
Di rumah sakit Fajrina sedang memberi pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Wanita itu tak mengalami luka luar, namun beberapa tulang rusuknya patah. Wanita itu pingsan .
"Mana penabrak nya?". Ujar Fajrina. Kemudian perawat itu mengangkat jemarinya ke arah sepasang kekasih yang tengah di obati perawat lain.
Fajrina berjalan mendekati mereka. Keadaan pasangan itu jauh lebih baik, mereka hanya mendapatkan beberapa luka lecet.
"Dokter.." perawat yang sedang mengobati kedua oran itu terseyum pada Fajrina
"Apa kalian yang menabrak wanita itu". Dengan sangat sopan Fajrina bertanya pada kedua orang itu.
"Iya, memang kami yang menabrak nya". Mereka terlihat sangat tidak ramah
"Korban tidak memiliki kartu identitas, kami bahkan tidak bisa menghubungi keluarga nya, jadi karna kalian yang telah mengakibatkan. Kecelakaan makan untuk biaya administrasi nya , kami pihak rumah sakit akan meminta kalian untuk membayarkan nya ". Sebenarnya Fajrina tak ingi membahas soal administrasi. Namun Fajrina kesal karna kedua orang itu terlihat sangat tak beretika
"Loh, kenapa kami harus membayar biaya perawatan nya, di bandingkan dengan dia luka yang kami derita lebih parah, aku dan kekasihku terluka ,motor kami pun rusak". Sang wanita menatap fajrina dengan tatapan angkuh. Benar dugaan Fajrina.
"Apa maksud anda". Fajrina menatap wanita itu.
"Seharusnya anda mengerti, baik aku akan membayar biaya perawatan nya, tapi dia juga harus membayar perawatan ku, pacar ku serta motor kami yang rusak". Fajrina langsung tertawa. Ia tak habis pikir jalan pikiran kedua orang ini
"Ketahui lah Bu, anda dan pacar anda telah menabrak orang lain, karna kelalaian kalian sekarang korban tengah tak sadarkan diri, lalu kalian malah meminta dia membayar perawatan kalian". Sungguh tak dapat di percaya.
"Tidak semua kecelakaan yang menabrak itu yang salah, lagian salahnya sendiri, mengapa menyebrang jalan tak melihat sekitar". Fajrina sangat emosi mendengar hal itu.
"Apa anda tau aturan berlaku lintas?.. panggil pihak kepolisian ". Fajrina semakin emosi melihat wanita itu.
"Panggil, saya tidak takut karna saya tidak bersalah".
"Dokter , pasien kejang -kejang". Fajrina dengan cepat mendekati pasien korban kecelakaan tadi.
__ADS_1
"Lakukan ct scan , cepat". Fajrina takut jika terjadi pendarahan otak akibat benturan yang terjadi saat kecelakaan tadi.
Kedua pengendara motor itu di aman kan petugas kepolisian. Entah apa yang ada di benak kedua manusia kerdil tersebut .
Fajrina merasa sangat lelah, namun rasa lelah nya seketika hilang ketika melihat elang berdiri di depan pintu unit gawat darurat itu sambil terseyum.
Elang berjalan mendekati Fajrina.
"Kau terlihat sangat lelah". Ealnh mengusap kepala Fajrina
"Kau benar, tapi sedang apa kau di sini". Masih pukul 3 sore ketika elang mendatangi Fajrina.
"Aku kebetulan lewat, jadi sekalian mampir.. apa kau sudah makan".
"Belum.. aku sangat sibuk".
"Apa sekarang sudah tidak sibuk?" Fajrina terseyum.
"Kalau begitu, mari kita makan di luar ". Elang kemudian meraih jemari Fajrina dan membawa istrinya pergi dari sana
Fajrina sangat lahap menyantap gado-gado yang ia pesan tadi, elang berfikir untuk mengajak istrinya makan di restoran mahal mengingat sang istri yang belum makan sejak pagi. Namun alih alih makan di restoran mahal, Fajrina malah mengajak elang makan gado-gadi pinggir jalan.
"Mengapa kau tak makan, gado-gado nya enak loh". Fajrina berbicara sambil mengunyah, pipinya menjadi tembam karna menyimpan beberapa potong lontong yang tadi ia masukan ke dalam mulutnya
"Aku sudah kenyang melihat mu makan". Fajrina menyendok kan sepotong lontong dan mengarahkan nya ke mulut elang
"Makan". Elang pun membuka mulut nya, ia mulai mengunyah potongan lontong itu. Benar kata Fajrina gado-gado itu sangat enak.
