
Sudah 3 Minggu, setelah kejadian itu. Fajrina dan elang menjalani hari-hari Meraka. Kawasan masih baik-baik saja sampai saat ini.
Fajrina dan elang sepakat agar mereka pura-pura tidak tau bahwa Joyo juga terlibat dalam masalah waktu itu. Joyo tak terlihat lagi batang hidung nya di kantor elang, sepeninggal Joyo keuangan perusahaan baik-baik saja.
Lusi mencoba testpack yang tadi malam ia beli, kemudian ia terseyum, garis dua terlihat sangat jelas di sana. Lusi berlari ke arah Joyo dan memeluk peria itu.
"Aku hamil, aku hamil anakmu". Lusia berteriak bahagia.
"Benarkah?".
"Iya.. aku bahagia". Lusia langsung mencium Joyo.
"lalu setelah ini apa yang akan kau lakukan ". Joyo sudah 4 hari berada di apartemen Lusi , ia berkata kepada agung bahwa ia ingin mengunjungi ibu nya di kampung, sekalian menenangkan diri, kemudian agung memberikan izin nya. namun bukannya kembali ke kampung, Joyo malah menghabiskan waktunya dengan Lusi
"aku akan mendatangi elang". ujar Lusi .
"apa kau mau aku antar?". Joyo langsung menarik Lusi kedalam pelukan nya.
"tak perlu sayang, aku bisa sendiri". Lusi menatap intens bola mata Joyo. dan Joyo sudah maksud Lusi. Joyo terseyum , tangan nya memasuki gaun tidur Lusi. mereka kembali berciuman. pagi itu mereka kembali bercinta, seperti tak ada lelahnya, Joyo selalu membuat Lusi menuruti keinginan nya. dan lusi dengan senang hati akan melakukan nya.
Elang menatap Lusi,
"Sadang apa kau di sini?". Elang merasa tak suka pada Lusi, jika mengingat bagaimana Luis mencoba untuk menghancurkan rumah tangga nya dengan Fajrina
Lusi tak menjawab, ia malah melemparkan test pack bergaris 2 itu ke meja elang, elang mengambilnya kemudian ia terdiam, dan terseyum.
"Lantas kenapa?kau hamil??". Elang kemudian tertawa.
Lusi tak mau kalah kemudian berjalan mendekati elang, dan membelai dada pria itu
"Kau akan menjadi seorang ayah sayang, ayah dari anak ku". Lusi mendesah di telinga elang.
__ADS_1
"Apa kau yakin itu anak ku?atau itu anak kakak iparku". Lusi terkejut namun ia menyembunyikan nya dari elang .
"Anak ini adalah anakmu elang, kita bisa memeriksanya bersama". Ujar Lusi .
Elang memanggil Reza
"Hubungi istriku, bilang kamu akan datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan seseorang".elang menetap sini Lusi
"Baik, tuan". Reza langsung menghubungi Fajrina. Fajrina tau ini pasti akan terjadi, jadi ia dengan tenang nya menanggapi berita itu.
"Bawa wanita itu kemari, katakan pada elang untuk menuruti segala kemauan wanita itu, sampai kita menemukan bukti atas perselingkuhan Joyo dengan nya". Kemudian fajrina menutup sambungan telepon nya. Ia terseyum, akhirnya setelah ketenangan selama 3 Minggu gelombang badai kembali menerjang biduk rumah tangga mereka berdua.
"Aku akan meladeni mu Lusi, kau mau merampas paksa suamiku, maka akan ku hempaskan kau ke jurang yang paling dalam". Ujar Fajrina sambil berjalan menuju ruangan dokter viviana.
"Dokter Fajrina, ada apa, tumben kau datang mengunjungi ku". Dokter Vivian langsung berdiri sambil menyambut kedatangan Fajrina.
"Langsung ke intinya saja dokter, aku ingin kau memeriksa seorang wanita yang mengaku di hamili oleh suamiku". Fajrina sangat jujur, dan itu membuat dokter Vivian terpukau.
"Wah, kau sangat jujur dokter, apa kau tak masalah, jika nanti aku menyebar luaskan berita ini, aku pasti akan banyak uang apalagi jika hasilnya aku serahkan pada salah satu redaksi koran ibu kota". Dokter Vivian tertawa.
