DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
PASANGAN GILA


__ADS_3

"sial". Joyo melemparkan dasinya ke atas ranjang. Dini yang tak tau mengapa suaminya marah, hanya bisa meringkuk takut di pojok kamar. Kemudian Joyo mengalihkan pandangan nya ke dini. Merasa di tatap seperti itu ,dini merasa bahwa dirinya dalam bahaya. Ia terus memeluk lututnya.


Joyo berjalan mendekati dini, berjongkok dihadapan istrinya


"Kau tau apa yang adikmu lakukan , ia memperkerjakan selingkuhan mu. Sebagai asisten pribadinya , apa kau yang meminta elang melakukan itu".


"Aku tidak tau apa maksudmu". Dini tak berani memandang mata Joyo, ia sangat takut.


"Bodoh". Joyo memukul kepala istrinya. Dini tak berani bergerak. Kemudian Joyo berdiri dan berkacak pinggang, ia bingung serta takut.


"Aku sungguh tak tau apapun, kau tau kan ponselku saja ada dengan mu, lalu bagaiaman cara ku menghubungi elang". Dini berusaha meyakinkan suaminya, namun tanpa Joyo ketahui dini terseyum. Akhirnya ia dan Reza berhasil.


"Lalu bagaimana caranya mereka bisa bertemu?".


"Dia sudah mengenal elang sejak dulu , mungkin karna itu maka ia mencari adik ku". Joyo mengerti, lagipula dini tak mungkin menghubungi elang.


"Tidak mungkin, sial, bajingan itu, ". Joyo melepaskan vas bunga ke lantai. Ia merasa sangat pusing, ia bingung tujuannya untuk merebut perusahaan elang akan semakin sulit.


"Apa kau sejak pagi ada di sini?" Joyo kemudian membuka pintu balkon kamarnya, ia sepertinya membutuhkan udara segar sekarang. Namun betapa terkejutnya dia ketika melihat Reza berdiri di sebrang jalan tengah menatap nya


"Ya, aku tak keluar dari kamar, aku menuruti apa maumu". Joyo mundur, ia panik kemudian ia berjalan mendekati dini


"Jadi kau belum makan sedari pagi? ". Joyo merasa kasihan juga pada dini, kalau dia mati lemas bagaimana.


"Belum" sebenarnya dini tidak merasa lapar, dan juga ia merasa malu jika harus bertemu kedua orang tuanya, jadi ia berfikir berada di kamar lebih baik.


"Aku akan mengambilkan mu makan, kau jangan mendekati balkon, apa kau dengar". Kemudian Joyo berjalan meninggalkan kamar mereka. Merasa ada yang aneh, dini perlahan berdiri dan berjalan mendekati balkon , rupanya Reza masih berdiri di sana. Dini terseyum kemudian melambaikan tangan nya . Reza terseyum.


Joyo berjalan menuju meja makan, disana ada Cindy , ibu mertuanya sedang berbincang dengan juru masak mereka.


"Aku mau mengambilkan makan untuk dini bunda". Ujar Joyo .


Cindy merasa bersalah pada Joyo, dulu ia berfikir jika Joyo lah yang mengkhianati dini, namun ketika ia melihat video itu akhirnya ia mengerti bahwa dini lah yang tak setia.


"Ambil lah". Ujar Cindy menatap lembut suami putrinya itu


"Terimakasih bunda". Kemudian Joyo menyendok kan nasi dan beberapa lauk.


"Joyo, maafkan bunda selama ini, karna bunda telah berfikir kau tak setia pada dini, ternyata bunda salah". Merasa jika mertuanya sudah memihak padanya , ia memiliki rencana baru


"Tak masalah bunda, tapi boleh aku meminta pertolongan bunda dan ayah kali ini saja". Joyo meletakkan piring berisi nasi itu kemudian duduk di depan ibu mertuanya.


