DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
AKU BERJANJI


__ADS_3

Fajrina tertegun di depan cermin, ia menatap wajah elang melalu pantulan cermin di hadapan nya. Kemudian Fajrina menoleh, elang tengah memejamkan matanya. Fajrina berjalan mendekati ranjang, dan perlahan menaiki nya.


Elang membuka matanya ketika merasakan sentuhan Fajrina di tubuhnya. Fajrina memeluk elang dengan sangat erat, dan itu sukses membuat elang bahagia.


"Maaf kan aku karna aku telah mencurigai dan tak mempercayaimu, maaf kan aku ya". Fajrina mengangkat kepalanya kemudian tersenyum.


"Kamu tak perlu minta maaf sayang, aku lah yang salah, aku sangat ceroboh, tak seperti bisanya". Ulang mengusap lengan Fajrina lembut.


"Sayang, apapun yang terjadi nanti aku tak kan meninggalkan mu, aku berjanji. Kau tak melakukan Kesalahan apapun".


"Namun jika nanti ada masalah lebih besar dari ini apa kau akan tetap bersama dengan ku".


"Aku tak kan meninggalkan mu, aku berjanji, namun aku hanya meminta satu hal padamu, tolong.. jangan melakukan hal yang sama, lain kali lebih berhati-hatilah". Fajrina menatap mata elang kemudian mencium bibir elang. Elang merasa kaget atas apa yang di lakukan fajrina, elang sempat berfikir jika Fajrina tak kan mau lagi menyentuh dirinya. Namun ia salah.


Fajrina memejamkan matanya ketika elang mencoba memasuki rongga mulutnya. Mereka berpelukan sangat erat, Fajrina menyadarinya sekarang, bahwa ia sangat membutuhkan elang, demi apapun ia tak akan rela jika elang di rebut oleh wanita lain.


Elang menggeser tubuhnya, hingga posisinya berada di atas Fajrina sekarang.


"Dengar sayang, aku tak kan pernah menyentuh wanita lain, aku berjanji demi hidup ku". Elang kembali mencium Fajrina. Ciuman itu semakin lama semakin dalam dan semakin panas.


Elang mulai membuka kancing kemeja Fajrina, kemudian meraba istrinya. Fajrina membuka matanya, ia menatap intens wajah sang suami.


"Aku merindukan mu sayang". Elang mencium leher Fajrina, ia tak melewatkan bagian yang itu. Kemudian elang membuka pakaian nya, dada bidang itu membuat fajrina malu , meskipun ia sudah sering melihatnya .


Dan akhirnya kamar yang tadinya dingin menjadi lebih panas , mereka saling berpacu mencari kepuasan. ******* demi ******* keluar dari bibir Fajrina. Fajrina menatap langit-langit kamar itu, sedangkan elang masih saja menikmati leher Fajrina.


Malam itu pasangan suami istri itu menuntaskan hasrat mereka, elang bersyukur sekali bahwa istrinya masih mau menerima dirinya. Ia sangat takut sekali jika Fajrina akan meninggalkannya.


"Kira-kira, akan ada drama apalagi ya?". Ujar elang.


"Aku tak tau, namun ada atau tidaknya kelanjutan kejadian kemarin kita harus siap menghadapinya". Fajrina kemudian terdiam, satu-satunya hal yang akan Lusi lakukan adalah mengakui bahwa dia hamil anak elang, karna jika dilihat dari cara mereka hanya itu lah yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kau melamun?". Elang menepuk pundak istrinya.


"Tidak ada apa-apa ". Fajrina terseyum.


"Sayang, kau telah berjanji padaku, apapu. Yang terjadi kau tak kan meninggalkan ku". Elang memegang bahu sang istri.


"Aku berjanji". Ujar Fajrina. Fajrina berfikir jika ia meninggalkan elang maka artinya ia menyerah dan tak memoercayai suaminya. Maka ia harus tetap berdiri bersama elang apapun masalah yang akan terjadi pada mereka setelah ini.


Di tempat lain, Dini sedang menatap jalan yang berada di sebrang balkon kamarnya. Sudah 2 hari ia tak melihat Reza. Ia sangat rindu pria itu.


