DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
DEAL


__ADS_3

"maafkan aku sayang". elang berdiri di hadapan afjrina. istrinya itu tengah melipat mukenah yang tadi ia gunakan untuk sholat Maghrib bersama elang.


"jika aku memaafkan mu, apa yang akan kau berikan padaku". Fajrina menjawab tanpa menatap elang


"apapun yang kau ingin kan". elang duduk di sisi Fajrina dan menggenggam jemari isyrinya.


"baik, aku ingin kau menandatangani surat ini". Fajrina menyerahkan selembar kertas pada elang. elang langsung tersenyum dan meraih pena dari jemari Fajrina kemudian menandatangani nya.


"deal". elang terseyum. Fajrina melengos ketika melihat elang tersenyum. Fajrina masih sangat marah pada elang, elang membuat Fajrina kehilangan calon bayi mereka.


"mari kita pulang". ustad dzaki berjalan memasuki ruangan Fajrina.


"ayo Abi". elang kaget kemudian menarik lengan Fajrina.


"kenapa , bukan kah aku telah menandatangani surat itu". elang bingung, mengapa Fajrina masih mau meninggalkan nya.


"kau mau ikut atau tidak". Fajrina menatap elang, senyum elang merekah kemudian dengan santai merangkul bahu istrinya.


"lepas". gadis itu melotot , ia tak suka elang menyentuhnya.


"kenapa ?". elang tertunduk sedih.


"aku masih belum melupakan kekesalan ku padamu". sepanjang perjalanan elang merasa menjadi supir pribadi istri dan ayah mertuanya.


elang bertambah kesal ketika melihat beberapa ustad muda sedang berkumpul di depan rumah mertuanya. wajah elang berubah tegang.


Fajrina melangkah keluar dari mobil di iringi ayahnya , sedangkan elang menyusul mereka di belakang.


"assalamualaikum ustad". ujar ustad dzaki.


"waalaikumsalam ". balas mereka bersamaan.


"bagaiamana keadaan Fajrina ustad?". ujar Umar, ustad muda itu bertanya pada ustad dzaki , namun matanya menatap elang dengan tajam.


"Fajrina baik-baik saja, kapan kalian datang". ustad dzaki mencoba untuk memecah suasana. entah dari mana mereka tau tentang apa yang menimpa Fajrina.

__ADS_1


"apa anda tidak menyes ustad karena menikahi putri anda yang sangat berharga itu dengan pria brandal seperti dia". Umar mengangkat tangan nya kemudia mengarahkan nya ke elang.


elang bingung, sama hal nya dengan Fajrina. dari mana mereka tau masalah rumah tangga elang dan Fajrina. lagi pula para ustad muda ini seperti kehilangan harkat dan martabat mereka, karena mereka telah sangat lancang ikut campur urusan rumah tangga Fajrina dengan elang.a


"sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan". ustad dzaki mencoba mencerna apa yang sedang para muridnya bicarakan itu.


"apa maksudmu!". elang berjalan menarik Fajrina kemudian berdiri tepat di hadapan istrinya. Fajrina tau jika elang sudah sangat marah, ia langsung memegang pinggang elang, berharap suaminya tak terbawa suasana.


"kau pria tidak tau malu, karena dirimu nama ustad dzaki tercemar. istri muda mu membeberkan semuanya di media sosial, kami semua sudah tau tentang masalah ini". Akhmad ikut mengomentari.


"lalu, siapa kalian? apa kalian berhak mempertanyakan prihal rumah tangga ku dengan istriku ". amarah sudah masuk ke dalam hati elang, bagi elang apa yang para ustad muda itu lakukan sudah sangat keterlaluan.


"kami sebagai murid beliau , sangat tidak terima nama baik beliau tercemar hanya karena pria tidak tau diri sepertimu ". Umar kini telah berhadapan dengan elan, Fajrina makin mengeratkan cengkraman tangan nya.


"abaikan mereka elang, demi aku". Fajrina memeluk elang dari belakang.


elang tersenyum kemudian berbalik dan memeluk istrinya . elang sengaja melakukan itu agar para pemuda itu tau bahwa Fajrina sudah menjadi milik nya apapun yang terjadi.


