DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
TETAPLAH DI SISIKU


__ADS_3

mereka saling pandang , jemari mereka pun saling bertautan ketika mereka memasuk rumah. namun keadaan rumah sedang tidak baik-baik saja.


mereka bisa mendengar isakkan tangis dari dini. di dalam elang melihat sang kakak sedang menangis di pelukan suaminya.


"pergi kau dari rumahku". ujar Cindy matanya penuh amarah. sedangkan sang ayah sedang duduk santai sambil menikmati kopi nya


"aku harus pergi kemana bunda?". tanya dini sambil menatap ibunya.


"terserah kau dan suami mu mau tinggal dimana, kalian pasti memiliki uang, suamiku bekerja di kantor elang dengan gajinya sangat tinggi, kalian pasti bisa menemukan tempat tinggal yang sangat layak". Joyo tersentak kaget mendengar kata-kata ibu mertuanya.


"tapi bunda uang ku tak cukup untuk membeli rumah". Joyo menatap penuh iba ke arah mertuanya. tentu saja ia tak memiliki cukup uang, karna uang gajinya ia gunakan untuk berfoya - foya dengan banyak wanita. ia tak pernah memberikan uang gajinya ke dini karna ia merasa tanpa uangnya kehidupan dini sudah sangat mewah.


"apa kau bilang , tak cukup.. kau bekerja dengan elang setelah kau menikah dengan dini, sudah 5 tahun , kau bilang kau tak punya cukup uang, sedangkan setau ku, dini tak pernah menikmati uang hasil kerjamu". agung berkata sambil menatap sang menantu


"aku, uangku selalu aku kirim kan untuk biaya hidup ibu ku , ayah.. jadi hanya tersisa sedikit sekali". Joyo mulai berbohong , dan agung tau soal itu.


"ya kalau begitu, kalian bisa menyewa sebuah rumah atau apartemen, kau sangat menakutkan dini, kau dengan sadar menyerang iparmu, aku takut kau akan melakukan nya lagi ketika kami sedang tidak ada dirumah". Cindy kemudian menatap putri nya.


"aku berjanji bunda, aku tak kan melakukan nya lagi". kini isakkan itu berubah menjadi raungan .


"kami akan pindah bunda". elang sudah muak dengan sandiwara sang kakak


agung dan Cindy langsung mengalihkan pandangan nya ke elang, mereka tak menyadari kedatangan nya.


"tidak , kau tidak boleh membawa menantuku pindah". Cindy langsung berjalan ke arah fajrina


"harus bunda, siapa yang bisa menjamin jika kak dini tak kan lagi menyerang istriku.. jika hal itu terjadi lagi, apa yang harus aku katakan pada mertua ku". elang meyakin kan bundanya.


"bunda tak mengizinkan nya, yang bersalah di sini adalah dini, dia yang harus pergi, bukan kalian". wanita cantik itu memegang bahu Fajrina

__ADS_1


"tidak apa-apa bunda, kami telah menemukan apartemen yang cocok untuk kami, dan jaraknya tak terlalu jauh dari rumah sakit tempat ku bekerja". Fajrina kemudian memegang lembut tangan Cindy kemudian terseyum


"Fajrina benar bunda, biar kami yang pindah, Joyo tak memiliki uang untuk memulai hidup baru mereka, jadi biarkan kami saja".


"apa keinginan kalian tidak bisa dirubah" agung menatap tajam sang anak. elang kemudian terseyum dan mengangguk


"kami tak masalah ayah". Fajrina menimpali


"baiklah, jika itu memang keputusan terakhir kalian, tapi jangan lupa, kalian harus datang kemarin sesering mungkin". Cindy memeluk sang menantu sangat erat .


"dini, kau masih boleh tinggal di rumah ini, namun sejak saat ini kau tak bisa lagi menggunakan kartu kredit yang aku berikan, aku juga tak kan lagi memberikan uang saku padamu, mulai saat ini Joyo harus bertanggung jawab atas semua pengeluaran mu". agung berkata dengan sangat tegas.


