DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
MONSTER'


__ADS_3

Hasil pemeriksaan sudah ada di tangan Fajrina, dalam laporannya tertera bahwa dini mengalami peradangan. Hanya saja Fajrina tak melihat luka satu pun di tubuh dini.


dengan perlahan Fajrina mulai memeriksa seluruh tubuh dini , tak ada yang mencurigakan, tempat terakhir adalah punggung, Kemudian ia perlahan membalik kan tubuh dini. namun ketika Fajrina menyentuh bahu sang kakak ipar , dini langsung membuka matanya.


"Pelan-pelan" ucap dini lirih.


"apa kah sakit ?". Fajrina bertanya sambil terus memegang bahu kakaknya.


"sangat".


"Tahan,". Fajrina mengambil gunting dan memotong baju sang kakak ipar. Ketika ia ingin membuka nya, tiba-tiba dini mencengkram lengan Fajrina


"Sakit sekali". Dini terisak. Namun sedetik kemudian Fajrina terbelalak kaget, punggung kakak iparnya penuh luka , bahkan luka-luka itu telah bernanah, yang paling membuat Fajrina kaget adalah, baju dini sebagian telah melekat dengan lukanya.


"Kenapa bisa begini?" Fajrina menatap sang kakak ipar


"Obati saja Fajrina, jangan banyak bertanya ". Kemudian Fajrina memanggil 3 orang perawat dan meminta obat pereda sakit.


"Lebih baik kita berikan obat bius saja dokter, jika pakaian nya di buka, itu akan sangat menyakitkan ". Fajrina setuju atas saran mereka


"Baik". Kemudian salah satu perawat menyuntikkan obat bius pada dini. Ketika obat bius nya mulai bereaksi Fajrina mencoba membalik kan tubuh dini. Para perawat menjerit, namun Fajrina melarang mereka membuka mulut


"Kalian harus diam, jangan bersuara, sekarang kita bersihkan lukanya" kemudian mereka bekerja dengan cepat, darah bercampur nanah melekat di baju dini, dini sangat tenang karna ia tak merasakan apapun.


"Sungguh tega". Ujar fajrina . Setelah selesai , mereka memberikan obat anti virus dan mengoleskan salep di atas luka yang dini derita.


"Apa kita harus menyuntik kan antibiotik dokter?"


Lakukan. Memberikan luka dini memerlukan waktu yang sangat lama. setelah selesai Fajrina duduk di samping dini, Fajrina dengan sengaja melarang yang lain masuk, karna ada Joyo di sana, ia takut Joyo mulai bertingkah seperti di rumah tadi.

__ADS_1


"Siapa pelakunya" Fajrina menatap dini


"Kau tak perlu tau". Ujar dini ketus. wanita itu mencoba menyembunyikan sesuatu. tanpa dini tau, Fajrina sudah sangat sering bertemu dengan orang-orang seperti dini. banyak korban KDRT Yang bahkan tak tertolong. jadi mau di tutupi seperti apapun Fajrina sudah lebih dulu mengetahuinya.


"kau hampir saja kehilangan nyawamu, jika saja bunda tak menghubungi ku, kau pasti sudah mati, apa mau tau itu ". Fajrina menatap tak percaya sang kakak ipar.


"ini hanya sebuah kecelakaan". dini masih setia menatap langit-langit


"kecelakaan yang di akibat kan oleh monster bernama Joyo, bukan begitu kak? kau di cambuk oleh sabuk celana, apa aku salah?". dini mengalihkan pandangan nya kemudian terseyum pada Fajrina.


"aku terlalu menganggap mu remeh, Fajrina".


"katakan lah, yang sebenarnya .. kau harus bebas kak,bukannya aku menyarankan agar kalian berpisah karna aku tau, Allah sangat membenci perceraian , hanya saja suami mu sudah sangat keterlaluan, lebih baik kau tinggalkan dia, aku takut lain kali dia bisa .merenggut nyawa mu kak". Fajrina memegang tangan dini.


"tak masalah Fajrina, aku ikhlas menerimanya". kemudian dini tertawa. itu membuat Fajrina kesal.


