
"kau harus mengaku pada orang tuamu jika yang 3 milyar itu di pakaia oleh kita untuk liburan , dan kau yang minta agar aku mengambil uang itu". Joyo menatap dini. Dini hanya mengiyakan apa yang Adi minta suaminya ,ia merasa takut dan tertekan
'iya". Ujar dini lirih , ia balik memandang Joyo, pria yang sangat iya cintai itu
"Jika kau berani macam-macam, aku akan membunuhmu". Lusi yang sejak tadi berada di sisi Joyo tak henti-hentinya menggoda pria itu
"Kapan kau akan kembali kesini?" Ujar Lusi
"Aku akan kembali kesini, tenang saja sayang". Joyo kemudian mencium mesra Lusi di depan dini. Mata dini mulai berkaca-kaca, namun dengan sangat kuat ia menahan tangisnya . Ia menatap kedua manusia hina itu
"Suatu saat, aku akan membunuhmu". Dini meradang dalam hati.
"Aku pergi dulu sayang,". Ujar Joyo sambil membelai wajah Lusi. Kemudian dia berdiri dan menarik lengan dini , agar mengikuti langkahnya.
Tak menunggu lama untuk memasuki kediaman Manggala, tanpa rasa bersalah Joyo terseyum saat melihat sang mertua tengah duduk di teras sambil membaca koran.
"Dari mana saja kalian". Agung menatap putri dan menantunya.
"Kami baru saja pulang liburan ayah". Dini menjawab pertanyaan ayahnya
"Liburan kemana?"
"Kami liburan ke Sumatra ayah, ". Kini Joyo yang angkat bicara
"Lalu, apakah kalian menggunakan uang elang untuk bersenang -senang?" Agung kemudian berdiri menatap kedua manusia yang sangat tak tau malu itu
"Maaf ayah, karna ayah tidak lagi memberikan uang saku untuk ku, maka dari itu aku meminta suamiku mengambil uang itu". Uajr dini
"Itu bukan uang kalian, juga bukan uangku, apa pantas dengan sangat tidak tau malunya kau mengambil uang adikmu untuk kau pakai bersenang -senang ". Agung mulai kehilangan kesabaran nya.
"Apa salah nya, itu uang adik ku, jadi aku berhak menggunakan nya". Tanpa memperdulikan sang ayah, dini langsung menggenggam lengan Joyo kemudian membawa suaminya pergi.
__ADS_1
"Anak itu". Agung berteriak marah. Dini memasuki kamarnya. Ia langsung membersihkan diri. Setelah merasa dirinya sudah sangat segar dini kemudian berjalan meninggalkan kamar mandi. Ia melihat Joyo sedang bertelepon , entah dengan siapa.
Lusi memilih pakaian yang ingin dia kenakan. Setelah berpakaian dinj mendudukan dirinya di depan cermin riasnya. Belum sempat dini merias diri, pintu kamarnya tiba+tiba terbuka elang melangkah dari pintu dan langsung mencengkram leher Joyo.
"Bajingan ". Elang berteriak sambil terus mengeratkan cengkraman nya.
"Elang, lepaskan dia elang". Dini berteriak sambil memeluk adiknya . "Aku mohon elang". Dini terisak sambil memeluk sang adik. Elang langsung mengalihkan pandangan nya ke arah dini. Kemudian melepaskan Joyo.
Joyo tak sanggup jika harus berhadapan denga elang. Ia hanya bisa pasrah. Setelah elang melepaskan nya, Joyo langsung terbatuk-batuk.
"Kalian sungguh tidak tau malu". Elang murka. Namun Yanga membuat elang bingung adalah kakaknya, apalagi ketika dini berlutut dan memeluk kaki elang.
"Aku mohon elang, ini semua salahku, aku yang meminta suamiku melakukan nya" dini terisak. Namun bukan itu yang menarik perhatian elang, namun sejak kapan kakaknya rela mengakui kesalahsn nya.
"Bangun" elang menarik kasar tangan kakaknya
"Aku mohon, maafkan aku elang". Sorot kakaknya sangat berbeda , elang merasakan ada yang aneh pada sorot mata itu.
