DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
BIPOLAR AKUT


__ADS_3

Alunan surah Yasin yang keluar dari mulut elang sangat merdu, Fajrina sangat menyukai ketika elang membacakan beberapa surah untuk nya


Entah sejak kapan elang bisa membaca Alquran , elang pernah mengaku padanya habwa ia tak bisa mengaji, lalu ini apa. Fajrina yang tengah menikmati indahnya suara elang, tiba-tiba di kejutkan oleh suara bell apartemen nya. Elang menoleh menatap Fajrina


"Sebenatr aku akan lihat, ". Fajrina perlahan menuruni ranjang nya . Kemudian keluar dari kamar , menuruni tangga dan bergegas membuka pintu.


Di sana berdiri Abi dan uminya


"Umi". Fajrina memeluk sang ibu, fajrina mengajak kedua orang tuanya untuk masuk. Ustad dzaki terdiam , ia menikmati alunan suara elang yang tengah membaca Al Qur'an itu


"Aku akan memanggil elang".


"Tak usah, biarkan dia menyelesaikan bacaan nya". Ustad dzaki melarang putrinya , ia masih ingin menikmati suara elang.


"Apa kau sudah makan?" Fatma bertanya sambil membelai punggung putrinya


"Belum, apa umi membawakan ku sesuatu ". Kemudian Fatma mengeluarkan kotak makan berisi rendang dan ayam kecap kesukaan Fajrina


"Makan lah bersama suamimu". Ujar sang ayah. Mereka berbincang sambil menunggu elang menyelesaikan bacaan nya. Elang yang sejak tadi tak melihat keberadaan istrinya , dengan cepat nelengkah keluar sambil menenteng Al Qur'an di tangan kanana nya. Senyum nya sumringah menatap kedua mertuanya


"Umi, Abi.. ". Elang berjalan menuju mertuanya dan menyalami mereka


"Sudah selesai elang?" Ustad dzaki bertanya pada menantunya


"Sudah Abi". Elang tersipu malu


"Sejak kapan kau bisa membaca Al Qur'an?". Elang langsung menatap ke arah ayah mertuanya.


"Sudah 2 bulan ini aku memiliki guru mengaji pribadi yang akan datang ke kantorku setiap hari Abi" ujar elang.


"Mengapa?" Ustad dzaki kembali bertanya

__ADS_1


"Aku ingin menjadi suami yang baik dan imam yang baik bagi istriku dan anak-anak ku kelak, dan ya, aku tak mau mempermalukan Abi, nama baik Abi, jadi semua aku lakukan demi kebaikan keluarga ku ". Elang menjelaskan segalanya. Mereka mengobrol sampai pukul 10 malam


"Abi dan ummi pamit ". Ustad dzaki membelai punggung Fajrina


"Kenapa tidak menginap saja". Elang mencoba menahan kepergian mertuanya, karna ia tau istrinya masih merindukan kedua orang tuanya


"Tidak, besok Abi mau berangkat ke Bandung, ada undangan mengisi kajian di sana". Fajrina terlihat kecewa.


"Apa aku boleh ikut". Ia menatap mata sang ayah


"Kenapa kau bertanya pada Abi, bertanyalah pada suamimu". Fajrina mengalihkan pandangan nya ke arah elang


"Kita akan pergi bersama besok". Elang tak tega melihat wajah kecewa istrinya


Fajrina dengan cepat memeluk suaminya.


"Terimakasih". Elang kemudian mengusap kepala sang istri


"Jika begitu, abi tunggu kedatangan kalian jam 8 di rumah ya, jangan sampai terlambat"


Ia melihat Lusi berdiri di depan nya , Lusi memegang alat yang dapat mengalirkan sengatan listrik


"Kau mau apa Lusi " dini mundur, Lusi menyeringai. Lusi maju mendekati dini sedangkan dini terjebak, ia bingung mau kemana karna bahunya telah menyentuh tembok. Lusi menempelkan benda itu ke leher dini dengan cepat.


