DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
BAYI BESAR


__ADS_3

Fajrina tengah menyiapkan makan malam ketika elang pulang, suaminya terlihat sangat marah.


"Ada apa?" Fajrina bertanya sambil membuka jas yang di pakai suaminya.


"Aku bertemu dengan kak Joyo dan dini di rumah ayah". Ujar elang sambil membuka dasinya.


"Lalu". Fajrina mengambil dasi itu dari tangan elang


"Kak dini bilang, yang 3 miliarku di pakai untuk berlibur selama seminggu di pulau Sumatra, liburan seperti apa hingga mneghabis kan uang segitu banyak nya". Elang menghempaskan dirinya ke sofa


"Kau benar". Fajrina ikut duduk di samping suaminya


"Anehnya ketika aku mencekik Joyo, kak dini sampai bersimpuh di kakiku memohon ampun, sedangkan kak dini sejak dulu meskipun membuat kesalahan ia tak pernah merasa bersalah, namun kali ini sangat berbeda". Elang mulai bercerita mengenai keanehan sang kakak


"Apa kau yakin".


"Tentu, dulu pernah kak dini menghabiskan uang ayah, ia berlibur ke Eropa tanpa sepengetahuan ayah dan bunda, ia berbelanja segala hal yang ia mau, sampai menghabis kan uang ayah hampir 1 miliar hanya untuk , dan bukan nya meminta maaf, tapi ia malah merasa tak bersalah". Elang mengingat kembali kejadian 5 tahun yang lalu.


Saat itu dini baru kembali dari Paris, ia berlibur bersama teman-teman nya selama 10 hari. laporan keuangan dari rekening agung masuk melalui pesan singkat. Saat itu agung ingin memblokir kartunya, tapi karna dini tengah berada di luar negri agung tak tega melakukan itu.


Ketika dini kembali, ia telah menghabis kan uang hampir 1 juta rupiah


"Aku memberikan mu kartu, untuk kau pakai sesuai kebutuhan mu, bukan malah menghamburkan nya hanya untuk tas-tas dan sepatu ini". Agung melempar semua nya ke kaki dini.


"Apa salahnya ayah, lagipula aku hanya sesekali berbelanja sebanyak ini, mengapa ayah sangat berlebihan begitu". Ujar Dini sambil memunguti barang belanjaan nya.


"Dini, mengapa kau sangat tidak sopan pada ayah mu, ia berhak marah atas kelakukan mu". Cindy mulai menceramahi dini.


"Uang ayah sangat banyak, mengapa ayah sangat pelit padaku, aku wanita ayah, sudah sewajarnya jika aku membeli barang-barang ini, aku tak mau di buat malu karna hanya memakai tas lokal". Dini sangat keterlaluan, dia bahkan tak meminta maaf pada ayah nya.


"Uang ku bukan untuk di hambur-hamburkan seperti itu". Agung mulai marah, namun bukannya takut dini malah menatap sang ayah


"Kau terlalu kikir ayah, ". Kemudian dini membawa semua barang-barang itu dan meninggalkan kedua orang tuanya.


Dini sangat keterlaluan, memang semua adalah kesalahan agung dan Cindy yang sangat memanjakan dini sejak kecil hingga dewasa.


Elang tak habis fikir, kakaknya yang dulu sangat arogan mengapa berubah begitu cepat. Mendengar cerita elang, Fajrina akhirnya paham apa yang telah terjadi


"Ketika aku mau pulang tadi, iankembali mengejarku , memohon agar aku tak memecat suaminya, matanya sangat frustasi, makanya saat aku memeluk kak dini dan menyuruhnya mendatangi kita, di tiba-tiba berbisik padaku dan meminta pertolongan Ku".


"Aku rasa, ia di ancam oleh suaminya". Fajrina berkomentar , wajah nya tanpa ekspresi .

__ADS_1


"Kau benar". Kemudian elang menatap Fajrina.


"Apa?"


"Apa kau masih?". Elang terseyum genit pada Fajrina


"Masih". Ujar Fajrina. Elang menghembuskan nafasnya berat. Ia sangat kecewa


"Kapan?" Tanya elang


"3 hari lagi".


