
"jauhkan anak itu dari ku!" . Teriak elang ketika fajrina mencoba mendekatinya.
"ada apa dengan mu elang, dia putrimu". Agung membentak putr kesayangan nya. Entah mengapa elang merasa sangat membenci bayi malang yang ternyata adalah darah daging nya itu.
"dia bukan putriku". Elang membanting buku yang sejak tadi ia baca, ia bahkan langsunh berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Fajrina langsung memberikan bayi mungil itu pada cindy kemudian berlari mengejar elang.
Elang terlihat marah sambil berdecak pinggang. Fajrina berjalan mendekati elang sambil terseyum kemudian membelai punggung elang.
"kenapa kau semarah itu elang". Ujar fajrina
"apa mau mu sebenarnya?". Elang kemudian berbalik dan menatap mata istrinya.
"aku? Memangnya aku kenapa?". Fajrina tak mengerti mengapa elang bertanya begitu.
"mengapa kau berusaha mendekatkan aku dengan bayi itu?". Elang menatap fajrina marah.
"dia anak mu, terima atau tidak". Farina mencoba untuk membuat elang memahami situasinya.
"Kau tidak mengerti ". elang kembali berjalan menjauhi fajrina
"mengapa kau semarah itu, seharusnya aku yang marah karna ternyata ia adalah putrimu dengan wanita lain". fajrina meneriaki elang, ia merasa sudah tak bisa mentolelir sikap elang yang sangat kekanakan.
elang menghentikan langkah kakinya kemudian berbalik dan menatap fajrina dengan marah.
"kalau begitu, biarkan anak itu pergi dari hidup kita, titipkan dia di panti asuhan". ujar elang enteng.
"Kau sudah gila rupanya". kind fajrina yang merasa marah , ia kemudian berbalik dan pergi meninggalkan elang begitu saja.
fajrina mengerti bahkan memakai suaminya itu. fajrina bingung mengapa elang sangat ke kanakan sekali. ia kembali mendekati cindy.
__ADS_1
"lihat dia, dia sangat cantik". cindy memperlihatkan cucu cantik nya itu ke agung, cindy terlihat sangat Bahagia. agung hanya bisa diam, ia takut membuat fajrina tersingung. alih-alih kecewa dan sakit hati fajrina malah terlihat lebih bahagia dari dirinya. agung melirik menantu kesayangan nya itu, sorotan matanya penuh dengan rasa iba. bagaimana pun agung merasa bahwa putranya sudah sangat keterlaluan sekali.
"bunda benar, dia sangat cantik". fajrina mencoba memecah suasana yang Teresa sangat canggung itu.
"apa kau baik-baik saja?". cindy terseyum sambil memyerahkan kembali bayi itu pada fajrina.
"aku baik-baik saja bunda".
"apa tak masalah bagimu untuk mengurus anak hasil perselingkuhan suami mu". agung berkaitan sambil terus membolak. balik Kan file yang terdapatdi depan nya.
"tak masalah ayah, Kalian tenang lah". fajrina terseyum , ia Tau apa yang di lakukan itu adalah keputusan yang benar.
"kami tak akan ikut campur atas semua keputusan yang kau ambil". agung membelai kepala fajrina. fajrina hanya bisa terdiam menatap bayi mungil yang bahkan belum di beri nama itu.
"apa yang kau pikirkan?". cindy menatap menantu kesayangan nya itu.
"tak ada, aku hanya sedang berfikir bagaimana caranya membuat elang menerima kehadiran bayi ini". ujar nya.
malam itu elang merasa sangat merindukan istrinya, ia berniat untuk menggauli istrinya saat itu juga. ia tersenyum membayangkan malam itu akan menjadi malam yang panjang untuknya.
elang memasuki Kamar tidurnya, ia melihat fajrina tengah memejamkan makanya. ia berjalan perlahan kemudian membelai lembut pujuk kepala istrinya. fajrina membuat matanya kemudian langsung menutupnya kembali.
