DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
ANCAMAN LUSI


__ADS_3

"suamiku anak menikahi mu 3 bulan dari sekarang". Fajrina menatap Lusi, Lusi terlihat tidak senang.


"Tidak bisa, aku tak mau perutku membesar sebelum kami menikah". Lusi melengos, ia merasa elang dan Fajrina sedang mempermainkan nya


"Itu terserah padamu, tapi elang sudah mengatakan itu padaku semalam, dan ia menyerahkan segalanya padaku untuk mengurus pernikahan kalian, 3 bulan lagi kau akan menjadi madu ku, Lusi ". Lusi langsung menatap Fajrina, mengapa bisa Fajrina begitu tenang. Bahkan ia dengan senang hati mau mempersiapkan segalanya.


"Aku akan melaporkan kelakuan elang pada orang tua mu Fajrina". Fajrina tak takut sama sekali, ia malah tertawa.


"Silahkan, jika kau melakukannya elang tak kan menikahi mu, kau tinggal pilih saja". Fajrina menatap mata Lusi.


Lusi kembali berfikir, terlambat tidak lah membuatnya rugi, lebih baik dari pada tidak sama sekali.


"Baiklah". Ujar Lusi .


"bagus jika kau menyetujui nya, ingat satu hal, jika sampai kau buka suara ke media manapun, aku akan membatalkan pernikahan kalian". Fajrina sedikit mengancam Lusi, namun Fajrina tau bahwa Lusi takkan takut atas ancaman itu. namun apa salah jika jika mencoba.


"aku akan tutup mulut selama aku bisa menikah dengan elang". Lusi terseyum.


"wanita ini gila, dia sangat terobsesi pada elang, namun mengapa ia juga berselingkuh dengan Joyo". kata Fajrina dalam hati.


"bagus jika begitu, setiap bulan aku akan menjemputmu untuk memeriksakan kandungan mu, dokter Vivian akan terus memeriksa mu". Lusi kembali mengingat uang 1 milyar yang ia berikan pada dokter itu, jadi ia tak mempermasalahkan nya, jika suatu saat elang dan Fajrina berlaku curang, maka ia hanya cukup menghubungi Vivian untuk membongkar rahasia tentang kehamilan nya.


"terserah padamu saja namun aku memiliki syarat, jika kau mau aku menuruti semua peraturan ku, kau harus menuruti apa mau ku ". Lusi tersenyum


"apa itu?". ujar Fajrina


"aku ingin kau mengizinkan elang, ketika aku membutuhkan nya, bagaiaman pun anak ini adalah anaknya, maka sekita aku menginginkan sesuatu maka elang harus menuruti apa mau ku". itu adalah salah satu jalan agar Lusi bisa terus bertemu elang . Fajrina sangat kesal dengan syarat yang di katakan Lusi, namun mau tidak mau dia harus menuruti nya.


"baiklah, aku akan mengizinkan elang kesini". ujar Fajrina

__ADS_1


"kau sangat bijaksana dokter Fajrina". Lusi menatap fajrina sambil terus memainkan kukunya. sebenarnya ia sangat muak pada Fajrina, wanita di depannya terlihat sangat sombong, ia bahkan rela suaminya menikahi wanita lain demi nama baiknya. begitulah isi hati seorang Lusi.


"Baik kalau begitu, hubungi aku jika kandungan mu bermasalah, atau kau menginginkan sesuatu, aku akan menyuruh elang kesini ,kami akan terus mengurus bayimu dan dirimu, karna jika ia sudah lahir maka aku juga akan ikut mengurusnya".


"Pembicaraan ini selesai kan, jika iya aku pergi dulu, ada urusan yang lebih penting ". Lusi berdiri dan langsung meninggalkan Fajrina


Fajrina menghela nafasnya kemudian menghubungi elang, dan menceritakan hasil pembicaraan nya dengan Lusi. Merasa sudah tidak ada urusan lain, fajrina kemudian berdiri, ia hendak meninggalkan. Cafe itu ketika tak sengaja ia melihat Joyo sedang makan dengan seorang anak kecil.


