
Dini berdiri di depan pintu salah satu kamar di hotel yang tadi siang di sebutkan oleh Joyo. Malam itu dini terlihat sangat cantik. Ia mengetuk pintu itu, tak lama kemudian Joyo membuka pintunya dan meminta dini masuk .
"Kau sangat cantik malam ini". Tidak ingin membuat istrinya curiga, ia langsung mencium dini merasa.
"Terimakasih". Ujar dini setelah mereka selesai berciuman . Kemudian Joyo memberikan segelas champagne pada dini, tanpa dini tau Joyo sudah memasukan obat perangsang sebelumnya. Tanpa berfikir lagi dini langsung meminum nya sampai habis, Joyo terseyum.
"Kau mau lagi?". Sebagai suami, Joyo sangat tau kesukaan dini. Kemudian Joyo memberikan bagiannya . ia sangat senang dini kembali menghabiskan minuman nya dalam sekali teguk. dengan begitu rencananya akan berjalan dengan sempurna.
"Sangat enak". Ujar dini. kemudian dini meletakkan gelas itu di meja.
"Kau berganti pakaian lah, aku memesan sesuatu untukmu, pihak hotel tak memperoleh kan kurir mengantarnya langsung ke kamar". Joyo kembali mencium dini, kemudian berjalan keluar. Dini terseyum kemudian mengambil lingerie yang tadi ia bawa. ia memasuki kamar mandi dan perlahan membuka pakaian nya.
namun dini merasakan hal aneh dalam dirinya entah apa, peluh mulai bercucuran, hasrat nya naik seketika. ia merasa mulai gelisah.
"ada apa dengan ku". dini bertanya pada dirinya sendiri. kemudian ia berjalan ke arah ranjang , kemudian menaikinya. ia merebahkan tubuhnya. mencoba meredam hasratnya yang ia tau bahwa tubuhnya akan mulai tak terkendali.
Joyo menatap jam tangan miliknya
"Harusnya obatnya sudah bereaksi". Joyo berbicara dengan seseorang yang berdiri tepat di hadapannya. Kemudian membayar pria itu.
"Jadi tugas seperti apa yang anda inginkan". Ujar pria itu
"Puasakn istriku". Joyo menyeringai
Sehari sebelumnya Joyo sudah memesan kamar hotel itu, ia membayar untuk 2 hari. Jadi setelah pulang bekerja, Joyo langsung mendatangi kamar hotel itu. Kemudian Joyo mengambil sisi yang tepat dan meletakkan kamera secara tersembunyi
Joyo tau, dini sangat menyukai champagne, maka dia sudah menyiapkan nya, tak lupa ia juga menyiapkan beberapa pil obat perangsang dan memasuk kan nya ke dalam botol itu. Lalu ia memasuki sebuah aplikasi di mana banyak di temukan para penjaja **** online.
Joyo tertarik pada seorang pria muda, ia tampan dan tubuhnya sangat tinggi . Kemudian dia melakukan kontak dengan pria itu. Dia sepakat dengan harga 5 juta untuk seharian penuh. Dan kini pria itu berdiri di hadapan joyo.
__ADS_1
"Apa hanya itu tugas saya?". Pria itu kembali bertanya.
"Ya hanya itu".
Di kamar, dini merasakan panas yang luar biasa dari dalam tubuhnya, hasratnya naik begitu cepat. Ia mulai merasa gelisah , di atas kasur dini mulai menyentuh bagian dari dirinya sendiri. Sampai pada saat pintu itu terbuka.
Meskipun obat perangsang sudah menguasai dirinya, namun ia masih ingat, yang masuk bukan Joyo melain kan pria lain. Dan pria itu tak kalah kagetnya. Wanita di depannya sangat cantik, bukan itu pointnya. Dini adalah kakak kelas yang dulu pernah ia miliki. Dini kekasihnya di masa lalu..
Pria itu berjalan mendekati dini, melepas jaketnya kemudian memegang leher dini mengangkatnya dengan lembut kemudian menciumnya. Karna efek samping obat itu, dini tak lagi mempersoalkan siapa pria yang tengah menciumnya.
