
"kau sedang melihat apa". elang mendorong tubuh Joyo hingga ia membentur mobil.
"memang nya apa yang kulihat". Joyo menyeringai, kali ini Joyo semakin berani untuk melawan elang, ia sudah mulai muak setiap kali ia ingat bahwa ia selalu saja takut dan menundukan kepalanya ketika berhadapan dengan elang
"kau menatap istriku, tundukan pandangan mu, atau aku akan benar-benar mencongkel matamu". elang berjalan mendekati Joyo, kemudian mencengkram leher pria itu.
"lepaskan dia elang, jangan berurusan dengan pria seperti dia". elang menoleh, ia menatap kakaknya. bibir dini bengkak dan membiru. elang sepertinya tau apa yang telah terjadi. elang kembali menatap Joy kemudian dengan sekali pukul pria itu tergeletak di atas tanah.
"beraninya kau memukuli kakak ku". elang murka , Fajrina sangat takut. kali ini elang seperti kehilangan kendali ia secara membabi buta menghajar Joyo. pria itu tak berdaya setelah pukulan demi pukulan di layangkan oleh elang.
"hentikan". fajrina menepuk pundak elang ketika elang mencekik leher Joyo dengan sekuat tenaga.
perlahan elang melonggarkan cekikan nya dan kemudian berdiri. Joyo terbatuk sambil memegangi lehernya, ia hampir saja mati di tangan elang.
"apa kau sudah gila". Joyo berteriak. namun sebelum elang kembali kehilangan kesadaran nya dan benar-benar membunuh Joyo, Fajrina dengan cepat menarik tubuh elang dan berusaha meresahkan amarah pria itu.
"hentikan sayang, jangan sampai kau terprovokasi oleh dia, kau harus ingat tujuan kita, lebih baik kita bergerak cepat dari pada tidak sama sekali". Fajrina menarik lengan suaminya agar mau mengikutinya masuk ke dalam mobil.
dini berjalan mengikuti elang, namun Joyo berhasil meraih lengan dini dan menariknya.
"mau kemana kau". Joyo terlihat marah, ia marah karna dini tak mencegah elang seperti biasanya. dini lalu menatap mata pria itu dan berdesis.
"aku akan pergi kemana pun aku mau, suka atau tidak, dan bersiaplah Joyo, aku akan menggugat mu, kita akan segera bercerai". dini menarik lengan nya dengan kasar, namun Joyo tak membiarkan dini pergi begitu saja.
__ADS_1
"lancang kau pelacur kurang ajar". mendengar teriakan dari Joyo, membuat Reza berlari sekencang mungkin kemudian menendang perut pria itu.
"jaga bicaramu bajingan, kau akan berhadapan dengan ku jika kau menyakiti istrimu". Reza langsung menarik jemari dini dan akhirnya mereka meninggalkan rumah keluarga Manggala.
tak ada satupun yang memulai pembicaraan , keadaan hening seketika. sampai akhirnya elang mengerti apa tujuan Joyo sebenarnya.
"dia menginginkan mu, makanya ia mencoba untuk menghancurkan hubungan kita dengan mengumpankan Lusi, aku baru tau dan baru menyadari nya sekarang setelah aku melihat tatapan nya padamu ". akhirnya elang angkat bicara.
"kau benar ". Reza menanggapi. dini menatap Reza, dan akhirnya ia juga menyadari itu. menyadari bahwa selama ini Joyo yang seringkali ikut dengan orang tuanya untuk menghadiri kajian-kajian dari ustad dzaki. sedangkan yang ia tau Joyo bukan pria seperti itu.
dini kemudian tertawa, ia menertawakan kebodohan nya Selama ini.
"dia sudah lama jatuh cinta pada istrimu elang, sudah sangat lama sebelum kau menikahi Fajrina, ternyata tujuan nya bukan hanya hartamu elang, namun juga Fajrina". dini ikut mengomentari teori yang di buat elang
"jadi semua ini Karna diriku". Fajrina berkata lirih. pukulan dan siksaan yang di terima dini, kehamilan Lusi dan yang lain nya. semua di sebabkan oleh Fajrina, Fajrina semakin merasa bersalah. apalagi mengingat Lusi, Lusi yang mejadi umpan Joyo.