"Apa itu, bunda akan membantu mu apapun itu". Ujar Cindy


"Bunda, elang mempekerjakan pria selingkuhan dini sebagai asisten pribadinya". Elang menghela nafas panjang, seolah ia sangat tersakiti atas keputusan elang


"Apa?". Cindy tak percaya apa yang telah di katakan menantunya itu.

__ADS_1


"Itu benar bunda ,aku tak tau cara berfikir elang, mengapa ia bisa melakukan hal itu, sedangkan ia tau di sini aku yang paling tersakiti, mengapa ia melakukan itu". Joyo menundukkan pandangan nya, ia terseyum.


"Apa yang elang fikir kan".


"Aku tak tau bunda, jadi aku memohon pertolongan bunda kali ini saja".Joyo menatap mata mertuanya dengan penuh harap.


"Baik, kau bawalah makanan itu dulu, nanti bunda akan bicara dengan elang". Joyo langsung tersenyum kemudian mengambil piring itu


"Terimakasih bunda, aku tau bunda tak kan mengecewakan ku". Setelah itu Joyo berjalan menjauhi cindy. Joyo terseyum, ia berhasil memperovokasi ibu mertuanya .


Merasa ada pergerakan di luar, dini langsung berlari ke tempat ia duduk tadi.


Joyo membuka pintu, ia melihat dini masih duduk termenung di pojok kamar Meraka. Joyo mendekati dini mengangkat tubuh wanita itu kemudian menyuruh dini duduk di sofa kamar.


"Makan lah, kau bisa mati jika tak memakan apapun, aku tak mau kau berakhir tragis, karna aku masih membutuhkan mu". Dini mengambil piring dari tangan Joyo, dan perlahan memasukkan makanan itu ke mulutnya. Dini harus bertahan hidup, ia harus membuktikan pada orang tuanya bahwa ia tak bersalah. Dan juga ia ingin sekali lepas dari Joyo dan bersama dengan Reza.


"Kau mau kemana?" . Dini melihat Joyo memakai jacket dan mengambil kunci mobilnya.


"Bukan urusan mu, kau makan saja, aku akan keluar ". Joyo berjalan cepat dan meninggalkan dini.


Di bawah Joyo tak menemukan siapapun , ia sangat senang, tak kan ada yang bertanya padanya.


Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, kemudian dengan cepat ia memasuki apartemen Lusi.


"Kau datang". Lusi berteriak sambil berlari memeluk Joyo. Tanpa Joyo sadari, ia belum menutup pintu aparteme Lusi, di luar Hendrik yang habis mengantar salah satu anggota se team nya pulang karna cidera, berdiri menonton adegan menjijikan itu.


"Pasangan gila". Ujar Hendrik. Kemudian ia meninggalkan pintu apartemen Lusi.


"Ya, aku rindu ". Tanpa basa basi Joyo membawa Lusi ke kamar, menarik kasar pakaian wanita itu, kini dada Lusi menonjol sempurna. Joyo butuh penyegaran malam ini, melihat hal itu Joyo langsung menenggelamkan wajah nya di sana.


"Kau kenapa?". Lusi bertanya sambil mengangkat wajah Joyo.


"Aku stress , maka puaskan aku". Lusi terseyum dan membuka kakinya.


"Aku siap sayang". Namun bukan nya memasuki Lusi, Joyo malah menduduki dada Lusi.


"Buka mulut mu sayang". Lusi paham maksud Joyo, ia kemudian membuka mulutnya. Satu menit kemudian mata Joyo terpejam sempurna.


"Ya.. kau sangat hebat". Joyo mulai meracau.


--+


Malam itu elang kedatangan tamu tak diduga, cindy berdiri di ambang pintu. Elang terseyum dan memeluk sang ibu


"Ada apa bunda, mengapa bunda kesini?". Elang menggenggam jemari ibunya, dan mempersilahkan ibu nya duduk.


"Bunda," Fajrina berlari dan mencium punggung tangan sang ibu mertua.

__ADS_1


"Mengapa bunda datang jauh-jauh kesini, jika ada yang ingin di bicarakan, kami bisa datang kesana". Ujar Joyo


"Ada yang ingin bunda bicarakan , ini mengenai kakak mu". Cindy menarik nafasnya.


