DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
AKU HUKUM DI Perusahaan INI


__ADS_3

"apa yang kau lakukan elang, mengapa kau memperkerjakan pria selingkuhan kakak mu di sini". Joyo memukul meja dengan keras, dan menatap tajam elang. Ia sangat berani, sepertinya ia menjadi sedikit tidak waras.


Joyo sengaja tidak menutup pintu ruangan elang, agar beberapa karyawan yang berlalu lalang bisa mendengar percakapan mereka. Dan lagi Joyo sengaja memperbesar volume suaranya.


Elang terseyum menatap sang kakak ipar


"Beraninya kau membentak ku, dan membuat keributan di ruangan ku, kau cari mati ya".


"Aku berhak mempertanyakan kredibilitas mu sebagai seorang pemimpin, kau bahkan tau asisten pribadi mu adalah pria yang tidur dengan dini, tapi kau malah mempekerjakan dia di sini". Elang dengan cepat meraih vas bunga di sampingnya kemudian melepaskan vas bunga itu, hingga melewati kepala Joyo dan akhirnya membentur tembok. Joyo kaget, untuk saja ia menghindar, kalau tidak kepalanya pasti sudah pecah.


"Tutup mulutmu, kau sangat lancang". Elang kemudian berdiri. Semua orang yang ada di luar ruangan ikut kaget. Mereka semua menatap Joyo, sungguh sangat berani. Bagi mereka Joyo itu hanya pegawai rendahan, ia bekerja di perusahaan besar milik elang hanya karna Joyo berhasil menikahi dini.


Sejak awal menikah dan menjadi manager keuangan , tingkah laku Joyo sudah sangat menyebalkan, dia sangat sering memerintahkan karyawan lain untuk mengerjakan hal-hal yang tak seharus nya. Jika mereka menolak maka Joyo akan langsung menghubungi pihak HRD dan memecat mereka yang melawannya


Pihak HRD sangat takut pada Joyo, mengingat Joyo adalah ipar dari presiden direktur mereka. Jadi keputusan Joyo sudah pasti keputusan elang juga.


"Kenapa aku harus tutup mulut, apa salahku, aku hanya mempertanyakan dirimu". Joyo rupanya merasa bahwa posisinya sedang tinggi, ia merasa kedua mertuanya mendukung dirinya. Jadi jika hanya membentak-bentak elang, sudah pasti aman.


"Apa kau yakin pria itu adalah asisten pribadiku?" Elang mendekati Joyo. Dan dengan sombong nya Joyo menatap elang, kemudian ia terseyum


"Tentu, aku sangat yakin".


"Darimana kau bisa yakin, sedangkan di video wajah pria itu tidak terlalu jelas, lagi pula kau sama sekali belum pernah bertemu dengan pria itu sebelum nya". Joyo bingung harus mengatakan apa.


"Memang aku belum bertemu dengan nya, tapi aku yakin itu dia". Joyo mundur ketika elang terus melangkah maju.


"jika kau belum bertemu dengan nya ,seharusnya nya kau tak seyakin itu, aku tak kan mempekerjakan orang yang tidak becus dalam bidang nya, kau sepertinya tau soal itu, namun kau salah satu yang aku kecualikan".


"apa maksudmu, aku lulusan universitas ternama di Jakarta, aku mendapatkan nilai tinggi, kau pikir aku tak bisa mengerjakan pekerjaan yang kau berikan ". Joyo tak gentar. ia berdiri di tempatnya tanpa mengalihkan pandangan nya kemana pun. ia fokus pada elang


"benarkah?.. tapi kau selalu lalai atas pekerjaan mu, setiap hari kau selalu pulang setelah makan siang, kau sering sekali menyelewengkan dana perusahaan, kau juga bahkan mencuri uangku, 3 miliar. apa kau lupa". elang terseyum. namun Joyo malah tertawa

__ADS_1


"aku mengambil uang itu atas permintaan kakak mu, dia sudah mengaku padamu bukan, mengapa kau sekarang malah menuduhku".


"tak ada bukti jika kakakku yang meminta mu.. ". Joyo sudah tak sabar, baginya elang hanya ingin memojokkan dirinya .


