
"kau kenapa?" Elang menetap netra indah istrinya
"Aku sungguh tak mengerti, mengapa ada orang seperti dia".
"Seperti siapa?" Elang bertanya sambil memainkan ujung baju tidur Fajrina. Mereka tengah menonton televisi bersama. Fajrina tengah bersandar pada elang.
"Bukan siapa-siapa". Fajrina telah berjanji kepada dini, agar tak satu orang pun yang tau mengenai kejadian Yang sebenarnya
"Apa ada yang kau sembunyikan dariku ". Ujar elang sambil membuka kancing baju Fajrina satu persatu. Fajrina tak memperhatikan gerakan tangan elang. Ia masih menikmati film yang sedang mereka saksikan
"Aku tak pernah menyembunyikan apapun darimu". Fajrina menatap elang, ia baru sadar ketika semua kancing bajunya terbuka. Ia menatap elang, pria itu terseyum
"Apa?". Elang bertanya , jemarinya kini telah menjelajahi punggung Fajrina, ia berusaha melepaskan kaitan itu.
"Kau sedang apa?" Ujar Fajrina
"Subuh tadi kita sudah melakukan sholat subuh bersama, berarti kau sudah 100 persen bersih". Elang menyeringai , ia sudah sukses membuka pengait di punggung Fajrina
"Lalu, kalau begitu kau mau apa sekarang". Fajrina merasa geli ketika jemari elang mulai meraba tubuhnya dari punggung sampai dada depan fajrina. Elang bermain-main di bagian kesukaan nya itu. Ia terus saja memilin bagian yang itu.
******* mulai lolos dari bibir fajrina, dengan lembut elang mencium Fajrina, fajrina bersandar ke sofa, ciuaman itu semakin lama semakin panas, beberapa kali ******* kembali lolos dari bibir cantik Fajrina. Elang sengaja , makanya ia terus bermain-main di ujung dada fajrina.
"Sepertinya aku mendapatkan lampu hijau malam ini". Ucap elang ketika ia melepaskan ciuman nya.
"Kau akan terus memaksa meskipun aku menolak". Fajrina menoleh menatap elang yang sedang memandangi wajahnya, dan benar saja Wajah bias sang istri makin membuat hasrat elang naik . elang kembali mencium Fajrina.
setelah puas mencium Fajrina , elang mengangkat kepalanya kemudian terseyum . ia tau hasratnya sudah tak tertahan kan.
"Aku tak memaksa, aku hanya menawarkan dan kau menerimanya , jadi sayang.. ayo kita mulai saja sekarang".
Fajrina dengan senang hati menerima elang. Fajrina dan elang berdoa sebelum mereka melaksanakan ibadah mereka sebagai pasangan suami istri.
setelah mereka berdoa, Fajrina menatap elang, menaikinya dan terseyum sambil mencium elang. dalam sekali gerakan elang telah memasuki fajrina. Fajrina bahagia karna melayani elang adalah bentuk kewajiban fajrina sebagai seorang istri.
Kali ini sofa menjadi saksi bisu cinta mereka, entah mengapa kali ini elang merasa ada yang berbeda. Fajrina hari ini sangat agresif namun juga lembut.
__ADS_1
Elang sangat menyukai wajah itu, wajah Fajrina ketika ia lebih mendominasi, wajahnya sangat menawan , kadang terlihat seksi kadang terlihat galak. apapun yang Fajrina lakukan sukses membuat elang terbuai. Elang kembali mencium bibir Fajrina.
"Katakan lah sayang, bahwa kau mencintaiku". Bukannya menjawab Fajrina malah menutup matanya , Fajrina menggigit bibir nya sendiri.
"Ah, elang.. aku mencintaimu". ujar Fajrina , Elang terseyum dan kembali ******* bibir Fajrina. Elang mengangkat pinggul istrinya, hingga istrinya terbangun posisi mereka duduk sekarang.
"Katakan sekali lagi". Fajrina membuka matanya, ia menatap mata elang. Ia merasa bahwa dirinya akan jatuh ke belakang , karna baru saja melepaskan mendapatkan kepuasan nya, namun dengan cepat ia berpegangan pada sofa tempat elang bersandar .
"Aku mencintaimu elang, aku sangat mencintaimu". elang terseyum bahagia, akhirnya Fajrina mengakui cintanya.
"terimakasih sayang". ujar elang, Fajrina kemudian memeluk suaminya. Setelah itu , mereka berdua melanjutkan aktifitas yang memicu adrenalin itu semalaman.
