DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
PRIA POLOS


__ADS_3

Hendrik menatap cyntia, gadis itu sangat berantakan. Ia mulai membersihkan wajah gadis itu, cyntia hanya bisa diam. Ia masih sangat marah soal ciuman Hendrik dengan Lusi.


Hendrik sendiri pun bingung, harus memulainya dari mana. Ia takut jika sampai salah bicara, sedangkan gadis itu baru saja mengalami hal yang sangat membuat dirinya trauma.


"Mengapa kau datang menyelamatkan ku". Cyntia akhirnya angkat bicara.


"Karna aku mencemaskan mu". Jawab Hendrik, ia berkata dengan jujur.


"Bukan kah kau sedang bersenang-senang dengan wanita itu?". Hendrik terdiam, ia bingung bagaimana cara menjelaskan semua ini pada cyntia.


"Cyn, dengarkan aku, aku akan menjelaskan segalanya padamu ". Namun Cyntia malah berdiri, ia hendak meninggalkan apartemen Hendrik. Hendrik langsung memegang tangan gadis itu.


"Tak perlu di jelaskan, aku sudah melihatnya dengan mata kepala ku sendiri, kau sangat menikmati cumbuan nya".


"Aku tak menikmati apapun cyn, aku hanya mengikuti alur permainan saja, aku melakukan itu untuk menolong kak dini". Hendrik mulai menjelaskan duduk perkaranya . Namun gadis itu terlihat tak mempercayai Hendrik.


"Hanya permainan ya,tapi kau terlihat sangat menikmati ciuman wanita itu, bahkan kau tanpa malu membelai tubuhnya di depan semua orang , bahkan kau sampai berjam-jam berada dalam apartemen wanita itu". Cyntia menatap Hendrik, mencari kebohongan di mata itu.


"Aku melakukan nya demi elang, aku harap kau mempercayai aku, aku berlama-lama di dalam apartemen Lusi, untuk mencari kartu memory atau kamera yang di gunakan Joyo untuk merekam adegan vulgar kak dini dengan pria lain". Hendrik terus membujuk gadis itu agar mau duduk kembali.


"Jika memang elang meminta pertolongan mu, mengapa ia tak mengatakan nya juga padaku". Cyntia melengos, rasanya masih sangat sakit melihat pria yang ia cintai bercumbu dengan wanita lain.


"Kami belum memberitahu mu ,karna beberapa hari ini kau sedang keluar kota kan, dan mengapa kau tak mengabari aku jika kau sudah kembali". Kata Hendrik, ia masih berusaha agar gadis itu tak meninggalkan apartemen nya.


"Aku sengaja, aku ingin memberi kejutan padamu,tapi malah pemandangan itu yang kudapatkan, seandainya kau tak melakukan itu, maka kejadian di pantai itu tak kan pernah terjadi". Cyntia mulai terisak, Hendrik tak sanggup melihat nya menangis, pemuda itu langsung memeluk erat tubuh cyntia, ia masih gemetaran.


Sebenarnya Hendrik sangat bersyukur ada kesalahpahaman antara dirinya dan gadis itu, jika salah paham itu tak terjadi, mungkin Hendrik sampai saat ini tak menyadari bahwa ia juga sangat mencintai Cyntia. Namun soal pemerkosaan yang hampir saja terjadi ,Hendrik sangat menyesal soal itu.


"Maaf atas kesalah pahaman yang ku buat, namun karna hal ini lah akhirnya aku menyadari bahwa aku sangat mencintai mu cyn". Bukan nya bahagia, gadis itu malah mendorong tubuh Hendrik.


"Aku hampir di perkosa karna kau, seharusnya kau tak perlu menolong ku". Cyntia berteriak.


"Tidak, mengapa kau berkata seperti itu, aku akan mati jika kau sampai di sentuh oleh pria lain, bahkan aku akan membunuh semua pria itu jika sampai mereka menyentuh mu" Hendrik kembali memeluk gadis itu.


"Kau hanya kasihan padaku kan, kau hanya merasa bersalah kan, kau tak benar-benar mencintai aku Hendrik".


"Aku sangat mencintaimu cyn, percayalah ". Hendrik mencoba mempertahan kan gadis itu dalam pelukan nya


"Tidak, kau tak benar-benar mencintai ku". Dengan sisa tenaga yang di milikinya, cyntia dapat mendorong Hendrik, lalu ia berjalan mendekati pintu, ia hampir membuka pintu itu ketika dengan cepat Hendrik menutupnya.

__ADS_1


"Apa aku harus membuktikan nya padamu cyn, bahwa hanya diriku lah yang boleh menyentuhmu". Hendrik terlihat sangat menyeramkan, cyntia mundur. Tatapan mata Hendrik mirip sekali dengan pria berkepala plontos yang hampir saja memperkosanya .


"Kau mau apa Hendrik". Cyntia merasa takut melihat Hendrik


"Aku akan membuatmu menjadi milik ku cyn, bagaimanapun caranya". Hendrik maju, ia berjalan mendekati cyntia.


"Jangan macam-macam Hendrik". Cyntia meraih vas bunga dari meja.


"Kau mau memukul ku, maka pukul lah aku, tapi saat ini juga aku akan menjadikan mu milik ku". Sebenarnya hendrik hanya menakuti gadis itu, agar gadis itu mau menuruti kata-katanya agar ia tak meninggalkan Hendrik


"Baik, sekarang kau mau apa". Seharusnya Hendrik tau, cyntia satu-satunya gadis yang tau segala hal tentang dirinya, Hendrik tak kan berani menyentuh nya apalagi secara paksa.


