
Dini mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tak mau karna suasana hatinya yang buruk ia malah mengalami kecelakaan.
Ia memasuki lantai basemen apartemen Lusi. Kemudian ia naik, dan berjalan dengan santai ke unit Lusi. Dia berdiri di sana dan menekan bell itu
Di tengah permainan , Lusi dan Joyo merasa terganggu dengan suara bell itu. Joyo menghentikan nya.
"Lanjutkan, aku hampir sampai". Lusi menarik tubuh Joyo dan mencium bibirnya.
"Siapa yang datang, ". Joyo bertanya
"Aku tak tau .." jawab Lusi
"Apa kau memiliki pria lain selain aku". Tanya Joyo, ia cemburu
"Tak ada, ayo selesaikan aku hampir sampai". Mendengar itu dari Lusi, Joyo kembali menghentakkan tubuhnya, hingga Lusi menjerit nikmat. Dan jeritan itu terdengar samar-samar oleh dini
Dini terpana, mematung di depan pintu. Kemudian kembali memencet bel
"Mungkin aku salah dengar". Joyo bangun perlahan dari tubuh Lusi. Kemudian memakai baju nya dan berjalan meninggalkan Lusi yang masih terkulai lemas di atas meja makan.
Betapa kagetnya ia ketika melihat dini berdiri disana, dengan cepat ia menyambar tas dan sepatunya.
"Dini di luar, cepat kenakan pakaian mu". Ujar Joyo, Lusi kaget dan langsung bangun, ia mengenakan pakaian nya dengan cepat
"Kau bersembunyi lah di kamar ku, jangan keluar dan jangan bersuara apapun yang terjadi, tunggu aku di sana sayang". Lusi terseyum kemudian mencium bibir Joyo.
Lusi berjalan ke pintu, namun ia memindai semua ruangan ,takut ada yang tertinggal , merasa semuanya sudah aman Lusi membuka pintu itu
"Kak dini, sedang apa kau malam-malam di sini". Lusi pura-pura kaget melihat kedatangan dini
"Apa aku.. mengganggu, sepertinya kau sedang bersama sesorang tadi". Dini cekungan celinguk mencari sosok pria yang baru saja suaranya ia dengar.
Sebenarnya ia kenal suara itu, namun karna samar-samar hingga dia lupa
"Tidak aku sendirian sedari tadi, lagipula kau tau dari mana jika aku sedang bersama seseorang?" Tanya Lusi , ia sangat tenang hingga dini tak menaruh curiga padanya
"Aku mendengar kau berteriak, ku pikir kau sedang bercinta tadi". Lusi terseyum malu-malu
"Aku bercinta dengan alat kak, kau tau kan". Lusi menatap dini, ia berharap dini percaya
"Ya ampun Lusi, apa kau tak bisa menahan nya". Ujar dini. Lusi tak menjawab, ia hanya mempersilahkan dini memasuki unitnya.
__ADS_1
Kemudian dini menyerahkan barang bawaan nya pada Lusi
"Ini apa kak". Tanya Lusi
"Ini untuk kita, ngomong ngomong aku boleh bermalam di sini?". Ujar dini ragu-ragu
"Tentu saja". Joyo yang mendengarkan dari dalam merutuki kecerobohan Lusi.
"Ah syukurlah.. aku butuh teman malam ini" dini duduk setelah Lusi mempersilahkan nya
"Memang apa yang sedang kau pikirkan ?" Lusi bertanya sambil memotong kue yang di bawa dini
"Kau tau, elang menurunkan posisi suamiku, ia karyawan biasa sekarang". Ujar dini
"Benarkah, sungguh keterlaluan ". Lusi pura-pura terkejut padahal sebenarnya ia sudah tau dari Joyo.
"Iya, elang sungguh tega.. aku tau pasti ini ulah Fajrina" dini menggebu-gebu menceritakan kekesalan nya pada orang tua dan adiknya.
"Lalu, mana suamimu". Lusi bertanya
"Dia, Lusi.. aku kira ada yang tak beres pada suamiku".
"Maksud kakak, suami kakak berselingkuh ". Lusi menatap kasihan pada dini
"Ya ampun kak dini, aku turut prihatin ". Lusi memeluk dini tapi di belakang dini ia terseyum kemudian melihat ke arah pintu kamarnya. Di sana ia melihat Joyo telanjang. Namun dengan cepat Joyo menutup pintu itu.