Sepanjang malam dini terus berada di luar, ia mengatakan Reza, namun penantian nya tidak sia-sia , Reza sudah berdiri di hadapan nya . Dini terseyum, namun Reza memberikan kode agar dini menutup mulutnya.


Dini berjalan hampir tanpa suara, dan langsung memeluk Reza.


"Kau kemana saja, aku rindu". Ujar dini hampir tanpa suara.


"Aku tengah mengurus apartemen baru elang dan Fajrina". Jawab Joyo.


"Akan aku ceritakan , kemarilah". Joyo menarik tangan dini menuju kursi.


"Ada apa memangnya".


"Suamimu telah menjebak elang, Fajrina dan aku menemukan elang sedang bersama Lusi di atas tempat tidur mereka".


"Apa?.. tidak mungkin, elang tak mungkin berbuat seperti itu, apalagi bersama dengan Lusi". Dini sangat ingat bahwa elang tak mau berurusan lagi dengan wanita itu.


Namun ia akhirnya ingat bahwa dia dan Lusi pernah membicarakan soal rencana mereka untuk memisahkan fajrina dengan adiknya, dan kini ia sangat menyesal.


"Elang di berikan obat tidur". Dini mengerti sekarang.


"Semua salahku". Ujar dini lirih.

__ADS_1


"Maksudmu?".


"Waktu itu, untuk pertama kalinya aku mengenalkan Joyo dengan Lusi ketika kami berencana untuk memisahkan fajrina dengan elang, namun maksud ku bukan rencana seperti itu". Dini mencoba menjelaskan.


"Kau sudah tidak ada urusan nya dengan ini, sekarang bagaiaman caranya kita mengumpulkan segala bukti perselingkuhan Lusi dan suamimu".


"Apa kau tau jika suami ku dan Lusi...". Dini menatap Reza.


"Ya, kami sudah tau.. dan kami pun akhirnya tau jika Lusi dan Joyo memiliki hubungan , dan sekarang aku tau bahwa wanita simpanan mu adalah Lusi". Fajrina terdiam


"Lalu sekarang bagaimana?". Dini bertanya pada Reza sambil memeluk pria itu.


"Kita hanya menunggu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya ".


"Bantulah mereka , aku tak mau adik ku menjadi korban Joyo , cukup aku saja".


"Kau tenang saja, kau pun akan terbebas dari joyo nanti, setelah kau bebas dari Joyo maka aku akan melamarmu langsung ke ayah mu ". Reza terseyum, hati dini langsung mencelos mendengarkan kata-kata reza.


"Benarkah?".


"Tentu saja, aku tak rela jika kau terus bersama npria itu, aku pun tak mau jika kau masih melayani nya". Kemudian Reza mencium mesra dini. Mereka tengelam dalam dalam dunia mereka sendiri tanpa memperdulikan apapun.


Dini merasa sangat bahagia ia merasa bahwa kedatangan Reza mampir mengobati rasa sedihnya setelah Joyo habis-habisan melukai tubuh dan harga dirinya.


"aku berharap ayah akan mempercayaimu dan merestui kita nanti, aku sudah tak sanggup hidup dengan pria brengsek itu, hidupku seperti di neraka, apalagi ketika ia menyentuh ku, aku sangat jijik jika mengingat perbuatan dia padaku". mata dini berkaca-kaca. ia mencoba untuk menahan tangisnya .


"aku akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari ayahmu dengan cara membuktikan bahwa kau tak bersalah, sekarang kau masuk lah, dan beristirahat lah, besok aku akan datang lagi ". ujar Reza sambil mencium kening dini lembut.


"lain kali berkunjunglah Lebih lama ".


"baiklah lain kali aku akan menemui mu lebih awal, jadi masuk lah". dini memeluk Reza kemudian perlahan berjalan masuk ke dalam kamar nya. dengan berat hati dini melepas Reza, ia masih sangat merindukan pria itu.

__ADS_1


"apa yang kau lakukan di luar?".


__ADS_2