
Jam 8 tepat Fajrina meninggalkan rumah sakit, ia akan menaiki mobil nya ketika elang tiba-tiba menarik lengan nya.
"Kau, sedang apa kau disini". Fajrina menatap elang.
"Ikut aku". Kemudian elang menarik kasar Fajrina
"Tapi mobil ku".
"Tinggalkan saja" Fajrina berjalan mengikuti elang.
"Kita mau kemana?". Tanya Fajrina ketika elang mulai mengendari mobilnya. Mobil itu memasuki ruang parkir apartemen mewah. Fajrina tak lagi bertanya. Ia mengikuti langkah kaki elang. Setelah sampai di lantai oaling atas , elang membuka pintu apartemen itu.
Panthouse menyambut mereka , ruangan itu sangat luas dan mewah.
"Ini, tempat tinggal baru kita". Ujar queen
"Ya ", jawab elang sambil membuka dasi juga kemejanya Kemudian dengan nafas yang memburu ia mengangkat tubuh Fajrina
"Apa yang kau lakukan". Fajrina berteriak karna mendapatkan serangan tiba-tiba dari elang.
"Aku akan menghukum mu". Ujar elang sambil berjalan membawa Fajrina ke kamar baru mereka.
"Apa salahku". Fajrina memandang elang ketika elang telah melepaskan nya . Dengan kasar elang membuka hijab Fajrina.
"Kau telah menggodaku tadi siang". Elang menarik tubuh Fajrina, mencium nya. Yang Fajrina ingat elang melucuti semua pakaian nya sebelum mereka bersatu malam itu.
Fajrina terbangun pagi harinya, tubuhnya sakit semua. Elang sangat kasar tadi malam . Ketika mengingat nya Fajrina langsung menatap elang tajam
"Apa". Ujar elang
"Kau sangat kasar". Ujar Fajrina
"Ya karna aku menahan nya sejak siang hari , kau yang salah karna telah menggodaku". Elang balik menatap Fajrina
"Aku tak ada niat menggoda mu".
"tapi ,kau melakukannya".
"Tidak".
"Berhenti bekerja". Elang kini menatap tajam istrinya
"Tidak". Fajrina menolak
"Aku bisa dan sangat mampu memberikan kehidupan yang layak untuk mu".
"Tidak, menjadi dokter adalah cita-citaku". Fajrina membuang pandangan nya dari elang.
"Aku tidak ingin Hendrik kembali menemui mu". Elang menarik lengan Fajrina agar istrinya mau kembali menatap nya.
"Kau cemburu "
__ADS_1
"Aku tak cemburu". Elang menampik tuduhan Fajrina
"Akuilah kalau kau cemburu". Fajrina menatap elang kemudian menggeser tubuhnya hingga tak ada jarak di antara mereka
"Kau mau apa" elang bertanya ketika melihat istrinya membuka selimut mereka yang ia kenakan, udara dingin air conditioner tak lagi terasa. Ia bisa dengan jelas menatap indah Tubuh istrinya.
"Akui". Ujar Fajrina, sambil meraba dada bidang suaminya.
"Apa yang harus aku akui". Elang memejamkan matanya, menikmati sentuhan istrinya
"Akui, bahwa kau cemburu".
"Tidak..".
"Akui, kau cemburu ". Fajrina mencium leher elang. Elang tak tahan lagi kini. Kemudian ia mendorong Fajrina hingga Fajrina terjatuh di samping nya lalu Dengan cepat mengunci Fajrina di bawahnya
"Ya , aku cemburu, aku sangat cemburu, aku tak suka jika ada pria lain yang menyatakan cintanya padamu". Fajrina terseyum, pagi itu mereka kembali melakukan nya.
"Apa kau tak bekerja?" Fajrina bertanya ketika melihat suaminya hanya berleha-leha di atas kasur
"Aku sedang enggan bekerja" jawab elang
"Kau sangat tidak bertanggung jawab".
"Sayang, aku pemilik perusahaan, jadi jika aku tidak bekerjapun, tak ada yang berani menegurku". Mendengar panggilan sayang dari elang membuat hati Fajrina berbunga
"Begitu ya, hidup mu sangat tenang". Ujar Fajrina
Fajrina langsung mengalihkan pandangan nya dari elang.
"Pakai bajumu". Fajrina berkata lirih ketika elang sudah berdiri di hadapan nya .
"Tidak mau" elang mendengus harum tubuh istrinya. Istrinya sangat wangi.
