
"pergilah ". ujar Fajrina. ia menatap sendu elang, ia sangat cemburu. namun ia tak mau menjadi wanita egois, meskipun Lusi sangat jahat namun ketika melihat wanita itu begitu menderita membuat Fajrina tak tega. ia tak ikhlas jika suaminya sangat perduli pada wanita yang akan menjadi madunya itu, namun ia merasa tak boleh serakah, bagaimanapun Lusi tengah mengandung anak elang, entah itu benar atau tidak.
"aku harus pergi kemana?". elang terseyum sambil memeluk tubuh istrinya itu.
"ke tempat Lusi, ia sangat membutuhkan mu elang". ujar Fajrina, namun ia mengatakan itu tanpa mau menatap suaminya.
"tapi aku sangat membutuhkan mu sayang". pria itu mulai menggoda Fajrina.
"jangan bercanda". Fajrina mendorong tubuh elang
"siapa yang bercanda, aku sangat membutuhkan mu lebih dari yang kau tau sayang, jadi kemari lah dan tatap aku, apa suami mu yang tampan ini sudah tak berarti apapun lagi bagimu". elang menyeringai bahagia, ia tau jika Fajrina sangat cemburu hari ini dan itu sukses membuat elang sangat merasa bahagia.
"elang.." Fajrina menatap kesal sang suami.
"iya sayang". elang kembali menggoda Fajrina. ia mulai membelai punggung Fajrina, dan Fajrina tau apa yang di inginkan elang, jika pria itu mulai melakukan hal itu.
"berhentilah melakukan itu".
"ah, aku tau.. sekarang kita pulang ya, di sini kurang leluasa, di rumah akan terasa lebih baik". elang cengegesan , ia menarik lengan nya dan kemudian mengendarai mobilnya meninggalkan rumah sakit itu.
ketika hasrat nya sudah tak terbendung, elang harus menelan kekecewaan nya, karna ia melihat Reza tengah berdiri di pintu apartemen nya , ia mendengus kesal.
"sedang apa kau di sini". fajrina terseyum lucu ketika ia melihat ekspresi suaminya. Fajrina tau elang sudah tak dapat menahan hasratnya , Karna selama di perjalan tadi elang tak henti-hentinya mencium Fajrina.
"kakakmu memintamu untuk menjemputnya". ujar Reza. elang menghela nafas panjang , ini pasti akan sangat lama.
"apa tidak bisa besok?". elang menatap Reza meminta pengertian Reza, namun Reza berpura-pura tak mengerti. Karna bukan hanya elang saja yang merindukan saat-saat romantis bersama istrinya, Reza pun merasakan hal yang sama.
"tidak bisa, sepertinya ". Reza menatap elang.
__ADS_1
"hah.. mengapa kalian sangat menyebalkan". elang mengacak rambutnya. ia merasa frustasi.
"biar aku yang menyetir". reza terseyum sambil berjalan mendahului elang, elang kembali menghela nafas panjang , kemudian merangkul pinggang istrinya.
"kau sepertinya sangat bahagia sekali, malam ini aku tak kan mengampuni mu, kau harus di hukum atas ini". elang berbisik. Fajrina tersemyum malu-malu.
"baik tuan elang yang tampan". bukan nya takut Fajrina malah menggoda elang, ia membuat suaranya menjadi serendah mungkin.
"argh". elang berteriak kesal kemudian melirik istrinya. Fajrina menyeringai bahagia.
"hentikan, aku mohon.. yang itu sudah berdiri dari tadi". elang tambah frustasi, ia berjalan sambil menutupi bagian nya yang itu. Fajrina malah tertawa.
"tak tau tempat". ujar Fajrina
"kau yang membuatku menjadi seperti ini". elang mencubit pinggul fajrina.mereka berjalan mengikuti Reza.
rez terseyum bahagia ketika ia masuk ke dalam mobil elang, akhirnya ia bia bertemu dengan kekasih hatinya. ia sudah beberapa hari ini tak bisa menemui dini, Joyo sepertinya sudah merasa curiga, maka ia sengaja mengunci pintu yang menghubungkan antara kamar dan balkon tempat biasa Reza menemui dini.
"hentikan, aku malu". ujar Fajrina lirih.