Tanpa malu-malu elang menyantap bagiannya.
__ADS_1
"Apa kau sering makan di tempat ini?".
"Iya, aku selalu makan di sini sebelum pulang ke rumah". Makan sore itu sungguh sangat nikmat. Elang sangat bahagia, mengingat istrinya yang sangat sederhana meskipun semua orang tau Fajrina merupakan salah satu dokter cemerlang di tempat nya bekerja. Ia juga terlahir dari keluarga terpandang . Namun ia masih mau makan , makanan yang di jual di pinggir jalan.
Elang mencium kening Fajrina sebelum ia kembali ke perusahaan nya. Fajrina terseyum malu ketika semua pegawai rumah sakit memandangi nya
"Anda sangat beruntung dokter ". ujar salah satu perwata di tempat ia bekerja
"aku tau.. baiklah.. mari kembali bekerja" . Fajrina berjalan memasuki area rumah sakit, tanpa di sadari Hendrik sejak tadi ternyata menatap Fajrina dari kejauhan
Hendrik jatuh cinta pada Fajrina, ia mencintai Fajrina bukan karna ia istri elang dan berniat merebut nya dari elang. namun Hendrik jatuh cinta pada fajrina sejak pertama mereka bertemu. Fajrina wanita luar biasa, wanita pemberani.
meskipun begitu Hendrik tak kan merebut Fajrina secara paksa , memang ia berniat merebut nya dari elang. namun Hendrik percaya suatu saat nanti Fajrina akan menjadi milik nya. mengingat Lusi pernah meminta bantuan nya untuk menjebak Fajrina.
seandainya sasaran Lusi adalah elang, mungkin Hendrik akan menyetujui tawaran dari Lusi, namun karna korbannya adalah Fajrina maka Hendrik menolaknya
sejak saat pertemuan nya yang terakhir dengan Lusi, Hendrik jadi lebih sering memantau keadaan Fajrina. ia takut Fajrina dilukai bahkan di jebak oleh Lusi.
"aku tau cintaku padamu merupakan sebuah kesalahan, namun sebagi manusia biasa aku tak bisa mengendalikan diriku untuk tidak memiliki mu Fajrina". Hendrik berbicara dengan dirinya sendir. kemudian mengendarai mobilnya menjauh dari rumah sakit.
sementara itu dini tengah berdiri mematung di depan lemari pakaian nya. Joyo memintanya menggunakan pakaian terbaiknya. sebenarnya Lusi sangat tidak ingin datang, tapi Lusi berfikir. Mungkin dengan begini, Joyo kan kembali padanya.
kemudian Lusi memilih linger hitam yang tergantung di sana, dulu lingerie itu merupakan favorit Joyo, kerja Joyo sendiri yang membelikan nya.
"aku berharap kau akan kembali padaku ". dini terseyum kemudian ia memasuki kamar mandi, ia memulai ritualnya, ia mengoleskan lulur ke seluruh tubuhnya. ia selalu melakukan itu sebelum Joyo pulang. tujuannya hanya satu, agar suaminya tak jajan di luar.
setelah selesai mandi, waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, dini langsung bersiap. ia mengenakan dress selutut berwarna hitam dengan potongan leher rendah tanpa lengan. ia tak lupa memoles wajahnya hingga terlihat lebih segar dan cantik. dini memasuk kan lingerie itu ke dalam tas nya kemudian melangkah meninggalkan kamarnya.
tanpa dini sadari, malam itu ia akan masuk ke perangkap yang di buat suaminya sendiri. ia akan masuk ke dalam neraka.
__ADS_1
"kau sudah sangat cantik , mau kemana". Cindy menatap putrinya. entah mengapa, setelah dini kembali dari perjalanan dengan Joyo, dini bersikap lebih manis dari bisanya. dini menjadi lebih perhatian dengan kedua orang tuanya.
"aku ingin makan malam dengan suamiku, doakan aku bunda, semoga ia mau berubah". kemudian dini mencium pipi bundanya kemudian pergi meninggalkan rumah itu, menuju perangkap besar yang akan membuat hidupnya menderita.