
konferensi pers berjalan dengan baik, cyntia dan Hendrik dengan sangat jelas mengatakan jika mereka telah menikah dan berharap para fans mau menerima keputusan mereka. sebenarnya fans cyntia yang kebanyakan dari kalangan pria bisa menerima keputusan mereka. hanya saja, fans dari Hendrik yang sangat tak menerima keputusan idola mereka menikah. bahkan ada beberapa fans wanita terang-terangan mengatakan akan membuat hidup gadis itu tak tenang.
ketika keluar dari gedung, ada sekumpulan wanita muda menunggu mereka di parkiran dan mencoba menyerang Cyntia dengan melemparkan telur dan tomat. Hendrik langsung memeluk Cyntia ketika ia melihat lemparan telur pertama mengenai kepala Sanga istri. Hendrik pasang badan untuk sang istri.
"apa yang kalian lakukan". Hendrik berteriak marah, ia sangat murka. bukan nya berhenti , mereka semua malah membabi buta menyerang kedua pasangan muda tersebut.
pihak keamanan berusaha mengusir mereka, namun Karna jumlah yang banyak, membuat pihak keamanan kewalahan. dan memaksa Hendrik agar segera pergi dari tempat itu.
"kau tak apa-apa sayang". cyntia khawatir melihat pakaian yang di kenakan suaminya itu sudah berantakan.
"aku tak apa-apa, apa kepalamu sakit". Hendrik membersihkan sisa cangkang telur di kelapa cyntia.
"aku tak apa-apa, hanya sakit sedikit, sepertinya kita harus segera kembali kerumah, kita harus membersihkan diri". hendrik langsung mengendarai mobil nya menuju apartemen mereka.
"fans mu sangat luar biasa, mereka sangat mengidolakan mu, hingga mereka kehilangan akal sehat mereka". ujar Cyntia sambil mengeringkan rambutnya.
"aku pria tampan, jadi wajar jika mereka melakukan itu". Hendrik tertawa dari balik pintu kamar mandi.
"ka terlalu percaya diri". ujar Cyntia
"tentu saja, buktinya mereka sangat marah ketika tau bahwa aku telah menikahi mu, dan kurasa mereka juga iri Karna istriku sangat cantik". Hendrik berusaha merayu istrinya.
Hendrik berjalan keluar dari kamar mandi, kemudian menemukan amplop coklat di meja rias sang istri.
"itu Hadian genie untuk kita".
"apa ini?". Hendrik membuka amplop coklat itu. dan melihat isinya, kemudian ia tersenyum.
"mari kita berbulan madu sayang". cyntia menggenggam jemari Hendrik.
"Paris.. lumayan, baiklah.. mari kita pergi". Hendrik tersenyum sambil membelai pipi lembut sang istri. mereka hampir saja berciuman ketika bell terdengar dari luar.
"sebentar ". ujar Cyntia.
gadis itu berjalan meninggalkan Hendrik yang belum berpakaian . cyntia membuka pintu, ia terseyum ketika melihat fajrina dengan elang berdiri di sana.
__ADS_1
"kalian datang". cyntia kemudian memeluk Fajrina.
"tentu kami datang, kami kaget melihat mu mendapatkan serangan di berita tadi". Fajrina berjalan mengikuti langkah kaki Cyntia.
"ya, itu sangat memalukan, aku sampai kaget, ternyata aku menikahi idola yang sangat di idamkan para wanita itu". cyntia tertawa .
"kau sangat beruntung". ujar Fajrina.
"mengapa kau mengatakan itu, apa kau tak beruntung bisa menikahi aku". elang cemberut
"aku sangat beruntung bisa menikahi pria seperti mu, jadi jangan cemberut begitu". Fajrina langsung membelai kepala elang, elang langsung terseyum. cyntia yang melihat hal itu langsung tertawa terbahak.
"kalian sangat manis, dan kau elang, apa kau sangat mencintai istri mu, sampai kau menjadi pria penurut begitu". ujar Cyntia.
"dia sudah cinta mati pada istrinya, aku sudah tau sejak awal". Hendrik yang baru saja keluar dari kamar langsung ikut menggoda elang.
