
"kita akan menikah, secepatnya , jadi kau jangan melakukan hal apapun yang bisa merugikan ku". Mendengar lah itu Lusi terseyum lebar.
"Akhirnya kau menyerah elang, aku tau aku akan mendapatkan mu".
"Ada hal-hal yang harus kau ingat, kau jangan coba merayu ku, atau memprovokasi istri ku, kita akan tinggal terpisah, kau akan tetap tinggal disini,aku akan menafkahi mu , untuk makan dan semua kebutuhan mu, akan aku berikan". Elang sebenarnya sangat muak melihat wanita yang dulu pernah ia cintai itu.
"Aku ingin tinggal bersama kalian sebenarnya, namun tak masalah jika harus tinggal terpisah, namun jika aku membutuhkan mu, aku harap kau mau mendatangi aku". Lusi terseyum sangat licik. Lagipula ia berfikir jika ia tinggal bersama elang maka ia tak bisa bersenang-senang dengan Joyo.
"Aku akan memberitahukan mu tanggal pernikahan kita nanti, dan satu lagi, pernikahan kita tak kan tercatat di catatan sipil, kita akan menikah secara siri, dan pernikahan itu akan di lakukan secara tertutup tak kan ada yang tau selain dirimu dan keluarga ku". Elang kemudian berdiri dan hendak berjalan keluar. Namun suara Joyo menghentikan langkahnya.
"Sayang buatkan aku kopi". Joyo berteriak dari dalam kamar Lusi. Lusi panik ia tak tak harus mengatakan apa pada elang .
Namun elang tak ambil pusing , ia melanjutkan langkah nya . Elang tau suara siapa yang barusan,namun belum saatnya elang membuka segalanya. Ia akan menikahi Lusi 3 bulan lalu, selama itu ia akan membuktikan segala kebusukan Lusi dan Joyo. Untuk saat ini ia harus tenang terlebih dahulu.
"Kau harus tenang Fajrina, aku sangat yakin elang bisa menyelesaikan masalah ini". Fajrina terseyum kemudian menatap dini.
"Bukan aku yang harus kau khawatirkan kak, tapi dirimu". Fajrina memeluk tubuh dini.
"Aku baik-baik saja Fajrina, tapi asal kau tau, aku yakin anak yang Lusi kandung adalah anak Joyo, bukan anak elang". Hal itu sudah terbiasa sejak awal di fikiran fajrina, ternyata dini juga merasakan hal yang sama.
"Apa kau tak masalah kak?". Fajrina menatap dini
"Tak masalah buat ku, aku malah ingin segera bercerai dengan Joyo". Dini menghela nafasnya.
"Aku dan elang akan membuktikan segalanya kak , kau tenang saja". Fajrina kembali memeluk dini
Malam harinya elang telah kembali, ia datang untuk menjemput Fajrina. Dalam perjalanan Fajrina hanya bisa terdiam, dan elang pun tak ingin mengatakan apapun.
Fajrina langsung membersihkan tubuhnya ketika ia sampai di apartemen mereka.
Elang masih mengerjakan beberapa berkas, Fajrina mendekati elang sambil memberikan teh hangat pada suaminya.
__ADS_1
"Aku akan mengukur waktu, agar kita bisa membuktikan bahwa anak Lusi bukan lah anak ku, tadi siang ketika aku mendatangi Lusi, aku mendengar suara Joyo, ia ada di tempat Lusi ". Elang angkat bicara .
"Aturlah waktu sebisa mungkin, aku akan membantu mu". Fajrina membelai lembut punggung elang, ia sangat bersyukur memliki istri yang sangat mendukung dan mempercayainya
"Terimakasih sayang". Ujar elang sambil mencium pipi Fajrina
"Izinkan aku mengurus wanita licik itu sayang ". Fajrina memeluk tubuh elang, elang bingung maksud kata-kata Fajrina yang barusan.
"Maksud mu?". Elang melepaskan pelukan nya dari Fajrina.
"Ya, kau tak perlu tau itu apa, yang pasti kau percayalah padaku ". Fajrina terseyum. Ah, elang tak tahan melihat wajah cantik istrinya. Elang langsung menarik Fajrina.
