DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
BUAT AKU JATUH CINTA PADAMU


__ADS_3

Elang menarik Fajrina masuk ke kamarnya kemudian memeluk Fajrina erat


"Buat aku jatuh cinta padamu ". Bisik elang sambil terus memeluk fajrina. Fajrina teediam, dia bingung bagaimana cara nya membuat elang mencintai nya.


"Aku tak tau bagaimana caranya membuat kau jatuh cinta". Ujar Fajrina.


"Terserah bagaimana caranya , aku sangat ingin mencintaimu". Elang kemudian melepaskan pelukannya dan mencium Fajrina mesra, Fajrina menerima ciuman itu.


"Akan aku coba". Fajrina berkata setelah elang menyudahi ciuman mereka , Elang tersenyum kemudian kembali mencium Fajrina.


Ciuaman nya dengan Fajrina terasa sangat manis meskipun sebenarnya Fajrina tak bisa melakukan ciuman sebaik elang, dari situ elang tau, elang adalah orang pertama yang mengambil ciuman dari Fajrina.


"Apa ini?". Fajrina menjerit sambil mengusap lehernya


"Apa?" Elang bertanya sambil melihat ke arah cermin


"Apa ini, ini tak hilang meskipun aku mengusapnya ". Fajrina menunjukan lehernya pada elang


Elang tertawa


"Itu ulahku, akan hilang dengan. Sendirinya". Jawab elang


"Apa?". Fajrina teringat permainan nya dengan elang semalam. Tiba-tiba pipinya memerah. Iya , elang bermain di leher nya cukup lama semalam


"Akhirnya kau sadar". Ucap elang.


"Jangan lakukan itu lagi, bagaimana jika ada orang yang melihat".


"Kau memakai hijab, tak kan ada yang melihatnya selain aku". Elang terseyum, rupanya tak salah jika ia memilih Fajrina untuk menjadi istrinya.


Fajrina wanita polos yang belum terjamah apapun, bisa di lihat dari caranya berciuman , Dan caranya melayani elang. Sepertinya Fajrina harus di ajari dalam segala hal.


"Kau benar, tak kan ada yang melihat". Fajrina kembali memandang cermin.


"Apa mau ku tambah lagi". Elang menyeringai.


"Tidak.. jangan coba-coba" Fajrina melotot.


Siang itu mereka menghabiskan waktu di kamar saja, elang benar-benar membelikan bikini untuk Fajrina


"Tidak..aku tak kan memakai ini.. ini memalukan". Fajrina berteriak dari dalam kamar mandi


"Apa yang memalukan". Elang kemudian berjalan dan hendak membuka pintu kamar mandi, namun Fajrina menahan nya dari dalam.


"Jangan masuk, aku malu". Fajrin sekuat tenaga menahan pintu itu. Namun tenaga Fajrina kalah kuat di banding tenaga elang

__ADS_1


Elang terkesima melihat Fajrina. Bikini itu sangat pas di tubuh Fajrina.


"Apa yang kau lihat, keluar". Ujar Fajrina sambil menutupi bagian dadanya dengan tangan.


"Tak perlu kau tutupi , aku bahkan sudah melihatnya bahkan tanpa sehelai benang pun". Fajrina tersipu malu.


"Ya sudah sana keluar aku mau ganti baju". Fajrina mendorong elang keluar


"Kenapa di ganti, ayo keluar". Elang menarik tangan Fajrina, ia menuntun nya ke kolam .


"Aku pakai baju biasa saja". Fajrina masih menutupi tubuhnya


"Ayo masuk". Elang menarik Fajrina hingga mereka terjatuh kebdalam kolam bersama.


"Kau kelewatn". Fajrina cemberut


"Kau tau, menyenangkan suami adalah ibadah". Ujar elang sambil menarik tubuh Fajrina. Fajrina hanya mengikuti insting kewanitaan nya saja. Membiarkan elang menyentuh tiap inci tubunya.


Namun ketikan mereka tengah menikmati kemesraan mereka , lagi-lagi pintu kamar mereka kembali di ketuk.


"Ah, apa lagi sih". Elang menaiki kolam dengan marah. Kemudian berjalan kekamar dan membuka pintu.


Lusi menatap elang


"Kau mau apa lagi". Ujar elang. Elang sangat sexy, dada bidang dan peruthya yang seperti roti sobek itu terlihat lebih indah ketika air menelusuri setiap lekukan tubuh elang, dan itu sukses membuat Lusi menelan Saliva nya sendiri.