Dini berteriak menahan sakit ,Tubuh nya kejang , ia merasakan sengatan listrik yang amat menyakitkan kemudian ambruk , ia tak punya lagi tenaga. Joyo yang mendengar teriakan dini langsung berlari memasuki kamar itu. Disana ia lihat Lusi tengah tertawa terbahak-bahak. Di depan Lusi , dini sudah tak berdaya.


Joyo langsung menarik Lusi


"Apa yang kau lakukan". Joyo mengguncang bahu Lusi


"Aku sangat membenci istrimu". Lusi tertawa sambil memeluk Joyo

__ADS_1


"Kau bisa membunuhnya". Joyo menatap tak percaya pada Lusi


"Aku akan membunuhnya nanti, ". Lusi terseyum. Kali ini Joyo berfikir, ada yang tak beres pada Lusi , ia terlihat sangat menyeramkan, seperti orang yang kurang waras.


Joyo memberikan segelas air pada Lusi, tatapan mata wanita itu kosong, Lusi masih saja terseyum , kadang tertawa


"apakah ia gila" tanya Joyo dalam hati.


Lusi meraih gelas itu dan langsung meminumnya. gadis yang tengah duduk di hadapannya terlihat berbeda. gadis ini sangat menyeramkan , tatapan matanya kosong .


"sayang, aku lapar". ujar Lusi, tatapan kosong itu telah menghilang, Lusi terseyum pada nya .menurut Joyo lusi seperti memiliki kepribadian ganda dan Joyo baru menyadari itu.


"aku akan mengambilkan nya untuk mu". Joyo berjalan ke arah dapur dan kembali dengan membawakan sepiring nasi beserta lauknya


"sepertinya enak, terimakasih" Lusi perlahan membuka mulutnya dan memakan nasi yang ada di piring itu.


Joyo menatap gadis itu, Joyo berfikir harus menyelidiki masa lalu Lusi. jika salah langkah bukan hanya Lusi, dirinya pun pasti akan terkena imbas nya. setelah makan Joyo mengantarkan Lusi ke kamarnya. kemudian memeluk Lusi, agar Lusi cepat tertidur.


setelah yakin bahwa Lusi telah tertidur pulas, Joyo mulai membuka lemari Lusi kemudian membuka setiap laci. namun ia tak menemukan apa-apa. namun ia sepertinya melewatkan sesuatu. ia kembali membuka lemari Lusi , rupanya ada laci tersembunyi di lemari itu. ia membuka laci dan benar saja, ia menemukan berkas kesehatan Lusi .


dengan perlahan Joyo berjalan keluar dari kamar itu, Joyo membaca semua laporan itu. disana tertera sebuah keterangan bahwa Lusi memiliki gangguan mental setelah ia di perkosa secara bergilir waktu dia melanjutkan studi nya ke luar negeri. sejak saat itu Lusi menjadi tak terkendali.


Joyo menahan nafasnya.


"jadi benar, wanita itu gila, pantas saja ia sepertinya sangat suka menyiksa dini". Joyo tak habis pikir, ia sedang bermain-main dengan orang gila kini.


ia kembali membaca isi file itu, di sana tertera , selama Lusi meminum obatnya maka gangguan kejiwaannya tak kan kambuh. Lusi juga menderita bipolar akut.


Joyo terseyum, tak masalah jika wanita itu tidak waras , selama Joyo bisa mengendalikan nya, semua masih aman terkendali. Joyo kembali teringat pada Fajrina. memang hanya wanita itulah yang pantas mendampingi nya.


setelah berhasil menghancurkan elang, ia pun akan membuang Lusi ke tempat yang layak , ia tak butuh wanita gila. yang ia inginkan sekarang adalah Fajrina. ia harus mendapatkan dokter muda itu.

__ADS_1


kemudian Joyo mengembalikan berkas itu ketempat semula , lalu ia mencari obat yang di tulis dalam file tersebut. rupanya obat itu yang setiap hari Joyo lihat. Lusi selalu berdalih bahwa obat itu adalah suplement biasa.


"sayang sekali,kau sangat cantik, dan kau hebat di atas ranjang, tapi kau gila.. jadi aku tak mau berlama-lama bermain dengan mu". ujar Joyo sambil menatap Lusi.


__ADS_2