DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
ANAK ORANG LAIN


__ADS_3

"ya, terus sayang". Joyo mulai meracau tak terkendali saat Lusi terus saja menggoyangkan pinggung nya ke depan dan ke belakang di atas tubuh Joyo.


perut buncit Lusi bukan halangan mereka untuk bercinta, bahkan setelah Lusi di antar kembali ke apartemen nya , mereka selalu melakukan itu setiap saat.


"ya.. ya". Joyo semakin meracau hebat. Lusi memang sangat paham dan sangat mahir, ia sangat tau apa yang di ingin kan Joyo. ia sangat totalitas saat melayani pria itu.


"apa kau menikmatinya sayang". ujar Lusi tanpa menghentikan aktifitas nya.ia tersenyum puas ketika melihat ekspresi wajah Joyo. pria itu menutup matanya mencari kepuasan. namun tanpa Lusi tau, bukan lah dirinya yang kini ada di benak Joyo. melain kan Fajrina, ia tengah berkhayal bahwa yang sedang mendudukinya sekarang adalah Fajrina.


"ya sayang, kau sangat hebat.. jangan berhenti.. percepat lah, aku sudah di puncak ". Joyo membuka matanya dan langsung melahap ujung dada Lusi.


wanita itu tersenyum kemudian mempercepat gerakkan nya. sedangkan elang dan Reza sudah berada di dalam mobil menuju apartemen Lusi .


"wanita itu sungguh keterlaluan". ujar Reza setelah ia selesai melihat video viral Lusi.


"apa alat rekam nya sudah siap ?". elang kembali mengingatkan Reza


"sudah, tenang saja". Reza tersenyum menyeringai.


"wanita itu harus di beri pelajaran". elang mengepalkan tangan nya. mobil mereka memasuki parkiran apartemen Lusi. tak mau menunggu lama mereka langsung naik ke atas unit lusi.


"ah, kau hebat sekali". Lusi bangun dari tubuh Joyo, ia terlihat sangat menggemaskan dengan perut buncitnya.


"apa aku masih terlihat sexy". Lusi memutar tubuhnya di depan Joyo.


"kau terlihat lebih sexy ketika hamil, kau bahkan terlihat lebih menggoda jika seperti itu". Joyo menduduki kan Lusi di atas sofa dan membuka lebar kaki wanita itu.


"kau sangat tau apa yang ku mau". mata Lusi terpejam ketika Joyo bermain di bawah sana. namun belum selesai Joyo bermain-main bell apartemen Lusi berbunyi. Joyo berdiri panik.

__ADS_1


"aku akan masuk ke kamar, kau buka pintu itu". Joyo meraih semua pakaian nya yg sudah berserakan, ia tak mau ada orang yang tau jika ia sedang bersama Lusi. mengingat bahwa sekarang ia adalah buronan pihak kepolisian. Lusi menarik handuk yang tadi ia gunakan sebelum bercinta dengan Joyo.


Lusi membuka pintu apartemen nya kemudian terseyum melihat siapa yang datang. elang sangat tampan , ia terlihat sebih tampan ketika mengenakan pakaian casual nya. bahkan celana robek-robek di kakinya itu membuat elang terlihat jauh lebih muda dari usianya. Lusi melirik ke arah kamar, pintu itu tertutup sempurna, merasa aman Lusi langsung memeluk elang.


"lepaskan aku" elang melepas pelukan Lusi dengan paksa. kemudian ia masuk, namun yang membuat Lusi kaget adalah kehadiran Reza .


"sedang apa dia di sini". Lusi menunjuk ke arah Reza.


"dia asisten pribadiku, apa ada masalah". elang dan Reza masuk, elang tersenyum penuh makna ketika melihat keadaan apartemen yang berantakan. bahkan semua barang-barang yang tadinya ada di atas meja telah berserakan di bawah. rupanya meja itu sudah beralih fungsi. Reza pun berfikir sama dengan elang, ya bagaimana pun ia dan dini pernah menggunakan meja untuk aktifitas bercinta mereka.


"kenapa kalian datang ke tempat ku". Lusi melengos, ia ingat bahwa elang telah menalaknya.