"Maksudmu?". Hendrik berhenti, ia sungguh tak mengerti jalan pikiran gadis itu.


"Kau mau menjadikan aku milik mu". Cyntia terseyum, kemudian ia membuka baju yang ia kenakan. Hendrik menatap cyntia tak percaya, apalagi saat cyntia melemparkan bajunya ke sembarang tempat .


Ia hanya menyisakan bra nya sekarang, Hendrik langsung mengambil kembali baju itu, dan berjalan cepat menuju cyntia.


"Pakai,". Hendrik berteriak sambil membuang pandangan nya ke tempat lain.


"Kenapa? Katanya kau mau menjadikan aku milik mu ". Hendrik meraih bajunya dan kembali membuang nya.


"Lihat aku Hendrik". Cyntia meraih wajah Hendrik , agar Hendrik mau menatap nya . Namun Hendrik masih memalingkan wajahnya.


"Tidak mau, aku mohon pakai bajumu". Hendrik gemetaran, dan itu hampir saja membuat gadis itu tertawa.


"Lihat aku Hendrik". Cyntia meraba pundaknya, ia hampir saja melepaskan pengait bra nya ketika hendrik tiba-tiba saja menahan tangan cyntia.


"Jangan aku mohon ". Hendrik menutup matanya , sedangkan tangan nya masih memegang cyntia. Gadis itu terseyum, sangat menyenangkan bisa menggoda pemuda itu.


"Buka matamu".


"Tidak, pakai baju mu, baru aku akan membuka matamu".


"Baiklah". Hendrik kemudian melepaskan tangan cyntia, namun gadis itu tak memakai bajunya, ia malah menarik wajah Hendrik dan mencium pria itu. Mata Hendrik terbuka sempurna, ciuman gadis itu begitu tiba-tiba. Ia kemudian memeluk tubuh cyntia, namun ketika jemarinya menyentuh langsung kulit punggung cyntia, ia langsung melepaskan ciumannya .


"Cyn, aku mohon". Hendrik mundur ia kembali melengos, ia tak mau melihat tubuh gadis itu.


"Pria yang sangat unik, pria yang sangat polos". Cyntia berjalan meraih bajunya.

__ADS_1


"Apa kau sudah memakainya?". Hendrik bertanya.


"Sudah, sok keren, apanya yang akan menjadikan mu milik ku, apa? Melihatku tidak pakai baju saja kau sudah gemetaran". Hendrik tak bisa berkata apa-apa.


"Ya, aku kan hanya mengancam mu".


"Kau mengancam siapa Hendrik, aku menemanimu sudah lebih dari 8 tahun, Tantu saja aku tau prinsip mu, kau tak kan melakukan hubungan **** sebelum ada pernikahan ,siapapun gadisnya". Cyntia berjalan mendekati Hendrik kemudian mendorong tubuh pemuda itu ke kursi.


"Kau mau apa cyn,". Hendrik gemetaran.


"Memberimu pelajaran ". Cyntia naik ke atas pangkuan Hendrik dan langsung mencium pemuda itu


Dada Hendrik berdegup kencang, ia bingung harus bahagia atau takut, ia merasakan hal yang sama waktu ia berhadapan dengan Lusi, namun bedanya ia ingin sekali menyudahi ciuman nya dengan Lusi tapi tidak dengan cyntia.


Hendrik mengangkat tangan nya, ia memegang pinggang cyntia, kemudian mempersilahkan lidah gadis itu memasuki rongga mulut nya.


"Jadi, mulai sekarang kau resmi menjadi kekasih ku kan cyn". Cyntia tertawa, peria itu sangat lucu. Dia sok sok an menyatakan cinta pada fajrina, namun ia malah terlihat bucin pada cyntia.


"Ya". Cyntia kembali mencium Hendrik.


"Kau sangat mahir cyn, dari mana kau mempelajari cara berciuman yang seperti itu". Hendrik merasa curiga, jangan-jangan gadis itu memiliki banyak pacar sebelum ini dan cyntia tidak memberitahu Hendrik dan elang.


"Apa maksudmu". Cyntia bangun dari pangkuan Hendrik


"Kau, kau sangat hebat tadi, kau belajar dari mana". Hendrik menarik tangan cyntia, ia cemburu.


"Ah, aku ngantuk" gadis itu mencoba mengalihkan pembicaraan .


"Aku sedang bertanya". Hendrik menarik lengan cyntia, di saat yang bersamaan cyntia malah menarik lengan Hendrik sehingga membuat mereka jatuh bersamaan di atas kasur.


"Tidurlah, kau terlihat lelah". Cyntia mengunci pergerakan Hendrik, ia memeluk Hendrik , Hendrik hanya bisa menahan nafasnya ketika wajah nya tepat berada di leher gadis itu.


"Iya, tapi awas , aku tak nyaman". Hendrik berusaha mendorong gadis itu, namun apa daya, ia tak mungkin menyentuh dada cyntia.


Cyntia tak menjawab, gadis itu benar-benar tertidur, Hendrik pasrah kemudian ia menutup matanya, namu. Ia membukanya kembali, dengan takut ia mencium leher gadis itu dan kembali memejamkan matanya.


"Aku mencintaimu cyn".


"Aku juga". Jawab cyntia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2