DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
KDRT


__ADS_3

Joyo menyusuri jalan,mencari keberadaan Vivian dan Tiara. Ia tak bisa membiarkan wanita itu lolos begitu saja, seandainya Vivian lapor polisi maka tamatlah riwayatnya. Ia membuka lebar matanya, kemudian ia terseyum ketika melihat sosok Vivian tengah duduk di kursi taman bersama Tiara.


Joyo memarkirkan mobilnya, kemudian ia berjalan mendekati Vivian, ia tersenyum.


"Akhirnya aku menemukan mu sayang, ayo kita pulang". Vivian kaget bukan kepalang , ia berdiri dan bersiap untuk pergi. Namun Joyo menarik lengan nya. Mereka menjadi tontonan sekarang.


"Lepaskan aku bajingan, apa mau mu? Apa kau mau membunuhku hah?". Vivian mencoba menarik tangan nya, ia menatap Joyo. Tubuhnya gemetaran.


"Pembangkang". Joyo mengangkat tangan nya , ia berniat memukul Vivian. Namun ia menghentikan nya ketika ia menyadari bahwa saat ini semua mata yang berada di sana sedang menatapnya. Mereka mulai berbisik, bahkan ada beberapa orang yang berkata untuk menghubungi petugas kepolisian agar mereka menangkap Joyo.


"Ternyata yang Fajrina bilang benar, kau bukan pria yang baik, kau mempermainkan kami semua". Vivian mencoba bangkit, ia ingin secepatnya meninggalkan tempat itu.


"Jika kau berani melangkah dari sini, aku akan membunuhmu". Joyo berbisik pada Vivian, ia sebenarnya takut. Namun ia lebih takut lagi jika wanita itu berniat melaporkan nya ke pihak yang berwajib.


"Bunuhlah aku sekarang Joyo". Ujar Vivian , kemudian ia melepaskan cincin pernikahan mereka lalu melemparkan nya ke arah Joyo.


"Aku kembalikan cincin pemberian mu Joyo, mulai sekarang aku tak ada urusan lagi dengan mu".


Joyo mengambil cincin itu kemudian tertawa.


"Aku akan menghancurkan hidup mu vivian, kau dan mereka akan hancur di tangan ku". Kemudian Joyo tertawa dan berjalan meninggalkan tempat itu.


"Naiklah, aku akan mengantarmu ke rumah sakit". Vivian menatap pria yang berdiri di hadapannya, pria itu Cristian, dia dokter bedah yang selalu membantu Fajrina di atas meja oprasi.


"Cristian". Vivian terisak, pria itu berjalan ke arah mobil dan membuka kan pintunya untuk Vivian dan putrinya.


"Masuklah". Cristian berjalan mendekati Vivian, ia memapah tubuh wanita itu. Cristian bisa merasakan getaran yang hebat ketika ia menyentuh lengan Vivian.


"Terimakasih". Ujar Vivian. Ia akhirnya selamat.


"Kita kerumah sakit". Rupanya Cristian memang bermaksud mendatangi rumah Vivian , Vivian sudah hampir 3 hari tak masuk kerja. Ponselnya pun tak bisa di hubungi, makanya ia sangat khawatir. Itulah alasannya mengapa ia berada di tempat itu.

__ADS_1


"Sedang apa kau di sini Cristian?". Vivian bertanya sambil menutup matanya, ia sangat lega karna bisa lepas dari Joyo.


"Aku sengaja mendatangi rumah mu, Karna kau sudah 2 hari tak datang ke rumah sakit, ponsel mu pun tak bisa dihubungi, sebagai teman yang baik aku merasa bahwa aku harus melihat keadaan mu". Cristian tertawa.


Vivian terseyum, rupanya masih ada orang yang khawatir dengan keadaannya.


"Terimakasih". Ujar Vivian, ia kemudian benar-benar menutup matanya.


"Apa kau merasa lebih baik sekarang Vivian". Namun tak ada jawaban dari wanita itu. Dengan perlahan Cristian menepuk lengan Vivian.


"Mamah sakit, dia tidur di lantai selama 2 hari, dan ayah membiarkan nya begitu saja, tadi mamah berlari Karna ayah terus saja meneriakinya". Tiara menangis sambil membelai rambut ibunya dari belakang.


