
fajrina mencoba melangkah Dan meraih pegangan tangga yang tak jauh berada di depan nya itu. namun ia kehilangan keseimbangan nya hingga ia jatuh Dan sadarkan diri sebelum ia sempat menarik tangga itu.
semua mata menatap tubuh fajrina yang tergeletak di sana, orang pertama yang berdiri dan berlari adalah Reza. ia sampai kemudian menepuk wajah fajrina.
"fajrina, fajrina.. bangun.. fajrina". kemudian dini , agung Dan dini berlari menyusul Reza.
"fajrina sayang, buka matamu". namun dini terkejut melihat keadaan fajrina, ia melihat bercak darah di baju gamis yang fajrina kenakan.
"bunda, bunda lihat itu". elang yang sejak tadi diam saja akhirnya ikut mendekati fajrina. ia menatap darah yang ada di sana, elang panik Dan langsung mendorong Reza.
"sayang.. sayang ". elang menepuk nepuk wajah fajrina, tak mendapatkan jawabkan elang langsung mengangkat tubuh gadis itu Dan membawanya pergi, kemudian semua anggota keluarga mengikuti elang tapi tidak dengan lusi. ia merasa kesal, mengapa elang malah perduli dengan gadis itu, lusi fikir elang telah jatuh ke tangan nya, namun kenapa elang Masih perduli pada fajrina.
elang terus memanggil nama sang istri, namun fajrina tetap tak mebuka matanya, hingga matanya menatap ke arah bercak darah itu Dan pikiran nya semakin kacau.
"sayang". elang menepuk wajah fajrina, keringat dingin Masih melakat di pelipis fajrina. wajah nya sangat tenang Dan damai, itulah yang membuat elang semakin panik.
"fajrina". Vivian menatap wajah teman nya itu.
"tolong, tolong selamatkan dia". elang menatap Vivian , tak berapa lama dokter Reza berlari ke arah Vivian.
"ada apa dengan nya?" dokter Reza meraba pergelangan fajrina, denyut nya melemah. ia kemudian melihat mata fajrina. Reza terlihat panik Dan Hal itu sukses membuat elang semakin kacau.
"tolong selamatkan dia tolong". elang memohon sambil memegang lengan Reza. Reza tak megubris elang, Reza meraih selang oksigen Dan langsung memakaikan nya ke hidung fajrina.
__ADS_1
"kau tenang lah, kami akan melakukan yang terbaik untuk nya, Maka keluarlah dulu". Vivian mendorong tubuh elang hingga pria itu keluar Dari ruangan di mana fajrina berjuang untuk mempertahan kan hidup nya itu.
"apa yang kau lakukan". dini menatap adik nya itu. namun pikiran elang terlalu kacau untuk menjawab pertanyaan sang kakak.
"tak usah bicara dengan pria itu". agung menarik bahu dini agar putrinya itu menjauh Dari putranya.
"apa begini cara mu menghukum fajrina , elang". kini Reza mulai berani mengomentari sikap elang yang ia pikir sudah sangat keterlaluan.
tebakan Reza ternyata benar, elang tengah menghukum fajrina. elang diam mendengar pertanyaan Reza, ia sedang memikirkan bercak darah itu.
"bercak darah ap itu tadi?". elang menatap Reza berharap jawaban yang dapat membuat dirinya lebih tenang.
" apa kau tak berfikir bahwa fajrina sedang hamil, aku rasa Kali ini aku benar". elang menatap Reza tak percaya, ia Masih mencoba agar tetap tenang namun ia tak bisa.
" kau lihat darah itu bunda, memurutmu apakah fajrina tengah hamil". dini memegang jemari ibunya, ia merasa jika tebakan nya benar.
" pria tak berguna". dini memukul wajah fajrina, kemudian mendorong adik nya. tubuh elang seperti tak bertenaga, ia bahkan jatuh ketika dini hanya mendorong nya.