"langsung ke intinya saja, soal video viral mu itu". Reza telah merekam segalanya setelah pintu apartemen itu di buka, namun Lusi tak menyadari.


"oh, kenapa? apakah itu terlihat sangat bagus, ah aku merekamnya berkali-kali.. kau tau kan aku paling susah berpura-pura menangis" Lusi langsung tertawa. Reza tersenyum, ternyata membuat Lusi membuka mulutnya itu sangat mudah


Lusi tertawa


"kau benar, istrimu sangat naif, sampai ia kehilangan bayinya.. sungguh kasihan".elang menahan emosinya, ia tak boleh terlihat kasar, apalagi sekarang reza tengah merekam percakapan mereka.


"di bersikap terlalu baik padamu rupanya". elang mulai menekan kan kata-katanya.


"bukan, ia terlalu bodoh ". Lusi berdiri kemudian mengambil minuman beralkohol, ia kembali duduk dan tanpa basa-basi mulai menuangkan minuman itu ke gelas dan meminum nya.


"kau sedang hamil, kenapa kau meminum itu" . elang sengaja memberikan pertanyaan itu pada Lusi,


"apa perduli mu elang, ini bukan anakmu". elang tersenyum, akhirnya Lusi mengakui hal itu.

__ADS_1


"ah, akhirnya kau mengakui kalau anak itu bukan anak ku, jadi siapa ayah anak itu". Reza tersenyum, pertanyaan elang tepat sasaran, Lusi kini menenggak sampai tandas minuman itu.


"mantan kakak iparmu". setelah mengatakan itu Lusi tertawa terbahak. elang menghembuskan nafas panjang , ia merasa tenang sekarang.


"baiklah, terimakasih atas semua pengakuan mu". Joyo yang bersembunyi di dalam kamar juga ikut mendengarkan pengakuan Lusi. rahang nya mengeras


"wanita gila itu". maki Joyo.


elang dan Reza berdiri kemudian meninggalkan Lusi begitu saja , Joyo merasa bahwa elang sudah pergi langsung melangkah keluar dan tanpa basa basi mencengkram leher Lusi


"apa yang kau lakukan sayang" . Lusi memegang tangan Joyo, ia mulai susah bernafas.


"apa yang kau lakukan , bodoh" Joyo melepaskan cengkraman nya


"apa maksudmu sayang". Lusi sudah sangat mabuk, ia berjalan sempoyongan ke arah Joyo kemudian membuka handuk yang melilit di tubuhnya.


"ayo teruskan yang tadi ". Lusi langsung duduk di sofa kemudian membuka lebar-lebar kakinya. Joyo sudah tak berselera , ia langsung meninggalkan Lusi dan pergi dari ruangan itu dan masuk ke kamar mandi


"bodoh" . Joyo berteriak. Lusi cemberut kemudian berjalan ke arah kamar mandi lalu masuk ke dalam.


"sayang". Joyo terlihat sangat marah. namun karena mabuk Lusi tak menyadari itu. Joyo mulai mengajar Lusi, namun belajar dari pengalaman nya pada dini dan Vivian, apalagi Lusi sedang mengandung maka Joyo hanya memukuli wajah cantik lusi.


Lusi tergeletak di atas lantai kamar mandi, ia kehilangan 2 gigi nya. Joyo terengah , ia merasa puas setelah menghajar Lusi , dadanya naik turun ia langsung keluar meninggalkan Lusi di sana. Lusi menangis menahan sakit, ia bahkan tak sadar jika 2 giginya sudah lepas.


Lusi terisak menangis, sedangkan Joyo tengah berpakaian , ia mencari tas Lusi kemudian mengambil semua uang yang ada di dalam dompet Lusi.


Lusi bangkit, ia melihat wajahnya yang babak belur di cermin, ia bersumpah akan membunuh pria yang bernama Joyo itu. ia berjalan keluar dari kamar mandi dengan susah payah kemudian meraih ponselnya dan menghubungi ibunya.

__ADS_1


"ibu, aku akan mengaborsi anak ini".


__ADS_2