"Baiklah dokter, tapi apa benar ia di hamili suami mu??".
"Sepertinya tidak, karna aku memiliki alasan yang tepat untuk hal ini, jadi aku mohon kerja sama nya dokter ". Dokter Vivian terseyum.
"Bawa pasiennya langsung ke ruangan ku saja, ". Kemudian Fajrina berjalan ke arah parkiran mobil, ia menunggu kedatangan elang. Tak berapa lama, elang sampai .
Di belakang elang ada Lusi dan Reza, Lusi terseyum mengejek Fajrina. Lusi merasa dirinya sudah menang, ia akan membuat rumah tangga wanita itu berantakan.
"Sayang, apa kau sudah lama berdiri di sini ". Elang langsung memeluk Fajrina dan mencium pipi dokter cantik itu.
"Lumayan sayang, ". Fajrina terseyum sambil menatap suaminya. Lusi tak mengerti, mengapa mereka masih bisa begitu mesra.
__ADS_1
"Ayo sayang, aku ada meeting siang ini, kita harus cepat". Fajrina merangkul pinggang elang dan membawa suaminya masuk dan berjalan bersamanya.
Lusi bingung, apa Fajrina tak punya perasaan, mengapa ia tak marah padahal ia sudah pasti tau sprema Yang sda di sepertinya adalah milik elang. Mengapa ia begitu tenang
Lusi dan Reza berjalan di belakang elang dan Fajrina. Setelah perjalanan yang cukup jauh, mengingat rumah sakit itu yang teramat luas. Fajrina kemudian masuk ke dalam ruangan itu, di sana dokter Vivian sudah menunggu mereka .
"Jadi mana pasien nya". Ujar dokter Vivian. Lusi langsung berjalan ke arah Vivian sambil menarik tangan elang.
"Lepaskan aku, ". Elang melepaskan tangan Lusi.
"Kau harus mendengarkan penjelasan dokter sayang, bagaiamapun itu katanya sih anak mu". Fajrina menjawab nya untuk Lusi.
Lusi tak menggubris kata-kata Fajrina, ia terseyum sini kemudian mendekati Fajrina.
"Dengar dokter, terimalah kenyataan bahwa anak yang aku kandung adalah anak elang, kami telah menjalani siang yang indah, ya kan elang". Lusi langsung mengarahkan pandangan nya ke elang.
"Entah lah, bahkan aku saja tak sadarkan diri sampai Reza membangungkan aku dengan 2 gelas air, jadi jika kau bertanya padaku, aku tak bisa menjawab apapun Lusi, jikapun kau hamil, aku tak memperkosamu, tapi kau yang memperkosaku". Elang terseyum, jawaban yang sangat savage sekali. Reza menahan tawanya, pun Fajrina.
Lusi terlihat murka, namun ia tak mau mengungkapkan kemarahannya.
"Ayo". Dokter Vivian yang sejak tadi hanya menjadi penonton, kini akhirnya ia tak alasan Fajrina meminta dirinya memeriksa Lusi.
Lusi berjalan mengikuti dokter Vivian. Mereka memasuki ruang periksa. Sesampai nya di dalam Lusi langsung menarik tangan dokter Vivian.
"Tolong bantu aku dokter, ". Lusi menatap wajah Vivian.
"Bantuan apa yang kau ingin kan nona Lusi". Vivian balik menatap Lusi.
"Aku ingin hasil pemeriksaan ini tersebar luas ke internet, aku aka membayar mu". Lusi terseyum.
"Maaf Nona, aku tak bisa maaf". Kemudian Lusi membaringkan tubuhnya. Vivian memulai segala pemeriksaan nya.
__ADS_1
"Aku bisa membayar mu dengan sangat mahal". Lusi kembali merayu Vivian.
Kemudian Lusi memberikan cek senilai 1 miliar ke arah Vivian. Vivian terpaku melihat nilai yang tertera di sana. Kemudian dokter Vivian mengambil cek itu, kemudian memasuk kan nya ke dalam kantong, Lusi terseyum.