DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
RENCANA LICIK LUSI


__ADS_3

Elang melangkah memasuki unit apartemen nya, ia kesal Karna apartemen nya sangat berantakan.


"Apa?". Lusi menatap elang tak suka, ia merasa kecewa Karna elang tak mengikut sertakan dirinya di acara pernikahan dini. Maka dari itu ia sengaja membuat apartemen elang berantakan, ia tahu bahwa Fajrina akan bekerja keras untuk membersihkan nya, dan Lusi senang melihat hal itu.


"Apa saja yang kau lakukan, mengapa sangat berantakan di sini?". Elang mencoba menahan emosi pada istri keduanya itu.


"Lalu kau berharap apa? Aku akan membersihkan nya.. maaf elang aku istrimu bukan pelayan mu, dan aku bukan Fajrina yang dengan senang hati membersihkan semua ini untuk mu". Ujar Lusi sambil melemparkan kulit jeruk ke kaki elang.


"Mengapa kau selalu mengikut sertakan Fajrina setiap kali kita bertengkar". Elang sangat jengkel melihat kelakuan Lusi.


"Ya, Karna bagimu Fajrina adalah wanita ideal dan sempurna bagimu, kau bahkan secara terang-terangan merasa bangga telah memperistri nya".


"Tentu saja, aku merasa bangga menikahi dia". Elang tak mau lagi berurusan dengan Lusi maka ia segera mengumpulkan sampah yang berserakan di segala tempat.


"Apa hebatnya dia, bahkan dia tak bisa memberikan anak untuk mu". Wanita itu semakin lama semakin kurang ajar , ingin rasanya elang menyumpal mulut wanita itu.


"Jaga bicara mu, aku tak kan tinggal diam jika kau terus saja menghina nya, tak usah bicara soal anak jika yang kau kandung sebenarnya bukan lah anak ku". Ujar elang sambil meletak kan piring-piring kotor yang juga tergeletak di atas meja.


Namun dari apa yang elang lihat, piring di atas meja makan ada dua dengan sisa makanan yang sama. Elang curiga bahwa sepertinya Lusi membiarkan orang lain masuk kedalam apartemen miliknya.


"Anak yang ku kandung adalah anak mu, kau tak bisa membohongi dirimu elang, kau sangat perkasa meskipun dalam keadaan tidur". Lusi mencoba menggoda elang, kemudian ia berjalan mendekati elang yang tengah membereskan peralatan dapur.


Elang tak bergeming ketika Lusi memeluk tubuhnya. Pria Tampan itu tetap diam meskipun lusi mulai membelai dada nya. Merasa mendapatkan izin Dari sang pemilik tubuh , lusi langsung membuka kancing kemeja elang satu persatu.

__ADS_1


"Hentikan". Ujar elang sambil menahan tangan lusi ketika wanita itu ingin melepaskan kemejanya.


"Tak perlu bersikap sombong begitu, kau boleh jual mahal ketika ada fajrina, tapi sekarang istrimu tidak ada". Lusi tersenyum kemudian menarik elang hingga berhadapan langsung dengan nya.


Kini elang bisa dengan jelas melihat bekas kiss marks di leher juga dada lusi , lusi memang terbiasa memakai bra sport jika berada di rumah. Maka elang bisa melihat ada apa di dada indah lusi.


"Apakah semalam terasa sangat menyenangkan ". Elang menarik pinggang lusi hingga tubuh lusi membentur dada bidang elang.


"Apa maksud pertanyaan mu sayang, tentu saja aku Masih merasa kesepian.. kau tak pernah Mau menyentuh ku". Lusi menatap mata elang, pria itu tak bergeming.


"Ini.. bekas siapa lusi". Elang menunjuk bercak kemerahan yang hampir memenuhi dada lusi.


"Ini Karna aku merasa gagal semalam, kau Tau kan.. kuku ku terlalu panjang, maka membuat ini semua menjadi kemerahan". Lusi berdalih , itu biasa dia lakukan . Lusi bahkan merutuki joyo saat ini, ia merasa joyo sangat bodoh hingga meninggalkan bekas kepemilikan nya di hampir sekujur tubuh lusi.


