DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
MENIKAHLAH ELANG


__ADS_3

Agung menatap elang marah kemudian melemparkan testpack itu ke wajah elang. Ia sangat murka, ia tak percaya jika anak kesayangan nya menghamili wanita lain saat ia telah mempunyai seorang istri.


Fajrina terdiam melihat kemarahan ayah mertuanya, pun dini. Dini tak tau bahwa Lusi dan Joyo akan sejauh ini.


"Berani nya kau elang, kau telah melukai harga diri ku sebagai seorang ayah". Agung sangat marah.


Siang tadi setelah memeriksakan kandungan nya bersama elang, rupanya Lusi mendatangi kantor agung.


"Aku hamil anak elang om". Ujar Lusi . Kemudian Lusi memberikan testpack itu kepada agung dan memberikan hasil pemeriksaan nya.


"Jangan main-main dengan ku Lusi". Agung menatap marah pada gadis itu. Ia tak percaya atas apa yang di katakan Lusi barusan.


"Terserah om mau percaya atau tidak, tapi nyatanya anak yang ku kandung adalah anak elang, elang tak mau bertanggung jawab, jadi sebagai ayahnya om harus mempertanggung jawabkan semua, aku tak terima telah di perlakukan seperti ini oleh elang dan Fajrina". Lusi menatap agung. Ia berharap setelah ini agung bisa memaksa elang untuk menikahinya. Ini adalah langkah terakhir Lusi, namun jika ini tak berhasil maka selanjutnya adalah orang tua Fajrina.


"Darimana kau bisa yakin bahwa anak itu adalah anak elang". Agung berdiri dari kursinya.


"Aku bisa membuktikan nya". Lusi menyerahkan sebuah foto dimana elang tengah tertidur sambil memeluk Lusi.


Agung menatap foto itu, rahangnya mengeras.


"Sekarang apa maumu?". Ujar agung


"Elang harus menikahi aku om, aku bisa menerima jika harus menjadi yang kedua, tidak masalah bagi ku, jika kau tak bisa membantuku maka aku akan mendatangi orang tua Fajrina sekarang juga, mereka harus tau kelakuan menantunya". Lusi terseyum, agung terdiam. Rupanya ancaman Lusi kena sasaran.


"Jangan bertindak seenaknya, aku akan membicarakan ini dengan elang, dan kau tutup mulut mu untuk masalah ini, atau aku akan benar-benar menghancurkan hidupmu". Agung balik mengancam Lusi


Agung bukan orang yang gampang untuk di hadapi, Lusi sangat tau itu. Agung memang pendiam , namun sampai saat ini banyak pesaing bisnis yang mundur jika sudah berhadapan dengan nya .


"Baik om, aku memberikan waktu 3 hari untuk om , jika dalam waktu 3 hari tak ada kabar, maka aku akan mendatangi oran tua Fajrina". Lusi kemudian berjalan meninggalkan elang.

__ADS_1


Jika hanya testpack dan hasil pemeriksaan dari dokter mungkin agung tak kan percaya, namun foto itu bukan lah foto rekayasa. Agung sangat menyukai dan mengangguk fajrina, ia tak ingin kehilangan menantunya yang satu itu.


Masalahnya adalah, jika ustad dzaki mengetahui hal ini, apakah dia akan ikhlas jika anak nya di lukai seperti ini.


Agung terdiam, ia kemudian menghubungi elang.


"Percayalah padaku ayah, aku bukan ayah dari bayi yang Lusi kandung". Elang menatap sang ayah ,berharap jika ayah nya percaya padanya.


"Aku mempunyai bukti lain elang, dan dari mana kau bisa yakin bahwa anak itu bukan anakmu? Nama baik keluarga kita dan keluarga ustad dzaki di pertaruhkan di sini". Agung memukul meja, ia sangat kecewa dan juga takut.


"Aku akan menikahinya setelah aku melakukan test DNA setelah anak itu lahir". Elang berkata dengan lantang.


"Tapi Lusi mengancam akan mengadukan kelakuan mu pada ustad dzaki , lalu apa yang harus kita lakukan". Mendengar nama sang ayah di sebut-sebut membuat fajrina resah.


