DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
MALAM PENGANTIN LUSI


__ADS_3

"kau duduk di belakang, aku ingin duduk di depan bersama suamiku". Lusi mendorong Fajrina. Fajrina menatap Lusi, tatapan nya masih saja menakutkan bagi elang.


"Kalau kau tak mau duduk di belakang, silahkan kau naik taksi, kedudukan mu di keluarga ini hanya istri kedua , aku tetaplah nyonya di hati elang. Kau harus sadar akan itu, madu ku". Fajrina balik mendorong Lusi.


Kini Fajrina sudah duduk cantik di samping elang, sedangkan Lusi dengan terpaksa duduk tepat di belakang elang. Elang terseyum melihat istrinya, Fajrina sudah mulai menampakan taring nya.


"Kita pulang Nonya elang". Pria tampan itu meraih jemari Fajrina dan mencium nya. Mata Lusi melotot melihat elang melakukan itu, ia tak mau kalah. Lusi memeluk bahu elang dari belakang kursi pengemudi.


"Sayang malam ini kau tidur dengan ku ya". Lusi berbisik di telinga elang, kemudian ia mengigit telinga pria itu. Elang langsung menarik tubuhnya dari dekapan Lusi, kemudian ia menatap wanita yang baru saja dia nikahi itu.


Dengan mata penuh kemarahan elang memegang daun telinga nya.


"Jangan pernah sekalipun kau berani menggodaku".


"Kau sangat tidak asik, tapi terserah apa katamu, pokok nya malam ini aku harus tidur dengan mu". Elang tak menanggapi perkataan Lusi, Ia kemudian mengendarai mobilnya menuju apartemen mereka.


"Ini kamarmu, masuklah.. semua pakaian mu sudah di bawa ke mari oleh reza". Fajrina membuka pintu, kemudian mempersilahkan Lusi untuk masuk. Lusi menatap kamar itu.


"Mengapa kamar ku sangat sempit". Lusi bertanya pada Fajrina.


"Memang nya kau berharapa kamarmu seperti apa". Fajrina berbalik dan meninggalakan Lusi di kamarnya, ia enggan berlama-lama dengan lusi.


Fajrina memasuki kamarnya, elang tengah mengistirahatkan tubuh nya di atas ranjang. Suaminya terlihat sangat lelah, Fajrina lantas membuka hijabnya dan dan meraih kimononya lalu berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Lampu kamar Fajrina dan elang tiba-tiba mati. Elang menyadari hal itu namun ketika elag ingin bangung tiba - tiba saja ada yang menaiki tubuhnya. Elang terseyum, ia berfikir jika yang menaiki tubuhnya adalah Fajrina. Ia bahkan diam saja ketika wanita itu mulai meraba dadanya dan menciumi lehernya. Namun ada yang mengusik penciuman elang.


Parfum yang ia ciuma bukan parfum milik fajrna, elang langsung menggeser tubuhnya dan mendorong wanita itu. Dengan cepat elang menyalakan lampu, benar saja yang sedang tertidur menggoda di atas ranjang itu adalah Lusi.


"Apa yang kau lakukan". Elang berteriak. Lusi hanya mengenakan lingerie tanpa pakaian dalam, lingerie itu transparant dengan mata telanjang elang bisa melihat tubuh Lusi.


Lusi terseyum nakal sambil membuka lebar-lebar kakinya. Sedangkan Fajrina yang mendengar teriakan elang langsung menyudahi mandinya, ia ikut terkejut melihat Lusi tengah menggoda elang di atas ranjang nya.


"Lusi, apa yang kau lakukan di kamar ku". Fajrina langsung menarik tangan Lusi, elang kini tengah menatap dinding, ia berkacak pingang.


"Lepaskan aku, malam ini adalah malam pengantinku dengan suami mu, kau harusnya mengalah Fajrina, kau tak boleh serakah, malam ini tugas ku adalah memberikan service memuaskan untuk suami yang baru saja menikahi ku".


Fajrina tak perduli dengan ucapan Lusi, ia menarik lengan Lusi hingga wanita itu turun dari ranjang nya.


"Dengar Lusi, sebelum kau melahirkan anak mu, suami ku tak boleh menyentuhmu, sampai sini seharusnya kau paham" Fajrina kembali menarik lengan Lusi hingga ke pintu dan menyuruhnya keluar dari kamar itu.


