DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
PENGUNTIT


__ADS_3

Hendrik tengah menghabiskan makan malam menjelang paginya, namun tiba-tiba malam yang tenang itu terusik akibat kedatangan Lusi, ia menatap wanita di depannya , Lisa. Wanita itu Kembali mendatangi Hendrik.


tadi sewaktu di apartemen, Joyo memberitahu Lusi bahwa mereka harus cepat-cepat menjalan kan rencana mereka sebelum semua terlambat, maka setelah Joyo pulang , Lusi mencari keberadaan Hendrik. atas informasi dari teman nya kini Lusi bisa berhadapan dengan pria tampan itu.


"Sebenarnya apa maumu, kau seperti penguntit , ". Hendrik tengah berada di cafe yang kebetulan tempat biasa ia dan para teman-teman se teamnya kumpul setelah habis latihan basket. Ia sebenarnya sudah muak melihat Lusi yang selalu menguntitnya.


"Mengapa kau tak menerima saja tawaran ku , kau juga menyukai fajrina, aku tau itu". Lusi menatap Hendrik yang seperti enggan berbicara dengan nya.


"Aku tak tertarik dengan ide-ide murahan mu". Hendrik melanjutkan makan nya , ia sungguh tak ingin berurusan lebih lama dengan wanita itu.


"Jangan munafik Hendrik". Lusi terseyum sinis. Pria itu sangat sulit di dekati. Sebenarnya seandainya Hendrik mau menerimanya, ia tak kan mengejar-ngejar elang. Memang Hendrik hanya lah seorang atlet basket negri ini, tapi latar belakang keluarga nya tidak bisa di anggap enteng. Ayahnya yang berkebangsaan Korea Selatan memiliki sebuah agensi model yang cukup ternama di Negera asalnya. Sedangkan sang ibu merupakan anggota parlemen negara ini. Jadi dia sudah kaya sejak kecil.


"Aku tak munafik, ya aku memang mencintai Fajrina, namun aku tak mau memisahkan mereka dengan ide-ide konyol mu itu, lagi pula sebagai seorang pria aku tak kan mau mempermalukan diriku dengan cara yang kau punya". Hendrik meletakkan sendoknya dan menatap Lusi.


"Tak masalah bukan, selama mereka bisa kita pisahkan ".


"Tidak". Kemudian Hendrik berdiri dan meninggalkan mejanya. Lusi tak mau menyerah , kemudian ia berlari mengejar Hendrik


"Pikirkan dulu tawaran ku". Hendrik menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Lusi .


"Sampai kapan pun aku tak tertarik dengan tawaran mu, lagi pula bukan kah kau sudah menemukan orang yang tepat untuk membantu mu". Hendrik terseyum mengejak.


"Apa maksudmu?". Lusi tak mengerti apa yang baru saja Hendrik sampaikan .


"Pria itu, suami kak dini, kakak ipar elang". Hendrik kembali melangkahkan kakinya. Lusi bingung, dari mana Hendrik tau jika selama ini ia bersama dengan Joyo.


"Tunggu". Lusi berlari mengajar Hendrik.


"Apa lagi, apa kau bingung dari mana aku tau mengenai itu?". Hendrik tertawa.


"Dengarkan aku, aku tak punya hubungan apapun dengan pria itu".


"Kau tak perlu menjelaskan soal itu padaku, aku tak punya urusan dengan dirimu dan pria itu, jadi tak perlu khawatir".

__ADS_1


Lusi diam mematung di tempat ia berdiri. Darimana Hendrik tau, bagaimana jika ada yang tau selain dia. Posisinya semakin terancam, ia harus cepat bertindak sebelum semuanya terancam.


--


"Mengapa kau tidak memberitahuku mengenai Reza, kau mulai menyembunyikan segalanya dariku". Fajrina menatap tajam suaminy, elang yang tengah memakan sarapannya langsung berhenti dan balik menatap Fajrina.


"Dengarkan aku sayang, aku tak bermaksud menyembunyikan nya dari mu, hanya saja sebelum aku bercerita dengan mu, bunda terlebih dahulu datang kesini".


"Kau selalu beralasan". Fajrina sangat marah, ia merasa tak di hargai saat ini.


"Baik, begini.. Reza kemarin siang mendatangi ku, kami bertemu dan dia menceritakan segalanya, tentang bagaiamana dia bisa berada di kamar itu bersama kakakku, bagaiamana video itu bisa ada di tangan Joyo dan segalanya, jadi kau tak perlu marah". Elang mengusap punggung lengan Fajrina.


