DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
100% COCOK


__ADS_3

Elang memaki kebodohan nya sendiri, harusnya dia tau, selama ini Fajrina tak pernah memberikan kopi padanya, istrinya selalu menyediakan teh hangat untuknya.


Kini wanita cantik itu sedang duduk termenung di ujung kursi tunggu, ia seperti ingin menjauh dari suaminya. Sebenarnya Fajrina tidak ingin melakukan itu, namun bayangan Lusi yang tengah memeluk elang selalu saja mengusik pikiran nya.


"Ini". Dokter mozza memberikan hasil lab itu pada Fajrina.


Isinya mengatakan bahwa sampel pertama yang di ambil dari sofa bukan lah milik elang, namun sampel yang di ambil dari seprei itu 100% milik elang. Fajrina menahan nafasnya kemudian menatap elang, kemudian terseyum.


Tangan nya gemetaran


"Baik dokter , terimakasih ". Mozza terseyum pada Fajrina.


"Selesaikan lah secara baik-baik, jangan sampai membuat keputusan yang akhirnya akan membuat kalian berdua menyesal".


"Baik, aku permisi dulu". Fajrina berjalan tanpa menghiraukan elang, elang langsung berlari mengajar istrinya.


"Sayang". Elang menarik lengan Fajrina. Fajrina langsung menoleh, matanya memerah, ia menangis.


Fajrina menyerahkan hasil test itu pada elang, elang membaca isinya . Matanya terbelalak.


"Sampel ke 2 yang di ambil dari seprei adalah milik mu".


"Tidak mungkin, sayang itu tidak mungkin". Elang menggeleng kan kepalanya.


"Namun hasilnya berkata demikian, sebaiknya kau lepaskan Lusi, sebelum ia menyebarkan berita ini pada media, bukan hanya kita atau orang tua mu yang malu, tapi Abi dan ummi ku akan menanggung nya juga, ku harap kau mengerti ". Fajrina kembali melangkahkan kakinya.


"Sayang, " elang kembali mengejar Fajrina.


"Apa lagi?". Fajrina sangat enggan menatap elang, entah kenapa ia meras marah dan cemburu.


"Ayo kita menginap di hotel malam ini". Ujar elang


"Tidak, aku akan kembali ke rumah orang tua ku". Elang terdiam , namun ia tak kan membiarkan fajrina pergi dari sisinya.


"Tidak, kau harus ikut dengan ku". Elang sedikit memaksa, namun Fajrina dengan marah menepis tangan elang

__ADS_1


"Aku akan mengajukan perceraian ". Fajrina menatap mata elang dengan sangat tajam.


"Apa ". Elang menatap istrinya tak percaya,


"Ya, mari kita bercerai, aku tak ingin menjalani biduk rumah tangga dengan seorang pezina seperti mu". Fajrina tak gentar saat mengatakan itu.


"Aku tidak melakukan apapun , apa kau tak percaya padaku, aku di jebak". Elang kembali mencoba untuk meyakin kan Fajrina .


"Tapi tes tadi mengatakan hal yang berbeda, maaf aku mau berbagi suami dengan wanita lain, dan aku harap kau mengerti".


"Apa yang kau katakan, aku bahkan tak ada keinginan untuk menduakan mu Fajrina, mengapa kau egois sekali, kau tau aku tak melakukan apapun, kau tau aku telah di jebak, namun kau malah menyalahkan ku". Elang murka, ia tak menyangka bahwa Fajrina melimpahkan kesalahan seutuhnya pada elang.


"Ya aku egois, aku wanita egois.. aku egois karna aku melihatmu telanjang di atas ranjang kita dengan memeluk wanita lain , dan wanita itu adalah mantan pacar mu, terserah kau mau mengatakan apapun tentang segala keputusan ku ". Fajrina melangkah meninggalkan kan elang sendiri di sana.


"Fajrin" . Elang berteriak, namun Fajrina tetap berjalan menjauh.


Elang bingung, ia tak tau harus melakukan apa, baru kali ini dia merasakan cinta yang sebenarnya, baru saja ia melangsungkan pernikahan, namun sekarang kandas sudah karna kebodohan dan keteledoran nya.


Di dalam taksi Fajrina terus saja menangis, ia sendiri tak tau akan pergi kemana, ia tak mungkin kembali ke rumah orang tuanya, ia tak ini Abi dan uminya tau soal masalah ini.


