DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
APA SALAHKU


__ADS_3

Lusi masih berbaring di atas tempat tidur, pergumulan tadi sangat menguras tenaganya. Rupanya Joyo sangat hebat di tempat tidur, dari sekian banyak pria yang pernah tidur dengan nya hanya Joyo yang mampu membuat nya merasakan kepuasan berkali-kali dalam sekali permainan


"Kau sangat hebat". Ujar Lusi sambil memandang Joyo yang sedang bersantai di atas kursi sambil menghisap rokoknya.


"Apa kau puas atas pelayanan ku sayang". Joyo menjawab tanpa memandang Lusi. Ia sedang mengecek pesan yang di kirim dini untuk nya.


"Aku sangat puas ". Lusi terseyum sambil mengingat kembali soal kehebatan Joyo. Joyo memandang Lusi , mengangkat jemarinya ke depan bibirnya, tanda agar Lusi diam dan jangan bersuara. Kemudian Joyo menghubungi istrinya


Joyo mengaktifkan speakernya.


"Dimana kau". Teriak dini di sebrang sana


"Aku sedang bersama teman-teman ku, ada apa?". Ujar Joyo


"Teman-teman mu yang mana, kenapa kau sampai tak mengangkat panggilan dari ku". Joyo terseyum ketika melihat Lusi berdiri, selimut yang tadi menutupi tubuhnya jatuh kelantai.


"Teman-teman kuliah ku, memang nya kenapa?". Lusi berjalan ke arah Joyo, kemudian duduk di antara kaki nya.


"Mengapa kau tak memberitahu aku, dan kenapa kau tak mengajak ku". Dini kembali berteriak. Joyo sudah mulai kehilangan konsentrasi ketika Lusi dengan sangat lihat bermain-main dengan adik kecilnya di bawah sana.


"Untuk apa, semuanya pria ". Dengan susah payah Joyo menahan ******* nya akibat ulah Lusi. Ia takut dini tau, namun godaan gadis cantik itu sangat kuat. Ia pasrah menerima apa yang Lusi lakukan padanya.


"Apa kau yakin semuanya pria ".


"Tentu , aku tak ingin istri cantik ku di lihat oleh pria lain". Joyo dengan kasar menjambak rambut Lusi dan memaju mundurkan kepala wanita itu.


"Kau sangat pencemburu". Dini tertawa , namun tidak dengan joyo. Ia sudah tak tahan kemudian mematikan panggilan telepon itu, mengangkat tubuh Lusi hingga Lusi duduk di pangkuan nya dan kembali menggagahi wanita itu.


"Sial". Dini mengumpat. Kenapa Joyo jadi sangat posesif seperti itu padanya. Sepertinya peringatan dari sang ibu tak berdasar. Dini terseyum


Sudah pukul 9 malam, dini buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia akan menunggu Joyo pulang dengan menggenakan lingerie yang baru tadi siang ia beli.


Joyo memasuk rumah besar itu tepat tengah malam. Ia mengendap-endap seperti pencuri. Berharap kedua mertuanya sudah tidur.


"Darimana kau, mengapa jam segini kau baru pulang, dan mengendap-endap seperti seorang pencuri". Agung menatap tajam menantunya.

__ADS_1


Tadi agung merasa sangat haus, hingga ia memutuskan untuk pergi ke dapur dan mengambil minum untuknya.


"Aku baru pulang dari rumah salah satu sahabat ku saat aku masih di perguruan tinggi ayah". Ujar Joyo, ia sangat tenang karena ia memang sudah sangat sering membohongi keluarga itu, makanya ia tak merasa gugup sama sekali


"Benarkah?". Agung terseyum


"Benar ayah". Joyo merasa ada yang tidak beres dalam senyum sang ayah


"Kalian berkumpul di kamar hotel?" . Joyo kaget, dari mana ayah mertuanya tau


"Hem, itu .. ya kami kumpul-kumpul di hotel ayah, karna salah satu teman ku baru pulang dari luar negeri". Joyo mencoba sebaik mungkin terlihat tenang, agar agung tak curiga.


"Jadi teman mu yang baru pulang dari luar negeri adalah Lusi, dan kalian bertemu di hotel itu?" Kali ini tamat riwayat Joyo. Mertuanya tau


"Ah, bukan ayah.. aku bahkan tak mengetahui dan tak kenal nama itu".


