DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
MENGURAS EMOSI


__ADS_3

lusi tersenyum melihat elang Dan fajrina berjalan sambil bergandengan tangan ke arah meja makan. mereka semua sudah berkumpul di Sana . namun tidak dengan orang tua fajrina Karna sangat ayah ada kajian hari itu makanya mereka pamit lebih awal.


dini menatap lusi tak suka, rasanya ia ingin memangss wanita yang tersenyum di hadapan nya itu. wanita tak Tau diri itu sangat bangga Karna akhirnya bisa menikahi adik nya berkata kehamilan yang entah dengan siapa.


sesampainya di meja makan, elang langsung menarik kursi agar istrinya bisa duduk lalu ia memposisikan dirinya di sebelah fajrina. lusi merasa tak senang Karna kursi di sebelah ya kosong.


lusi berdiri Dan berjalan mendekati elang lalu menarik lengan pria itu.


"bangun, kau harus duduk di samping ku .. apa begini balasan mu ketika aku telah melayani mu tadi di apartemen kita". lusi sangat tidak Tau malu, dengan sangat lantangnya ia bilang telah melayani elang di apartemen mereka.


ibu mertua nya menjadi sangat emosional mendengar pengakuan lusi yang sangat ceplas ceplos Dan lebih tak Tau malu itu.


"apa kau tak punya tata krama, atau orang tua mu tak pernah mengajarkan itu padamu ". Cindy mengahardik lusi.


"apa aku Salah bunda, aku hanya merasa bangga bisa melayani suamiku, Karna Selama ada istri tuanya ia jadi bersikap sombong padaku, namun ketika istri tuanya tak ada ia bahkan terlihat menikmati kebersamaan kami tadi". lusi tersenyum menyeringai.


"hentikan ucapan mu, kau mempermalukan smua wanita yang ada di muka bumi, kau sungguh memalukan". dini berdiri sambil mengangkat telunjuknnya ke arah wajah lusi.


"lihat siapa yang bicara, apa kau lebih baik dariku kak dini, kau bahkan berzina dengan pria lain ketika kau Masih menjadi istri joyo". lusi makin lama semakin kurang ajar, ingin sekali dini meninju wajah wanita itu.


"lalu bagaimana denganmu, kau bahkan bercinta dengan mantan suami ku di depan mataku, aku malah curiga anak yang kau kandung adalah anak pria itu". dini tertawa, ia merasa puas telah mengatakan itu.


"jangan berkata seperti itu, aku Tau kau kesal bahwa joyo meninggalkan mu Karna aku dulu, tapi kau harus terima kalau anak ini adalah keponakan mu". lusi kemudian menatap elang, Dan kembali menarik lengan pria itu.

__ADS_1


"lepaskan tanggan mu lusi" . kini fajrina yang menanggapi kelakuan lusi yang sangat minus itu.


"kenapa? apa hanya kau yang berhak atas elang, apa kau tak terima aku telah melayani elang tadi". belum sempat fajrina membalas perkataan lusi. dengan sangat keras elang berdiri Dan memukul meja makan, ia mengaplkan tangan nya Dan mengapa lusi.


"aku merasa malu telah menikahi mu, kau bahkan tak segan-segan membuka urusan ranjang mu di hadapan keluarga ku, lagi pula pelayanan apa yang kau berikan pada ku selain obat prangsang yang kau bubuhkan di atas makanan ku, apa kau merasa bangga telah melakukan itu?". elang mencegkram lengan lusi. pria itu terlihat sangat marah.


"tak perlu berbohong elang, untuk apa aku melakukan itu, jangan merusak namaku di depan keluarga mu kalau kau Masih juga Mau manikmati tubuhku, apa kau lupa betapa rakusnya kau saat kita bercinta tadi pagi". fajrina sudah tak than lagi, ia merasa tak terima jika pria yang ia cintai di permalukan seperti itu.


fajrina melangkah melewati elang kemudian dengan sangat kuat menampar pipi lusi.