"Kita mau kemana nyonya". Tanya sang supir taksi tersebut


Setelah beberapa bulan akhirnya elang kembali menginjakan kakinya di club' malam. Ia mencari capung, namun yang ia temui malah Hendrik .


"Wah. Wah sedang apa kau disini elang". Hendrik terseyum sinis.


"Itu bukan urusan mu, club' ini milik ku, jadi kapan pun aku mau aku bisa datang kesini". Ujar elang


"Oh benarkah?" Hendrik memberikan segelas minuman beralkohol pada elang. Elang menerimanya


"Sepertinya yang kau katakan benar". Elang menatap gelas yang sedang ia pegang.


"Aku tau, sudah ku duga sebelum nya". Hendrik menghela nafas nya.


"Fajrina mendapati ku sedang tidur di atas ranjang kami bersama Lusi ". Elang menatap sahabatnya itu. Memang mereka telah melakukan perang dingin selama hampir 3 tahun, namun mereka tetap bersahabat . Mereka sebenarnya saling merindukan dan saling melindungi satu sama lain, meskipun mereka melakukan nya dengan cara diam-diam.

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan nya padamu sebelum ini, apa kau lupa, aku tak tau jika memang kau lah target nya, aku pikir mereka akan menargetkan Fajrina".


"Mereka?? Apa kau tau siapa orang yang bekerjasama dengan Lusi". Elang menatap sahabatnya.


"Kakak ipar mu ". Hendrik mengingat kembali apa yang telah ia lihat beberapa hari yang lalu.


"Rupanya kau juga tau, entah bagaiaman mereka saling kenal , ada apa tujuan mereka , yang aku tau bahwa Lusi menginginkan diriku, dan Joyo menginginkan hartaku".


"Bukan hanya itu elang, aku melihat Lusi dan kakak iparmu berciuman".


"Apa ?". Mata elang terbelalak


"Ya, beberapa hari lalu, aku mengantar teman ku yang cidera akibat latihan, dan unit apartemen teman ku bersebelahan dengan Lusi, waktu kakak iparmu memasuki unit Lusi , aku melihat nya, namun ketika aku melewati unit nya, aku melihat mereka berciuman karna pintu apartemen Lusi rupanya masih terbuka".


"Oh tuhan, aku pikir mereka hanya bekerja sama untuk menghancurkan ku, ternyata mereka berdua juga menjalin hubungan ". Elang memukul kepalanya sendiri, seharusnya ia bisa berfikiran ke sana, namun ia tidak mencurigai hal itu sama sekali.


"Bukan hanya berciuman, bahkan kakak iparmu dengan leluasanya .." Hendrik tak meneruskan kalimatnya.


"Ah.. aku paham". Ujar elang


"Tapi kau jangan terburu-buru mengatakan padanya jika kau sudah tau, kau harus memiliki bukti perselingkuhan Meraka".


Elang menatap kembali gelas yang sedang ia pegang, kemudian ia meminum nya sampai tandas.


"Aku akan menghancurkan hidup mereka berdua, mereka telah membuat istr dan kakak ku menderita". elang mengepalkan lengan nya, ia sangat marah, bukan hanya biduk rumah tangga nya yang terancam berakhir namun mereka juga telah mempermainkan hidup kakaknya.


"aku mengerti elang, sejak dulu, aku sudah mengatakan nya padamu, jangan berhubungan dengan Lusi, tapi kau malah tergila-gila padanya." Hendrik mencemooh elang.


"dulu dia terlihat sangat baik, aku bahkan bertahan selama 4 tahun dengan nya, kami juga putus bukan karna orang ketiga , tapi karna ia harus melanjutkan study nya ke luar negri". elang sangat menyesali kebodohan nya dulu, rupanya ia telah menjalin hubungan dengan iblis wanita yang sangat mengerikan itu.


"kau harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat , sebelum semuanya terlambat". Hendrik kembali menuangkan minuman beralkohol itu ke gelasnya.


"bagaimana caranya, Fajrina bahkan tak mau bicara dengan ku". ujar elang


"Aku akan membantumu".

__ADS_1


Elang langsung mengalihkan tatapan nya ke arah Hendrik.


Kemudian elang terseyum.


__ADS_2