DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
TALAK


__ADS_3

lusi tertawa mendengar kabar itu, ia sangat bahagia sampai ia tak bisa menahan tawanya . ia berdiri di samping elang, namun semua anggota keluarga sudah tak mau menanggapi lusi. mereka memilih lebih fokus pada kesehatan jiwa Dan tubuh fajrina daripada mengurusi wanita itu.


namun Hal yang tak di harapakan terjadi, agung bisa melihat sosok ustad dzaki berlari sambil menggandeng Fatma ke arah mereka. wajah nya terlihat sangat panik Dan khawatir.


"dimana fajrina, di mana putriku". ustad dzaki bertanya pada agung sambil mengatur nafasnya.


agung menatap semua anggota keluarga, ia bertanya menggunakan tatapan matanya. siapa yang telah memberitahu ustad dzaki. mereka semua menggeleng kecuali lusi, lusi tersenyum pada àung kemudian melambaikan tangan. ia mengaku


dini tak Mau membuat kegaduhan, Maka ia menyimpan amarahnya untuk nanti. ia bahkan akan mengusir wanita itu Dari kediaman mangga.


"fajrina baik-baik saja ustad, tenang lah". agung menenangkan ustad dzaki, sedang kan Cindy yang tengah menangis kini telah berada di pelukan Fatma. cindya terlihat sangat terluka atas apa yang di alami fajrina, sebagai seorang mertua Cindy sangat menyanyangi menantunya itu.


"apa ia kehilangan bayi nya?". ustad dzaki kembali bertanya


"iya, aku sungguh menyesal.. kita telah kehilangan calon cucu kita, spertinya fajrina Mau pun elang tak menyadari jika dia sedang mengandung. fajrina terlihat sangat pucat tadi sebelum ia tak sadarkan diri" . agung mencoba menutupi kesalahan elang, ia tak bermaksud membelai elang, namun ia tak Mau jika Karna masalah ini fajrina meninggalakan kediaman mereka.


agung Dan Cindy sejak lama mengidam idamkan menantu seperti fajrina, jadi ketika mereka mendapatkan nya , Maka mereka tak kan melepaskan nya.


"belum rezeki fajrina Dan elang, kita harus merelakan nya". ustad dzaki terlihat lebih legowo mendengar kabar itu.


namun aneh nya ustad dzaki tak Mau berbicara dengan elang. sebenarnya ustad dzaki sudah Tau apa yang telah elang lakukan pada fajrina. ia selalu mendapatkan pesan Dari lusi , namun ustad dzaki tak mempercayainya , namun kali ini ia percaya dengan apa yang lusi sampaikan.


Karna ulah elang, ustad dzaki kehilangan calon cucunya ia bahkan hampir kehilangan putri satu-satunya juga. ustad dzaki menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskan nya perlahan.


"aku akan membawa fajrina kembali ke rumah ku". akhirnya Hal yang di takut kan terjadi.


"apa maksud ustad". elang yang mendengarkan ucapan sang ayah mertua langsung bangun lalu berjalan mendekatinya


"apa maksud abi? tolong jangan bawa fajrina pergi". elang menatap ayah mertuanya, hatinya sakit mendengar ucapan mertuanya itu.

__ADS_1


"aku akan membawa putriku pulang elang, aku menikah kan putri ku dengan mu berharap dirimu akan membahagiakan nya, namun apa yang kau lakukan .. kau menyakiti nya sampai ia kehilangan anak yang ia kandung.. jadi tak ada alasan untuk ku membiarkan mu tetap bersamanya". ujar ustad dzaki.


"mengapa anda bersikap seperti itu ustad, kami semua menyanyangi fajrina seperti putri kami sendiri". agung terlihat sangat panik.


"tidak, aku tidak memyalahkan sikap kalian, aku hanya menyanyangkan sikap kasar elang pada fajrina ". rupanya agung paham atas apa yang di ucapkan ustad dzaki.


" istri kedua mu mengatakan semuanya padaku, jadi aku rasa kau lebih memilih dirinya daripada putriku elang, Maka mulai saat ini aku akan kembali membawa putriku ".


elang mengepalkan tangan nya kemudian menatap lusi, lusi merasa sangat tak bersalah. ia bahkan tersenyum pada elang, ia menang.