"Kau, jangan pernah lagi menginjakan kaki mu di perusahaan ku". Elang menunjuk ke arah Joyo. Kemudian ia beranjak pergi.
Dini berdiri, dan memandang suaminya . Meskipun Joyo telah menyakitinya dengan sangat, tapi ia sangat tidak ingin kehilangan suaminya. Ia sangat mencintai joyo. Dengan cepat dini berlari mengejar adiknya
"Elang.." teriak dini.
Elang yang tadinya ingin meninggalkan rumah itu kemudian berhenti dan berbalik
"Ada apa lagi, jangan bilang kalau uang 3 milyar itu masih kurang". Elang menatap marah kakaknya
"Elang, aku mohon.. jangan pecat suamiku, aku akan melakukan apapun elang asal suami ku bisa kembali bekerja , aku mohon". Dini terisak memohon kepada sang adik
"Suami mu sangat tidak berguna, lebih baik kau ceraikan saja dia, aku masih bisa mencarikan pria yang lebih baik untukmu". Elang memegang bahu dini
__ADS_1
"Tidak elang, aku sangat mencintainya, aku tak bisa kehilangan dia, jika kau memecat nya sama saja kau melukai harga dirinya elang, aku mohon padamu ". Benar dugaan elang, kakaknya butuh bantuan. Namun elang tak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.
"Baiklah, aku akan memberikan kesempatan padanya, tapi katakan padanya , jangan pernah membuat kesalahan lagi, atau aku akan membuatnya berakhir di penjara ". Elang kemudian memeluk kakaknya
"Terimakasih , elang". Ujar dini. Ia sangat berterimakasih pada sang adik, elang telah menyelamatkan hidup nya
"Jika kau butuh bantuan, datanglah ketempatku, aku tau keadaan mu tak aman saat ini, datanglah ketika suamimu lengah". Elang berbisik di telinga sang kakak, karna dia bisa melihat Joyo sedang bersembunyi di Balik pintu kamarnya, Joyo sedang menguping pembicaraan nya dengan dinj. Di luar dugaan, dini menganggukkan kepalany, elang fikir kakaknya masih akan membela suaminya.
"Tolong aku". Ujar kakaknya lirih hampir tanpa suara.
"Aku akan pulang, kau beristirahatlah". Ujar elang , ia kemudian pergi
dini menatap kepergian elang, namun ketika ia berbalik Joyo sudah berdiri di hadapan nya.
"bagus, lebih bagus lagi jika kau meminta posisiku yang lama pada adikmu". Joyo menyeringai menyeram kan
"aku, akan usahakan.. namun aku tak bisa berjanji, aku akan lakukan sebisa ku". ujar dini , ia tertunduk takut. ia sekarang sangat takut menatap suaminya.
"kembali ke kamar, layani aku". Joyo kemudia berbali dan berjalan meninggalkan dini. dini terdiam , dia harus memikirkan cara agar ia bisa datang ke apartemen elang dan menceritakan segalanya.
namun , untuk saat ini semuanya sangat tidak memungkin kan, suaminya mengontrol semua garak gerik dini
tak ingin masalah semakin membesar, dini kemudian mengikuti Joyo memasuki kamarnya.
"apa yang kau inginkan". dini bertanya ketika melihat Joyo mulai melepas satu persatu pakaian nya.
"apa kau tuli, aku sudah bilang padamu tadi, layani aku". Joyo menatap dini, ia sebenarnya sudah tak berselera memandang dini. namun karna sudah terbiasa dengan Lusi , ia menjadi ketergantungan dalam hal yang satu itu.
"tapi, apa kau masih mau menyentuhku, apa kau masih berselera melihatku". dini merasa jijik jika Joyo menyentuhnya. tubuh pria itu sudah di sentuh wanita lain. jadi ia tak mau lagi melayani nya.
"buka pakaian mu, puaskan aku". Joyo berjalan mendekati tempat tidur dan merebahkan tubuhnya. dini sama sekali tak bergerak..
__ADS_1
Joyo yang melihat itu menjadi sangat marah
"apa kau tuli, buka bajumu atau kubunuh kau sekarang juga". tak mau dirinya kembali terluka dini melepaskan pakaian nya dan berjalan ke tempat tidur , ia mulai menaiki tubuh suaminya