DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
AKU ISTRINYA


__ADS_3

Elang tak sabar menunggu Fajrina, ia mondar mandir di bawah tangga.


"Kau duduklah, sangat menggangu sekali". Ujar agung sambil menatap sang anak


"Ah, aku berdiri saja ayah". Elang tak memperdulikan perintah ayahnya


"Ku dengar ada peraturan baru di perusahaan mu?". Sang ayah bertanya


"Iya, itu ulah menantu mu ayah". Elang menghentikan langkahnya dan mendekati Sanga ayah.


"Ayah tau, ia merubah semua peraturan, bahkan ada peraturan yang menyebutkan semua karyawati harus menganakan celana panjang..". Ardhi berbisik pada sang ayah


"Menantu ku sudah mulai posesif padamu elang". Ayahnya tertawa


"Aku tau itu ayah".


"Berlebihan". Dini memasuki rumah sambil mmebawa beberapa paperbags di tangan nya


"Apa makasud mu". Elang menatap dini dengan tatapan tak suka


"Istrimu berlebihan, mengapa ia memberikan perturan yang menyusahkan para karyawati , apa ia merasa iri Karna ia berhijab jadi tak bisa memakai pakaian mini kemna-mana". Dini duduk di sisi sang ayah.


"Peraturan yang di buat fajrina menurutku sangat bagus dan masuk di akal". Elang berusaha membela sang istri.


"tapi menurutku semuanya sangat menggelikan, baru saja menikah ia sudah mnegatur prusahaan mu, bagaimana nanti, bisa-bisa ia akan mengambil jabatan mu". dini mendengus kesal karna sang adik malah membela istriny.


"apa salahnya, Fajrina istri adik mu, perusahaan adikmu perusahaan nya juga". agung kini mulai membela menantu barunya itu


"kenapa ayah juga membelanya juga, ayah baru mengenalnya , ayah belum tau sifat aslinya". dini cemberut sambil melipat tangan nya di depan dada.


"ia tak membutuhkan uang adikmu, orang tuanya juga berasal dari keluarga berada, dan juga ia merupakan dokter muda yang cemerlang" kembali agung membela menantunya yang baru


"ayah benar, ia tak seperti dirimu, kau dan suami mu hanya bisa menghabiskan uang ayah untuk berbelanja hal-hal yang tak berguna" agung menimpali. merasa terpojok dini akhirnya meninggal kan adik dan ayahnya dengan hati penuh amarah


"Ayo kita pergi ". Ucap Fajrina ketika ia menuruni anak tangga .


Elang hampir saja tak berkedip saat melihat Fajrina, gaun berwarna hijau toska itu sangat kontras dengan kulitnya yang seputih susu, wajah nya sangat cantik di balut hijab dengan warna senada.


"Kau sudah siap?". Ujar elang


"Sudah, mari kita pergi ". Fajrina mendekati sang ayah mertua kemudian mencium punggung tangan agung, pun dini.


"Hati-hati ". Agung terseyum sambil mengusap kepala menantunya


"Baik ayah".

__ADS_1


Dalam perjalanan elang tak henti-hentinya menatap Fajrina. Istrinya sangat cantik.


"Ada apa?". Tanya Fajrina ketika tanpa sengaja ia beradu pandang dengan elang


"Tidak". Elang langsung mengalihkan pandangannya ke depan


Mereka memasuki hotel tempat jamuan makan malam berlangsung. Malam itu adalah malam perayaan ulang tahun salah satu teman elang.


"Elang". Cyntya berlari memeluk elang, elang balik memeluk sahabat nya itu. Elang lupa bahwa ia bersama fajrina di sana.


"Kau sudah datang?". Elang menatap cyntya


"Aku sudah dari tadi datang, bersama Hendrik ". Senyum di wajah elang menghilang ketika mendengar nama Hendrik


"Hai, apa kau Fajrina". Cyntya berjalan mendekati fajrina


"Oh , hai .. iya aku Fajrina". Cyntya tersenyum dan memyalami fajrinA


"Kau sangat cantik Fajrina, perkenalkan aku cyntya, sahabat elang". Pandangan Fajrina beralih dari cyntya ke suaminya


"Terimakasih cyntya". Ujar Fajrina


"Cyn, aku mencarimu sejak tadi". Hendrik sedikit berteriak ketika melihat cyntya, namun pandangan mata Hendrik terpaku oleh wanita yang berdiri bersama cyntya


"Dokter Fajrina". Fajrina terpaku melihat Hendrik, rasanya ia ingin lari Saja. Ia takut suaminya dan pria itu kembali bertengkar


"Mau apa kau?". Elang menatap tajam Hendrik


Fajrina mundur setelah tiba-tiba elang menggeser tubuhnya agar berdiri di belakang nya


"Aku hanya ingin menyalami dokter Fajrina".jawab Hendrik santai


"Aku tak mengizinkan kau berbicara dengan dia". Elang menekan setiap kata-katanya.