"Kurang ajar". Elang memaki, rasanya ia ingin sekali membunuh Lusi.


"Dia memberiku waktu 3 hari untuk meyakinkan mu agar menikahinya". Kemudian elang berjalan mendekati Fajrina.


"Fajrina, apa kau mengerti maksud ayah, ayah sangat tak ingin kehilangan mu, ayah takut keluarga besar mu tau, ayah pasti akan kehilangan mu ". Agung menatap menantunya.


"Lalu aku harus apa ayah". Fajrina sungguh tak tau bagaimana caranya agar ia bisa menolong keluarga nya


"Elang harus menikahi Lusi, kita buat pernikahan yang tak di ketahui siapapun, bagaimana?". Agung mencoba meyakin kan Fajrina..


"Jangan meminta hal yang tak mungkin pada istri ku ayah". Elang sangat marah atas ide sang ayah


"Dengan begitu nama baik keluarga akan selamat elang, bukan hanya itu, jika ustad dzaki tau apa kau bisa yakin ia akan tetap membiarkan nya hidup dengan pria sepertimu dan apa kau mau Fajrina meninggalkan mu?". Ternyata Lusi sangat licik, ia akan melakukan apapun agar elang menikahinya.


"Tapi aku di jebak ayah". Elang mencoba meyakin kan sang ayah

__ADS_1


"Mana buktinya jika kau di jebak, meskipun kau di jebak, tapi dia memiliki banyak bukti elang, aku takut ustad dzaki murka atas dirimu elang". Agung frustasi. Fajrina yang sejak tadi terdiam akhirnya angkat bicara


"Menikahlah dengan nya elang". Elang langsung menatap istrinya , ia tak percaya jika Fajrina bisa berkata seperti itu.


"Tidak sayang, bagaiaman kau bisa mengatakan hal itu". Elang langsung mendekati Fajrina dan memebang bahu istrinya


"Abi akan sangat marah, ia pasti akan meminta agar kita berpisah, pikirkan itu elang, tak masalah jika aku harus mengalah, aku tak sanggup kehilangan mu elang". Fajrina memeluk elang, elang mulai frustasi. Ia bingung.


Ia tak mau menyakiti hati Fajrina dengan menikahi Lusi, namun ia juga tak mau kehilangan Fajrina. Kemudian ia menarik nafasnya dalam-dalam


"Baiklah ayah". Fajrina menangis, ia harus rela dan ikhlas saat suaminya bersedia menikahi Lusi.


"Jangan sentuh dia selama anak itu belum lahir, hukum agama melarang pasangan suami istri melakukan hubungan jika saat menikah istrinya sudah hamil terlebih dahulu, setelah anak itu lahir kalian bisa menikah kembali agar kau bisa menyentuhnya elang". Mendengar kata-kata Fajrina yang barusan elang langsung marah.


"Siapa yang mau menyentuhnya, aku tak Sudi menyentuhnya, jika anak itu lahir maka aku akan menceraikan nya, aku tak peduli ". Elang langsung berjalan meninggalkan Fajrina dan sang ayah.


"Elang kau mau kemana?". Dini berlari mengejar adiknya


"Ke tempat Lusi". Ujar elang


"Biarkan aku ikut". Dini menatap elang. Ia sangat kasihan pada adiknya.


"Tak perlu kak, kau tetaplah disini, kau harus menenangkan Fajrina.


Kemudian elang meminta Reza mengantarnya ke apartemen Lusi. Di apartemen nya Lusi sedang memasak makan malam untuk nya dan Joyo. Joyo masih tertidur pulas, mereka baru saja selesai bercinta, jadi wajar jika Joyo masih tertidur.


Lusi terseyum melihat ke arah perutnya, akhirnya ia bisa mendapatkan elang dan memberikan perusahaan elang pada Joyo.


Ketika ia sedang konsentrasi memasak, tiba-tiba belnya berbunyi. Ia lantas berjalan untuk membuka pintu. Ia kaget melihat elang berdiri di sana.

__ADS_1


"Aku mau bicara".


__ADS_2