"Aku haus". Katanya sambil membenam kan wajahnya di leher Fajrina. Fajrina tertawa geli ketika elang mengigit kecil helernya
"Hey, sejak kapa kau berbah menjadi seorang vampire". Fajrina mencoba mendorong elang
"Apa kau baru tau , kalau aku seorang vampire? Baiknya bersiaplah , vampire satu ini akan meminum habis darah mu". Elang menggigit kembali leher Fajrina, tawa di bibir Fajrina berubah menjadi ******* ketika jemarin elang menari di atas tubuh Fajrina.
Joyo mencekik leher Lusi
"Apa salahku". Ujar Lusi sambil memegangi lengan Joyo.
"Kita hampir saja ketahuan , andai saja kau membangunkan Ku terlebih dahulu, ini tak terjadi". Lusi semakin lama semakin sesak nafas , cengkraman Joyo makin lama semakin erat.
" Aku tak sempat membangunkan mu, lagipula sepertinya ia tak tau jika itu kau". Lusi terus saja meronta
"Entah siapapun, ia akan semakin yakin bahwa anak yang kau kandung adalah anak nya". Joyo kemudian melepaskan cengkraman nya. Lusi terbatuk .
"Mengapa kau sangat kasar sayang". Lusi mendekati Joyo kemudian memeluk pria itu.
"Kau membuatku kecewa". Joyo menatap Lusi.
__ADS_1
"Aku lalai,aku minta maaf, aku mohon mengertilah". Joyo mendorong Lusi.
"Kau membosankan ". Joyo kemudian meninggalkan kediaman Lusi, ia membawa mobil Lusi dengan kecepatan sangat tinggi, kemudia. Mendatangi sebuah rumah kontrakan yang sangat sederhana. Ia memasuki rumah itu dengan kunci yang ia miliki.
"Ayah". Teriak seorang anak kecil berusah 6 tahun itu.
"Cantik ku". Joyo mengangkat tubuh putrinya
"Kau baru datang". Seorang wanita berpakaian sangat sexy berjalan keluar dari dapur.
"Iya, bagaiaman kabarmu". Ujar Joyo sambil mencium kening wanita itu
"Aku baik-baik saja".
"Ayah, temani aku tidur, ayah sudah lama tidak menemui ku". Gadis kecil itu sangat lucu. Joyo mencium pipi gadis kecil itu.
"Baiklah, mari ayah temani kau tidur". Joyo menggendong putrinya dan membawanya masuk ke kamar, Joyo terlihat sangat menyanyagi anaknya. Joyo memeluk putrinya kemudian membacakan sebuah buku cerita sampai putrinya tertidur.
"Dengar sayang, aku akan memberikan kehidupan mewah untuk mu dan ibu mu, aku berjanji setelah ini kau tak kan ku sembunyikan lagi, kau akan ku perkenal kan sebagai putriku suatu saat nanti, untuk saat ini bersabar lah". Joyo kemudian mengecup kening putri nya , lalu berjalan keluar kamar
"Apakah putri kita telah tidur?.." wanita itu menatap Joyo, tepat ketika Joyo menutup pintu kamar putrinya
"Sudah". Ujar Joyo, Joyo mennelan salivanya , wanita yang sangat jarang ia temui itu terlihat sangat cantik tanpa mengenakan sehelai benang pun. Ia duduk manis di atas sofa, melihat reaksi Joyo, wanita itu membuka lebar kakinya.
"Aku merindukan mu". Ujar nya
Joyo terseyum dan berjalan mendekati wanita itu kemudian menciumnya dengan kasar. Wanita itu tersenyum di sela ciuman nya dengan Joyo. Wanita itu berdiri dan melucuti pakaian Joyo, kemudian menariknya ke dalam kamar , Joyo bercinta dengan wanita itu.
Setelah aktifitas yang menguras energi, Joyo merasa lelah kemudian berbaring di samping wanita itu. Wanita itu berdiri dan berjalan ke arah meja kemudian mengambil sebuah cek dan memberikan nya ke pada Joyo.
"Apa ini?". Ujar Joyo.
__ADS_1
"Aku mendapatkan nya dari pasien ku ". Wanita itu berkata sambil memeluk Joyo dan mengalungkan lengan nya di leher Joyo
"Hemmm". Joyo melihat nama yang tertera dalam cek itu, kemudian ia terseyum.