DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
WANITA KU


__ADS_3

"lepaskan aku, aku akan memberikan apapun yang kalian ingin kan". Cintya mundur, kini ia tak bisa lari, punggung nya sudah membentur dinding.


Ia menatap ngeri pria-pria itu, kemudian mereka beramai-ramai menangkap Cyntia, dengan cepat membanting tubuh Cyntia hingga jatuh membentur lantai. Ke empat orang tadi memegangi kedua tangan dan kaki gadis itu


Cyntia frustasi, hidup nya akan tamat malam ini, ia menangis ketika pria dengan tubuh besar itu menarik paksa celana yang Cyntia kenakan .


"Hendrikkk". Cyntia berteriak sekencang mungkin ,hingga salah satu pria itu memukul wajah Cintya, Cyntia pasrah, ia mulai kehilangan kesadaran nya ketika ia mendengar pintu gudang di buka paksa, ia bisa melihat wajah pria yang sangat ia cintai itu masuk dari pintu.


"Siapa kau". Ujar salah satu pria itu. Hendrik tak menggubris pertanyaan mereka. Hendrik terpaku melihat keadaan gadis yang sangat ia sayangi itu


Cyntia tergelatak tak berdaya, celananya hampir terbuka , bibirnya berdarah, dan yang membuat Hendrik murka saat ia melihat jemari salah satu pria itu tengah meremas dada Cyntia.


Rahang Hendrik mengeras, buku jarinya mengepal sempurna. Hendrik maju, ia memukuli pria dengan tubuh besar itu tanpa ampun. Pria itulah yang menarik paksa celana Cyntia. Setelah melihat pria itu ambruk tak berdaya. Kini kedua pria yang memegangi kaki Cyntia maju, dan sama seperti tadi kedua pria itu ambruk.


Melihat Hendrik yang mengamuk seperti kesetanan itu membuat pria yang paling muda mundur , ia takut. Tapi bukan dia yang Hendrik incar, namun pria botak jelek yang tangan nya telah sangat berani meremas dada Cyntia.


"Beraninya kau menyentuh gadisku". Ujar Hendrik, ia berjalan mendekati pria botak itu.


"Mengapa kita tidak berbagi saja kawan, kau bisa mencicipinya terlebih dahulu". Pria botak itu sepertinya tidak takut sama sekali, ia terlihat sangat mabuk makanya dengan berani berkata seperti itu


"Dia gadisku, dia wanita ku, kau berani sekali menyentuhnya, rupanya kau sudah bosan hidup ". Dengan cepat Hendrik memukul pria botak itu hingga ia terjungkal ke belakang. Entah mengapa, amarah Hendrik mengalahkan segalanya, ia melihat pisau lipat terjatuh dari kantong pria botak itu.


Dengan cepat Hendrik mengambil pisau itu , lalu kembali menghampiri pria itu, menginjak lengan nya dan membuka paksa jemari yang tadi menyentuh Cyntia. Tanpa ampun Hendrik memotong ke 5 jemari itu. Jeritan pria botak itu menggema di dalam gudang itu.


Hendrik berdiri menyeringai kepada nya.


"Sudah ku katakan, dia wanita ku, jika ada yang berani menyentuhnya maka ini lah hukuman nya". Hendrik kemudian berjalan mendekati Cyntia, memperbaiki letak celana Cyntia kemudian mengangkat tubuh gadis itu.

__ADS_1


dalam perjalan ke mobil , Hendrik menyesali segala sikapnya selama ini, seandainya ia lebih peka, seandainya ia tau bahwa sebenarnya selama ini ia sudah mencintai Cyntia , kejadian hari ini tak kan pernah ada


ia sangat murka setiap kali ada pemuda yang mendekati Cyntia, ia bahkan pernah bertengkar dengan Cyntia ketika ada pemuda yang dengan berani dan lancangnya mengajak gadis itu berkencan.


"aku tak suka dia, dia buka pria baik-baik". Hendrik menatap tajam Cyntia. ia tak menyukai cara berpakaian gadis itu, yang ia rasa sangat seksi.


"kau selalu bilang seperti itu jika ada pria yang mengajak ku berkencan, sebenarnya ada apa dengan mu". Cyntia terlihat marah. kemudian ia berjalan meninggalkan Hendrik.


Hendrik langsung menarik tangan Cyntia


"kau terlihat murahan dengan pakaian seperti itu!". Hendrik membentak gadis itu. di bilang murahan membuat Cyntia naik pitam kemudian menampar pipi Hendrik.