"Sayang apa kau?". Elang mencubit bahu Fajrina. Dengan cepat Fajrina menarik kimono yang ia kenakan hingga menutupi bahunya.


"Apa?". Fajrina memelototi elang. Namun bukan nya takut elang malah menarik kimono Fajrina. Ia tersenyum menyeringai.


"Apa yang kau lakukan elang". Fajrina berusaha meraih kimono yang baru saja di lemparkan elang.


"Ah, kau sudah siap.. ayo kita lakukan ritual malam pengantin untuk kesekian kalinya". Elang terseyum nakal.

__ADS_1


"Aku lelah elang". Fajrina menggeser tubuh elang yang tengah menghalangi jalannya. namun bukan nya memberikan jalan, elang malah memeluk Fajrina dan mencium bibir indah istriny.


"Let's do this".


Malam itu memang menjadi malam pengantin, tapi antara fajrina dan elang. Bahkan Lusi sampai memukul pintu kamar Fajrina ketika ******* elang mengusik telinganya.


"Kecilkan suara kalian, kalian mengganggu tidurku". Lusi berteriak. Namun kedua orang yang ada di dalam SE akan tak perduli. Mereka masih saja melanjutkan urusan mereka.


Elang terseyum menatap Fajrina yang tengah berada di bawah elang.


"Lupakan dia, nikmati saja malam pengantin kita". Fajrina hampir saja tertawa, jika elang tak membungkam mulut nya dengan ciuman yang sangat brutal itu.


"Apa maksud kalian membawa ku kesini". Lusi menatap elang dan Fajrina. Ia sangat marah, alih-alih melakukan malam pengantin dengan nya , elang malah melakukan malam pengantin dengan Fajrina. Kini Lusi merasa di permain kan oleh Fajrina dan juga elang.


"Kau harus tinggal disni, harus ada orang yang menjagamu Lusi". Fajrina menyeringai menatap wanita yang sedang duduk di depannya itu.


"Licik, kau membuatku tinggal bersama mu untuk menyiksa ku bukan, Fajrina". Lusi berdiri, ia berjalan ke arah Fajrina, kini fajrna sudah siap. Dokter muda itu berdiri, ia tak gentar, sedangkan elang tak melakukan apapun.


"Kau harus tinggal disini, kau harus di awasi dengan ketat Lusi, dan juga aku akan mengajari mu tentang arti tau diri dan tau posisi. Tak semua keinginan bisa dan harus kau dapatkan, contohnya elang.. meski pun kau melakukan kelicikan dengan segala cara kau tetap tak kan bisa mendapatkan suami ku". Elang tersenyum, kemudian ia meraih jemari Fajrina. Ia sangat bangga karna Fajrina sudah mengerti cara mempertahan kan posisinya sebagai seorang istri.


"Kurang ajar". Lusi melayangkan tangan nya guna memukul Fajrina, namun Fajrina memegang tangan Lusi tepat waktu. Kemudian menarik lengan gadis itu, hingga Lusi melangkah maju ke arah fajrna.


"Dengar kan aku Lusi, Fajrina yang kau hadapai kini bukan Fajrina yang dulu, aku bisa melakukan apapun untuk menjaga keutuhan rumah tangga ku, dan jangan pernah kau coba-coba mempermainkan kesabaran ku". Fajrina langsung melepaskan tangan Lusi.

__ADS_1


"Aku juga istrinya, aku berhak atas tubuh dan waktunya". Mendengar ucapan usi fajrina langsung tertawa, namun alih-alih menanggapi Lusi, Fajrina malah menarik tubuh elang dan memeluk nya


"Seandainya kau menyadari kesalahan mu sejak awal, mungkin kau tak kan tersiksa begitu Lusi, kau memang istri suamiku, kau memang maduku, tapi caramu mendapatkan suami ku itu salah, mungkin saat ini suamiku tak bisa membuktikan bahwa anak yang kau kandung bukan lah anaknya, tapi yang harus kau tau Lusi, sebagai istri sah nya aku akan terus membantu suami ku untuk membuktikan anak siapa yang ada di perutmu sekarang".


__ADS_2