" sudah hentikan". Reza menarik dini.
" ia membunuh calon keponakan ku, sikap sombong Dan egois nya membunuh calon keponakan ku". dini meneriaki suaminya.
" sudah.. tenanglah". namun bukan nya menghentikan amarahnya dini malah kembali menatap elang
__ADS_1
" kemana perginya hati mu elang, kau menghukum istri mu hanya Karna ia ingin kau bersikap lebih adil pada lusi di luar siapapun ayah Dari anak yang ia kandung, namun ketika istrimu mengatakan Hal yang benar kau malah menghukum nya sedemikian rupa, kau bahkan menyakitinya saat kami semua khawatir atas ke adaan nya, sekarang apa yang akan. kau katakan pada orang tuanya". dini kembali mendekati adik nya , ia bahkan menarik kerah kemeja elang.
elang merasa apa yang dini katakan benar, ia sudah terlalu larut dalam amarahnya, hingga ia memperlakukan fajrina dengan sangat kasar tadi. ia hanya ingin menghukum istrinya bukan untuk membuat istrinya bejibaku dengan malaikat maut di dalam Sana.
" apa yang akan kau lakukan elang, ya tuhan.. seminggu sudah kau bermesraan dengan lusi di depan fajrina, kau bahkan tak perduli ketika fajrina menahan tangis nya melihat sikap mu itu, apa kau pikir kau akan terlihat keren dengan melakukan Hal itu". dini kembali meluapkan kemarahan nya.
" aku tak bermaksud seperti itu, aku juga tak Tau dia tengah hamil". ujar elang.
" jadi jika ia tak hamil kau bisa memperlakukan nya sesuka hatimu hah, dasar bodoh". dini meneriaki sikap bodoh adiknya
" tenang lah". Reza kembali mencoba menenangkan dini.
" dia tidak punya hati, bahkan tadi dia diam saja ketika fajrina jatuh bukan, ketika aku bilang tentang bercak darah, ia baru bangun Dan mendatangi fajrina". ternyata ketika dini meluapkan isi hatinya, dokter Reza Dan Vivian sudah berdiri di belakang mereka. Vivian merasa emosi, ia langsung berjalan mendekati elang, Dan kini elang me dapatkan pukulan Dari dokter ahli kandungan itu.
" Selamat tuan elang, kau baru saja kehilangan calon bayi mu". ujar Vivian, nafas nya turun naik, matanya berkaca-kaca menahan tangis.
" pria bodoh". dokter Reza menatap elang kemudian kembali masuk ke dalam ruangan di mana fajrina berada.
" fajrina, sudah melewati masa kritisnya namun ia kehilangan bayi nya, maafkan aku, aku Dan dokter Reza telah melakukan yang terbaik". Vivian menatap dini, ia sangat menyesal Karna tak bisa menyelamatkan kandungan fajrina.
"aku mengerti ujar dini". sedangkan elang Masih terpaku, ia tak bisa berfikir dengan benar. elang bersandar di dinding rumah sakit tepat di depan pintu ruangan yang memisahkan dirinya dengan fajrina. tubuhnya merosot ke lantai, ia memeluk kakinya kemudian menangis . ia menyesali segala perbuatan nya.
akibat rasa egoisnya ia kehilangan calon anak yang ia idam - idam kan . calon anak yang akan lahir Dari wanita yang sangat ia cintai itu. di ujung lorong agung tengah menenangkan istrinya, Cindy tersedu ketika ia Tau bahwa ia telah kehilangan calon cucu pertamanya itu.
__ADS_1
"lihat apa yang telah kau lakukan". ujar Reza sambil berjalan membawa dini menjauhi elang. keluarga itu memutuskan agar tak memberitahukan apa yang terjadi pada orang tua fajrina. mereka takut ustad dzaki akan membawa menantu perempuan mereka.
"jadi, dia keguguran.. luar biasa".