Setelah selesai memasak elang langsung meninggalkan piring berisi nasi goreng di meja makan. Ia ingin mandi terlebih dahulu, Karna ia tak terbiasa makan jika belum membersihkan diri.


Melihat Hal itu membuat lusi berfikiran jahat pada elang, ia berlari ke arah kamarnya kemudian mencari obat oerangsang yang sengaja ia sembunyikan di tasnya.


Lusi menaburkan bubuk obat oerangsang itu ke atas nasi goreng elang, kemudian kembali berlari ke kamarnya, ia menunggu saat yang tepat.


Elang keluar Dari kamar mandi, kemudian berjalan ke meja makan. Pria itu menghabisakan nasi goreng itu , tanpa merasa curiga. Dari balik pintu lusi tersenyum, rencananya berhasil. Malam itu ia pasti bisa mendapatkan elang seutuhnya.


Setelah makan elang merasa tubuhnya memanas, ia bahkan merasa sangat bergairah.

__ADS_1


"Ada apa dengan ku". Ujar elang sambil berjalan ke arah lemari es Dan mencari air dingin yang biasa di letak kan oleh fajrina. Elang lantas menenggak isi botol itu sampai tandas. Namun dahaganya tak kunjung mereda, bahkan adik kecilnya sudah berdiri menantang sejak tadi. Ia mundur kemudian memegang sisi meja dengan erat.


Pintu kamar lusi terbuka, ia bisa dengan jelas melihat lusi tersenyum penuh kemenangan. Tak ingin terjebak dalam rencana lusi, elang dengan susah payah berjalan ke arah kamarnya. Ia tak Mau menatap lusi.


Akibat efek obat yang di berikan lusi, elang jadi tak bisa berkonsentrasi. Pikirannya ingin cepat-cepat masuk ke kamarnya, namun gairah nya berkata lain.


"Kau Mau kemana sayang". Lusi menarik lengan elang kemudian mencium mesra bibir pria yang sudah sejak lama ia dambakan itu. Elang tak bisa menolak lusi, Kali ini elang lah yang terlihat sangat rakus ketika berciuman dengan lusi.


Lusi tersenyum


"Jadilan milik ku malam ini elang". Ujar lusi , ia memejam kan matanya ketika elang mulai meraba tubuhnya. Elang tak bergeming, ia sedang menikmati gairah nya yang sudah tak dapat ia bendung itu.


"Ya, begitu". Lusi meracau ketika elang mempermainkan dadanya, elang benar-benar seperti hewan buas yang sedang kelaparan.


Kini lusi telah siap menerima elang, elang sudah tak mengenakan pakaian kini. Pria Tampan itu menatap tubuh lusi, namun anehnya ketika ingin memasuki lusi tiba-tiba ia teringat dengan fajrina.


"Tidak". Ujar elang, ia mundur perlahan , sedangkan lusi yang tak ingin kehilangan kesempatan itu langsung bangun Dan menarik tangan elang.


"Kemarilah sayang". dengan keadaan tidak berdaya elang berlari secepat mungkin ke arah kamar mandi Dan menguncinya Dari dalam. ia menyalakan shower Dan membiarkan air dingin itu membasahi tubuhnya. ia harus segera menetralkan panas tubuhnya, elang berkali-kali memukul tembok kamar mandi agar kesadaran nya kembali.


Dari luar lusi mencoba membuka pintu kamar mandi, ia bahkan meneriaki elang berkali-kali.


"buka pintu nya sayang, ayo kita lanjutkan acara bercinta kita sayang, kau lihat bukan aku sudah sangat siap". tanpa rasa malu lusi mulai mendesah agar elang kembali terpancing Dan Mau bercinta dengan nya .

__ADS_1


sedangkan di dalam, pria Tampan itu dengan sekuat tenaga menutupi telinga nya. ia tak Mau mengecewa kan ke percayaan yang fajrina berikan .


__ADS_2