"beraninya kau mengatakan aku murahan". Cyntia berteriak, dan teriakan nya sukses membuat semua orang yang sedang latihan di dalam gedung itu menatap ke arah mereka berdua. Hendrik merasa tak enak, namun itu lah satu-satunya cara Hendrik menghentikan Cyntia.


"ya, kau mengenakan pakaian kurang bahan, kau mau menggoda pria itu hah". Hendrik tak mau kalah, namun ia masih setia menggenggam jemari gadis itu, hatinya seperti tak rela membiarkan gadis itu pergi berkencan dengan pria lain.


"tidak". Hendrik membentak Cyntia.


"apa-apaan ini". pria yang di maksud akan berkencan dengan Cyntia memasuki gedung latihan itu. ia tak suka Hendrik memegang tangan Cyntia.


"ini bukan urusan mu, lebih baik kau pergi sebelum aku patahkan kakimu". Hendrik benar-benar sangat marah, sebenarnya marahnya Hendrik sama sekali tak berdasar. ia hanya sahabat Cyntia, namun mengapa ia tak suka jika Cyntia berkencan dengan pria lain.


"itu tentu saja urusan ku, aku mengajak dia berkencan dan siapa kau , mengapa kau yang menentukan dia boleh berkencan dengan ku atau tidak ".


"rupanya nya kau cari mati ya?". Hendrik menarik lengan Cyntia hingga mau tak mau Cyntia berdiri di belakang Hendrik sekarang.


"lepas kan dia". kini pria itu berhadapan langsung dengan Hendrik.

__ADS_1


"jika aku tak melepaskan nya , kau mau apa". tatapan Hendrik semakin lama semakin menyeramkan , ia melihat kearah pria itu dengan tatapan singa yang siang menerkam mangsanya.


melihat situasi yang semakin tak terkendali akhirnya Cyntia mengalah pada Hendrik


"kita batalkan saja kencan kita, maaf Lucas". ujar cyntia. Lukas mengerti apa maksud Cyntia, ia pun sebenarnya tak mau cari masalah dengan Hendrik. Hendrik terkenal sangat kasar dan juga berani. jadi Lucas bukanlah tandingan nya. Lucas memilih pergi meninggalkan tempat itu.


Hendrik terseyum penuh kemenangan, baginya cyntia adalah gadisnya hanya ia dan elang yang boleh membawa gadis itu pergi. perlahan Hendrik melepaskan genggaman tanga Cyntia, kemudian ia berbalik


namun ia kaget melihat air mata Cyntia sudah membasahi pipinya, namun hendrik sama sekali tak merasa bersalah.


"mengapa kau menangis, apa salahku". Hendrik sangat tidak tau diri, ia merasa tak bersalah ketika membuat kencan gadis itu gagal.


"mau sampai kapan kau bersikap posesif padaku Hendrik, aku hanya sahabatmu, tapi kau tak pernah membiarkan aku berkencan dengan pria lain". Cyntia terisak.


"memang apa salahnya, aku hanya berusaha melindungi mu". ujar Hendrik


"kalau begitu, mengapa tak sekalian kau pacari aku Hendrik, alih-alih selalu mejadikan persahabatan kita menjadi tameng atas segala sikap mu padaku ". Cyntia langsung pergi meninggalkan Hendrik. yang sampai pada saat itu masih tak peka atas perasaan cinta yang sudah sering gadis itu tunjukan.


--


Perlahan Hendrik merebahkan tubuh Cyntia di dalam mobilnya, ia memasangkan sabuk agar Cyntia tak terjatuh. Kemudian membawa Cyntia pergi dari sana.


Hendrik menepikan mobilnya, kemudian memandang wajah gadis itu, ia membersihkan darah di sela bibir gadis itu. Ia merasa sangat bersalah telah membohongi dirinya sendiri, ternyata melihat keadaan Cyntia yang berantakan begitu membuat hatinya sangat sakit, apalagi saat ia melihat ada pria lain yang menyentuh nya, ia merasa sangat tak rela.


"Kau wanitaku, kau gadis ku, tak ada yang boleh menyentuhmu selain aku". Ujar Hendrik kemudian ia mendekati Cyntia kemudian mencium lembut bibir gadis itu. Ciuman pertama yang ia berikan pada Cyntia setelah mereka bersahabat lebih dari 8 tahun itu.


Ternyata rasanya sangat manis, pikir Hendrik , ia ******* bibir indah Cyntia. Tanpa ia sadari air mata Cyntia mengalir di pipinya, Cyntia membuka matanya kemudian membalas ciuman Hendrik.

__ADS_1


Hendrik terseyum. ia jatuh cinta.


__ADS_2