik berkata sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal itu.


"Tapi kalian bermalam bersama ". Fajrina ikut bicara, mereka seperti penjahat yang tertangkap basah.


"Iya, kami tau, tapi kami tak melakukan apapun, aku berani bersumpah". Hendrik mencoba meyakinkan elang.


"Aku kan tidak lihat apa yang kalian lakukan semalam, kau juga, mengapa kau bisa ada di apartemen pria ini". Elang menatap cyntia, gadis itu hanya menunduk malu.


"Aku hanya lelah, dan tak sengaja tertidur di sini". Cyntia berbohong


Pagi tadi karna elang tak mendapatkan kabar apapun dari Hendrik, maka ia berinisiatif mengajak Fajrina untuk mendatangi apartemen pria itu. Namun ketika Hendrik membuka pintu apartemen nya, di belakang Hendrik berdiri cyntia dengan keadaan acak-acakan.


Sebagai seorang sahabat, apalagi elang sudah menganggap gadis itu adiknya, maka elang berhak untuk meminta penjelasan dari mereka berdua.


"Kalian harus menikah". Elang menatap Hendrik, Hendrik langsung mengangkat kepalanya dan berkata dengan percaya diri


"Aku mau". Lalu ia langsung terseyum malu.


"Hey, tidak bisa begitu". Cyntia protes.


"Kalian harus mau". Fajrina mengambil ponsel dari sakunya kemudian menelepon sang ayah.


"Apa yang kau lakukan, aku belum siap". Cyntia mencoba menghentikan Fajrina, namun Hendrik malah meraih tangan nya, Hendrik cengengesan.


"Ayo kita menikah".


"Kau bucin sekali, saat bucin kau terlihat menakutkan ". Ujar cyntia


"Iya, aku bucin padamu ". Hendrik meletak kan dagunya di bahu gadis itu


"Hey, menjauh darinya, kalian belum boleh melakukan hal itu". Hendrik cemberut


"Nikahkan kali hari ini juga, apa bisa ?". Elang tertawa melihat kekonyolan Hendrik, Cintya malah menutup mukanya, ia bahkan tak menyangka jika Hendrik sekonyol ini.


Hendrik yang ia kenal sangat cuek dan juga dingin, ia bahkan jarang tersenyum, Hendrik lebih suka membentak dan marah, namun ketika jatuh cinta ia terlihat seperti anak-anak.


"Aku belum mempersiapkan apapun". Cyntia menatap elang


"Aku akan menghubungi kakak mu, aku akan meminta nya menjadi wali mu, mengingat ayah mu yang sedang berada di Prancis , jadi kau harus mau dan menerima keputusan ku". Elang terseyum , ia menatap gadis yang berdiri di hadapan nya.

__ADS_1


"Kau lihat, ini karna mu". Cyntia menatap Hendrik.


"Kau yang menggoda iman ku semalam, untung aku tahan dan tak tergoda ". Hendrik memukul bahu cyntia. Cintya langsung menundukkan kepalanya ketika ia mendapati elang menatap tajam ke arahnya.


"Kau menggodanya cyn?". Elang terlihat marah.


"Aku hanya menggodanya, tapi kami memang tak melakukan apapun ".


"Jadi keputusan ku sudah benar, kalian harus menikah".


"Baiklah". Hendrik bersorak gembira.


"Aku akan memangsa mu hidup-hidup malam ini, jadi bersiaplah". Hendrik cengengesan.


"Hey, jaga ucapan mu". Cyntia mendorong Hendrik.


"Jadi bagaimana dengan Lusi?". Elang sedang berbicara dengan Hendrik di ruang tamu apartemen itu. Sedangkan Fajrina memasak beberapa makanan untuk mereka santap setelah akad nikah nanti.


Ustad dzaki memenuhi keinginan anak nya untuk menjadi penghulu pernikahan Hendrik dan cyntia. Kaka laki-laki cyntia pun sudah dalam perjalan ke apartemen Hendrik. Sedangkan ayah Hendrik tak bisa di hubungi. Jadi elang dan agung lah yang akan menjadi saksi pernikahan mereka.