Dini menoleh tepat ketika pintu telah tertutup."apakah ada orang lain selain kita?" Dini bertanya
"Tak ada kak, mungkin hanya perasaan kakak saja". Dini dan Lusi mengobrol sampai larut. Lusi berpura-pura mengantuk, sebenarnya ia sudah tak sabar melanjutkan aktifitas nya bersama Joyo, melihat pria itu telanjang membuat Lusi makin tak sabar
"Apa kau sudah mengantuk?" Ujar Din
"Kau benar, mari kita tidur kak, kau bisa tidur di kamar tamu, di samping kamarku". Kemudian Lusi mengantar dini ke kamar tamu.
"Terimakasih". Ujar dini
"Istirahatlah, janga terlalu memikirkan hal hal yang terjadi.. ". Lusi tersenyum
"Baiklah". Namun sebelum Lusi pergi, ia berbalik ke arah dini
"Jika kau mendengar ada suara, ya kau taum. Abaikan saja.. aku suka terbangun tengah malam hanya untuk menonton film itu".
__ADS_1
Dini terseyum mengerti. Kemudian dini menutup pintu itu kemudian berbaring di ranjang.
Lusi memasuki kamarnya, Joyo telah siap di atas kasur , pusakanya telah menjulang sempurna.
Lusi terseyum
"Kau terlalu lama, aku sudah tidak sabar". Ujar Joyo sedikit berbisik. Lusi membuka pakaian nya kemudian menaiki Joyo.
"Aku datang sayang". Malam itu dini tak bisa tidur. Suara film di sebelah mengganggu tidurnya. *******-******* itu membuat dini merindukan sentuhan Joyo
Namun yang membuat dini curiga, derit ranjang itu terdengar sangat nyata. Dini bangun, rasanya ingin sekali menguping tapi ia tak mau terlihat kurang ajar.
Kemudian ******* sang pria sukses membuat Lusi terkejut, ******* itu milik Joyo. Suaminya
"Tidak mungkin". Ujar dini. Hatinya meminta dia untuk mendatangi kamar Lusi. Ia turun dari ranjang itu. Kemudian berjalan keluar secara perlahan dan menempelkan telinganya di pintu
"Faster sayang, ah kau sangat hebat". Joyo terus meracau tanpa tau, dini tengah berada di balik pintu sambil menahan tangis nya. Dini menutup mulutnya dengan kedua tangan nya
"Ini tidak mungkin, tidak mungkin". Ujar dini dalam hati.
"Apa kau sengaja agar istrimu mendengarnya sayang". Lusi yang tengah berada di atas Joyo terseyum.
"Ya, aku sengaja.. wanita itu harus di beri pelajaran".Joyo memegang pinggul Lusi dan menarik wanita itu kemudian mencium ujung dadanya
"Sayang". Lusi menggerang hebat ketika Joyo mengambil alih permainan.
"Bersiaplah , aku kan memuaskan mu sampai pagi".
Dini sudah tak tahan mendengar itu semua, dengan sekali putar pintu kamar itu terbuka. Ia lemas, kemudian terjatuh. Ia menatap penuh duka , di atas ranjang itu ia dengan jelas melihat suaminya sedang menggagahi wanita yang sangat ia percayai .
Joyo menoleh, namun ia tak menghentikan aktifitasnya, kemudian ia mengalihkan pandangan nya kembali ke arah Lusi dan mencium mesra gadis itu.
Dini terpaku, tangisnya hampir tak bersuara
"Aku sampai sayang". Desah Lusi. Wanita itu sungguh sangat tidak tau malu. Setelah mereka berbarengan melepaskan kepuasan. Joyo kembali mencium lusi. Dini masih terduduk di sana. Ia seperti orang linglung.
Setelah puas mencium Lusi kemudian Joyo bangun dari tubuh itu, memelintir ujung dada Lusi kemudian berjalan ke arah istrinya
"Apa kau menikmati pertunjukan tadi". Joyo berjongkok di depan dini. Dini terdiam, air matanya terus mengalir
"Bajingan ". Ujar dini sambil menatap Joyo . Joyo menarik tangan dini membawanya ke kamar sebelah, kemudian menghajar dini
__ADS_1
Lusi hanya terseyum mendengar jerit kesakitan dini. Dia bahagia