"Ah lama sekali". Elang kemudian memeluk Fajrina dan menempelkan wajahnya ke dada Fajrina


"Kau sangat manja". Fajrina membelai rambut elang. Pria itu sangat wangi meskipun seharian berada di luar rumah


"Aku bahkan rasanya tak ingin berjauhan dengan mu, elang mengangkat wajahnya.


"Baiklah, bayi besar ku,sekarang kau mandi ya, lalu kita makan malam".


"Nanti saja". Elang kembali menyandarkan kepalanya ke Fajrina.


"kau sangat jorok ". Fajrina terseyum melihat betapa manja suaminya


"nanti saja, aku baru kembali ke rumah sakit, tak mungkin jika mengajukan cuti". ujar Fajrina sambil terus membelai rambut elang


"apa kau mencintaiku, sayang". pertanyaan elang yang barusan membuat Fajrina gugup


"ya". dengan cepat Fajrina menjawab pertanyaan elang


"tapi kau belum mengatakan kalau kau mencintaiku ". Fajrina sangat malu, ia tak seperti wanita lain. yang dengan mudah nya menyatakan cinta.


"benarkah".


"ya". untuk mengalihkan pembicaraan yang ini, Fajrina langsung berdiri , elang hampir saja terjatuh dari sofa.


"kau sungguh tega".


"ayo kita makan, tapi kau harus mandi dulu, apa kau sudah melaksanakan sholat isya". akhirnya Fajrina bisa mengalihkan topik pembicaraan.


"belum, aku akan mandi dan sholat terlebih dahulu". elang melangkah meninggalkan Fajrina. akhirnya Fajrina bisa bernafas dengan lega.

__ADS_1


elang membersihkan dirinya kemudian melaksanakan sholat isya nya dengan khusuk . ia merasa beruntung menikahi Fajrina. gadis itu mampu membuat elang kembali ke kodrat nya.


Fajrina sedang melamun sambil menunggu elang, ia memikir kan soal tatapan buas Joyo setiap kali mereka bertemu, Fajrina merasa sangat takut. dan aneh nya , Joyo sangat berani menatap Fajrina dengan tatapan seperti itu.


namun lamunan itu buyar ketika bell pintu berbunyi, Fajrina langsung meraih hijab nya lalu menaikinya sebelum ia membuka pintu.


Fajrina membuka pintu, capung tengah terseyum padanya


"aku ingin bertemu elang dokter , apa dia ada di rumah". capung sangat canggung ketika melihat Fajrina menundukkan pandangan nya


""dia ada di dalam, Masuk lah dulu, aku Kana memanggilnya" . Fajrina mempersilahkan capung masuk.


"apartemen kalian sangat mewah". capung mengedarkan pandangan nya.


"Alhamdulillah, tuhan masih memberikan rejeki melimpah pada kami " . capung terseyum sambil berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.


elang mendengar suara capung di sana, kemudian menyelesaikan doanya dan meninggalkan kamar.


"pengantin baru". capung mulai menggoda elang


"kau Kapan menyusul?" ujar elang


"nanti, jika aku sudah mendapatkan wanita seperti dokter Fajrina". elang menyeringai.


"Fajrina satu-satunya, Kau tak bisa bertemu dengan wanita seperti istriku". merasa bahwa suaminya menggodanya wajah Fajrin langsung memerah karena malu


'wah , aku patah hati". kemudian mereka tertawa bersama.


"ada apa, kau tan mungkin mencari ku hanya ingin menumpang makan malam di sini. elang menatap capung, namun caping makin mengencangkan tawanya. namun ketika Fajrina Mauk ke dalam kamar, capung langsung terdiam.


"ada wanita yang overdosis di club' kita". ujar capung


"lagi? apa penjagaan nya sudah benar? ". elang menatap capung


"100% penjagaan di sana sudah sangat bagus dan sangat itu benar adanya". capung menyeringa


"kau berlebihan sekarang".


"lalu?" . akhirnya elang bercerita mengenai keadaan club elang. sampai di mana Fajrina kembali dari kamar dan bergabung bersama mereka.


Fajrina ikut mendengarkan cerita capung.

__ADS_1


"aku takut ada sindikat penjualan narkoba di club' ku". elang mulai mengambil kesimpulan.


sepertinya elang harus menyelidikinya sendiri, elang tak mau nama baiknya hancur begitu saja hanya karna masalah itu.


__ADS_2