Dengan cepat Fajrina mengambil ponselnya dan memotret keberadaan Joyo dengan anak kecil yang entah siapa. Joyo tak menyadari jika Fajrina juga berada di sana, ia terlalu sibuk mengurusi putri kecilnya.


"Siapa gadis kecil itu, dan mengapa pria itu terlihat sangat menyayangi gadis kecil itu". Ujar Fajrina dalam hati, Fajrina menaruh kembali ponselnya di tas, kemudian berjalan perlahan meninggalkan cafe, namun Fajrina tak melihat siapa wanita yang kemudian datang dan duduk di sebelah Joyo.


"Kalian sudah memesan makanan". Ujar wanita itu sambil membelai rambut putrinya


"Sudah". Ujar Joyo .


Elang menyambut kedatangan sang istri.


"Apa kau lelah, di luar sangat panas sayang". Elang mencium kening Fajrina.


"Aku membawa mobil sendiri sayang, kau jangan khawatir". Kemudian Fajrina berjalan menuju sofa dan duduk di sana.


"Hal apa yang ingin kau tunjukan padaku sayang". Ujar elang sambil duduk di sisi Fajrina. Fajrina kemudian memberikan ponselnya pada elang.


"Apa kau kenal dengan gadis kecil ini?". Tanya Fajrina.


"Tidak ". Elang menatap gadis kecil itu, ia tak mengenal sanak saudara Joyo, karna Joyo tak pernah memperkenal kan sanak saudara semenjak ia menikah dengan dini.


"Lalu siapa dia,terlihat jika Joyo sangat menyayanginya". Elang kembali melihat foto itu, elang sangat yakin bahwa ia tak mengenali anak itu.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan ketempat ayah, untuk bertemu kak dini, siapa tau kak dini mengenali nya". Ujar Fajrina..


Elang terseyum kecut, ia tak rela jika Fajrina meninggalkan nya


"Disinilah lebih lama sayang". Elang mengerucutkan bibirnya


"Sayang, aku harus tau siapa anak ini, ini bisa menjadi bukti untuk kita". Fajrina kemudian mencium sang suami .


"Tapi aku masih rindu". Elang langsung menarik Fajrina ke pangkuan nya.


"Kita bertemu setiap hari, tapi kau selalu bilang kalau kau merindukan ku". Fajrina menarik pipi elang.


"Iya aku selalu rindu". Elang semaki. Erat memeluk fajrina.


Fajrina kemudian terseyum, beberapa hari ini suaminya sangat manja, ia bahkan selalu minta di suapi ketika makan, hal terkontrol yang ia lakukan adalah tak ingin mandi jika bukan Fajrina yang memandikan .


Fajrina membuat elang tergila-gila padanya, elang sepertinya tak bisa bila tak mencium wangi tubuh istrinya di mana pun ia berada, kadang ia berfikir untuk memberikan wewenang nya di perusahaan itu pada orang lain agar dirinya bisa 24 jam bersama Fajrina..


"Sayang, nanti malam kita bisa bertemu lagi". Fajrina kemudian mencium elang dengan sangat mesra, ketika Fajrina Mau menarik bibirnya dari elang, elang malah menahan tengkuk Fajrina..ia tak rela ciuman itu usai begitu saja.


Namun ketukan pintu membuat elang mau tak mau lepaskan Fajrina. Fajrina berdiri dan bergegas membuka pintu ruangan elang.


Reza berdiri disana, di belakang nya berdiri agung, kemarahan agung menjadi dua kali lipat setelah melihat sosok Reza di perusahaan elang.


"Ayah". Elang bingung mau mengatakan apa, agung dengan kasar mendorong Reza agar ia masuk, Reza hampir saja terjatuh ketika elang dengan cepat menangkap pria itu.


"Tutup pintunya Fajrina". Fajrina menuruti apa kata ayah mertua. Ia kemudian menutup pintu itu, Fajrina sangat takut saat menatap mata ayah mertuanya . Agung terlihat sangat marah.


"Kenapa ayah kesini?". Elang langsung bertanya pada ayahnya, agung berdiri menatap elang dengan marah.

__ADS_1


__ADS_2