"hey, kau dulu juga pernah mengidolakan istriku". elang melengos.
"hey, aku hanya mengidolakan, tapi cinta ku hanya pada istriku sekarang". Hendrik langsung memeluk Cyntia, dan mencium puncuk kepala gadis itu.
"kalian berdua sama". Fajrina mencoba menengahi, kemudian mereka tertawa bersama.
"jadi bagaimana keadaan Lusi ". Hendrik menatap Fajrina dan elang.
"ia masih seperti orang bingung ketika kami meninggalkan nya di rumah sakit, sepertinya Ia sangat membutuhkan perawatan ". ujar elang.
"sebenarnya ia kenapa, aku sempat bingung ketika Fajrina menceritakan prihal Lusi padaku ". ucap Cyntia
"apa yang Lusi alamak sampai ia terlihat seperti orang gila aku pun tak tau, namun dari apa yang ku baca, ia mengalami tindakkan kekerasan, itu lah yang membuat dia menjadi seperti sekarang ini". ujar elang.
"sungguh kasihan, padahal ia sangat cantik, tapi apa benar ia mengalami tindakan kekerasan, sedangkan yang aku lihat ia sangat berani jika berhadapan dengan seorang pria, dia juga terlihat agresif, iya kan sayang". Cyntia melirik Hendrik, ia menggodanya.
"mengapa kau menatapku, aku bahkan tak tau, wanita seperti apa dia". Hendrik pura-pura lupa atas apa yang pernah ia lakukan pada Lusi.
"ah,sepertinya kau lupa". Fajrina dan elang langsung tertawa melihat pasangan suami istri itu.
__ADS_1
"tentu saja aku lupa, aku bahkan tak ingat pernah bertemu dengan nya setelah aku berhasil menikahimu". Hendrik mulai menggoda Cyntia.
"sayang, sepetinya kita harus pulang, tuan rumah sedang sangat kasmaran". kini elang yang balik menggoda kedua sahabatnya itu, dan mereka kembali tertawa bersama
"bagaimana dengan kamera yang kita cari, apa kalian sudah menemukan nya" . Hendrik bertanya ketika ia tiba-tiba saja ingat persoalan tentang kamera itu.
"kamera itu berada di rumah istri kedua Joyo, teman ku di rumah sakit, istri kedua Joyo bekerja sebagai dokter kandungan di tempat ku bekerja". ujar Fajrina.
"benarkah ?". cyntia menatap Fajrina tak percaya.
"tentu saja". Fajrina kemudian merogoh tas nya dan mengambil ponsel miliknya. kemudian memberikan nya pada Cyntia. cyntia melihat sosok gadis kecil yang ternyata adalah anak dari Joyo dan Vivian.
"ah, jadi mereka telah memiliki anak ya". ujar Hendrik
"ya, mereka sudah mejadi sepasang kekasih sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas". Fajrina menjelaskan.
"cinta pertama , lalu mengapa ia memanfaatkan Lusi untuk melakukan kejahatan yang tidak masuk di akal ini". Hendrik mencoba meraba, apa motif sebenarnya, mengapa Joyo memperalat Lusi.
"dia harus punya teman yang mau di ajak kerja sama, jadi wajar saja". jawab elang
"apakah teman mu tau jika Joyo adalah kakak iparmu Fajrina". Cyntia kembali bertanya.
"dia tak mengetahui hal itu, dari apa yang kudengar, bahkan cyntia tak tau jika saat ini Joyo masih bersama kakak ku". elang menjawab pertanyaan Cyntia.
"ah, pria itu luar biasa, mengapa tak kau lemparkan saja dia ketengah lautan, kau sangat berpengalaman soal itu ya kan elang". mendengar kata-kat Hendrik membuat Fajrina bingung.
"jangan salah paham sayang, aku tak sesadis itu". Fajrina tersemyum
"aku tau, kau pria paling baik". Fajrina membalas senyuman elang.
"jadi, bagaimana kelanjutan nya " Hendrik bertanya.
"itulah mengapa aku datang kemari Hendrik, aku minta kerja sama mu". elang tersenyum menyeringai.
"baiklah".
__ADS_1