Dini menjadi tak sabaran, bukan ciuman yang dia inginkan, tetapi cumbuan pria itu yang ia butuhkan. Dini menarik pakaian pria itu kemudian membukanya. Dini melepaskan semua pakaian pria itu. Tanpa dini ketahui kamera sedang merekam adegan panas mereka.
Joyo dengan santai berjalan memasuki rumah besar itu.a namun ia dikagetkan dengan suara agung sesaat ia melangkahkan kakinya di ruang tamu
"Kenapa kamu kembali, dini bilang ia akan bertemu dengan mu untuk makan malam". Joyo pura-pura kaget.
"Tidak, aku dan dini tidak janjian untuk makan malam, apakah dini sedang pergi ayah". Wajah khawatir di perlihatkan oleh Joyo. Aktingnya sangat bagus
"Kemana anak itu". Agung bertanya pada sang istri
"Aku bertemu dengannya tadi, ia bilang akan makan malam dengan Joyo". Cindy menatap menantunya itu.
"Tapi aku tak janjian dengan dini bunda". Joyo terlihat bingung, dan kedua mertuanya mempercayainya.
"Baiklah kalau begitu, kau hubungi istrimu, tanyakan di mana dia". Joyo terseyum.
"Aku akan menghubungi nya nanti bunda, aku membersihkan tubuh terlebih dahulu".
Joyo berjalan perlahan menaiki tangga kemudian ia terseyum.
__ADS_1
Ia memasuki kamar nya, membersihkan diri kemudian merebahkan dirinya di ranjang, dengan cekatan menuliskan suatu kalimat yang ia tulis dan mengirimkan pesan ke ponsel ibu mertuanya melalui hape dini.
Sering tanda pesan masuk berbunyi dari ponsel Cindy . Cindy kemudian membaca pesan itu.
"Anak ini, mengapa ia sering kali membuat ku khawatir.
"Siapa?". Agung bertanya pada sang istri.
"Ini dini, ia bilang akan menginap di rumah temannya". Bagi Cindy meruoak. Hal biasa jika putrinya keluar dan menginap di rumah temannya.
"Baiklah kalau begitu, mari kita tidur".
Entah obat perangsang seperti apa yang di berikan Joyo, namun dini masih merasa panas meskipun mereka telah melakukan pelepasan secara berulang hingga pagi menjelang.
Pagi itu kepala dini terasa sangat berat, ia masih tak berpakaian, ia membuka selimutnya, bekas kissmarks bertebaran di tubunya. Ia sangat malu kemudian kembali menarik selimut itu dan kembali merebahkan tubuhnya.
Namun ketika ia mengingat kejadian semalam, ia langsung panik. Pria yang menciumnya dan menaikinya bukan lah Joyo, melain kan pria lain. Kepanikan nya bertambah ketika melihat pria itu keluar dari kamar mandi, tubuhnya masih sangat basah, ia menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggang. Tetesan Ari masih mengalir dari rambutnya hingga jatuh kemuka dan berakhir di depan dada bidang nya.
Dini menatap pria itu malu. Ia kembali mengingat aktifitas panas mereka. Pria itu sangat hebat. Puji dini. Namun belum lagi ia sadar, pria itu sudah naik ke tempat tidur dan kembali mencium nya. Ia menarik tengkuk dini hingga tubuh dini ikut terangkat. Dan kini, dini melakukan nya secara sadar dan suka rela.
Pria itu terseyum sambil menaiki dini dan memulai menghentakkan tubuhnya. Dini menatap mata pria itu dan terseyum
"Apa kabar" dini bertanya sambil menikmati apa yang pria itu lakukan pada dirinya .
"Aku baik, kau apa kabarmu".
"Aku ,tidak baik-baik saja". Dini mengakui bahwa hidupnya sangat tidak baik-baik saja. Kemudian peria itu mencium leher dini dan berbisik
"Bagaimana jika kau bersama ku, aku akan membuat mu bahagia". Mata dini terpejam , ia sedang mencari kenikmatan dalam setiap hentak kan yang di terimanya.
__ADS_1
"Faster, please". Ujar dini , Pria itu terseyum.