
"Hallo Bu, saya Jessy sekertaris pak elang" Fajrina berjalan mendekati Jessy. Fajrina menatap Jesi, bulu kuduk Jessy bengun, istri predirnya sangat menakutkan
"Sayang, " Fajrina menoleh menatap elang,
"Hemm". Elang sebenarnya sangat bahagia ketika Fajrina memanggilnya dengan sebutan sayang
"Aku ingin membuat perarturan baru untuk perusahaan mu, apa boleh". Fajrina kembali menatap Jessy
"Tentu boleh sayangku". Ah, hati elang berbunga-bunga.
Tanpa berkata apa-apa fajrina meninggalkan Jessy dan berjalan mendekati elang lalu masuk ke dalam ruangan elang.
"Kau tentu sangat suka berada di kantor". Ujar Fajrina sambil berjalan menuju meja elang.
"Maksudmu?" Elang bertanya. Fajrina tak mengindahkan pertanyaan elang. Ia kemudia mengambil kertas dan pena lalu menuliskan sesuatu, dan meyerahkan nya kepada elang
Elang terseyum melihatnya
"Ini kah peraaturan yang kau bilang tadi". Elang dengan seksama melihat peraturan-peraturan baru yang Fajrina buat.
"Iya". Elang melangkah , lalu menelepon pihak HRD .
"Mengapa?". Elang bertanya ingin tau
"Aku merasa para karyawatimu memakai pakaian yang sangat mini, apa salah nya jika aku membuat peraturan itu, mereka harus berpakaian lebih sopan". Ujar Fajrina sambil mendudukan dirinya di sofa tamu
"Baiklah".
"Sekertaris mu, apa ia berpakaian seperti itu setiap hari?". Fajrina memandang elang yang tengah sibuk mengutak-atik laptop nya.
"Jessy, iya dia memang seperti itu".jawab elang santai
"Apa kau menyukainya". Elang mengangkat kepalanya dan balas menatap Fajrina
"Aku, biasa saja". Elang bingung atas pertanyaan Fajrina yang barusan.
"benarkah?". Fajrina menatap elang tak percaya
"iya, aku sudah terbiasa dengan pakaian nya". elang berusaha meyakinkan sang istri
"sekertarismj hampir saja telanjang, dan kau bilang biasa saja, sungguh luar biasa". Khanza melipat tangan nya di depan dada
"apa kau cemburu". uajr elang, Fajrina tertawa
"tentu tidak". farina menampik tuduhan suaminya
"lalu kenapa kau keberatan jika para karyawatimu memakai pakaian minim di sini". elang berjalan mendekati Fajrina.
__ADS_1
"matamu berdosa tuan Presdir, aku sebagai istri berhak menegurmu". ujar fajrina , ia mundur ketika elang suda sampai di hadapannya. makin lama wajah elang makin dekat, hidung merek hampir bertabrakan. elang terseyum. namun Fajrina merasa panik. nafas elang sukses menyapu wajah Sabrina ,pun sebaliknya.
elang bersiap mencium Fajrina, namun sepertinya ciuman itu harus di tunda , karna ketukan pintu telah mengganggu nya.
"sial". elang mengumpt, ia berbalik dan berjalan ke arah pintu. Fajrina menarik nafas panjang . kali ini dia selamat.
Kepala HRD memasuki rungan Ardhi, ia seorang wanita muda seusia Fajrina. Penampilan nya sangat mencolok. Wànita itu kaget melihat keberadaan Fajrina.
"Anda memanggil saya, pak". Wanita itu bertanya dengan nada suara yang mendayu-dayu. Fajrina menggelengkan kepalanya. Tak mengerti mengapa semua karyawati di perusahaan suaminya memakai pakaian yang sangat minim
"Ini, peraturan untuk karyawan yang baru, tolong di sosialisasikan mulai besok". Wanita itu membaca peraturan yang baru dengan seksama.
"Tapi pak". Elang berdiri dan menghampiri Fajrina.
"Peraturan itu di buat oleh istriki, Fajrina". Wanita itu lantas menatap Fajrina.
Ia menatap Fajrina dari atas sampai kebawah kaki
"Wanita itu cantik sekali". Ujar nya dalam hati.
"Ah, maaf saya tak mengenali anda, maafkan saya". Ujar wanita sexy itu.