" aku tak kan membiarkan ini abi, aku akan memperbaiki segalanya abi, berikan kesempatan padaku". elang berlutut Dan memohon.


" memang agama kita melarang sebuah perceraian elang, namun aku memilih Hal yang di larang itu, Maka ceraikan lah putriku". elang tak bisa berkata-kata.


" tidak, jangan seperti itu ustad berilah kesempatan pada putra ku". agung mencoba meminta kesempatan untuk elang pada ustad dzaki.


Vivian membuka pintu itu kemudian tersenyum pada ustad dzaki.


" fajrina telah sadarkan diri".elang yang mendengar kabar itu langsung menerobos masuk Dan berjalan mendekati fajrina.


" sayang". ujar elang. fajrina sudah Tau jika ia kehilangan anak nya, Vivian telah mengatakan Hal itu. fajrina sebenarnya telah siuman sejak tadi, namun ia menahan Vivian , ia ingin mendengarkan apa yang di bicarakan oleh orang tuanya.


" pergilah elang". ujar fajrina , matanya berkaca-kaca.


" tidak.. tidak sayang". elang memohon agar fajrina tak mengusirnya.


" lepaskan aku elang, aku akan kembali ke rumah orang tua ku, kau bisa melanjutkan pernikahan mu dengan lusi". fajrina sangat sedih juga kecewa. ia menunggu lama untuk mendapatkan anak Dari elang, namun karna sikap elang ia akhirnya kehilangan anak itu.


" tidak, aku tak kan membiarkan mu pergi Dari hidup ku".

__ADS_1


" kau bahkan sudah tak membutuhkan ku elang.. Maka ceraikan aku elang, talak aku sekarang". elang mundur, ia tak Mau melakukan itu.


" tidak". elang membentak fajrina


" kenapa?. kau terlihat bahagia saat bersama lusi, kau bahkan sudah tak membutuhkan diriku lagi, jadi untuk apa kau mempertahan kan diriku? ". ujar fajrina.


" aku tidak membutuhkan wanita lain, aku hanya membutuhkan mu". mendengar ucapan elang fajrina hanya dapat tersenyum kemudian tertawa.


" terserah padamu elang, aku akan tetap kembali ke rumah orang tua ku". setelah mengatakan itu fajrina memejam kan matanya.


" lepaskan dia elang, aku Dan istriku akan membawanya pulang". ustad dzaki berjalan masuk kemudian mendekati putrinya. tangis fajrina pecah ketika Fatma memeluknya.


" bawa aku pulang umi". ujar fajrina lirih.


" iya sayang". elang kemudian berjalan meninggalkan fajrina, ia merasa dirinya sangat tak berharaga. sampai di depan ia melihat lusi sedang duduk Manis di atas kursi tunggu sambil memainkan ponselnya . dengan cepat elang meraih ponsel itu kemudian melemparkan nya hingga ponsel itu hancur tak berbentuk.


"apa yang kau lakukan ". lusi bangkit lalu berjalan lalu meraih ponsel nya itu.


"apa yang telah kau lakukan".ujar elang.


"kau sangat nyaman ketika bersama ku, meskipun kita tak tidur di atas ranjang yang sama, itu alasan ku melakukan semua ini.. kau sudah tak membutuhkan fajrina elang, aku saja sudah cukup untuk mu". lusi berusaha memperbaiki ponselnya.


"tidak, aku melakukan itu hanya untuk menghukum fajrina , aku tak melakukan nya atas dasar apapun..". elang terlihat sangat marah, namun lusi malah terlihat tak perduli.


"aku sudah membantu mu elang, untuk menyingirkan fajrina, seharusnya kau berterimakasih padaku". lusi tersenyum kemudian menatap elang.


elang mengepalkan tangan nya rahangnya mengeras.


"lusiana putri therick, atas izin Allah aku berikan talak tiga pada dirimu, mulai saat ini kau bukan lah lagi istriku".

__ADS_1


__ADS_2