DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
HUKUMAN BAGI FAJRINA


__ADS_3

"sedang apa kau disini". Lusi menatap heran pada elang, pria itu sudah mengenakan baju tidurnya namun mengapa ia malah memasuki kamar lusi.


"Aku akan tidur dengan mu malam ini, tapi ingat.. jangan bertindak macam-macam". Ujar elang sambil berjalan ke ranjang Dan merebahkan tubuhnya.


"Benarkah, ah aku bahagia sekali.. rupanya kau mulai sadar elang". Lusi ikut menarik ranjang itu.


"Aku belum sadar, namun istriku yang memintaku melakukan ini Maka tak perlu terlalu percaya diri, Dan jaga batasan mu". Elang membalik kan tubuhnya hingga ia memunggungi lusi .


"Fajrina lagi.. fajrina lagi.. kau terlalu mendewikan dirinya..". Lusi berdecak kesal kemudian dengan cepat memeluk elang Dari belakang.


"Lepaskan aku". Ujar elang sambil mencoba melepaskan pelukan elang.


"Hanya begini saja, aku mohon.. aku tak kan macam-macam, tenanglah". Lusi memohon pada elang.


Kini elang hanya bisa pasrah ketika lusi memeluk nya, namun meskipun elang menutupi matanya ia tak juga bisa tertidur. Ia telah terbiasa tidur dengan memeluk fajrina, namun Kali ini ia harus tidur dengan wanita yang paling ia benci bahkan membiarkan. Wanita itu memeluk nya.


Pikiran elang melayang, ia terus bertanya apa yang di lakukan fajrina saat ini. Sedangkan di kamar lain, fajrina tengah melantunkan ayat-ayat suci al-quran agar hatinya lebih tenang.


Suara fajrina mendayu-dayu hingga masuk ke seluruh kamar yang berada di dekat kamar fajrina. Bahkan Reza pun kini dengan seksama mendengarkan suara adik iparnya itu.


"Suaranya sangat indah". Ujar Reza


"Tidak sayang, ia sedang menahan tangisnya". Mendengar dini mengatakan itu Reza langsung menatapnya


"Apa maksudmu?". Reza bangikt Dari tidurnya, ia duduk menatap dini.


"Aku mendengar pembicaraan elang dengan fajrina, elang memutuskan tidur dengan lusi malam ini, itu permintaan fajrina.. ia tak Mau elang brdosa Karna telah mendzolimi lusi, Dan juga tadi aku melihat elang memasuki kamar lusi". Ucap dini.


"Semua Karna lusi benar?.. wanita itu sangat jahat, fajrina bahkan harus mengalah". Reza kembali merebahkan tubuhnya, ia menikmati ayat demi ayat yang di lantunkan fajrina.


"Kini, ia menangis". Benar saja apa kata lusi, isak tangis ikut mengiringi lantunkan ayat-ayat itu. Bahkan fajrina memegang dadanya berusaha agar ia dapat menerima semua yang terjadi padanya.

__ADS_1


Elang pun ternyata mendengar suara samar-samar Dari istri pertamanya itu. Ia Tau fajrina bahkan tengah menangis saat ini, namun elang tak ingin bangkit untuk kembali ke sisi fajrina.


Ini adalah hukuman Dari elang untuk fajrina, ya fajrina pantas di hukum Karna ia telah memaksa elang untuk berbuat adil padanya juga lusi.


Waktu telah menunjukan pukul 1 dini hari, lusi telah terlelap pun dengan Reza Dan dini. Namun elang Masih terus membaca ayat-ayat berikutnya. Dalam hati ia berdosa agar suaminya bisa menjaga diri Dan tak menyentuh lusi .


Elang yang Masih terjaga, kemudian bangun Dari tidurnya, Dan perlahan meletak kan tangan lusi di kasur. Ia bangkit kemudian turun Dari ranjang itu Dan berjalan menuju sofa. Ia memutuskan untuk tidur di sofa saja, Karna ia merasa berdosa pada fajrina jika lusi terus memeluk nya.


Fajrina bangkit Dan meletak kan kitab suci itu kemudian melakukan sholat malam nya. Dan tanpa fajrina sadari, ternyata elang telah berdiri di belakangnya.


Fajrina akhirnya selesai, ketika ia melipat sajadahnya elang dengan cepat memeluk fajrina. Tangis fajrina pecah ketika elang melakukan itu padanya. Antara bahagia juga kesal , ia bahagia Karna elang kembali ke padanya . Tapi ia kesal mengapa elang meninggalkan lusi.


"Jangan bergerak, aku hanya ingin memeluk mu sebelum aku kembali ke kamar lusi , tak perlu bersedih , atau berfikir bahwa aku akan melakukan Hal itu dengan lusi , aku bahkan tak berbagai ranjang dengan nya". Ujar elang sambil menciumi rambut istrinya yang wangi


" Syukurlah elang". Ucap fajrina . Namun setelah itu melepaskan pelukan nya, berbalik Dan meninggalkan fajrina yang Masih berdiri di Sana.