Fajrina sedang membersihkan dirinya ketika elang masuk ke kamar mandi.
"Apa yang kau lakukan?" Fajrina bertanya sambil menutupi tubuhnya dengan tangan.
"Kau kenapa? " Elang tak mengerti, padahal Fajrina tau, elang bahkan hampir setiap hari melihat tubuhnya tanpa pakaian , namun Fajrina masih saja merasa malu.
"Aku malu". Fajrina menatap lantai,
"Lihat aku". Elang mengangkat dagu Fajrina.
"Apa?".
"Kenapa kau mundur?". Ujar Fajrina sambil tersenyum
"Kita akan Mandi, sebentar lagi azan subuh berkumandang sayang".
"Sekarang masih jam 3 pagi, jadi mari kita lanjutkan ". Elang terseyum kemudian dengan cepat mengangkat tubuh Fajrina.
"Baiklah sayang ". Fajrina tersenyum ketika elang mengangkat tubuhnya. kemudian Fajrina mencium elang. dengan tubuhnya yang tinggi dan otot-otot yang besar elang dengan sangat mudah mengangkat tubuh Fajrina.
Di rumah sakit Joyo, tengah mengintrogasi dini. Ia menatap sang istri dengan penuh amarah
"Apa yang kau katakan pada Fajrina" .
__ADS_1
"Aku tak mengatakan apapun ". Ujar dini, suaranya masih sangat lemah.
"Dari mana Fajrina tau jika aku yang telah melakukan itu padamu , jawab". Joyo mencengkram lengan dinj
"Sebaiknya kau lepaskan tanganku, apa kau tak lihat ada cctv di sini". Joyo langsung mengangkat kepalanya , lalu dengan cepat melepaskan cengkraman nya
"Aku sudah mengatakan nya padamu, jika sampai orang lain tau aku akan menyebarkan video mu "
"Aku sudah mengatakan yang sejujurnya, aku tak mengatakan apapun pada Fajrina"
"Lalu dari mana fajrina tau soal luka mu?"
"Ia memeriksa tubuhku tadi". Joyo menatap istrinya kemudian berdecih,
"Kau sangat menjijikan, lebih baik aku bersenag- senang dengan Lusi ". Kemudian Joyo meninggalkan dini.
"Kau yang menjijikan ". Ujar dini, suaranya sangat lemah , maka bisa di pastikan Joyo tak mendengar nya.
Joyo melangkah keluar dari ruang rawat dini, tanpa ia sadari Reza sebenarnya telah duduk di kursi tunggu sejak tadi. Karna reza memakai topi maka elang tak mengenalinya. Setelah merasa semua aman Reza berjalan memasuki kamar dini.
"Apa lagi". Ujar dini, ia menutup matanya makanya ia tak tau jika Reza yang datang
"Apa kau baik-baik saja?" Mendengar suara Reza, dini langsung membuka matanya
"Kau datang?". Dini terisak , Reza menggenggam jemari dini
"Tentu saja, sudah aku katakan aku akan selalu berada di sekitarmu". Reza mendekati dini kemudian mencium bibir wanita yang membuatnya tak bisa lagi membuka hati untuk wanita lain. Reza memegang dagu dini, dini pun menikmati ciuman itu.
dini terseyum, setelah apa yang terjadi padanya, akhirnya ia menemukan sedikit serpihan kebahagiannya dulu sempat ia lupakan.
pria di hadapannya, ternyata ia tak bener-bener melupakan cinta pertamanya itu.
Joyo mengendarai mobilnya dengan sangat lambat, ia sedang berfikir bagaimana caranya merebut Fajrina dari elang, karna Fajrina harus menjadi miliknya. kemudian Joyo berhenti di bawah apartemen mewah tempat elang dan Fajrina tinggal.
"aku kan mendapatkan Mu Fajrina". Joyo berdesis sambil mengingat kejadian tadi siang saat Fajrina berbicara dengan nya. Joyo terseyum, saat ini pikiran nya sedang melayang-layang. ia membayangkan bagaimana rasanya bercinta dengan Fajrina.
__ADS_1
kemudian ia kembali melajukan mobilnya ke arah apartemen Lusi, akhirnya Joyo tau cara agar mereka bisa memisahkan elang dan Fajrina.
"aku sudah tak sabar sayang, aku tak mau menunggu, kau harus secepatnya ku miliki ". Joyo menyeringai , tatapan dan ekspresi wajahnya sangat menyeramkan.