"Laporkan saja, aku tak kan memberitahu mu apapun". Dini kembali menatap langit-langit rumah sakit. kemudian memejamkan matanya.


"kau tak bisa terus membohongi aku kak, kondisi mu sangat parah , tanpa kau akui, aku sudah tau siapa pelakunya sejak awal". Fajrina menarik lengan dini lembut.


"Aku anggap, bahwa aku tak mendengar apapun ". Sebenarnya dini ingin sekali melaporkan Joyo pada elang & Fajrina. namun ia takut video nya dengan Reza di sebar luaskan oleh Joyo.


Dini sudah sangat mengenal Joyo sekarang, mungki dulu matanya di buatkan oleh cinta, namun sekarang ia sudah tau bahwa kebaikan Joyo hanya topeng belaka.


"Kak dini, apa kau tidak kasihan pada orang tuamu , mereka sangat khawatir padamu". Namun tiba-tiba dini memegang lengan Fajrina, kemudian menatap adik iparnya itu.


"Aku akan baik-baik saja kan, aku tau itu, kau sudah menyelamatkan nyawaku, jadi kali ini aku meminta kau menyelamatkan kehormatan ku, berserta keluarga ku, maka jangan katakan apapun pada keluarga ku apalagi elang mengenai luka ku, berjanjilah". Tatapan mata dini penuh dengan permohonan , ia memohon pada Fajrina. Kemudia Fajrina mengembuskan nafas dengan kesal


"Baik, aku akan tutup mulut untuk kali ini saja, jika nanti kau kembali mengalami hal yang sama aku akan langsung melaporkan suamimu". Kemudian Fajrina berbalik dan meninggalkan dini sendiri.

__ADS_1


"Terimakasih Fajrina". Sebelum Fajrina benar-benar menlangkah keluar, ia sempat mendengar ucapan kakak iparnya


"Fajrina sayang, bagaimana keadaan dini". Cindy langsung bergegas mendekati Fajrina


"Dia baik-baik saja bunda , masa kritis nya sudah lewat kalian bisa melihatnya". Tanpa menunggu lama cindy dan agung segera memasuki kamar perawatan dini, pun dengan elang


Bagaimana pun elang sangat menyanyangi kakaknya, meskipun mereka tak pernah akur, namun diam-diam elang selalu memperhatikan kebahagiaan sang kakak.


Namun ketika Joyo beranjak, Fajrina dengan cepat memotong langkah Joyo


"Aku peringatkan kepadamu, aku telah mengetahui apa yang telah kau lakukan pada istrimu, seandainya ia tak memohon aku pasti sudah melemparkan mu ke penjara". Fajrina menatap tajam mata Joyo.


Mendengar ancaman Fajrina , Joyo malah terseyum


"Kau boleh melakukan apapun padaku sayang, seharusnya kau tau betapa aku mendamba mu, aku semakin memuja mu setalh kau dengan berani membentak ku, suatu hari nanti aku akan merebut mu dari elang".


Fajrina tersentak kaget, Joyo mengakui perasaan nya pada Fajrina, ia semakin jijik menatap Joyo.


"Ternyata bukan hanya keji, tapi kau juga gila. Kau pikir aku akan diam saja, kau dengarkan aku, jika kau berani mengusik hubungan ku dengan elang maka aku tak kan membuat hidupmu tenang , kau mengerti". Kemudian Fajrina berjalan meninggalkan Joyo .namun dengan lantang dan beraninya Joyo memanggil nama Fajrina


"Fajrina, aku mencintaimu". Fajrina menghentikan langkah nya, kemudian berbalik dan menatap elang jijik.


"Kau pria gila yang tak tau malu". Namun Joyo kembali tak merasa tersinggung atas kata-kata Fajrina.


"Jangan terlalu bersemangat sayang, simpan semua semangat mu karna nanti ketika kau jatuh kepelukan ku, kau sangat membutuhkan semangatmu untuk memuaskan dahaga ku". Joyo tersenyum mengerikan , Fajrina sungguh tak mengerti, mengapa ada pria menjijikan sepertinya di dunia ini.


Kemudian Joyo berbalik dan berjalan ke arah kamar dini.


"Manusia gila". Ujar Fajrina.

__ADS_1


__ADS_2