"Tak masalah.. siapa namamu nona". Fajrina berdiri dan mendekati wanita itu
"Nama saya Eka, Bu". Fajrina tersenyum
"Tolong kerjasama nya Eka, besok aku akan kembali dan melihat, apakah peraturan itu sudah terealisasikan atau tidak".
"Nah sekarang tuan elang yang terhormat , tolong kerjakan semua yang harus kau kerjakan, Karna hari ini aku sedang free maka aku akan menemanimu sampai kau menyelesaikan segalanya".
Elang tersenyum
"Baik dokter Fajrina yang terhormat". Fajrina masih stia memandangi layar gadget nya. namun ia tak menyadari bahwa elang sedari tadi curi curi pandang ke arah nya.
"ah, aku bosan". ujar Fajrina sambil bangkit berdiri dari duduknya.
"kau bosan ya, apa kau lapar?". elang pura -pura kembali menatap layar laptopnya
"ya, aku lapar.. apa kita bisa makan di luar". afjrina berjalan mendekati jendela .
"tentu bisa". kemudian elang berjalan mendekati Fajrina yang tengah menatap keluar jendela. elang tiba-tiba memeluk Fajrina dari belakng dan melatakkan dagunya di pundak elang
detak jantung Fajrina berpacu. dia tak bergerak, apalagi setelah elang makin menempelkan tubuhnya dan memeluk elat Fajrina.
"ayo kita makan". ujar Fajrina sambil melepaskan pelukan elang, elang tersenyum kemudian menrik lengan fajrina, sampai Fajrina membentur dada elang
"ayo, kita makan sayang". ujar elang sambil menggoda Fajrina, elang berjalan sambil memeluk pinggang istrinya. bahkan di lift pun elang tak melepaskan Fajrina.
__ADS_1
"kau mau makan di mana sayang". elang masih memeluk Fajrina, ia berada di parkiran.
"lepaskan". ujar Fajrina
"kenapa?". tanya elang
"jika kau tak melepaskan aku, bagaimana caraku masuk ke mobil". elang terseyum
"aku lupa". kemudian elang membuka pintu mobilnya mempersulah kan Fajrina masuk.
fajrina masih berdebar-debar Karna mendapatkan serangan mendadak dari elang.
elang tersenyum melihat istrinya.
"mau makan apa". tanya elang
"apapun boleh, asal bisa kenyang". ujar Fajrina, ia masih tak ingin menatap elang. ia malu.
"hemm, yang penting kenyang ya.. bagaimana jika makan ini". elang menarik wajah Fajrina kemudian menciuma nya lembut". Fajrina kaget, ia tak bisa mencerna apa yang telah elang lakukan padanya
elang terseyum setelah melepaskan ciuman itu.
"apa sudah kenyang?". elang bertanya sambil terseyum penuh makna
"apanya?. bagaimana bisa kenyang". elang terseyum kemudian kembali mencium Fajrina.
"masih kurang". elang kembali bertanya
"sudah, aku sudah kenyang". Fajrina hampir saja sesak nafas Karna ulah elang. kemudian elang melajukan mobil nya ke arah restoran terdekat.
mereka makan dalam diam, elang masih saja terseyum saat mengingat kejadian di mobil tadi, ia berkali-kali menyentuh bibirnya.
"ternyata sangat manis dan membuat candu". ujar elang sambil memasuk kan makanan ke dalam mulutnya
"apa yang sangat manis". Fajrina bertanya, ia bingun.. makanan yang mereka pesan semuanya pedas lalu yang mana bagian manisnya.
elang terseyum.
"bukan makanan nya yang manis tapi dessert yang telah aku coba sebelum kita makan di sini". ujar elang
"tapi kita tidak mampir di manapun". Fajrina bingung.
"aku sudah memakan dessert ku di mobil tadi, aku bahkan membaginya dengan mu". elang tersenyum menggoda
blush, pipi Fajrina merona. ia sangat malu.
"selesaikan makan mu, habis itu kita pulang". Fajrina kembali melanjutkan makanan nya. Fajrina tertunduk ia tak mau mengangkat wajahnya ,ia sangat malu.
__ADS_1
"hey, lihat aku". ujar elang sambil menyentuh jemari fajrian. Fajrina pelan-pelan mengangkat kepalanya.
"apa ". kemudian dengan cepat elang berdiri dan mencium bibir Fajrina, ciuman itu sangat cepat. hingga Fajrina tak bisa menghindar.