Joyo kaget mendengar ucapan sang ayah, bagaimana caranya , gaya hidup istrinya sangat mahal, ia tak mungkin memberikan seluruh gajinya pada dini, lalu bagaiman denagn para kekasihnya nanti.


"tapi ayah , aku harus membagi nya dengan ibuku dan keluarga ku, uang ku takkan cukup untuk memenuhi keperluan hidup istriku". Joyo sangat tak tau malu.


"gajimu sangat tinggi, elang membayar mu 30 juta di setiap bulannya, untuk makan kau juga tidak mengeluarkan uang , bagaimana bisa kau tak sanggup menghidupi kakak ku". elang tak habis pikir, kenapa laki-laki ini sangat tak tau malu.


"kau gila". ujar elang


"jaga mulut mu elang, beraninya kau menghina suamiku". dini kemudian berdiri dan menatap tajam sang adik


"dini, suami mu sudah sangat keterlaluan, ia pantas mendapatkan nya ". agung memukul meja dengan sangat keras.


"kau benar sayang". Cindy menimpali


"aku tak kan menaikkan gaji mu". elang berkata sambil terseyum menyeringai


elang menatap sang ipar, laki-laki itu bukan siapa-siapa sebelum menikah dengan kakaknya, ia hanya karyawan biasa. namun dengan wajahnya yang tampan ia bisa memikat hati sang kakak. seandainya dulu elang tak memergoki Joyo tengah bemeesraan dengan kakaknya di kamar hotel waktu itu mungkin dini tak kan menikah dengan laki-laki yang tak tau diri itu.

__ADS_1


setelah menikah dengan dini , Joyo semakin bertingkah saja, sebenarnya elang sudah sering mendengar kelakuan buruk Joyo di kantor , ia merasa perusahaan itu milik nya setelah ia dengan sukses menikahi kakaknya.


keluarga Joyo juga sangat matrealistis, elang sering juga mendapat laporan jika Joyo acapkali meminjam uang kantor untuk keperluan keluarga di kampung .


"baik ayah, aku dan Fajrina sudah sangat lelah, kami akan istirahat sekarang, Fajrina juga sudah mulai kembali bekerja besok". elang kemudian memeluk pinggang istrinya


"istirahat lah sayang". Cindy menatap penuh kasih sang menantu. kemudian agung pun pergi meninggalkan dini dan Joyo di sana.


"kurang ajar, beraninya wanita itu.. hanya karba dia ayah bahkan mengambil fasilitas yang sudah aku nikmati sejak aku masih kecil". dini meradang


"sayang , kau harus sabar..kita harus berhati-hati jangan sampai orang tua mu kembali mengusir kita". ujar Joyo.


dini menatap suaminya penuh curiga


"kau kenakan semua gaji mu selama ini, mengapa aku tak pernah tau gaji mu sebesar itu, kau bahkan masih sering meminta uang padaku".


"aku sudah katakan, aku yang menanggung semua keperluan hidup keluarga ku di kampung". keringat mulai mengalir, ia takut sang istri tau kelakuan nya selama ini.


"jangan main-main di belakang ku, mulai sekarang aku yang akan mengatur keuangan mu, berikan aku kartu ATM mu". dini menatap tajam suaminya


"tapi sayang". Joyo mulai merengek


"sekarang ". dengan setengah hati Joyo mengambil dompetnya dari saku dan mengeluarkan kartunya kemudian ia memberikan nya pada dini.


"jangan boros". ucap Joyo


"sudah 5 tahun kita menikah, kau bahkan tak menafkahi ku, jadi terserah aku". kemudian dini berjalan meninggalkan Joyo


"wanita sialan, kalau saja kau bukan dari keluarga kaya, aku tak kan menikahi mu". Joyo memaki istrinya dan merutuki perbuatan elang.

__ADS_1


"aku akan memisahkan kalian elang, kemudian aku akan menikahi istri mu dan akan ku buang kakak mu yang tak berguna itu".


__ADS_2