
Elang menunggu kedatangan Fajrina di rumah sakit, ia sengaja datang lebih awal. Dari kejauhan ia bisa melihat sang istri turun dari taksi, hari masih sangat pagi maka belum banyak petugas kesehatan yang datang, dan itu merupakan kesempatan elang untuk berbicara dengan Fajrina.
Elang berjalan dengan cepat ke arah Fajrina, kemudian menarik lengan sang istri dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku". Fajrina hendak keluar dari mobil namun elang menahan nya .
"Kau diam lah dulu, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, sekarang kau ikut aku". Elang langsung mengemudikan mobilnya meningal kan rumah sakit.
"Aku harus bekerja elang, turun kan aku disini". Ujar Fajrina
"Bisa kau mendengarkan ku kali ini, aku ingin membuktikan sesuatu". Elang memasuki sebuah kampus ternama di kota itu. Fajrina mengedarkan pandangan nya .
"Mau apa kita kesini?". Fajrina menatap kesal elang.
"Sudah ikut saja". Elang langsung melangkah keluar dari mobil, dan Fajrina mengikutinya .
Dari jauh Fajrina bisa melihat Hendrik tengah mendribble bola basket bersama teman-teman nya.
"Aku pergi saja". Fajrina berbalik dan hendak pergi namun elang kembali menarik tangan nya
"Tunggu dulu, berhentilah bersikap begitu". Elang menaikan nada suaranya.
"Kau berani membentak ku " Fajrina tak mau kalah, mendengar ada yang ribut,Hendrik segera menghentikan permainan nya. Ia melihat elang dan Fajrina tengah cekcok di pinggir lapangan.
"Latihan pagi nya kita sudahi saja, kita bertemu lagi nanti malam". Setalah mengatakan hal itu Hendrik langsung mendekati pasangan yang tengah tersulut emosi itu.
"Ada apa dengan kalian berdua". Hendrik menatap kedua manusia tersebut
"Aku mencoba menjelaskan padanya, namun ia sunggu egois". Fajrina langsung menatap tajam mata suaminya.
"Apa lagi yang harus aku dengarkan, hasil test itu mengungkap kan segalany".
"Kalian berdua tenanglah dulu, ikut aku". Hendrik melangkah menuju kursi yang biasa dia pakai untuk beristirahat
__ADS_1
Dengan hati enggan Fajrina melangkah mengikuti elang dan Hendrik.
"Kau jangan emosi dulu, dan kau juga dokter ku yang cantik, bisakah kau meredam amarah mu terlebih dahulu". Mendengar kata-kata Hendrik , elang langsung menatap tajam sahabatnya
"Hey, jaga bicaramu , dia istriku". Elang sangat marah.
"Ya .. ya.. aku hanya bercanda". Fajrina mendengus kesal menatap kedua pria itu
"Apa yang ingin kalian katakan, aku tak punya banyak waktu". Ujar Fajrina.
"Baik , kita ke intinya saja , menurutku kalian telah di permainkan oleh Joyo dan Lusi, menurut elang Lusi ingin merebutnya dari mu Fajrina, dan Joyo ingin menguasai harta mu elang, tapi yang sebenarnya lebih dari itu". Fajrina menoleh ke arah Hendrik.
"Apa maksudmu ?". Fajrina bertanya, banyak hal yang sepertinya ia tak ketehui.
"Fajrina, Joyo dan Lusi berselingkuh, aku menyaksikan nya sendiri". Kemudian Hendrik menceritakan apa saja yang ia lihat di dalam apartemen lusi. Fajrina dengan seksama mendengarkan Hendrik.
Di tempat lain ,Lusi sedang bermesraan dengan Joyo. Joyo terus saja menciumi leher Lusi.
"Jadi apa yang kau lakukan dengan elang, apa kau bercinta juga dengan nya". Ujar Joyo
"Lalu ?".
"Kau tau kan, meskipun dalam keadaan tidur, barang pusaka pria akan tetap terbangun , aku hanya membangunkan nya dan membuat nya mengeluarkan cairan itu, aku tau fajrina akan melakukan test, ia seorang dokter dan ia tak bodoh". Ujar Lusi sambil terus menggoyangkan pinggulnya.