"tak usah di pikirkan sayang, kau tenang lah". elang mencoba menenangkan istrinya. Fajrina tak habis pikir, mengapa ada pria ber otak kerdil seperti Joyo. ia bahkan tak menyangka bahwa Joyo sampai tega memperdaya dini dan Lusi untuk mendapatkan semua keinginan nya.
mobil mereka memasuki pekarangan rumah mungil dan asri itu. dini bingung mengapa mereka mendatangi rumah itu, dan siapa tuan rumah nya. Fajrina berjalan di ikuti elang, ia mengetuk pintu rumah itu , tak lama kemudian Vivian muncul dengan senyum termanisnya.
Reza menggenggam jemari dini dan ikut masuk ketika sang empunya rumah mempersilahkan mereka semua masuk. dini mengedarkan pandangan nya, rumah itu sangat sederhana namun ornamen di dalamnya sangat mewah.
"anggaplah rumah sendiri, maaf jika rumah ku tak senyaman rumah kalian". Vivian terseyum sambil meletak kan nampan berisi teh hangat untuk mereka semua. namun belum selesai kebingungan dini, ia bertambah bingung ketika melihat gadis kecil berjalan ke arah mereka. wajah gadis itu sangat mirip dengan suaminya
__ADS_1
"apa ini anakmu". dini bertanya sambil menatap Tiara.
"iya, ini Tiara putriku". dini langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Fajrina. Fajrina tersemyum pada dini, dalam senyuman nya tersirat arti yang bisa di tangkap oleh dini. hati dini mencelos , matanya berkaca-kaca.
"ada hal yang harus kami bicarakan dengan mu Vivian ". Fajrina menarik Vivian agar mau duduk di samping nya.
"hatiku jadi berdebar, apa ada masalah besar Fajrina?". Vivian bingung saat melihat semua orang yang ada di sana menatapnya.
"ngomong-ngomong, dimana suamimu". dini langsung mempertanyakan keberadaan Joyo pada Vivian. Vivian yang tadinya bingung malah semakin bingung mendengar pertanyaan dini.
"dia sedang bekerja, ia jarang pulang karna bekerja di luar kota, memang nya ada masalah apa dengan suamiku?". Vivian terlihat sangat gusar. ia menatap Fajrina dan dini secara bergantian.
"kapan kalian menikah". dini kembali meraih jemari Reza, telapak tangan nya berkeringat, detak jantung nya semakin cepat.
"kami menikah sudah 6 tahun, pernikahan kami seusia dengan putriku". Vivian berbicara dengan jujur. ia terus saja bertanya dalam hatinya, masalah apakah yang di buat Joyo hingga sekarang mereka ber empat datang untuk mengintrograsi nya.
"jadi kalian sudah lama menikah, dan dimana kalian pertama kali berkenalan". Vivian semakin merasa takut, kemudian ia berpaling ke fajrinà.
"kami kenal sejak kami bersekolah di sekolah yang sama , dia kakak kelas ku di sekolah menengah atas". Vivian menatap dini, wanita cantik dan elegan di depannya itu.
"apa sejak itu kalian masih terus berhubungan, maksud ku apa ku tak tau apa yang suamimu lakukan". suara dini mulai bergetar, ia merasa sangat bodoh, ia di tipu habis-habisan oleh Joyo. jadi uang yang dia bilang di kirim untuk keluarganya di kampung ternyata untuk istri dan anaknya. 6 tahun Joyo membodohinya, namun dini sampai saat ini pun tak menyadari hal itu.
"sebenarnya ada apa ini, dan kau.. mengapa kau banyak bertanya mengenai suami ku". Vivian sudah tak dapat menahan rasa penasaran nya, apalagi sejak awal dini selalu saja menanyai prihal suaminya.
__ADS_1
"perkenalkan, aku dini.. aku istri dari suami mu".