DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
PENGANTIN PRIA


__ADS_3

" kau mau menikah lagi?". Ustad dzaki murka, ia tak kan se murka itu jika memang pernikahan itu di lakukan atas izin Fajrina. Namun alasan elang menikah lagi adalah Lusi, elang menikahi Lusi Karna terlanjur menghamili wanita itu.


"Dengarkan Fajrina Abi, semua tak seperti yang Abi fikiran". Fajrina sebisa mungkin mencoba membuat ayahnya tenang.


"Aku tau aku bersalah Abi, namun aku bahkan tak sadar sudah melakukan itu dengan nya, dia membius ku". Elang berusaha membuat ayah mertua nya mengerti.


"Kau membuatku kecewa elang, apa kurang nya putriku" ustad dzaki langsung berdiri dan meninggalkan elang. Fajrina langsung menepuk pundak elang, mencoba memberi support untuk suaminya


"Pulang lah dulu, aku akan mencoba memberikan pengertian pada Abi". Namun seperti anak kecil elang menolak permintaan Fajrina. Ia memang tak bisa jika tidur tanpa istrinya.


"Tidak, aku akan tetap di sini bersama mu". Elang menatap Fajrina. Wanita itu menghela nafasnya kemudian berdiri.


"Kau tunggu di sini". Kemudian Fajrina berjalan mencari keberadaan sang ayah. Saat itu ayah nya tengah berada di dapur, Fajrina bisa melihat dengan jelas , mata sang ayah berkaca-kaca.


Fajrina berjalan kemudian menggenggam jemari ayah nya.


"Abi tak ikhlas , dia sudah menyakitimu seperti ini". Ujar ustad dzaki.


"Abi, dengarkan ceritaku". Kemudian fajrina mulai menceritakan apa yang telah terjadi. Dari awal hingg akhir, bahkan Fajrina memberikan semua bukti pada ayahnya.


"Jadi elang akan tetap menikahinya?".


"Iya, elang aka tetap menikahi wanita itu, namun ketika wanita itu lahir dan anak itu terbukti bukan anak elang, maka elang akan langsung menceraikan nya". Fajrina tersenyum , ia bersyukur bahwa ayahnya mau mendengarkan semua ceritanya.


"Kala begitu, kapan mereka menikah?". Ustad dzaki menatap putrinya, Fajrina begitu tegar menghadapi kenyataan itu.

__ADS_1


"Besok Abi, kau lah yang akan menikahkan mereka". Ustad dzaki menahan nafasnya mendengar kata-kata Fajrina.


"Baik". Fajrina tersemyum, ia langsung memeluk ayahnya. Ia sangat bersyukur ayahnya mau membantu dirinya.


Lusi terlihat sangat cantik, ia menggunakan kebaya serta sanggul di atas kepalanya. Elang pun tak kalah tampan, ia mengenakan jas putih dan kemeja putih. Namun ketampanan nya menghilang saat Fajrina menggodanya


"Pengantin pria nya sangat tampan". Elang langsung menepuk kepala fajrina, ia bahkan mendorong tubuh Fajrina.


"Menjauh dariku". Elang melengos, ia sepertu anak gadis yang tengah di paksa menikah di usia yang masih belia. Pria itu sejak semalam sangat sensitif sekali, ia bahkan tak mau memeluk Fajrina.


Fajrina tersemyum kemudian ia berbalik dan menatap elang. Kini Fajrina duduk di bawah kaki elang kemudian memeluk pinggang elang. Elang masih cemberut sampai ia merasa bahwa kemejanya basah. Pria itu langsung menatap istrinya, ia memegang bahu Fajrina, akhirnya ia menyadari Fajrina tengah terisak.


Dengan sekuat tenaga Fajrina memeluk elang, ia tak ingin melepaskan pelukan itu, Ternyata ia harus belajar kembali soal ke ikhlasan.


"Sayang". Suara berat elang membuat Fajrina mengangkat kepalanya. Wanita nya sangat cantik ketika menangis, hidungnya menjadi merah, apalagi kedua pipinya. Fajrina semakin menggemaskan.


"Dasi mu terlihat berantakan". Fajrina memang sengaja tak menjawab kata-kata elang. Ia tau suaminya tak kan mengkhianatinya , namun lawan mereka adalah Lusi, selain kurang waras wanita itu juga sangat licik dan cerdik. Ia pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


Acara akad akan segera di langsungkan, elang menarik nafasnya panjang , Fajrina berdiri lebih dahulu. Ia meraih jemari elang dan menggenggam nya. Dengan berat hati elang berdiri namun ia bukan nya melangkah kan kaki nya, ia malah menarik Fajrina ke dalam pelukan nya kemudian mencium wanita itu.


