DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
PENGGEMARMU


__ADS_3

Fajrina menatap layar itu, detak jantung wanita tua yang baru saja dia oprasi mulai membaik.


"Kita berhasil dokter ". Ujar Kinan, salah satu perawat kesukaan Fajrina. Kinan wanita yang sangat anggun dan sederhana. Ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu, namun dengan semangat nya ia bisa menyelesaikan pendidikan keperawatan nya dengan nilai yang sangat memuaskan


"Kau benar, terimakasih atas kerja sama mu hari ini Kinan". Fajrina terseyum kemuidan berjalan meninggalkan ruang oprasi itu. Fajrina sangat lelah, apalagi ia harus menanggapi semua pertanyaan - pertanyaan yang di lontarkan para selama dokter tentang video viralnya saat di Bali


"Aku kecewa padamu.. kenapa kau tak melawan wanita ular itu" ujar Reza ketika melihat Fajrina berjalan melewatijya


"Ayolah, kau tau seperti apa aku, aku tak kan memperebutkan sesuatu, hanya membuang-buang waktu saja". Fajrina berhenti sambil memandang malas pada Reza.


"Hey, dia suami mu". Fajrina kembali melangkahkan kakinya, Reza terus mengikuti wanita pujaan nya itu.


"Memang.. tapi aku tak kan ribut-ribut hanya karna dia, jika memang dia sudah mencintai aku, maka tanpa di suruh pun aku akan mempertahan kan apa yang menjadi milik ku, aku tidak melakukan itu kemarin karna elang belum mencintai ku, jadi buat apa ". Fajrina memasuki cafetaria , memesan segelas kopi dan membeli roti.


Ia sangat lapar, akibat ulah elang semalam ia bangun kesiangan, jadi tak sempat sarapan di rumah.


"Hem, pria sombong itu belum menyatakan cintanya padamu ?". Reza sangat penasaran akan kisah cinta Fajrina. Ya memang ia akui, ia merasakan patah hati saat mengetahui bahwa Fajrina telah menikah , namun menikahnya Fajrina membuat seisi rumah sakit merasakan patah hati yang sama


Banyak dokter muda yang berharap mendapatkan cintanya, banyak juga pasien yang berharap Fajrina menjadi menantu bahkan istri mereka. Dan sudah menjadi rahasia umum, banyak dokter senior yang menjadikan Fajrina barang taruhan, jika salah satu di antara mereka mampu membuat farjina naik ketempat tidur bersama dengan salah satu di antaranya maka orang itu akan mendapatkan sebuah unit apartemen mewah di pusat kota Jakarta.


Namun semua keinginan itu pupus ketika mereka tau siapa pria yang telah mempersunting dokter muda yang berbakat itu. Siapa mereka di bandingkan elang, pengusaha muda kaya raya dengan bebrapa anak perusahaan bersar yang sedang berkembang.

__ADS_1


Wajah elang selalu menghiasai majalah, bahkan potral berita online pun selalu memajang fotonya. Bukan hanya kekayaan elang yang tak bisa ditandingi , wajah mereka pun tak bisa di bandingkan dengan elang.


Elang memiliki wajah yang tampan dan mata yang biru warisan dari sang ibu, jadi sudah bisa dipastikan setelah tau siapa suami Fajrina, tanpa harus di minta mereka mundur secara teratur.


"Tidak, ia belum menyatakan nya padaku". Fajrina menduduki kursi tepat di sebrang Reza.


"Ah, bisa-bisanya". Reza merutuki kelakuan elang.


"Tapi, aku tak begitu perduli.. suatu saat nanti ia pasti akan menyatakan nya padaku". Ujar Fajrina, namun ketika Fajrina ingin memasukan rotinya kedalam mulut, ia bisa melihat Hendrik sedang berdiri tepat di belakang Reza


"Aku jatuh cinta padamu ". Ucap Hendrik dengan lantang dan sangat jelas sekali. Semua orang yang berada di kafetaria ia langsung menatap Hendrik.


"Iya, itu dia". Fajrina menghela nafasnya. Enath apa yang harus dia lakukan kali ini, pria itu kenapa datang lagi untuk menemuinya.


Hendrik berdiri dengan gagah di hadapan Fajrina , kedua tangannya dia masukkan ke dalam kantong celananya. Dia sangat keren di mata semua perempuan yang melihatnya.


"Sedang apa kau disini". Fajrina berdiri sambil menatap Hendrik. Ya Fajrina pun mengakui Hendrik sangat tampan, jika elang berdarah Eropa , maka Hendrik sudah bisa dipastikan berdarah korea. Ketampanan nya hampir saja mengalahkan aktor Korea Lee min ho.


"Aku ingin bertemu dengan mu dokter ". Ujar Hendrik sambil terseyum. Para perawat itu berteriak berbarengan. Mata sipit dan lensung pipi Hendrik mampu membuat semua gadis meleleh saat melihatnya.


"Apa kau sakit?, Jika ya kau bisa menemui dokter umum setelah kau mengurus administrasi nya". Fajrina menatap Hendrik, ia sangat tak nyaman, mengapa pria ini selalu mencari nya.

__ADS_1


"Aku sakit karna begitu merindukan anda dokter ". Hendrik sukses membuat kegaduhan di sana. Para wanita mengeluarkan ponsel mereka dan mulai memfoto pria tampan itu. Bahkan ada yang diam-diam memvideokan nya.


"Anda harus sopan jika berbicara dengan saya". Fajrina meredam segala emosinya.


"Apa aku kurang sopan dokter, aku penggemarmu, jadi wajar jika aku datang kesini untuk bertemu dengan idolaku" Fajrina sudah bingung harus bagaiman ia menghadapi Hendrik


"Mari ikut aku". Fajrina pergi meninggalkan reza dan kopinya. Kemudian ia mengajak Hendrik naik ke atas roftoop tempat biasa para dokter bersantai dan melepaskan lelah.


"Tempat ini cukup indah juga romantis". Hendrik menatap ke sekeliling


"Apa mau mu". Fajrina menatap Hendrik sambil melipat tangan nya di depan dada


"Aku sudah katakan tadi dokter, aku merindukan mu". Hendrik balik menatap Fajrina.


"Jangan bercanda, aku tau siapa dirimu, dan aku yakin kau pun tau siapa aku". Hendrik tertawa


"Tentu saja, kau istri dari pria keji yang bernama elang". Fajrina membuang nafas kasar.


"Aku tak tau ada masalah apa dengan kalian di masa lalu, jika kau sangat membencinya sebaiknya jangan libatkan aku". Hendrik kembali tertawa.


"Aku tidak melibatkan mu dalam dendam pribadiku pada suami mu, namun yang harus kau tau dokter, aku lebih dulu bertemu dengan mu dan setelah itu aku baru tau kalau kau istri pria itu, aku sudah jatuh cinta lebih dulu padamu ".entah apa yang ada di fikiran Hendrik. Ia bahkan tau jika Fajrina telah menikah namun masih terus saja merayunya.

__ADS_1


__ADS_2