DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
KORBAN SELANJUTNYA


__ADS_3

"apa maksud mu?". Vivian masih tak percaya atas apa yang telah ia dengar.


"Baiklah, aku ulangi sekali lagi, aku dini istri sah dari suami mu". Dini menatap dingin vivian.


"Tapi, tapi kami menikah secara hukum dan agama, bahkan keluarganya pun menghadiri pernikahan kami". Mata vivian mulai berembun, ia kembali menatap Fajrina, meminta pertolongan.


"Tenang lah Vivian, tenang lah dulu, kedatangan kami ke sini bukan untuk mengadili mu, kami hanya ingin kau tau siapa sebenarnya suami mu". Fajrina menggenggam jemari Vivian.


"Aku sungguh tidak tau jika dia sudah memilki seorang istri , aku sungguh tidak tau". Vivian mulai terisak.


"Sekarang kau sudah tau bukan, aku menikah lebih dulu dengan pria brengsek itu , pernikahan kami sebentar lagi berusia 7 tahun, sedangkan kau bilang kau bersama nya selama 6 tahun, tapi tenang saja, aku tak kan menyalahkan mu soal ini". Dini masih menatap Vivian dengan dingin.


Vivian terlihat cantik juga ayu, bentuk tubuhnya sempurna dan juga ia terlihat sangat sederhana. Namun sekarang bukan itu masalahnya. Sekarang dini harus cepat-cepat mencari kamera yang katanya berada di tangan Vivian agar ia bisa langsung menggugat Joyo dan menceraikan nya .


"Aku, aku tak tau harus berkata apa ini sangat tiba,-tiba". Fajrina menepuk 2 pundak Vivian , berusaha memberi kekuatan pada wanita itu. Karna berita yang akan mereka sampaikan berikutnya bahkan akan lebih menyakiti hati nya lagi.


"Aku tau Vivian maka tenang lah". Fajrina melayangkan pandangan nya kepada Reza, agar Reza bisa meredakan emosi dini. Mendapat notice dari Fajrina, Reza langsung menepuk pundak dini. Dini langsung menoleh ia menatap mata reza. Pria itu terseyum, ia berharap dini tak terbawa emosi. Jujur saja, Reza merasa cemburu karna sepertinya dini terlihat marah ketika ia tau jika Joyo memiliki istri selain dirinya.


Sebenarnya dini marah bukan Karna Joyo ternyata memiliki istri lain, Namun ia marah karna merasa harga dirinya dan kehormatan nya di injak-injak suaminya..ia bahkan marah pada dirinya yang begitu Bodh itu.


"Tenang lah, tak perlu marah atau emosi". Reza kembali menepuk-nepuk punggung dini. Dini merasa tepukan itu sebuah peringatan dari Reza agar dia tidak terbawa emosi. Wajah yang tadinya dingin kini mulai menghangat, dini terseyum.

__ADS_1


"Baik". Seperti anak-anak, Reza dengan mudahnya mengendalikan seorang dini yang terkenal tempramental dan pemarah.


"Jadi, Vivian.. waktu aku pertama kali ke sini aku melihat beberapa kamera di meja kamar mu, dan maaf bukan nya aku mau mengintip , hanya saja waktu aku keluar dari kamar mandi pintu kamar mu sedang terbuka". Fajrina menarik nafasnya, ia berharap kamera itu masih berada di sana.


"Kamera Joyo?". Vivian menatap Fajrina. Kemudian ia mengalihkan pandangan nya ke arah Dini dan Reza. Akhirnya Vivian menyadarinya , wanita dan pria itu adalah pemeran utama video yang ia tonton bersama Joyo. Ia bergidik , ia merasa bulu kuduknya berdiri.


"Iya, kamera suami mu" ujar Fajrina. Namun bukan nya beranjak, tapi Vivian malah menatap dini dengan tatapan jijik.


"Kalian berdua berselingkuh, kalian pemeran dari video itu". Vivian mengangkat telunjuk nya dan bersiap untuk memaki dini.