"terserah padamu elang, yang pasti aku tak setuju jika kau mempekerjakan pria itu". kali ini Joyo makin kurang ajar.


"kau siapa ? kau pikir kau berhak memutuskan siapa yang boleh bekerja dan tidak boleh bekerja di perusahaan ku". elang menatap mata Joyo, ia sepertinya ingin sekali membunuh pria itu


"ya, aku punya hak, aku suami kakakmu, jadi bagaimanapun perusahaan ini adalah milik ku". elang tertawa sangat keras. pria itu sepertinya sudah gila


"ini perusahaan ku, aku yang membangunnya dengan hasil kerja ku sendiri, kau siapa? jangan kan dirimu, bahkan ayah ku pun tak bisa ikut campur".


"baiklah, berarti kau menantang ayah, aku akan memberitahukan ayah tentang ini, aku yakin ayah akan membelaku". Joyo melotot berkacak pinggang kemudian terseyum , ia merasa bahwa ia sudah memenangkan perdebatan hari ini


"terserah kau saja, orang bodoh sepertimu, yang hidup dari cara mengemis pada orang tua ku tak kan mengerti apa yang telah ku katakan, ngomong-ngomong apa kau ingin bertemu dengan pria itu..". elang terseyum


"apa maksudmu?"


"kurang ajar," Joyo berteriak sambil menarik kerah kemeja Reza.


"kenapa? apa kau kaget melihat ku di sini ". Reza menyeringai


"pergi kau dari sini". Joyo kembali menyerang Reza , namun kali ini Reza juga menghindari Joyo. Joyo tersungkur ke kolong meja setelah pukulannya tak mengenai Reza.


"Apa yang kau lakukan, apa hanya itu batas kemampuan mu?" Ujar Reza sambil tersenyum


"Elang, apa - apaan ini, kau bahkan diam saja melihat ku di permalukan ". Joyo menatap elang . elang hanya tertawa sambil kembali menduduki kursi kebesarannya.


"tak perlu terburu-buru, santai saja ayo teruskan". Joyo menatap adik iparnya penuh dengan amarah.


"aku akan membunuhmu". Joyo berlari ke arah Reza.

__ADS_1


"silahkan saja" Reza kembali menghindar.


merasa sudah cukup elang langsung memanggil Reza.


"Sebaiknya kau lihat lagi , apakah pria itu bener pacar kakak ku atau bukan". Joyo sangat marah, posisinya terancam. Kalau sampai elang tau bahwa ia yang membayar Reza untuk tidur dengan dini, maka habislah dia.


Reza terseyum.


"Bukan". Joyo akhirnya mengalah untuk saat ini.


"Bagus jika begitu, kau boleh keluar dari ruangan ku, dan satu lagi. Jangan kau coba-coba membentak ku, mempertanyakan kredibilitas ku sebagai seorang Presdir , bagi ku pekerjaan dan urusan pribadi tak bisa di sangkut pautkan begitu saja. Kau, kau memang kakak iparku, tapi di perusahaan ini kau adalah bawahan ku, lalu apa pantas kau sebagai karyawan rendahan membentak ku?". Elang mencengkram leher Joyo.


Joyo tak mampu menjawab kata-kata elang. Kemudian elang melepas cengkraman nya kemudian mendorong Joyo.


"biarkan saja, pengecut itu pergi". Reza menarik nafas panjang. ia mencoba meredam amarahnya . pria tadi adalah pria yang dengan kejam memukuli dini semalam. Reza semakin tak terima.


"lalu sekarang apa?". Jessy bertanya


"aku harus menyingkirkan nya dari rumah dan perusahaan.


"bagaiaman caranya?". kini Reza yang bertanya.


elang menatap Jessy, kalau ini tak ada maaf


"Jessy ,Potong gaji pria tak tau diri sebesar 80%, selama 3 bulan". Joyo tertegun


"Apa kah tidak masalah". reza kembali bertanya.


"tenaga saja , aku pemilik perusahaan ini, aku adalah kum di sini.,Hubungi pihak HRD minta ia langsung bertemu dengan ku, , aku akan memecatnya".


--

__ADS_1


__ADS_2