"Lalu kalau ayah tau bagaimana?" . Itulah yang di khawatirkan Fajrina. Ia sangat tau seperti apa ayah mertuanya. Apalagi sampai elang mempekerjakan pria itu, ayah nya pasti sangat marah.


"Aku akan menjelaskan nya ke ayah langsung, lagipula jangan campur adukkan pekerjaan dengan masalah pribadi, dan perusahaan itu milik ku sayang, jadi kau tenang saja". Fajrina terdiam


"Aku hanya khawatir ayah tau, aku tak mau ayah marah pada mu". Fajrina menatap suaminya. Tiba-tiba bel pintu berbunyi.


"Bukalah sayang". Ujar elang


"Selamat pagi nyonya". Ujar pria itu.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?". Fajrina bertanya.


"Kau sudah datang, masuklah". Elang berkata di belakang Fajrina. Fajrina langsung menoleh ke arah suaminya .


"Terimakasih tuan". Fajrina bingung, siapa pria itu. Namun ia tetap mempersilahkan nya masuk.


"Tak perlu terlalu formal, Reza.. ini Fajrina istriku". Kemudian elang merangkul bahu Fajrina.


"Perkenalkan nyonya, saya Reza asisten pribadi tuang elang". Reza terseyum pada Fajrina. Akhirnya Fajrina tau siapa pria itu.


"Kenapa kau terlalu kaku, panggil elang saja, dan kau bisa memanggil istriku dokter Fajrina".

__ADS_1


"Kalian duduk saja dulu, aku akan membuatkan teh untuk kalian". Kemudian Fajrina meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju dapur.


"Kau sangat tepat waktu". Elang berseloroh sambil berjalan ke arah Reza.


"Aku memang selalu tepat waktu". Kemudian elang mengajak Reza untuk duduk di sofa.


"Jadi, apa kau telah mengerti tugas mu sekarang". Elang bertanya pada Reza.


"Sudah". Kemudian elang terseyum ketika Fajrina meletakkan teh di meja.


"Tugas apa yang kalian bicarakan". Fajrina duduk di sisi elang


"Reza harus mengikuti gerak gerik Joyo, karna aku curiga, setelah ini akan ada masalah besar entah apa, kau bayang kan saja, untuk apa Joyo membayar orang lain hanya karna ingin memiliki video itu, untuk apa, jika untuk membuat kak dini tak pergi dari nya, dia tak perlu melakukan itu, kita semua tau, sebelum ini terjadi kak dini sangat tergila-gila pada Joyo". Mendengar dini tergila-gila pada Joyo membuat raut wajah Reza berubah. Ia merasa kecewa. Fajrina menyadari hal itu.


"Aku mengerti, jadi menurutmu untuk apa video itu, apa untuk mengancam kak dini?". Uajr Fajrina.


"Kau benar". Jawab elang.


"Aku akan menyelidiki Joyo, karna dini bilang, sebenarnya yang berselingkuh itu Joyo, Joyo ingin menguasai harta dan perusahaan elang, jadi dia sudah merencanakan sesuatu".


Tadi malam ketika Reza sedang bersama dini, dini menceritakan sesuatu, yang membuat Reza sangat penasaran .


"Dia sedang merencana kan sesuatu, ia ingin menguasai perusahaan adik ku, maka dari itu ia mengancam ku menggunakan video itu, agar aku tak bisa berkutik, jika elang dan keluarga ku tau maka ia akan menyebar video itu ke semua media, aku tak ingin membuat keluarga ku malu". Ujar dini


"Dia bekerja sama dengan siap?". Reza kembali bertanya. Namun sebelum dini menyebutkan sebuah nama, ia mendengar Joyo berteriak mencarinya. Dengan cepat Reza berdiri, ia mencium dini kemudian berlari dan melompati balkon, kemudian bersembunyi di bawah.


"Apa yang kau lakukan disini". Joyo menatap marah pada dini.


"Aku tak bisa tidur, makanya aku keluar". Dini menyembunyikan kegugupan nya


"Masuk sekarang, aku sudah mengatakan nya padamu agar tak mendekati balkon. Joyo dengan kasar menarik lengan dini.


"Baiklah ". Dini mengikuti langkah Joyo. Reza merasa sangat marah, ingin rasanya dia membubung pria itu.

__ADS_1


Fajrina berfikir keras, siapa orang yang bekerjasama dengan Joyo. Elang berfikir lebih keras, apa mungkin yang di katakan oleh Hendrik benar, maka mereka sudah mulai bergerak untuk menjalankan rencananya.


Akan ku bunuh dia, jika ia berani menyentuh istriku . Elang kemudian menatap Fajrina.


__ADS_2