DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
PERMOHONAN DINI


__ADS_3

Dini berdiri di depan sang ayah. Terisak


"Aku mohon ayah, pinta elang untuk mengembalikan posisi suamiku seperti sedia kala, suamiku merasa terhina karna elang menurunkan posisinya menjadi karyawan biasa". Agung menatap putri sulung nya. Ia tau apa yang di lakukan elang adalah jalan terbaik.


Ia tau apa saja yang di lakukan menantu nya, dan menurutnya keputusan elang sangat tepat. Ia juga sangat tau sebanyak apa kerugian perusahaan elang ketika Joyo menjabat sebagai manager keuangan di sana.


"Ayah tak bisa melakukan apa-apa, perusahaan itu milik adikmu, bukan milik ku, jadi aku tak punya hak meragukan keputusannya".


"Tapi ayah, suamiku sangat kecewa atas apa yang di lakukan elang".


"Kau tau, keputusan adik mu tepat.. apa kau tau apa yang sudah suamimu lakukan?". Agung menatap tajam putrinya


"Suami ku bekerja dengan sangat baik ayah, bahkan ia sering sekali lembur..". Dini masih saja tak tau kelakuan suaminya di luar sana.


"Dini, suami mu tak pernah lembur.. ia selalu pulang tepat waktu". Cindy yang baru saja menyiapkan teh untuk suaminya ikut berkomentar


"Bunda jangan sok tau, memang nya bunda selalu memantau suami ku ?" Dini tak suka mendengar ibunya menjelekkan suaminya.


"Tentu aku tau, apa yang aku tak tau.. bahkan aku tau kemana saja suami mu pergi ". Cindy kecewa , cinta membuat anaknya buta.


"Suami mu telah menggelapkan dana perusahaan hampir 500 juta, itu kabar terakhir yang ku dengar". Dini menatap tak percaya sang ayah


"Aku tau elang yang mengatakan hal itu pada ayah, mengapa ayah percaya begitu saja".


"Kau boleh cek sendiri jika kau mau, sudah kukatakan suami mu sering bermain di belakang mu, aku sudah mengatakan nya kemarin, kau bahkan tak percaya pada ibumu ini".


"Jangan memfitnah nya , aku tak terima".


"Aku mengirimkan data kepadamu, kau bisa melihatnya ". Agung mengirim sebuah file ke gadget dini. Kemudian dini perlahan membuka file itu. Matanya terbuka sempurna


"Ini tidak mungkin ayah ". Dini menatap layar gadgetnya tak percaya


"ini sangat mungkin dini, sudahlah terima saja kenyataan ini, dan lebih baik kau menceraikan nya, dari pada kau menyesal di kemudian hari". Cindy membelai punggung putrinya


"aku sangat mencintainya bunda, aku sangat percaya padanya, suamiku tak kan pernah melakukan hal keji seperti itu." dini menatap mata sang ibu

__ADS_1


"dini, jika apa yang kami katakan benar, apa kau mau menceraikan Joyo".


"tidak selama aku tak melihatnya secara langsung". dini menatap ibunya


"kapan kau akan sadar atas apa yang terjadi dini, sadarlah .. cinta telah membutakan matamu" cindya mengguncang bahu putrinya


"aku akan selalu mempercayai suamiku, meskipun. kalian meragukan nya". dini melepaskan tanga ibunya, kemudian berjalan kekamarnya. ia mengambil mantel dan tasnya .


"kau mau kemana?". agung bertanya ketika melihat putri sulung nya sudah bersiap pergi


"aku akan mencari suamiku, aku Kana butkikan kalau dia tak bersalah".


"Terserah , yang penting aku sudah memberitahumu". Dini menangis kemudian berlari meninggalkan rumahnya


Berkali-kali ia menghubungi suaminya. Namun Joyo sama sekali tak mengangkat panggilan darinya.


"Kau di mana". Teriak dini frustasi . Ia kemudian mengendarai mobilnya menuju apartemen elang


"Ada apa?". Elang menatap sang kakak


"Mengapa kau melakukan itu pada suami ku, kau memfitnah nya, kau membuat laporan palsu untuk menjatuhkan suamiku". Dini mendorong adiknya.