"Dengarkan aku Joyo, kau tak bisa membohongi aku, kau hentikan kegilaan mu selama ini, atau aku bongkar semua perselingkuhan mu pada putriku". Joyo tergagap, dari mana pria itu tau tentang semua perselingkuhan nya.


"Aku tak mengerti apa maksud ayah". Keringat dingin mulai bercucuran di wajahnya.


"Jangan kau fikir aku bodoh Joyo". Kemudian agung berjalan mendekati menantunya.


"Aku harap kau mengerti, jangan sampai aku kehilangan kesabaran". Kemudian agung berbalik dan meninggalkan Joyo di sana.


"Pria tua itu membuat hidup ku susah saja, lihat saja, ketika aku telah menguasai harta elang, maka aku akan meninggalkan putrimu ". Joyo memaki sikap ayah mertuanya


Kemudian ia menaiki tangga dan memasuki kamarnya. Dia kaget melihat dini sudah berdiri disana menunggunya. Dini menggunakan lingerie merah dengan bibir merah merona. Ia berdiri menggoda, namun Joyo tengah tak berhasrat pada dini.


Ia menarik nafas berat kemudian dengan sangat terpaksa mendekati istrinya menciumnya dan langsung menggagahi istrinya. Ia sudah tak ingin membuang buang waktu dengan dini. Bagaiman tubuh Lusi jauh lebih menggairahkan di banding tubuh dini.


"ada apa dengan mu ?" dini menatap suaminya


"aku kenapa?" Joyo malah balik bertanya


"kenapa kau sepertinya tak berselera padaku ?" dini merasa ada yang aneh pada suaminya.

__ADS_1


"aku hanya lelah". Joyo sudah malas menanggapi sang istri .


kemudian joyo masuk ke kamar mandi, ia membersihkan dirinya. dini bisa mendengar suaminya bersenandung bahagia. dini mulai curiga.


Joyo bersenandung dibawah guyuran air yang keluar dari shower itu, ia mengingat segala yang ia lakukan dengan Lusi tadi siang, pengalaman yang sangat menakjubkan.


ia jadi semakin muak melihat dini. Lusi di atas segala-galanya. lekuk tubuhnya sangat indah apalagi bagian atas nya, sangat besar dan seksi. Lusi memiliki tubuh yang sempurna. ia juga bukan tipe wanita yang hanya ingin di puaskan saja, Lusi adalah wanita paling agresif yang Joyo temui, dan Joyo sangat menyukai nya.


"lelah , namun bersenandung bahagia". dini mencibir sang suami


"apa aku tak boleh bernyanyi". ujar Joyo


"mana handphone mu". Lusi meminta handphone Joyo.


"untuk apa?"


"aku merasa ada yang tak beres, aku harus memastikan bahwa kau tak main-main di belakang ku". dini terseyum sangat sinis.


Joyo merasa, cukup baginya selalu terlihat lemah di mata dini, selama ini dini selalu merendahkan nya. dalam segala hal. kali ini tidak lagi.


ia menatap netra sang istri berjalan mendekatinya kemudian mencengkram bahu dini.


"sakit," ujar dini. ia memandang suaminya tak percaya


"dengar kan aku, mulai sekarang jangan lagi kau menganggap ku sebagai pria tak berguna," tatapan mata Joyo sangat tak biasa, pria itu tak se ramah dan semanis dulu.


"ada apa dengan mu". dini meringis kesakitan tapi joyo malah semakin mengencangkan cengkraman nya.


"sekarang ikuti apapun kemauan ku, atau akan aku ceraikan dirimu". dini kaget luar biasa , pria yang dia pikir sangat mencintainya dan sangat patuh padanya ternyata sangat kasar


"apa salah ku". dini terisak


"pikirkan lah apa kesalahan mu, mulai saat ini aku tak kan menuruti semua kemauan mu, kau sekarang yang harus menurut padaku". dengan kasar Joyo melepaskan cengkraman nya.


dini terisak, Joyo akhirnya mengeluarkan taring nya.

__ADS_1


"mana kartu ATM dan kartu kreditku". ujar Joyo sambil melemparkan tas ke wajah dini.


dengan perlahan dini menyerahkan kartu-kartu itu pada Joyo. kemudian Joyo menyambarnya dengan kasar.


__ADS_2