"Jangan bersikap tidak sopan padaku, selagi aku memperlakukan mu baik, maka perlakukan aku dengan baik dokter Vivian, aku tak tau apa yang akan aku lakukan padamu setelah ini". Dini menaikkan nada suaranya. Ia bahkan tak segan-segan memukul meja yang ada di depannya.


"Apa salah ku? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya , kau telah bersuami tapi kau malam bercita dengan pria yang bukan suami mu, atau jangan-jangan kalian sejak dulu berselingkuh makanya Joyo juga menikahi ku". Vivian berdecak tak percaya menatap Reza dan dini secara bergantian.


" Dokter Vivian, sebaiknya kau jangan menghina nya, dia korban dari kebejatan Joyo, dan kami datang kesini untuk meminta bantuan mu, dan sebaiknya kau lihat ini". Ujar Reza sambil memberikan ponselnya pada Vivian, ia memperlihatkan chat nya dengan joyo. Kini Vivian tak berkutik, tadi ia masih berfikir jika suaminya tak bersalah, namun setelah di tampar oleh kenyataan itu, membuat Vivian bungkam seribu bahasa.


Vivian berdiri kemudian berjalan menuju kamar, dan membawa semua kamera yang di minta oleh Fajrina. Fajrina tersemyum menatap elang.


"Ini, yang kalian ingin kan". Vivian meletak kan kamera-kamera itu di meja. Reza meraih satu persatu kamera itu, dan mulai mengecek isi dari masing-masing kamera. Dan mereka sangat beruntung karna kartu memory itu masih tersimpan dengan baik di dalam nya.


Reza mengangguk kan kepalanya pada elang.

__ADS_1


"Semuanya ada di sini". Ujar Reza.


"Apa suami mu menyimpan salinan nya?". Fajrina kembali bertanya, Vivian yang masih shock terkejut ketika Fajrina menepuk telapak tangan Vivian.


"Ah, sepertinya tidak". Jawab vivian.


"Vivian.. maaf, sebenarnya aku tak mau mencampuri kehidupan rumah tanggamu dengan Joyo, namun ada baik nya lebih baik kalian berpisah, Karna bukaj hanya kakak ipar ku dan dirimu saja wanita di dalam hidup Joyo". Vivian menatap Fajrina, raut wajahnya penuh dengan tanda tanya.


"Apa maksudmu Fajrina?" . Wanita itu sangat malang, ia di tipu mentah-mentah oleh Joyo, pria yang sangat ia cintai.


"Joyo juga mengencani mantan kekasih suamiku". Hati Vivian terasa nyeri, ia kembali di benturkan oleh kenyataan. Ternyata pria itu memiliki banyak kekasih. Ia kemudian tertawa.


"Sudah ku duga". Kemudian Vivian menangis dan memeluk Fajrina. Ia terisak, tangisannya sangat menyedihkan.


"Aku berharap kau bisa mengambil keputusan yang tepat Vivian".


"aku tak tak Fajrina, kejadian ini sangat membuatku bingung, aku bahkan tak bisa berfikir secara rasional sekarang, apalagi ada anak di Antara kami". Vivian menghela nafas berat.


"apa kau ingat wanita yang ku ajak untuk menemui mu?.. dia adalah wanita simpanan suami mu, dan kami yakin bahwa anak yang dia kandung adalah anak nya". Fajrina menatap netra Vivian, sungguh malang.


Vivian terpaku, rupanya sangat banyak kebohongan yang di ciptakan Joyo selama ini. demi ambisinya dia rela mengorbankan banyak wanita. namun hati Vivian tak menerima itu semua, ia terlanjur cinta , bahkan sangat cinta pada Joyo, jadi ia berfikir jika dia sama sekali tak bisa berpisah dari pria itu.

__ADS_1


"aku akan menghadapi semua ini sendiri Fajrina, semoga aku tak salah dalam mengambil keputusan". Vivian terseyum, namun Fajrina merasa sangat kasihan pada nya. Fajrina bisa merasakan kegundahan hati Vivian, Karna mereka sama-sama wanita.


"aku harap kau tak membiarkan pria itu menjadikan mu korban selanjutnya".


__ADS_2