"Apa kau tak merasa dingin" Fajrina memejamkan matanya , meskipun ia sudah berkali-kali melihat suaminya tak berpakaian, tapi ia masih saja merasa malu.
"Aku merasa panas jika berdekatan dengan mu". Elang terseyum
"Jangan lagi". Fajrina mundur kemudian berlari menuruni tangga.
Ardhi tertawa melihat tingkah laku istrinya
"Mengapa kau masih malu jika melihatku tak berpakaian, kau sudah sering melihatnya kan". Elang berjalan mengikuti istrinya
"Jangan mendekat". Fajrina menutupi matanya dengan tangan .
Ditempat lain Joyo sedang menghayal bisa menghabiskan waktu dengan Fajrina. Ia senyum senyum sendiri.
"Kau sedang memikirkan apa, kenapa seperti orang tidak waras begitu". Ujar dini ketika ia melihat kelakuan aneh suaminya
"Aku sedang berkhayal bisa menguasai aset adikmu". Joyo berkilah .
__ADS_1
"Benarkah". Dini sudah terlihat sangat rapi
"Kau mau kemana?". Joyo bertanya pada istrinya
"Aku akan menemui Lusi ".
"Aku ikut". Joyo berdiri dan mengikuti langkah istrinya
Lusi dan dini janjian bertemu di salah satu restoran yang jaraknya tak jauh dari rumah. Lusi sangat cantik dan seksi. Ia menggunakan dres mini tanpa lengan. Joyo hampir saja meneteskan air liur nya karna melihat kemolekan tubuh Lusi.
"kakak, apa kabar" Lusi langsung memeluk dini . kemudian bersalam dengana Joyo.
"aku baik, bagaiman dengan mu". dini mempersilahkan Lusi duduk.
"aku sedang tidak baik, kakak tau kan". Lusi mengeluarkan ekor rubahnya, ia seperti wanti yang sangat tersakiti
"aku mengerti, maka dari itu aku menghubungi mu". dini berkata sambil memegang jemari dini
"kau memang yang paling mengerti kak". Lusi terseyum
"aku meminta bertemu dengan mu untuk membicarakan soal elang". Lusi menatap suaminya
"apa yang harus aku lakukan kak". Lusi tertarik bekerjasama dengan kak dini.ia berharap kerja sama ini bisa saling menguntungkan.
"kita harus bisa memisahkan elang dan Fajrina, keuntungan nya adalah, kau bisa memiliki elang, dan posisi suami ku di perusahaan elang kuat" Joyo menyeringai menatap Lusi
"kau benar kak, aku tak tahan melihat elang bersama wanita munafik itu". Lusi mendengus.
"dengar kan aku Lusi, aku akan membuat rencana, jika rencana ku berhasil dan elang menjadi milik mu, maka kau harus membuat elang menyerahkan beberapa anak perusahaan nya untuk suami ku, apa kau mengerti". Lusi terseyum
"baik kak, aku mengerti, jadi kita mulai dari mana?" Lusi bertanya
"kita mulai dari Hendrik". Lusi terkejut, ia sangat mengenal Hendrik. karna pria tampan itu pernah menolak Lusi.
"Hendrik, ada apa dengan dia?" Lusi menatap dini.
"apa kau tau video viralnya , lihat ini" kemudian dini menyajikan ponselnya pada Lusi.
Lusi meradang melihat Hendrik menyatakan cinta nya pada Fajrina. ia begitu marah, Hendrik yang dulu menolak cintanya malah mengatakan cinta pada Fajrina
"wanita licik , ia membuat kedua sahabat itu semakin bermusuhan saja". ujar Lusi
"tapi tidak masalah Lusi, kitaa bisa memakai Hendrik untuk memisahkan elang dan Fajrina, bagaimana menurutmu?" dini tersenyum
"baik, ayo kita pakai Hendrik.. aku yang akan membuat rencananya". sebenarnya Lusi pun tak rela jika Hendrik mendapatkan Fajrina.
" wanita itu sangat beruntung". ujar Lusi dalam hati.
"aku tunggu kabar selanjutnya darimu". dini tersenyum . namun tidak dengan Joyo. jemari kaki Lusi sedang menari di atas pahanya.
Lusi sepertinya tergoda untuk main-main dengan suami dini, dini sangat biasa, namun suaminya begitu manis dan tampan, maka Lusi menggodanya. dan godaan Lusi tepat sasaran.
__ADS_1