"akan aku lakukan apapun untuk mu, sayang". ustad dzaki geleng-geleng kepala melihat kelakuan menantu nya, namun ia tak menyalahkan nya karena bagi ustad dzaki para muridnya sudah melebihi batasan mereka.


kali ini elang Manahan egonya , maka ia tak kan melawan Umar. ia tak mau berbuat kesalahan di hadapan ustad dzaki. jadi ia hanya tersenyum kemudian kembali bangkit dan berdiri berhadapan dengan Umar.


"dengar kan aku ustad Umar yang terhormat, kali ini aku memaafkan mu, tapi tidak ada hal yang sama lain kali". elang mengikuti fajrina. suasana rumah semakin tidak enak saja.


elang menatap fajrina yang tengah membaca artikel di ponselnya, ia berkali-kali menghela nafasnya. elang penasaran ia kemudian berjalan dan duduk di sisi istrinya.


mata elang terbelalak menyaksikan video viral yang baru saja fajrina lihat.


"apa-apaan ini". elang meraih ponsel istrinya kemudian mematikan benda berbentuk pipih itu.


"kenapa kau matikan" Fajrina meraih ponsel itu.


"apa yang kau lihat? mereka sedang menghujat mu". elang sangat kesal.


"tak masalah, yang penting aku tak seperti yang mereka katakan". Fajrina kembali berusaha meraih ponselnya.

__ADS_1


"tidak". elang langsung berdiri lalu mencari kunci mobilnya


"kau mau kemana?". ujar Fajrina.


"ketempat Lusi". namun sebelum pergi ia menghubungi Reza. ia tak ingin menambah fitnah maka ia lebih baik mengajak Reza.


"mau apa?". Fajrina menatap heran elang.


"wanita itu harus di beri pelajaran". ujar elang.


"elang, ia sedang hamil". Fajrina meraih pergelangan tangan elang, mencoba menenangkan suaminya itu.


"tidak, apa yang telah ia lakukan sangat merugikan kita, pantas saja para penggemarmu sangat ingin menghajarku" . ya elang menyamakan para ustad muda itu dengan seorang penggemar , mereka rela melakukan apapun buat idola mereka.


"tenanglah elang". Fajrina menepuk - nepuk punggung suaminya.


"aku tidak bisa, setelah apa yang ia lakukan, aku hampir saja kehilangan mu". elang memegang kedua pundak Fajrina kemudian memeluknya


"tapi ia tak berhasil bukan, sudahlah elang".


"kau tau, aku tak perduli kehilangan apapun akibat ulahnya, tapi jika terus begini kau bisa kehilangan reputasi mu sayang, biarkan aku bertindak kali ini". elang semakin mengeratkan pelukannya pada Fajrina.


"jangan menyakitinya, apa kau mengerti". ujar Fajrina.


"baik". elang terseyum kemudian melepaskan wanita berhijab yang sangat cantik itu. elang menatap dalam-dalam mata Fajrina kemudian mulai mendekatkan wajah nya pada Fajrina.


"kau mau apa". Fajrina mundur. namun ia terlambat, elang sudah lebih dulu mencium Fajrina. namun kali ini Fajrina benar-benar tak dapat menolak. ia sangat merindukan suaminya, maka ia membiarkan dirinya larut dalam ciuman itu.


"aku sangat merindukan mu". ujar elang setelah ia melepaskan ciuman nya dari Fajrina.


"aku juga". Fajrina kembali memeluk elang, elang merasa sangat beruntung mendapatkan wanita seperti Fajrina. wanita yang begitu pengertian dan juga pintar.


"ayo, pulang ke apartemen kita". elang menegelus pundak istrinya.


"baik" . elang kembali tersenyum, elang tau Fajrina sangat mencintainya, maka Fajrina tak mungkin benar-benar ingin bercerai dengan nya.

__ADS_1


"mari, kita proses lagi prihal pembuatan anak itu".


__ADS_2