Elang berjalan bersama lusi di samping nya, elang sangat Tampan Dan lusi juga terlihat sangat bahagia. Lusi bahkan tak segan-segan mengunbar senyum kebahagiaan nya . mereka berdua mirip pasangan yang baru saja mereguk indahnya surga Dunia.


Elang bahkan tak segan-segan menarik kursi untuk lusi kemudian duduk di antara kedua istrinya itu. Fajrina langsung berdiri kemudian ia ingin menyendok kan nasi berserta lauknya ke piring elang.


"Kau duduklah, mulai saat ini biar lusi yang melayani ku jika aku ingin makan, apa kau mengerti". Mendengar penolakkan elang, fajrina terpaku sesaat kemudian tersenyum.


" Baik". Fajrina langsung duduk. Lalu dengan cepat lusi berdiri Dan menyendok kan nasi itu untuk elang. Lusi tak henti-hentinya tersenyum. Elang telah mengakuinya, meskipun itu semua permintaan Dari fajrina.


"Ini sayang, makan lah". Lusi tersenyum sambil menyerahkan piring itu pada elang .


"Terimakasih , sayang". Mendengar elang mengucapkan kata sayang pada lusi seketika saja fajrina menahan nafasnya lalu memandang elang yang kini tengah memandang lusi .


Semua orang yang sedang berada di meja makan ikut kaget atas sikap elang yang aneh itu. Dini bahkan menutupi mulut nya dengan tangan, ia tak mengangkat elang akan melakukan Hal itu di depan fajrina.


Fajrina tersenyum Dan memberikan kode pada Reza agar dapat mengendalikan emosi dini yang sepertinya akan meledak itu. Reza menangkap kode itu kemudian memegang lengan dini, Dan benar saja. Dini hampir saja berdiri Dan mengumpat kelakuan sang adik.

__ADS_1


Agung Dan Cindy tak bisa berkata apapun, akhirnya mereka melanjutkan acara makan pagi tersebut. Elang terlihat sangat mesra dengan lusi, ia bahkan menyeka bibir lusi dengan tissue ketika ada kotoran di sela bibir lusi.


Mata fajrina mulai berembun, elang bahkan tak melakukan itu ketika bersama dirinya. Kali ini elang sepertinya sengaja membuat fajrina cemburu.


"Aku sudah selesai, aku pamit terlebih dahulu". Ujar fajrina, ia tak than melihat kemersaan elang dengan lusi. Dan sperti yang sudah elang rencanakan, elang menarik jemari fajrina.


"Jangan bersikap tak sopan, duduk habis kan makanan mu". Ujar elang dingin


"Tapi aku sudah kenyang". Ujar fajrina lirih, suaranya bergetar pun tubuhnya. Jika terlalu lama di Sana, fajrina takut ia tak bisa menahan air matanya lagi.


"Biarkan ia kembali ke kamarnya". Agung angkat bicara, ia mulai tak suka melihat kelakuan elang yang sepertinya sengaja menyiksa bathin menantu kesayangan nya itu.


"Tidak, ia tak sopan.. semua belum selesai makan, tapi ia malah tak memghabiskan makanan nya". Elang sebenarnya takut istrinya sakit, Maka ia memaksa fajrina meneruskan makan nya.


"Kembalilah ke kamarmu sayang, aku akan membawakan mu makanan yang lebih enak Dari ini". Cindy tersenyum pada fajrina. Perlahan fajrina berjalan meninggalkan meja makan.


Lusi tampak bahagia Karna elang telah melakukan Hal itu pada fajrina, ternyata kesadaran nya membuahkan hasil


" Apa kau ingin membunuhnya elang". Dini memukul meja dengan keras Karna melihat kelakuan absurd sang adik.


" Apa masalahnya, aku hanya sedang mencoba bersikap adil pada kedua istriku, Dan itu semua permintaan fajrina sendiri, setidaknya ia harus menerima konsekwensinya.


"Tak punya hati". Dini langsung berdiri Dan berjalan meninggalkan meja makan ia menyusul fajrina.


"Apa aku Salah ayah". Elang menghembuskan nafasnya, kemudian menatap agung.


"Bersikap adil sama sekali tak bersalah, namun aku Tau kau sangaja melakukan Hal itu, agar fajrina jera Dan merasa cemburu bukan". Lusi yang mendengarkan ucapan agung langsung menarik lengan elang.


"Itu tak benar ayah". Ujar elang


"Kau dengar ayah, semua itu memang Karna ia sudah mulai sadar kalau aku juga istrinya, bukan untuk membuat fajrina cemburu, iya kan sayang". Elang tersenyum Dan menatap lusi

__ADS_1


"Jangan sampai kau menyesal elang". Cindya ikut berdiri Dan meninggalkan mereka.


__ADS_2