"Benarkah". Joyo terseyum .
"Tentu saja". Lusi memejamkan matanya ketika ia merasa bahwa ia akan sampai pada puncaknya..
"Lalu setelah ini apa?". Joyo kembali bertanya
"Buat aku hamil sayang, aku sudah beberapa hari tak minum pil kontrasepsi ku , jika aku hamil maka aku akan mengklaim bahwa anak ini adalah anak nya elang". Joyo terseyum.
"Dengan senang hati sayang ku". Kemudian mereka berpelukan. Lusi sangat yakin bahwa idenya kali ini akan membuat Fajrina tersingkir dari hidup elang selamanya.
__ADS_1
Fajrina menutup mulutnya dengan tangan. Ia sangat kaget bahkan tak percaya dengan apa yang di ceritakan Hendrik.
"Aku sudah mengatakan nya pada kalian berdua, kalian harus hati-hati, tapi pria bodoh ini malah jatuh keperangkap jebakan mereka berdua". Hendrik menatap elang malas, dia sangat bodoh.
"Hey, mereka menjebak ku". Elang tetap membela dirinya.
"Tapi kau menikmatinya ". Fajrina kesal sekali pada elang, suaminya sangat bodoh.
"Aku bahkan tak sadarkan diri, kau bisa bertanya pada Reza, ia bahkan harus menyiramkan dengan air agar aku terbangun ". Ucapan elang ada benarnya, namun Fajrina takut jika kelalaian elang akan membawa malapetaka pada mereka berdua.
"baiklah, jika memang kau tak merasa melakukan hal itu dengan Lusi, aku akan memaafkan mu, tapi jika nanti hal itu menjadi bumerang untuk kita bagaiman?". ujar Fajrina.
"maka dari itu tugas kalian hanya satu, kalian harus saling support, jangan biarkan mereka berfikir jika mereka susah menang, kau tau kan jika kalian berdua bertengkar, mereka merasa kesempatan mereka akan menjadi lebih besar untuk memporak porandakan mahligai rumah tangga kalian berdua". dengan sangat bijak Hendrik menasehati pasangan muda itu.
"kau sungguh luar biasa, dari mana kau mendapat kan kata-kata itu?". Hendrik tertawa melihat elang.
"aku tak sepertimu , aku memang belum pernah merasakan bagaimana menjalani kehidupan berumah tangga, tapi apa kau lupa elang, kedua orang tuaku berpisah karna orang ketiga.
Hendrik terlahir dari keluarga kaya, namun karna sang ayah yang tak bisa mengendalikan hasratnya membuat keluarga itu berantakan.
Hendrik memeluk adik dari kekasih gelap ayahnya, Dan sang ibu baru mengetahuinya ketika anak itu berusia 7 tahun. jadi selama 7 tahun ayah nya menyimpan rahasia itu dengan rapi.
rahasia terbongkar setelah dengan sombongnya wanita penggoda itu mendatangi kantor sang ibu lalu memberikan segala bukti yang ia punya, merasa bahwa dirinya telah di khianati maka sang ibu memilih berpisah dengan pria yang telah puluhan tahun bersama nya .
dan wanita itu berhasil , Hendrik memilih ibunya, karna merasa bahwa ayahnya lah yang berkhianat.
"ya, aku ingat". elang menatap mata Hendrik.
"jadi, jangan sampai kalian berpisah karna kalian masuk ke dalam jebakan mereka berdua , meskipun aku sebenarnya sangat berharap kalian berdua berpisah". Hendrik tertawa terbahak.
Fajrina dan elang secara bersamaan menatap kesal Hendrik.
"jangan pernah mengharapkan istriku, apapun yang terjadi aku tak kan melepaskan Fajrina". elang langsung menggenggam jemari Fajrina. dan kini elang bisa bernafas dengan lega, Fajrina tak mencoba melepaskan genggaman nya.
__ADS_1
"mari, kita selesai kan, aku tak mau keluarga kita kecewa, pernikahan kita yang baru berlangsung 2 bulan berakhir begitu saja". fajrina menatap elang.
elang terseyum bahagia, ia berhasil meyakin kan sang istri. tanpa tau setelah ini rumah tangganya akan di hantam badai yang dahsyat.