"Aku sedang berenang dengan istriku". Elang menolak Lusi dengan sangat kejam.


"Aku bisa menunggu". Lusi kemudian masuk tanpa di suruh.


"Pergilah ". Elang menyusul Lusi .


Lusi tengah memandang Fajrina. Ia berfikir Fajrina hanyalah wanita biasa di balik hijabnya, ternyata Fajrina sangat cantik dan juga sexy. Ia merasa kalah telak.


"Apa yang kau lakukan di kamarku". Fajrina tak menatap Lusi


"Aku ingin bertemu dan berbicara dengan elang". Lusi balik menatap Fajrina


"Dia harus menunggu jika ingin berbicara dengan ku". Elang memasuki kolam kemudian menarik pinggang Fajrina kemudian mencium nya , Fajrina kaget dan mencoba melepaskan diri dari elang, ia malu jika apa yang ia lakukan dengan elang di lihat orang lain.


"Ikuti saja, agar ia cepat pergi". Elang bebisik, kemudian kembali mencium Fajrina.


Lusi sangat murka dan berjalan meninggalkan kamar hotel itu dengan sangat marah. Mengetahui Lusi pergi, elang bukan nya melepaskan Fajrina malah meneruskan aksinya. Fajrina kembali pasrah kali ini.


Keadaan di bandara sangat lenggang, pasangan pengantin baru itu seperti tak terpisahkan. Elang terus menggenggam tangan Fajrina. Mereka menjadi pemandangan yang sangat indah si wanita sangat cantik dan elegan, sedangkan si pria sangat tampan juga mempesona.

__ADS_1


"Menjauh sedikit dariku ". Ujar Fajrina sambil mendorong tubuh elang


"Kenapa". Elang bertanya


"Kita menjadi tontonan orang banyak". Fajrina berbisik


"Apa salah nya, kita memang pantas menjadi tontonan, istri cantik dan suami tampan ". Elang cengengesan


"Aku malu". Fajrina tentunduk, wajah nya memerah .


"Kenapa harus malu". Elang kemudian mengangkat jemari Fajrina dan menciumnya. Fajrina terpaku. Mereka sukses viral berkat kelakuan elang.


"hentikan". bisik Fajrina


"kenapa , apa ada yang salah". ujar elang tak perduli


"kau membuat kita benar-benar menjadi tontonan banyak orang". farjrina mencubit pinggang elang


"biar saja, aku sedang merasa kasmaran". ulang berbisik mesra di telinga Fajrina. pipi Fajrina merona. ia malu sekaligus bahagia.


"hentikan itu, ". Fajrina menggeser tubuhnya. namun elang malah ikut menggeser tubuhnya, kemudian ia mengangkat lengan nya dan merangkul pundak Fajrina. ia sengaja


"aku sedang kasmaran dengan istriku, tak ada yang salah soal itu kau tau". elang berkata enteng sambil terus mengusap punggung Fajrina.


"tidak ada yang salah, yang salah hanya cara berfikir mu, kau bisa melakukan apapun saat kita hanya sedang berdua saja". ujar Fajrina.


"benarkah, kau harus memegang kata-katamu". ucap elang sambil menatap nakal sang istri


"terserah kau saja". Fajrina melengos, ia tak bisa menatap lama-lama mata elang, ia takut jatuh cinta terlalu dalam pada elang. ia takut suatu saat cinta nya bisa menjadi bumerang nya sendiri.


"apa kita harus tinggal terpisah dari orang tuaku". elang bertanya


"kenapa ?". Fajrina malah balik bertanya


"kau tau, kau bilang aku boleh melakukan apapun padamu saat kita berdua an saja, kalau di rumah itu terlalu banyak orang, aku jadi tak bisa bebas dengan mu". sambil memainkan ujung hijab istrinya


"kau mesum sekali". Fajrina memandang elang ngerih.


"tentu saja, aku pria normal, wajar jika aku selalu menginginkan mu, kau istriku dan juga kau yang pertama bagiku.. ".


"benarkah". Fajrina memandang tak percaya pada suaminya


"tentu saja, aku selalu menjaga keperjakaan ku". elang berkata mantap


"tapi cara mu mencium ku, kau terlihat sangat berpengalaman". Fajrina mencibir elang

__ADS_1


"ya, kalau soal ciuman kau memang bukan yang pertama ". ia cengengesan memandang sang istri.


__ADS_2