"sayang". ujar elang sambil mencoba mencium bibir Indah fajrina. fajrina tak membalas ciuman itu, Hingga membuat elang kecewa. pria itu menarik nanas nya berat. ia sebenarnya ingin sekali bermesraan dengan wanita cantik miliknya itu, namanya sepertinya malam itu ia Harus menahan nya karna fajrina seperti nya enggan berinteraksi dengan nya.
namun elang tak patah semangat, ia mencoba kembali mencium fajrina sambil membuka Satu persatu kancing Baju Tidur fajrina. merasa tak ada perlawanan yang berarti dengan sekali tarik saja elang sudah bisa membuat pakaian fajrina bertebaran di lantai.
"Kau mau apa?". fajrina membuka matanya, ia menatap pria yang tengah siap memangsanya itu. elang yang sudah Berada tepat di atas tubuh fajrina itu terseyum penuh arti.
"aku merindukan mu". ujar elang sambil menenggelamkan wajahnya di leher jenjang fajrina.
__ADS_1
fajrina tak menggubris kata2 elang, ia hanya membiarkan elang bermain-main di sana. elang tersenyum ketika ia akhirnya bisa membuat beberapa tanda kepemilikan di leher istrinya itu. fajrina sebenarnya ingin menolak, tapi apa daya. rupanya ia juga merindukan sentuhan- sentuhan lembut elang di tubuhnya.
******* pertama keluar dari bibir cantik fajrina ketika elang berhasil memasuki tubuh Indah istrinya, elang tersenyum kemudian memasuki fajrina. malam itu elang berhasil meredam Amarah sang istri.
elang tersenyum sambil membelai wajah cantik fajrina, fajrina yang tengah kelelahan itu sama sekali tak terganggu dan bahkan ia dengan sengaja membiarkan elang terus membelai wajahnya. fajrina sudah tak memiliki kekuatan sama sekali, karna elang tak memberikan kesempatan sama sekali untuk fajrina berustirahat, entah Berapa kali elang melepaskan rasa rindunya malam itu.
"terimalah bayi itu". senyum elang menghilang ketika tiba-tiba saja fajrina mengatakan Hal yang paling membuatnya merasa bersalah.
"tidak". jawab elang, ia kehilangan selera apalagi fajrina mengatakan Hal itu ketika elang kembali ingin memasuki tubuh fajrina.
"dia putrimu, aku ikhlas membesarkan nya". ujar fajrina, ia membuka matanya kemudian menatap elang yang kini sudah mengubah posisinya. elang menutup matanya dengan kedua Tangan nya. ia masih berpikir, wanita mana yang mau membesarkan anak suaminya dengan wanita lain.
"sudah lah". elang mendegus kesal. tak mau menyerah dengan tenaga yang masih tersisa, fajrina dengan cepat menaiki tubuh elang. mendapatkan pemandangan Indah di depan matanya membuat Amarah elang hilang seketika.
"Jika kau menolak , Jangan Harap kau bisa menyentuhku lagi Tuan elang yang terhormat". fajrina menyeringai, ia Tau kalimat itu merupakan kalimat yang paling di takuti elang.
"Kau tega sekali". ujar elang sambil menutup matanya menikmati permainan fajrina.
"aku akan hentikan sekarang, jika kau masih menolak". elang kembali membuka matanya, ia menatap dalam-dalam mata Indah istrinya.
elang menghela nafasnya berat, kemudian mengangguk
"aku akan menerimanya, tapi aku tidak Janji aku bisa menyayangi nya, apa kau puas ibu dokter yang terhormat". ujar elang sambil memegang pinggul fajrina.
tepat sasaran, ujar fajrina dalam hati. elang tak Kan Mampu menahan hasratnya jika itu mengenai fajrina. Jadi fajrina sangat Tau, Ancaman nya pasti berhasil.
"baiklah Tuan elang, biar aku berikan makanan penutup untuk mu". fajrina lantas mencium mesra elang sambil melanjutkan permainan nya . malam itu malam yang sangat Indah untuk pasangan suami istri itu. elang tersenyum sambil menutup matanya.
"aku mencintaimu dokter cantik ku". ujar elang
__ADS_1
"aku juga ".