"jaga ucapan mu, berhenti memfitnah Dan merendahkan martabat suamiku, aku akan lupa siapa kau nanti, jangan berfikir aku selalu diam maka kau bisa dengan leluasa menginjak injak harga diri suamiku". fajrina kembali mengangkat tangan nya Dan kembali memukul lusi.


"berani nya kau". lusi berteriak.


"kau, wanita macam apa dirimu hah.. kau bahkan melakukan Hal keji pada seorang pria agar pria itu memenuhi kebutuhan biologis mu, apa kau tak merasa puas tidur dengan kekasih mu itu sampai-sampai kau menginginkan suami ku juga". fajrina balas meneriaki lusi. elang menatap tak percaya, ternyata istrinya bisa semarah itu.


"kau , membuka pintu apartemen kami untuk joyo, elang menemukan piring bekas kalian makan bersama , lalu apa kau tak berkaca sebelum kau bertemu orang lain, lihat leher mu.. semua penuh dengan kiss marks , elang meningirimkan semua fotonya padaku.. apa kau Mau menghindar lusi".


lusi kelabakan


"kiss marks ini milik elang, lihat ini". lusi memperlihatkan leher nya, bekas kiss marks itu sudah biru kehitaman, tanda bahwa kiss marks itu sudah lama di buat


"lusi, jika itu memang ulah elang, warna nya juga Masih merah ". dini tertawa melihat kelakuan bodoh wanita itu, namun seperti tak punya malu, lusi tak menanggapi kata-kata fajrina. ia kembali menarik tangan elang.

__ADS_1


"wanita gila mana yang sebenarnya kau nikahi elang". agung yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.


mata lusi melotot marah menatap ke arah ayah mertuanya.


"berani nya kau mengatakan aku wanita gila, dasar tua bangka tak Tau diri". semua mata langsung menatap ke arah lusi, Selama ini tak ada yang berani kurang ajar pada agung. mereka terpaku, entah apa yang akan di lakukan agung berikutnya.


" jaga mulut mu". Cindy murka, ia menatap lusi tak percaya bahwa gadis itu berani menghina suaminya.


" kenapa? apa aku salah?.. kalian berdua memang sudah tua, lagipula kalian semua tak punya Hak ikut campur urusan ku dengan suamiku". lusi meneriaki semua orang yang berada di sana.


acara makan siang berubah menjadi drama siang yang sangat menguras emosi.


" sudah ku bilang padamu, lebih baik kita tinggalkan saja dia di apartemen, lihat akibatnya.. Karna kau terlalu baik padanya , dia jadi berani kurang ajar pada ayah Dan bunda".elang menatap marah fajrina, ia pertama kakinya elang melakukan itu pada istrinya.


" aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya kasihan.. ia sedang hamil, jika terjadi sesuatu padanya siapa yang akan menolonnya ". alasan fajrina sangat benar, namun elang yang sudah begitu emosi tak bisa menerima alasan fajrina.


" kau lihat, ia lebih sehat Dari yang kau fikirkan, ia bahkan bia menghinaku, menghina mu, bahkan menghina orang tua ku, ia bahkan tak gentar ketika kau memukulnya, apa sekarang kau Masih berfikir ia membutuhkan pertolongan kita". lusi tersenyum melihat elang begitu marah pada fajrina, ia kembali memulai dramanya lagi.


" istrimu sangat naif sayang, lebih baik kau pergi dengan ku sekarang". lusi kembali merayu elang.


" lepaskan". elang membentak lusi.


"kenapa sekarang kau membentak ku, yang Salah kan fajrina bukan aku". lusi merasa tak bersalah.

__ADS_1


" fajrina melakukan kesalahan Karna terlalu baik padamu " . kemudian elang menoleh ke arah fajrina, mata fajrina mulai berembun, ini Kali pertama elang memarahinya dengan sangat di depan banyak orang.


" kau tunggu di sini, sayang.. aku akan mengurus wanita ini terlebih dahulu".


__ADS_2