"Memang siapa kau, melarang ku berbicara dengan dokter Fajrina". Hendrik tersenyum sinis, Hendrik berjalan mendekati Fajrina, ketika ia ingin memegang tangan Fajrina , dengan cepat elang mendorong tubuh Hendrik. Kemudian dengan cepat membawa Fajrina meninggalakan tempat itu.


"Kau kenapa?". Fajrina bertanya sambil menghela nafas panjang. Elang tak menjawab.


Namun belum lagi masalah Hendrik selesai, kini datang masalah baru. Seorang wanita dengan cepat memeluk elang dan mencium pipi nya


Tanpa sadar Fajrina meradang, jemrinya mengepal, ia cemburu.


"Elang, aku rindu sekali". Ujar gadis itu


"Laura, sedang apa kau disini". Elang salah tingkah, ia melihat pandangan dan aura tak wajar dari Fajrina

__ADS_1


"Apa kau terkejut melihatku". Laura kembali memeluk elang. Kemudian dengan cepat Fajrina menarik tubuh elang.


"Fajriana". Elang terpana melihat wajah marah istrinya


"Jaga jarak mu, kau tak boleh sembarangan menyentuh bahkan memeluk pria yang bukan suamimu". Fajrina melangkah mendekati Laura.


Laura tertawa


"Lalu siapa kau? Berani sekali kau melarang ku memeluk elang".


Fajrina menatap tak suka pada Laura.


"Aku berhak melarang elang di sentuh wanita lain nona, Karna aku istrinya". Laura menatap elang tak percaya . Pria itu hanya tersenyum.


"Elang, dia istrimu". Mata Laura berembun, sepertinya ia akan menagis


"Iya, kami baru saja menikah".


"Kamu tega elang, aku datang jauh-jauh dari ausie , mengorban kan study ku hanya untuk membuktikan bahwa aku lebih memilihmu , namun apa yang aku dapatkan". Laura mulai terisak, kini semua mata memandang ke arah mereka.


"Tapi Laura, kita sudah putus jauh sebelum kau berangkat ke ausie". Elang mulai mengingat ingat kejadian setahun lalu


"Iya, tapi kau tak memberitahuku bahwa kau sudah menikah". Tangis Laura makin kencang


"Sudah lah..". Fajrina menyela. " Tak perlu bersandiwara, elang ayo pulang". Fajrina menarik pergelanga. Tangan elang dan membawa pria itu pergi


"Ada apa dengan mu". Fajrina mulai memarahi elang


"Aku kenapa?". Elang menatap bingung pada fajrina


"Sepertinya kau suka sekali di peluk". Fajrina membuang pandangan matanya dari elang


"Apa salah nya" kemudian dengan cepat Fajrina menarik kerah kemeja elang.


"Tentu saja salah, meskipun pernikahan kita hanya di atas kertas, tapi kau sudah beristri , dan pria beristri tak kan dengan mudah nya berpelukan dengan wanita lain, apalagi di depan istriny". Kemudian fajrian menghempaskan elang begitu saja.


Sebenarnya elang sungguh kecewa , Karna Fajrina kembali mengungkit soal pernikahan mereka. Padahal elang ingin sekali memperbaiki. Hubungan nya dengan fajrinà


Namun ada seberkas cahaya di hadapannya, Fajrina terlihat cemburu ketika ada wanita lain yang memeluknya


"Baik-baik.. mulai sekarang aku akan jaga jarak dengan semua wanita-wanita itu" ujar elang


"Bagus.. " Fajrina kemudia berjalan ke arah mobil.


"Kita mau kemana?". Ujar elang sambil menatap Fajrina.

__ADS_1


"Pulang, aku lelah, aku capek , aku marah, aku cemburu". Fajrina sepertinya tak menyadari kalimat yang telah ia lontar kan. Elang terpaku mendengar hal itu kemudian ia terseyum.


"Ok, baik dokter"..


__ADS_2