"aku, tak tahan". elang merengek. Fajrina menepuk bahu elang.
"tahan dulu, dasar". di kursi pengemudi, Reza yang mendengarkan pembicaraan pasangan suami istri itu hanya bisa tersenyum saja, ia tau apa maksud elang, Karna ia merasakan hal yang sama.
Reza langsung menutup skat partisi agar kedua orang di belakang merasa lebih leluasa dan nyaman. elang terseyum, rupanya Reza sangat mengerti apa keinginan Sang bos.
"apa-apaan ini". ujar fajrina.
"Reza sangat pengertian". elang menyeringai dan langsung menarik Fajrina agar duduk di pangkuan nya kemudian mencium istrinya lembut. mata Fajrina membulat sempurna, ia merasa sangat malu.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan". ujar Fajrina ketika elang melepaskan ciuman mereka. bukannya mejawab pertanyaan Fajrina , elang malah membuka hijab istrinya dan mulai mencium leher indah itu.
"jangan berisik, nanti Reza dengar". elang berbohong, ketika skat itu di tutup , maka apapun suara yang di ciptakan tidak akan terdengar oleh sang pengemudi. elang sengaja tidak memberitahukan nya pada Fajrina, agar wanita itu tak melawan atau mengeluarkan suara.
"hentikan elang". Fajrina mulai terbuai, namun ia merasa malu, andai saja tak ada orang mungkin Fajrina akan melayani elang, meskipun Meraka berada di dalam mobil sekalipun. namun Karna ada reza membuat Fajrina merasa tak nyaman.
"aku hanya ingin menyentuhmu , kau tak perlu melayaniku di dalam mobil sayang, setidaknya biarkan aku melakukan apa yang ku inginkan". jemari elang sudah mulai memasuki pakaian Fajrina. ia tau jika apa yang ia lakukan membuat Fajrina melayang. elang merasa harus balas dendam, istrinya harus di berikan pelajaran..
elang menyeringai ketika sebuah ******* kecil lolos dari bibir indah Fajrina. Fajrina mempererat pegangan nya pada leher elang ketika pria itu bermain-main di area dada Fajrina.
"hentikan". Fajrina hampir saja berteriak ketika elang **********, bukan nya berhenti elang malah bermain-main di sana lebih lama.
elang mengangkat kepalanya dan kembali memperbaiki letak bagian kesukaan nya itu, Karna mereka hampir saja sampai di rumah kediaman sang ayah. Fajrina terengah , ia menatap malu elang. sebenarnya ia merasa kecewa, entah mengapa sentuhan elang membuatnya merasa sangat ketagihan.
Fajrina kembali memakai hijabnya. elang tersenyum melihat betapa malu nya Fajrina. ia kemudian memeluk pinggang fajrina dan kembali mencium istrinya
"jangan menggodaku lain kali sayang, jika kau kembali menggodaku, aku akan melakukan hal yang lebih dari ini lain kali". Fajrina tak berkutik, ia malah menenggelamkan wajahnya di leher elang.
mobil elang memasuki pekarangan rumah sang ayah, berbarengan dengan mobil Joyo. melihat siapa yang datang membuat Joyo semakin murka. Reza tersenyum, sambil membuka kan pintu untuk elang dan Fajrina.
"sedang apa kau disini". Joyo bertanya pada elang, elang tertawa mendengar pertanyaan dari pria tak tau malu itu.
"ada apa dengan mu, apa kau pemilik rumah ini, hingga kau bertanya tentang keberadaan ku di rumah ini?". Reza yang berdiri di belakang elang ikut tertawa.
Joyo sangat marah di tertawakan seperti itu, ia merasa telah di lecehkan oleh elang. namun tatapan matanya menangkap hal yang tak biasa dari Fajrina, bibir Fajrina terlihat lebih tebal dan memerah.
khayalan Joyo terbang entah kemana , Joyo berfantasi tengah mencumbu bibir indah itu, namun Joyo tak tau jika elang dan Reza sejak tadi memperhatikan nya.
perlahan elang berjalan mendekati Joyo, Joyo bahkan tak menyadari elang sudah berdiri di hadapannya hingga elang menarik jas yang Joyo kenakan.
__ADS_1
"berhenti menatap istriku, atau ku congkel bola matamu".