DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
APA-APAAN INI!


__ADS_3

"kau mempekerjakan pria yang telah merusak rumah tangga kakak mu, apa kau tak malu elang". Agung berteriak marah. Reza menunduk , ia masih tak berni menatap agung sejak dulu


"Apa salahnya ayah, kinerjanya sangat bagus dan memuaskan di banding kan menantu ayah yang selalu penuh dengan muslihat dan sangat licik itu". Elang tak mau mengalah kali ini.


"Tentu saja kau salah, pria itu berselingkuh dengan kakak mu". Agung semakin marah ketik elang dengan terang-terangan melawan nya.


"Apa ayah yakin jika kakak yang berselingkuh ?". Elang tak gentar, kali ini ia harus membela Sang kakak.


"Video itu buktinya elang". Agung berjalan mendekati Reza dan mencengkram kerah kemeja Reza.


"Jangan kasar ayah". Elang langsung menarik Reza hingga mundur, elang seperti pasang badan dan berusaha membela Reza.


"Kau dan kakak mu sama saja, kalian berselingkuh ketika sudah sama-sama terikat pernikahan". Agung terlihat sangat murka


"Tidak ayah, aku dan kak dini tidak bersalah, seandainya ayah tau, kami berdua terjebak dalam permainan menantu kesayangan ayah". Elang sudah tak bisa lagi menahan amarahnya, agung harus tau yang sebenarnya.


"Apa maksudmu elang, jangan memutar balikkan fakta elang, kau bisa membela dirimu tanpa ada bukti yang jelas, meskipun kau anak ku tapi aku tak membenarkan kelakuan mu". Fajrina maju untuk melerai pertikaian antara ayah dan anak itu


"Ayah tenang lah dulu, biar aku menjelaskan sesuatu, dan kau elang,sebaiknya kau hubungi Hendrik, karna jika Hendrik tak disini kita tak bisa membuktikan apapun". Dengan cepat elang menghubungi sahabatnya itu agar cepat datang ke perusahaan nya.


Fajrina menarik tangan ayahnya agar ayah mertuanya bisa duduk dengan tenang

__ADS_1


"Mengapa kau begitu baik fajrina, kau masih saja membela suami mu yang tak tau diri itu". Agung mengangkat tangan nya dan mengarahkan nya ke arah elang


"Suamiku tak bersalah ayah, kami semua sudah membuktikan nya, namun karna bukti itu tak cukup kuat, maka untuk sementara waktu, kami hanya bisa diam sambil mengumpulkan bukti yang lebih akurat lagi".


"Aku harap kata-katamu benar, aku tak tak bagaiamana caraku menjelaskan kepada ayah mu jika ia tau bahwa suami putri kesayangannya menghamili wanita lain, mau di taro di mana muka ku Fajrina, aku sangat menghormati orang tua mu, aku bersyukur elang menikah dengan mu, tapi dia malah main-main di luar dengan wanita seperti Lusi, itu memalukan". Agung menatap sendu sang menantu.


Mata Fajrina berkaca-kaca, ia sangat berterimakasih pada Tuhan karna di berikan mertua yang begitu mencintai dan menyayangi nya. Bahkan agung lebih memilih membelanya daripada putranya sendiri.


"Terimakasih ayah, kau begitu menyanyangi aku, namun elang memang tak bersalah ayah, nanti ketika Hendrik datang, kau bisa mendengarkan penjelasan nya, namun setelah itu ayah pura-pura lah tak mengetahui apapun, agar mu ia bukti terkumpul dan kita bisa memasuk kan Joyo dan Lusi ke penjara dan bisa membebaskan kak dini dari cengkraman Joyo". Agung terdiam, kata-kata Fajrina bisa sedikit membuatnya lega.


"Lalu, mengapa Reza ada di sini". Agung mempertanyakan kembali prihal Reza pada Fajrina.


"Begini ayah, jangan potong kata-kata ku, aku harap ayah mau percaya dengan ku". Elang berjalan maju, ia duduk di sebrang ayahnya.