"Jangan menangis , aku akan tetap menjadi milik mu seutuhnya, pernikahan ini hanya formalitas saja, setlah anak itu lahir kita akan melakukan test dna, jadi berhentilah menangis". Elang kembali mencium Fajrina, ternyata pemandangan itu di lihat langsung oleh Lusi, Lusi menatap marah Fajrina.


"Aku akan membuat hidup mu menderita Fajrina". Lusi terseyum kemudian kembali melangkahkan kakinya ke ruang tamu.


Pernikahan di selenggarakan di rumah besar keluarga Manggala. Agung dan Cindy menatap jijik calon menantu baru nya itu, mereka tak habis fikir mengapa ada wanita mengerikan seperti dirinya. Wanita itu bahkan tak segan-segan mengorbankan apapun demi mendapatkan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


Hendrik berdiri ketika ia melihat elang memasuki ruangan bersama Fajrina di sisinya, elang tak melepaskan genggaman tangan nya dari Fajrina.


Cyntia berjalan ke arah Fajrina, dan memeluk istri sahabatnya itu. Lusi yang sejak tadi sudah duduk di hadapan ustad dzaki menatap cyntia dan Fajrina dengan penuh kebencian.


"Wanita-wanita munafik menyebal kan". Ujar Lusi, ustad dzaki yang sejak tadi duduk di depan Lusi mengerutkan keningnya. Akhirnya ia mengerti, wanita seperti apa lusi. Lusi bahkan secara sadar dan terang-terangan memaki Fajrina di depan dirinya.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu, jaga pandangan mu, tua Bangka tak tau diri, tundukan matamu dari ku , kau tak pantas menatapku begitu". Lusi memaki ustad dzaki. Namun di maki begitu ustad dzaki semakin menatap Lusi dengan tajam, ayah Fajrina itu tak kan pernah membalas kata-kata pedas dari Lusi .


"Heh tua Bangka, kau mau matamu ku congkel hah! Dari pada menatap ku lebih baik kau nasehati putri mu agar tidak bersikap egois dan serakah, Karna setelah ini elang akan menjadi suami ku juga". Lusi terseyum mengejek, namun kali ini bukan ustad dzaki yang membalas kata-kata pedas Lusi, melainkan cindy.


"Jaga mulut mu, jaga sopan santun mu, jika tidak aku yang akan langsung menyert mu keluar dari rumah ini". Lusi langsung menoleh, ia menatap Cindy. Bukan nya takut Lusi malah menyeringai menyeramkan.


"Baik ibu mertua". Dengan berat hati elang duduk di samping Lusi, namun ia masih menggenggam jemari Fajrina, bahkan ketika ustad dzaki ingin memulai akadnya pria itu masih tak mau melepaskan jemarinya dari Fajrina.


Lusi sangat kesal hingga ia menghardik Fajrina.


"Lepaskan tanganmu, elang dan aku harus melaksanakan akad nikah, ia tak kan bisa menikahi ku jika kau terus sama memegangi tangan nya". Kemudian Lusi berdiri dan berjalan ke belakang elang, ia dengan kasar mendorong Fajrina dan melepaskan genggaman mereka berdua.


"Apa yang kau lakukan". Cyntia berjalan mendekati Lusi dan menampar wajah nya.


"Beraninya kau". Lusi berteriak.


"Kau gila, pantas saja tak ada pria yang mau dengan mu, selain gila kau tak punya tata Krama bahkan kau sangat kasar, jangan merasa jika kau sudah menang karna bisa menikahi sabatku". Cyntia ikut meneriaki Lusi


"Kau di nikahi elang atas permintaan Fajrina, jika ia tak memohon elang tak kan pernah menikahi mu, apa kau tau itu. Jadi bersikap baiklah, kau ini manusia atau bukan sih". Entah mengapa Fajrina merasa tak memiliki tenaga hari ini, mataharinya akan menikahi wanita lain hari ini, bagaiamana bisa ia terseyum bahagia.

__ADS_1


Kini elang bisa dengan jelas melihat wanita seperti apa yang ia nikahi hampir setahun yang lalu itu, ia bisa dapat melihat dengan jelas wanita seperti apa yang berlindung di balik hijab itu. Dia wanita cantik dan kuat, ia juga sangat cerdas juga pintar. Elang sangat beruntung memiliki istri pintar dan menggemaskan.


__ADS_2