Cristian panik, ia kembali menepuk pipi Vivian, ia pun langsung memegang pergelangan tangan wanita itu,denyutnya melemah. Tanpa pikir panjang Cristian menginjak pedal gas nya, ia harus menolong wanita yang diam-diam ia cintai itu.


Vivian mendapatkan pertolongan pertama, semua dokter jaga berusaha menyelamatkan rekan kerja mereka, bahkan perawat yang setiap hari mejadi bawahan Vivian menangis karna nya.


"Jantung nya melemah dokter ". Ujar perawat itu.


Fajrina melangkah cepat menuju ruangan di mana Vivian berada. Betapa kaget nya dia melihat tubuh temannya itu penuh dengan luka.


Ada beberapa tulang yang patah, serta pembengkakan organ tubuh yang di sebabkan oleh beberapa pukulan.


Kecil kemungkinan untuk menyelamatkan nyawa Vivian, namun para dokter muda itu tak hilang akal, bahkan mereka tak memakai perawat untuk menolong Vivian.


Setelah 2 jam akhirnya mereka bisa menyelamatkan nyawa Vivian. Vivian koma kini akibat pendarahan di kepala akibat benturan. Fajrina menatap wanita cantik yang sudah tak berdaya itu, jemari Vivian ternyata memang patah. Tanpa di sadari Fajrina menangis menyesali perbuatan nya. Seandainya mereka tak datang ke rumah Vivian. Pasti wanita cantik itu masih baik-baik saja saat ini.


"Tenang lah". Elang memeluk tubuh istrinya.


"Semua ini Karna kita, seandainya kita tak datang ke sana, mungkin dia masih baik-baik saja". Fajrina terisak.


"Dokter Fajrina". Fajrina menoleh ketika namanya di panggil, ia kemudian menatap orang itu, Cristian tengah menggendong tubuh Tiara, gadis kecil itu sedang tertidur.

__ADS_1


"Dokter Cristian". Fajrina tersemyum menatap dokter muda itu. Kemudian berjalan ke arahnya.


"Aku akan membawa Tiara ke rumah ku, biar ibu ku yang menjaga nya, namun bisa kah kita melaporkan tindakan kdrt ini ke pihak kepolisian, aku pikir ini sudah sangat keterlaluan". Fajrina kemudian menoleh menatap elang, elang tersenyum


"Aku akan ambil alih kasus ini, aku akan menyewa pengacara terbaik untuk menangkap pria itu kau tenang saja dokter". Ujar elang sambil membelai rambut Tiara


"Terimakasih". Cristian menyalami elang, elang bisa sangat jelas membaca gesture tubuh Cristian. pria itu sangat mencintai Vivian, hanya saja dia tak berani mengungkapkan perasaan nya.


"kami akan pulang, kami baru saja kembali dari luar kota ,istriku terlihat sangat lelah ". kata elang sambil merangkul bahu Fajrina.


"baik, aku juga akan pulang sebentar mengantar Tiara, lalu akan kembali lagi untuk menjaga Vivian ".


elang mengendari mobil nya dengan sangat santai, ia terseyum ketika mengingat Cristian, pria itu sangat tulus, bahkan ia rela menjaga gadis kecil itu.


"apa kau tak melihat cinta di mata Cristian untuk Vivian?". elang menatap Fajrina


"aku sudah tau sejak lama sayang, aku yang paling tau". Fajrina tersenyum


"benarkah?".


"ya, Cristian pernah menyatakan cintanya, namun Vivian menolak, awalnya kami tak tau jika Vivian telah memiliki suami dan anak, maka Cristian mencoba peruntungan nya.". Fajrina mulai bercerita.


"ah, aku mengerti". elang mengangguk kan kepalanya.


"ya, maka dari itu sekaran Cristian hanya bisa menatap Vivian dari kejauhan". elang menghela nafasnya dengan berat.


"ini semua Karna kita bukan ?". setelah melihat keadaan Vivian membuat elang merasa sangat bersalah.


"pria itu harus di beri pelajaran , ia sudah sangat keterlaluan". Fajrina mengepalkan tangan nya, ia sangat marah.


"tenang sayang, sejak saat ini hidupnya tak kan bisa tenang"

__ADS_1


__ADS_2