Reza telah datang terlebih dahulu, karna ia ditugaskan membeli mas kawin untuk Hendrik .


"Aku tak menemukan apapun di apartemen Lusi, aku mencarinya selama 3 jam, dan hasil nya nihil, sepertinya Joyo menyembunyikan kamera itu di tempat lain.".


"Kau benar, pria itu rupanya memiliki banyak wanita di luar sana, buktinya iantak ada di rumah, tidak di tempat Lusi bahkan di ruang orang tuanya pun tak ada, lalu kira-kira dimana ia berada"..


Hendrik mulai berfikir ketika elang ingat akan foto yang pernah di perlihatkan oleh Fajrina.


"Sayang". Elang berteriak memanggil istrinya.


"Ya". Fajrina menyahuti panggilan elang.


"Boleh aku lihat foto anak kecil yang bersama Joyo tempo hari ".


"Ponsel nya ada di tas ku, kau bisa ambil sendiri, aku sedang sibuk " . Fajrina berteriak dari dapur , kegiatan nya tak bisa di ganggu .


Elang langsung membuka tas Fajrina dan mengambil ponsel istrinya


"Lihat anak ini, istriku melihat anak ini bersama dengan Joyo". Elang memperlihatkan foto gadis kecil itu ke Hendrik.


"Wajah mereka sangat mirip, apa itu anaknya?". Hendrik berfikir sejenak.

__ADS_1


"Aku yakin iya, kau tau kan seperti apa dia di luaran sana". Ujar elang.


"Baiklah, untuk saat ini kita fokus saja pada pernikahan Hendrik terlebih dahulu". Hendrik terseyum.


"Apa kau tak mau berubah fikiran?". Elang bertanya pada sahabatnya itu.


"Hey aku bukan pria seperti itu, aku serius ingin menikahi cyn ". Melihat Hendrik yang akan segera menikah membuat Reza iri. Ia juga ingin cepat-cepat menikahi dini, namun sebelum rekaman itu berhasil ia dapatkan, ia tak bisa melakukan apa-apa.


Menyadari jika asisten pribadi nya terlihat murung, elang langsung melemparkan sebutir jeruk pada Reza.


"Kau kenapa?..". Elang bertanya sambil menatap Reza, Hendrik pun ikut menatap pria muda itu.


"Bersabarlah.. aku dan elang sedang berusaha untuk menolong kisah cinta mu". Hendrik terseyum.


Tak lama agung dan Cindy datang.


Cindy murka melihat Reza berada di sana, ya memang mereka masih menyembunyikan segalanya dari Cindy. Hingga hanya Cindy lah yang masih marah pada Reza dan dini.


"Sedang apa kau di sini". Cindy berteriak.


Reza menundukkan kepalanya, dini yang menyaksikan kejadian itu langsung berlari ke arah Reza, menarik pergelangan tangan pria itu. Kini dini dan Cindy saling berhadapan.


"Sudah ,bunda". Dini menatap lekat mata ibunya.


"Mengapa kalian diam saja". Cindy menatap semua orang termasuk agung, dia bingung mengapa agung malah diam saja ketika bertemu dengan Reza.


"Sudah sayang". Agung berusaha menenangkan dini.


"Bunda tenanglah dulu.." Fajrina menggandeng jemari ibu mertuanya.


"Jelaskan padaku ". Cindy menolak tangan Fajrina.


"selesaikan di rumah bunda, jangan membuatku malu". elang mencoba memberi pengertian pada sang ibu.


"kau malu?kau malu karna ibumu marah atau malu karna kalian semua merestui perselingkuhan kakak mu dengan pria ini". Cindy kembali berteriak


"aku tidak berselingkuh ibu,". dini mencoba membela Reza.


"diam kau". cindy memelototi dini


"sudah bunda, ini acara pernikahan sahabat ku, jangan kau rusak karna masalah keluarga kita". elang berkata seperti itu sambil menatap ayah nya meminta bantuan.

__ADS_1


"Aku telah merestui mereka berdua". Agung berkata dengan lantang, sambil menepuk pundak Reza.


Reza menatap agung, ia terseyum.


__ADS_2