Elang menarik nafas panjang, ia berharap ayahnya mempercayai semua cerita yang akan elang katakan .


"Reza, berikan ponselmu". Reza kemudian maju dan memberikan ponselnya yang berisi percakapan nya dengan Reza.


Mata agung terbuka melebar. Di sana ada percakapan yang di lakukan oleh Joyo dan Reza. Agung mengambil ponselnya dari saku dan mencocokan no telepon yang tertera di dalam percakapan itu. Ternyata no telepon nya sama. Ia semakin bingung, mengapa Joyo menyewa jasa Reza untuk memisahkan istrinya.


"Apa-apaan ini,". Agung menatap Reza.

__ADS_1


"Itu yang sebenarnya om, aku di bayar untuk pekerjaan itu, aku tak tau jika wanita yang di maksud adalah dini, ketika aku masuk kamar itu, aku baru tau jika wanita itu adalah dini, saat itu dini sepertinya sudah di berikan obat perangsang om, makanya ia tak bisa mengendalikan diri". Reza menjelaskan nya dengan sangat jujur, ia sama sekali tak melebihkan ceritanya


"Lalu jika begitu, mengapa kalian mengambil video saat kalian melakukan hubungan terlarang itu".


"Ternyata, Joyo sudah meletak kan 3 kamera berbeda di kamar itu om, dan aku tidak menyadarinya".


"Tapi mengapa kau malah melanjutkan nya, mengapa kau malah menyentuh putriku , jika dini di bawah pengaruh obat , kua kan tidak ". Agung menunggu jawaban dari Reza.


"Aku sangat merindukan dia om, aku tak lagi melihatnya setelah 10 tahun, sebagai pria, jujur saja saat melihat wanita yang ku cintai dalam keadaan seperti itu, aku tak bisa menahan hasrat ku, jadi aku mohon maafkan aku". Reza bersimpuh di hadapan agung. Ia bahkan rela melakukan apapun agar pria itu memaafkan kesalahan nya, ia sangat mencintai dini.


Agung menghela nafasnya, ia terdiam menatap Reza yang terlihat sangat tulus mencintai dini , putrinya


"Berdirilah". Suara dini terdengar dari arah pintu. Wanita yang sekarang terlihat kurus itu berjalan mendekati agung , kemudian duduk di bawah agung, ia meletakkan tangan nya di kaki ayahnya kemudian menangis, lalu perlahan membuka kancing kemejanya, lalu berbalik memperlihatkan bekas luka yang begitu banyak, luka bekas cambukan Joyo masih terlihat jelas.


Agung terpaku, melihat punggung putrinya , ia tak bisa berkata apa-apa, ia bahkan menahan nafasnya. Joyo begitu keji, mengapa bisa seorang pria menyakiti istrinya dengan begitu kejam dan tak berperikemanusiaan itu.


"Beraninya dia, menyentuh dan menyakiti putriku yang ku jaga dengan nyawaku sejak dia kecil ". Rahang agung mengeras, jemarinya mengepal. Ia sangat murka. Reza menatap lantai, ia menangis melihat betapa sengsaranya dini.


Agung membalik kan tubuh dini , kemudian memasang kembali kancing kemeja dini. Ia memegang bahu putrinya . Dini sangat kurus, ia terlihat tak terawat , meskipun dini tinggal di rumah nya namun sebagai orang tua ia malah tak tau penderitaan sang Puteri.


Hendrik yang tadi datang bersama dini hanya bisa menatap agung, pria tua itu terlihat tak bisa menyembunyikan kesedihan nya. bagaimanapun agung sangat menyanyangi kedua anaknya. dini memang terkenal sangat keras kepala dan sombong , Namun agung tetaplah seorang ayah yang tak kan membiarkan orang lain melukai putrinya.

__ADS_1


dini terseyum menatap Hendrik, seandainya Hendrik tak meyakinkan dirinya, mungkin sang ayah masih menganggapnya sebagai anak yang tak berguna yang hanya bisa mencoreng nama baik sang ayah.


__ADS_2