"Ada apa lagi dengan Kaka dini?". Fajrina memandang ibu mertuanya dengan penuh tanya


"Dini baik-baik saja, dan Joyo memperlakukan istrinya dengan baik juga, namun bukan itu masalahnya Fajrina, tapi elang". Cindy mengalihkan pandangan nya ke elang, kini elang paham apa yang akan di katakan sang ibu.


"Apa elang melakukan kesalahan?". Fajrina ikut menatap sang suami


"Elang, mengapa kau memperkerjakan pria selingkuhan kakak mu, bahkan kau menjadikan nya asisten pribadi mu, apa yang kau fikirkan elang". Benar dugaan elah, rupanya Joyo mengadukan prihal ini ke ibunya.


"Apa Joyo yang mengatakan hal itu padamu , bunda?". Elang menyandarkan tubuhnya , kemudian menghela nafas panjang, dan menatap balik Sanga ibu


"Joyo tidak mengadu, ia hanya meminta tong padaku, elang bunda sangat tidak enak pada Joyo setelah apa yang di lakukan kakak mu, ibu masih merasa malu jika ingat video itu, tapi mengapa kau malah sengaja mempekerjakan pria itu, bunda tau kau tak menyui Joyo, tapi di sini kakak mu lah yang bersalah ". Dini menggenggam tangan putranya .


"Bunda, apa bunda percaya pada ku?". Joyo balik menggenggam tangan ibunya


"Bunda percaya padamu ".


"Kalau begitu bunda harus percaya bahwa semua keputusan yang aku berikan adalah yang terbaik untuk kita semu, dan seharusnya bunda percaya pada putri bunda sendiri, kak dini tak kan melakukan hal itu secara sadar".


"Apa maksudmu elang?". Cindy menatap Fajrina, Fajrina sendiri sebenarnya bingung , elang tak menceritakan perihal itu pada dirinya


"Bunda, kau harus percaya pada kak dini, waktu akan membuktikan bahwa ia tak bersalah, jadi bunda percayalah padaku , bunda tak perlu khawatir soal Reza".


"Tapi bagaiaman jika ayah mu tau, ia pasti akan marah besar". Cindy hanya takut jika agung tau, suaminya itu sangat tak suka dengan orang yang berkhianat , maka nya ia sudah tak ingin melihat dini, putrinya telah mencoreng kan noda di wajah nya


"Soal ayah, serahkan padaku ". Cindy terdiam .


"Sudah bunda, bunda tak perlu khawatir, percayalah pada putra dan putrimu.. semua akan kembali seperti semula " . Fajrina mencoba menenangkan sang ibu mertua.


"Baiklah, bunda mempercayakan ini padamu."


Malam harinya ketika Joyo telah tertidur lelap, dengkurannya membangunkan dini. Namun ketika dini membuka matanya, ia melihat sosok Reza sedang berdiri di balkon kamarnya.


Reza menatap dini dengan penuh kerinduan, perlahan dini beranjak , ia tanpa suara membuka pintu yang menghubungkan balkon dengan kamarnya .


"Sedang apa kau disini". Dini berbisi, sambil menarik Reza. Mereka berdiri di pojok balkon, balkon kamar dini sangat luas, di sana terdapat sofa santai serta meja dan beberapa pot bunga.


"Aku merindukan mu". Reza langsung mencium Cindy , Reza mencium dini dengan sangat mesra, mendapatkan perlakuan yang sangat manis dini langsung terbuai


Reza membelai wajah kekasihnya ,kemudian ia berjalan mendekati sofa dan duduk di sana. Ia menarik tubuh dini hingga duduk di pangkuan nya. Mereka kembali berciuman .


"Apa kau berkerja untuk adik ku". Dini langsung bertanya ketika ciuman nya di lepas oleh Reza.


"Ya, aku bekerja untuk adik mu" .

__ADS_1


dini terseyum, akhirnya elang ada di pihak nya


__ADS_2