"Ini pasti ulahmu, kau marah karna aku pernah melecehkan mu, makanya kau paksa adik ku untuk menghina suamiku". Lagi-lagi Fajrina yang terkena sasaran amarah kakak iparnya


"Kenapa kau malah menyalahkan aku, bahkan aku tak tau jika elang menurunkan posisi suamimu". Fajrina menatap sang kakak ipar, wanita bodoh.


"Ya tentu saja, adik ku sudah tergila-gila padamu, hingga ia mau saja menuruti apa maumu". Dini berjalan mendekati Fajrina


"Kau mau apa?". Ujar Fajrina


"Memberimu pelajaran". Kemudian dini mengayunkan tas nya, tas itu hampir saja mengenai wajah Fajrina namun elang dengan cepat menarik tas itu kemudian melemparkan nya ke sofa


"Kau sudah gila, lebih baik kau keluar dari apartemen ku, atau aku panggilkan petugas keamanan untuk mengusir mu dari sini".


Dini sangat murka

__ADS_1


"Kau melawan kakakmu demi wanita yang baru kau nikahi, kau pasti terkena guna-guna".


"Terserah apa katamu, sekarang keluar kau dari sini". Dengan marah dini mengambil tas nya dan meninggalkan apartemen elang


Ia tak tau harus bercerita ke siapa. Dan ia berfikir untuk mendatangi apartemen Lusi. Ia ingin bertukar pikiran dengan Lusi, bagaimana caranya agar dia dengan cepat bisa mendepak Fajrina dari sisi adiknya.


Sebelum ke sana, dini memapir terlebih dahulu , ia membeli beberapa cemilan. Ia berencana menginap di rumah Lusi. Mungkin bersama Lusi suasana hatinya lebih tenang


Ia kembali menghubungi Joyo, namun Joyo tak mau menjawabnya.


"Dia sangat merepotkan". Ujar Joyo, ia sedang mekan malam dengan Lusi. Wanita di depan nya sangat cantik dan seksi. Ia tentu saja lebih memilih Lusi dari pada istrinya


"Istrimu sangat naif, ia memintaku membantunya dan tanpa sadar telah memberiku peluang untuk merebut mu dari nya". Dini terseyum penuh kemenangan


"Jadi, jika kau sudah bersama elang, apa kau akan meninggalkan aku". Joyo menatap Lusi.


Dengan genit Lusi mengangkat kakinya dan meletakan nya di antara kaki Joyo. Akibat ulahnya Joyo mendesah sempurna.


"Aku tak kan meninggalkan mu, aku berjanji.. kita akan menikmati harta kekayaan elang bersama, dan tentu saja tanpa istrimu " Lusi mengedipkan matanya. Ia sangat menggoda


"Sayang turunkan kakimu, aku bisa tersedak jika kau terus begitu". Joyo memohon agar jari kaki Lusi berhenti bermain-main di sana.


"Apa kau tak menginginkan aku". Lusi cemberut


"Sayang aku sangat menginginkan mu, tapi apa bisa aku makan dulu, aku sangat lapar". Joyo meremas kaki Lusi.


"Baiklah, aku akan menunggu". Joyo terseyum sambil kembali melanjutkan makan nya


"Apa masakan ku enak". Lusi bertanya.


"Semua yang kau masak untuk ku sangat enak, semuanya enak, jangan kan makanan buatan mu, caramu memuaskan ku juga, kau luar biasa". Ucap Joyo. Setelah selesai makan , Lusi membereskan semuanya. Namun serangan tiba-tiba Joyo membuat Lusi berteriak genit.


"ah, apa sih"


Joyo membaringkan tubuh Lusi di atas meja makan.

__ADS_1


"Mari kita mulai". Ujar Joyo sambil membuka seluruh pakaian Lusi.


"Ah kau luar biasa". Lusi meracau sambil berpegangan pada ujung meja. Kekesalan Joyo hilang sementara waktu. Ia dengan sukses membuat Lusi mendesah terus menerus. Ia sangat bahagia ketika bersama Lusi. Maka ia memutuskan akan bener-benar menyingkir kan dini dari hidupnya


__ADS_2